Senin, 12 April 2010

“SEJARAH SOSIAL BANGSA ARAB SEBELUM DATANGNYA RASULULLAH SAW”

Oleh : R_@chma, cHooR, nI’m@h

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menjelang kerasulan Nabi Muhammad SAW diseluruh penjuru dunia telah ada bermacam-macam kepercayaan agama yang dianut oleh manusia seperti hindu, budha, konghuchu, yahudi, nasrani dan lain-lain. Yang agama tersebut mempunyai keyakinan tentang Tuhan dan ajaran agama yang berbeda.

Banyaknya jumlah agama dan aliran ini merupakan latar belakang dan alasan yang tepat mengapa Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai utusannya.

B. Rumusan Masalah

1. bagaimanakah silsilah bangsa Arab pra-Islam?

2. bagaimana peradaban Arab pra-Islam?

3. bagaimana keadaan bangsa Arab menjelang diutusnya Nabi Muhammad SAW?

4. mengapa Nabi diutus di Jazirah Arab?

5. apakah jahiliyyah itu?

C. Tujuan

Dengan selesainya makalah ini, kami bertujuan untuk menjelaskan dan memaparkan tentang sejarah social Arab sebelum datangnya Rasulullah, sehingga para mahasiswa dapat memahami materi dengan baik.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Silsilah Bangsa Arab Pra-Islam

Bangsa Arab mempunyai akar panjang dalam sejarah, mereka termasuk ras atau rumpun bangsa Caucasoid, dalam Subras Mediteranian yang anggotanya meliputi wilayah sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arabiyah dan Irania.

Bangsa arab hidup berpindah-pindah, nomad, karena tanahnya terdiri atas gurun pasir yang kering dan sangat sedikit turun hujan. Perpindahan mereka dari satu tempat ke tempat yang lainnya mengikuti tumbuhnya stepa (padang rumput) yang tumbuh secara sporadic di tanah arab di sekitar oasis atau genangan air setelah turun hujan.

Bila dilihat dari asal-usul keturunan, penduduk jazirah arab dapat dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu: Qathaniyun (keturunan Qathan) dan ‘Adaniyun (keturuan Ismail ibnu Ibrahim)

B. Peradaban Arab Pra-Islam

Peradaban arab adalah akibat pengaruh dari budaya bangsa-bangsa di sekitarnya yang lebih maju daripada kebudayaan dan peradaban arab. Pengaruh tersebut masuk ke jazirah arab melalui beberapa jalur, yang terpenting di antaranya adalah :

1. melalui hubungan dagang dengan bangsa lain

2. melalui kerajaan-kerajaan protektorat, hirah dan ghassan

3. masuknya misi Yahudi dan Kristen

Walaupun agama Yahudi dan Kristen sudah masuk ke jazirah arab, bangsa arab kebanyakan masih menganut agama asli mereka, yaitu percaya pada banyak dewa yang di wujudkan dalam bentuk berhala dan patung. Setiap kabilah mempunyai berhala sendiri, dan di pusatkan di Ka'bah.

Orang-orang arab adalah orang yang bangga, tetapi sensitive. Kebanggaan itu disebabkan bahwa bangsa arab memiliki sastra yang terkenal, kejayaan sejarah arab dan mahkota bumi pada masa klasik dan bahasa arab sebagai bahasa ibu yang terbaik di antara bahasa-bahasa lain di dunia. Beberapa sifat lain bangsa arab pra-islam adalah sebagai berikut :

1. secara fisik, mereka lebih sempurna dibanding orang-orang eropa dalam berbagai organ tubuh

2. kurang bagus dalam pengorganisasian kekuatan dan lemah dalam penyatuan aksi

3. faktor keturunan, kearifan dan keberanian lebih kuat dan berpengaruh

4. mempunyai struktur kesukuan yang di atur oleh kepala suku atau clan

5. tidak memiliki hukum yang regular, kekuatan pribadi dan pendapat suku lebih kuat dan diperhatikan

6. posisi wanita tidak lebih baik dari binatang, wanita dianggap barang dan hewan ternak yang tidak memiliki hak. Setelah menikah suami sebagai raja dan penguasa.

Dalam perkawinan, mereka mengenal beberapa macam perkawinan, diantaranya :

1. istibdha, yaitu seorang suami meminta kepada istrinya untuk berjimak dengan laki-laki yang dipandang mulia atau memiliki kelebihan tertentu, seperti keberanian dan kecerdasan

2. poliandri, yaitu beberapa laki-laki berjimak dengan seorang perempuan

3. maqthu', yaitu seorang laki-laki menikahi ibu tirinya setelah bapaknya meninggal dunia

4. badal, yaitu tukar menukar istri tanpa bercerai terlebih dahulu dengan tujuan untuk memuaskan hubungan seks dan terhindar dari kebosanan

5. shighor, yaitu seorang wali menikahkan anak atau saudara perempuannya kepada seorang laki-laki tanpa mahar

Uraian singkat di atas menunjukkan bahwa kondisi sosial arab meskipun cenderung primitif, memiliki nilai peradaban yang tinggi.

C. Moral Bangsa Arab Pra-Islam

Keadaan bangsa arab pada waktu itu moralnya sangat bejat sekali, mereka tenggelam dalam dunia perjudian dan mabuk-mabukan, perampokan dan perampasan terjadi dimana-mana, mereka sering mencegat kafilah-kafilah dagang, bahkan lebih daripada itu mereka senang untuk menanam bayi perempuan hidup-hidup.

Kedudukan wanita pada waktu itu sangat merosot sekali di kalangan bangsa Arab. Mereka dapat diwarisi seperti benda atau binatang ternak. Adakalanya juga kaum wanita diharamkan untuk makan sejenis makanan yang dikhususkan untuk kaum pria saja. Bagi kaum pria diperbolehkan untuk mengawini kaum wanita sebanyak mungkin tanpa batas. Dan bahkan sebagian dari mereka ada yang membunuh anaknya karena takut terlantar.

Umat manusia menjelang diutusnya Nabi Muhammad SAW telah lupa kepada tuhannya, bahkan tidak mengenal sama sekali akan hakikat wujudnya sendiri dan arti hidupnya.mereka telah kehilangan kesadaran bahkan sudah tidak dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk.

D. Sebab Nabi SAW diutus di jazirah Arabia

Allah memilih bangsa Arab sebagai bangsa pertama menerima agama ini yang akan diteruskan ke segala penjuru dunia, sebab hati bangsa arab masih bersih, tidak ternodai dengan kotoran yang sukar dihapus seperti yang ada pada bangsa Romawi, Persia, India yang telah disesatkan oleh segala macam ilmu, kebudayaan dan filsafat mereka yang amat luas. Hati dan alam pikiran mereka sangat kacau sekali, sukar untuk diobati. Tidak seperti bangsa Arab, hati mereka itu hanya ternodai sedikit disebabkan oleh kebodohan mereka sendiri. Hal ini mudah untuk diobati.

Umumnya bangsa Arab itu masih bersih, kemauan mereka masih tinggi. Mereka hidup dalam alam fitrah yang berkemauan keras. Mereka akan memerangi kebenaran (agama Islam) sebelum paham akan hakikatnya. Namun, dikala mereka telah paham, mereka sangat cinta dan membelanya mati-matian.

E. Jahiliyyah

Definisi jahiliyyah yang menjadi sasaran dakwah para rosul untuk diangkat dari kegelapan menuju cahaya, tidak terkait langsung dengan buta huruf, tidak kenal etika, menurut definisi kita-kita yang mengaku beretika dan juga bukan kemiskinan dan keterbelakangan.

Dalam perjalanan dakwah para rosul dan orang-orang yang mengikuti mereka, jahiliyyah telah menemukan jati dirinya sebagai penyakit yang menjangkiti keyakinan, ia adalah rabun yng mengacaukan pandangan terhadap hakikat kehidupan, kemanusiaan dan peribadatan.

Memang jahiliyyah bisa lahir dari rahim ketidaktahuan yang diiringi persangkaan, dari kesalahpahaman yang diwarisi secara temurun, singkatnya dari kebodohan sering kali begitu, tetapi tak jarang juga, jahiliyyah bersumber dari oknum berpengetahuan yang sombong dan gengsi atau kekuasaan menindas yang tidak ingin kehilangan posisi.

Matarantai jahiliyyah yang membentang sepanjang sejarah ini dihubungkan oleh benang merah : syirik, wujudnya berupa penyekutuan atau bahkan penggantian terhadap hak Allah sebagai ilah, sebagai sesembahan yang maha Esa.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

J Dilihat dari keturunan, penduduk jazirah Arab dibagi menjadi dua golongan besar :

C Qathaniyun (keturunan Qathan)

C ‘Adaniyun (keturuan Ismail ibnu Ibrahim)

J Kondisi sosial Arab meskipun cenderung primitif, akan tetapi mereka memiliki nilai peradaban yang tinggi

J Moral bangsa Arab pra-Islam sangat buruk, diantaranya : Judi, mabuk-mabukan, serta perampokan dan perampasan terjadi dimana-mana, bahkan kedudukan wanita setara dengan binatang ternak

J Allah memilih bangsa Arab sebagai bangsa pertama penerima agama Islam, sebab hati bangsa Arab masih bersih, tidak ternodai oleh kotoran yang sulit dihapus seperti yang ada pada bangsa-bangsa lain.

J Jahiliyyah merupakan penyakit yang menjangkiti keyakinan, ia adalah rabun yang mengacaukan pandangan terhadap hakikat kehidupan, kemanusiaan dan peribadatan

B. Saran-Saran

Dengan mengetahui sejarah sosial Arab sebelum datangnya Rosulullah SAW, penulis menyarankan agar ini bisa menjadi cermin bagi kita dan motivasi untuk bisa lebih maju dalam memahami sejarah peradaban islam dan melanjutkan perjuangan Nabi Muhammad SAW.

DAFTAR PUSTAKA

Yatim, badri. 2006. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Al Hasani, abul hasan ali. 2008. Riwayat Hidup Rosulullah SAW. Surabaya: PT Bina Ilmu

Supriyadi, dedi. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: CV Puastaka Setia

Fillah, salim A. 2007. Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim. Yogyakarta: Pro-U Media

1 komentar:

an-nur mengatakan...

thx..........info x sangat bermanfaat.....................

Poskan Komentar