Senin, 12 April 2010

Pengertian Dan Proses Turunnya Al-Qur'an

A. Pengertian Turunnya Al-Qur’an

Turunnya Al-Qur’an ialah peristiwa besar yang sekaligus merupakan pernyataan kedudukan Al-Qur’an itu sendiri bagi langit dan penghuni bumiyang mana penyampaian wahyu dengan perantara Malaikat Jibril as. Kepada Nabi akhir zaman berdasarkan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian.

B. Proses Turunnya Al-Qur’an

Turunnya Al-Qur’an yang pertama kali pada malam lailatul qodar merupakan pemberitahuan kepada alam tingkat tinggi (samawi) yang dihuni oleh para malaikat tentang kemuliaan umat nabi Muhammad, sedangkan turunnya Al-Qur’an yang kedua kali secara bertahap berbeda dengan kitab-kitab yang turun sebelumnya.

1. Turunnya Al-Qur’an sekaligus

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

شهر رمضان الذى أنزل فيه القرآن هدى للناس وبينات من الهدى والفرقان (البقرة: 185)

“Bulan ramadhan: bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang bathil” (QS. Al-Baqarah: 185).

Ayat di atas menyatakan bahwa Al-Qur’an turun pada bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat malam yang penuh dengan berkah dan malam yang mulia dari seribu ulan yakni lailatul qodar. Tapi secara dhohir ayat tersebut bertentangan dengan kejadian nyata dalam kehidupan Rasulullah Saw., yang mana Al-Qur’an turun kepada beliau selama 23 tahun. Dalam hal ini para ulama’ mempunyai 3 madzhab antara lain:

Madzhab pertama: Pendapat ibnu Abbas dan sejumlah ulama’ serta yang dijadikan pegangan oleh umumnya ulama’ bahwa turunnya Al-Qur’an sekaligus ke baitul izzah di langit dunia pada malam lailatul qodar. Kemudian setelah itu Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw., selama 23 tahun sesuai dengan peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian sejak beliau diutus hingga wafat.

فصل القرآن من الذكر فوضع في بيت العزة فجعل جبريل ينزل به صلى الله عليه وسلم.

“Al-Qur’an itu dipisahkan dari Ad-Dzikr lalu diletakkan di baitul izzah di langit dunia, maka Jibril mulai menurunkannya kepada nabi Muhammad Saw”.

Madzhab kedua: Yaitu ayng diriwayatkan oleh Asy-Sya’bu bahwa permulaan turunnya Al-Qur’an dimulai pada malam lailatul qodar di bulan ramadhan. Kemudian diturunkan secara bertahap sesuai dengan kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa selama kurang lebih 23 tahun.

وقال الذين كفروا لو لا نزل عليه القرآن جملة واحدة كذلك لنثبت به فؤادك ورتلناه ترتيلا ولا يأتونك بمثل إلا جئناك بالحق وأحسن تفسيرا (الفرقان: 32-33)

“Dan berkatalah orang-orang kafir mengapa Al-Qur’an tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja? Demikian supaya kami perkuat hatimu dengannya dan kami membacakannya kelompok demi kelompok. Tidaklah orang-orang kafir itu datang kepadamu membawa sesuatu yang ganjil melainkan kami datangkan kepadamu sesuatu yang benar dan yang paling baik penjelasannya” (QS. Al-Furqan: 32-33).

Madzhab ketiga: Berpendapat bahwa Al-Qur’an diturunkan ke langit dunia selama 23 tahun malam lailatul qodar yang pada setiap malamnya selama malam-malam lailatul qodar itu ditentukan Allah untuk ditentukan pada setiap tahunnya dan jumlah wahyu yang diturunkan ke langit dunia di malam lailatul qodar kemudian diturunkan secara berangsur-angsur pada rasulullah sepanjang tahun.

2. Turunnya Al-Qur’an secara Berangsur-angsur

وإنه لتنزيل رب العالمين. نزل به الروح الأمين. على قلبك لتكون من المنذرين. بلسان عربي مبين. (الشعراء: 190-192).

“Dan Al-Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. Dia dibawa turun oleh ar-rohul amin (jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang diantara orang-orang yang memberi peringatan dengan bahasa arab yang jelas”.

وقرآنا فرقناه لتقرأه على الناس على مكث ونزلناه تنزيلا (الإسراء: 106).

“Dan Al-Qur’an itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian” (QS. AL-Isra’: 106)

Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur berupa beberapa ayat dan sebuah surat atau berupa surat yang pendfek secara lengkap dan penyampaian Al-Qur’an secara keseluruhan memakan waktu kurang lebih 23 tahun yakni 13 tahun waktu Nabi masih tinggal di Makkah sebelum hijrah dan 10 tahun waktu Nabi sesudah hijrah ke Madinah.

3. Hikmah Diturunkannya Al-Qur’an sekaligus

· Menyatakan kebesaran Al-Qur’an dan kemuliaan orang kepadanya Al-Qur’an diturunkan.

· Memberitahu kepada penghuni tujuh langit bahwa Al-Qur’an adalah kitab terakhir yang diturunkan kepada rasul terakhir pula.

· Menunjukkan suatu penghormatan kepada keturunan Adam di hadapan para malaikat akan perhatian Allah dan rahmat-Nya kepada mereka.

4. Hikmah diturunkannya Al-Qur’an secara berangsur-angsur

· Untuk meneguhkan hati Nabi dalam melakukan tugas sucinya, sekalipun ia menghadapi constrains and challenges (hambatan-hambatan dan tantangan-tantangan) yang ebraneka macam. Demikian pula untuk menghibur Nabi pada saat-saat Nabi sedang menghadapi kesulitan, kesedihan atau perlawanan dari orang-orang kafir supaya bersabar seperti sabarnya para rasul sebelumnya yang mempunyai keteguhan iman dan semangat; surat Yasin: 75 dan surat yunus: 65 yang melarang nabi susah atau sedih karena omongan orag-orang kafir; surat al-An’am: 34 yang mengingatkan Nabi bahwa para rasul sebelumnya juga menghadapi sikap umatnya yang berkepala batu dan memusuhinya, tetapi mereka tetap sabar, akhirnya daranglah pertolongan tuhan.

· Untuk memudahkan bagi Nabi menghafalkan Al-Qur’an sebab ia ummy (tidak pandai baca tulis).

· Untuk meneguhkan dan menghibur hati umat islam yang hidup di masa Nabi, sebab mereka pada permulaan sudah tentu mengalami pula pahit getirnya perjuangan menegakkan kebenaran islam bersama-sama dengan Nabi (Surat An-Nur ayat 55). Demikian pula untuk meringankan bagi umat islam menghafalkan Al-Qur’an sebab mereka pada umumnya masih buta huruf.

· Untuk member kesempatan sebaik-baiknya kepada umat islam dalam meninggalkan sikap mental dan tradisi-tradisi rpa islam (zaman jahiliyah) yang negatif secara berangsur-angsur karena mereka telah dapat menghayati dan mengamalkan ajaran-ajaran Al-Qur’an dan ajaran-ajaran Nabi secara step by step pula. Sekiranya ayat-ayat Al-Qur’an terutama yang mengenai hukum-hukum kewajiban dan larangan diberikan sekaligus, pasti akan mendapatkan tantangan atau perlawanan yang hebat dari masyarakat yang akibatnya bisa mengganggu berhasilnya misi Nabi Muhammad.

· Bukti yang pasti bahwa Al-Qur’an diturunkan dari sisi yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji.

5. Faedah turunnya Al-Qur’an secara berangsur-angsur dalam pendidikan dan pengajaran

Dalam hikmah turunnya Al-Qur’an secara bertahap itu kita melihat adanya suatu metode yang berfaedah bagi kita dalam mengaplikasikan perhatian terhadap tingkat pemikiran siswa dan pengembangan potensi akal, sebab turunnya Al-Qur’an itu telah meningkatkan pendidikan umat islam secara bertahap dan bersifat alami untuk memperbaiki jiwa manusia, meluruskan perilakunya, membentuk kepribadian dan menyempurnakan eksistensinya, sehingga jiwa itu tumbuh dengan tegak di atas pilar-pilar yang kokoh dan mendatangkan buah yang baik bagi kebaikan umat manusia seluruhnya dengan izin Tuhan.

Pentahapan turunnya Al-Qur’an itu merupakan bantuan yang paling baik bagi jiwa manusia dalam upaya mengahafal Al-Qur’an, memahami, mempelajari, memikirkan makna-maknanya da mengamalkan apa yang dikandungnya. Petunjuk ilahi tentang huikmah turunnya Al-Qur’an secara bertahap merupakan contoh yang baik dalam menyusun kurikulum pengajaran, memilih metode yang baik dan menyusun buku pelajaran.

0 komentar:

Poskan Komentar