Senin, 12 April 2010

pengertian dan cara dalam mengambil sebuah kutipan

Oleh:

Iffatur Rohmah, Siti Mar’atin Wahidah, Zahrotan Nufus, Dewi Fitriyah, Atmiyatuz Zuhriyah, Azizatul Maghfiroh


BAB I

PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Sebagai penulis kita sebnarnya hanya meramu berbagai baghan menjadi sajian yang tidak saja enak rasanya,tapi juga menarik bentuknya.meski ada (banyak) gagasan orisinal dalan menulis,mengutip sumber seakan tak dapat dihindari.namun,kutipan yang terlampau banyak,dapat menyeret seorang penulis apda tuduhan ia melakukan plagiat.sebaliknya,tidak mengutip sama sekali,akan dipertanyakan.apakah seluruh gagasan,informasi,fakta,serta tmuan yang ditulisnya benar mrrupkan gagasan orisinalnya?mengutipsumber lazim dilakukan penulis pada setiap karya tulis ilmiah.selain itu daftar pustaka dalam tulisan merupakan hal yang tidak boleh ditiadakan.karena semakin berbobot refernsi yang digunakan berarti menunjukkan semakin bernilai dan berbobot karangan ilmiah tersebutdan apabila rujukan yang tidak releven yang tidk mencantumkan daftar pustaka merupakan penelitian yang tidak lengkap dan bernilai rendah.Demi menghindari pelmggaran hk cipta dan dengan mempertimbangkan etika dalam penulisan karya ilmiah,penulis prlu mengetahui kaidah-kaidah mengutip dan mebnutis daftarpustaka untuk itu kami sebagai pemakalah akan mencoba memaparkan persoalan tersebut.

2.Rumusan Masalah

a. Apa yang dimaksud dengan mengutip dan fungsinya?

b. Jelaskan macam-macam kutipan?

c. Bagaimana cara menempatkan sunber kutipan?

d. Bagaimana cara mengutip tulisan dari berbagai sumber?

e. Apa pengertian daftar pustaka ?

f. Bagaimana cara penyusunan daftar pustaka?

g. Bagaimana cara pemulisan daftar pustaka dari berbagai sumber?

3.Tujuan Makalah

a. Untuk memahami pengertian kutipan dan fungsinya.

b. Untuk mengetahui macam-macam kutipan.

c. Untuk mengetahui cara menempatkan sumber kutipan dalam tulisan.

d. Untuk mengetahui cara mengutip tulisan yng benar dari berbagai sumber.

e. Untk mengetahui pemgertian daftar pustaka.

f. Untuk mengetahui cara penyusunan daftar pustaka dengan benar

g. Untuk mengetahui cara penulisan daftar pustaka dari berbagai sumber.

4.Manfaat

Agar para pembaca makalah ini dapat mengetahui cara mengutip dan menulis daftar pustaka dengan benar sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditentukan.

BAB II

PEMBAHASAN

A.Pengertian mengutip dan fungsinya

Kutipan adalah salinan kalimat,paragraph,atau paendapat dari seorang pengarang atau ucapan orang terkenal karena keahliannya,baik yang terdapat dalam buku,jurnal,baik yang melalui media cetak maupun elektronik.menurut kamus besar bahasa Indonesia,mengutip adalah mengambil perkataan atau kalimat dari buku atau yang lainnya.mengutip itu berbeda dengan plagiat.plagiat adalah mengambul karangan karangan atau pendapat orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat sendiri. Yang perlu dihindari ialah kutipan yang tuidak mengandung makna apa-apa dalam tulisan anda. Naamun, namanya mengutip, jangan sekalia=kali melakukan kesalahan ketika mengutip. Kalau ternyata terdapat kesalahan dalam teks yang dikutip, penulis dapat memberikan catatan khusus langsung pada teks dengan tanda kurung, lalu diberi tanda’sic’, yakni singkatan dari sicut(latin) yang berarti: memang demikianlah asalnya (tercetak). Atau, sesuai petunjuk dari Depdiknas-PusatBahasa sepertu termuat dalam Buku Pedoman Umum EYD, berikan tanda siku [ ] mengapit kutipan yang ternyata salah itu.

Fungsi kutipan:

1. Untuk menunjang fakta,konseo, gagasan atau untuk memberikan informasi tentang sumber data, gagasan dan lain-lain yang relevan(catatan acuan)

2. Untuk memberikan penjelasan penambahan tentang suatu masalah tyang dikemukakan dalam teks atau untuk menjelaskan definisi istilah secara cermat(catatan kaki)

B. Macam-macam kutipan

Pada umumnya kutipan dapat dibedakan mmenjadi 2 macam, yaitu:

1. Kutipam langsung (Direct Quotation)

Adalah kutipan yang dilakukan persis seperti sumber aslinya, kata-kata yang digunakan sama seperti bahan aslinya

Kutipan langsung biasanya digunakan untuk hal-hal sebagai berikut:

a. untuk mengutip rumus atau model matematika

b. untuk mengutip peraturan-peraturanhukum, surat keputudsan, surat perintah.

c. untuk mengutip peribahasa, puisi, karyadrama, dan kata-kata mutiara.

d. untuk mengutip beberapa definisi yang dinyatakan dalam kata-kata yang sudah pasti.

e. untuk memgutip beberapa pernyataan ilmiah yang jika dinyatakan dalam bentuk lain dikhawatirkan akan kehilangan maknanya.

Kutipan langsung dibagi menjadi 2,yaitu:

a.kutipan langsung pendek (short direct quotation)

Adalah kutipan langsung yang panjangnya tidak nmelebihi tiga baris ketikan. Kutipan yang demikian dimasukkan dalam teks dengan memberikan tanda petik dyantara bahan yang dikutip. Kalau kutipan itu perlu dihilangkan beberapa kata atau bagian dari kalimat, maka pada awal kalimat diberi titik tiga buah.

b. kutipan langsung panjang (Long Direct Quotation)

adalah kutipan langsung yang panjangnya lebih dari tiga baris ketikkan. Kutipan tersebuut diberi tempat sendiri, dalam alinea baru yang berdiri sendiri, diketik dengan satu spasi, dan lebar jorokkan kedalam dan kalimat pertama adalah tujuh ketukan huruf dari garis tepi yang baru, sedangkan baris kedua dan seterusnya dimulai sesudah dua ketukan huruf dari garis tepi kiri, serta tidak ditulis antara tanda petik.

2. kutipan tidak langsung (Indirect Quotation atau paraphrase)

adalah kutipan yang tidak persis sama seperti bahan aslinya. Kutipan ini merupakan suatu ketikan pokok-pokok pikiran atau ringkasan kesimpulan menurut jalan pikirasn dan bahasa pengutip sendiri. Kutipan ini tidak dituliskkan diantara tanda petik, melainkan langsung dimasukkan dalam kalimat atau alinea.

Kutipan tidak langsung dibedekkan mennjadi dua, yaiti:

a. kutipsm tidsk lsngsung pendek(short indirect quotation)

adalah kutipan tidak langsung yang terdiri darisatu alinea atau kurang.

b. kutipan tidak langsung panjang(long indirect quotation)

adalah kutipan tidak langsung yang terdiri lebih dari satu alinea.

C. Cara Menempatkan Sumber Kutipan

Ada tiga cara menempatkan sumber kutipan dalam tulisan, yaitu:

1. cara ringkas, yaitu cara menempatkan sumber kutipan dibelakang bahan yang dikutip. Sumber kutipan ini ditukiskan diantara tanda kurung dengan menyebutkan nama pengarang, tahun penerbitan, dan halaman yang dikutip.

2. cara langsung, yaitu cara menempatkan sumber kutipan langsung dibawah sumber kutipan langsung dibawah pernyataan yang dikutip. Antara pernyataan atau teks dalam tulisan dengan sumber kutipan dipusahkan dengan garis lurus sepanjang garis teks. Jarak garis pemisah dengan teks adalah satu spasi dan jarak garis pemisah dengan sumber kutipan adalah dua spasi, sedangkan garis baris dari kutipan itu sendiri adalah satu spasi

3. cara menempatkan sumber kutipan di kaki halaman, cara ini lazim dfisebut footnote (catatan kaki) dan cara ini lebih banyak dianut dalam penulisan skripsi. Antara bagian teks dengan footnote dipisahkan dengan garis lurus sepanjang dua inci dan jarak baris antara garis pemisah dengan teks adalah satu setengah spasi, sedangkan jarak baris antara garis pemisah atau footnote adalah dua spasi.indensi untuk footnote seperti indensi alines bsru dalam teks. Jarak baris dalam footnote adalah satu spasi, sedangkan jarak antara footnote satu dengan footnote lain dalam tiap halaman adalah dua spasi.

Sumber kutipan yang muncul pertama kali harus ditulis selengkap-lengkapnya, srdangkan untuk npemunculan kedua dan seterusnya dapat disingkat, adapun istilah singkatan dalam footnote itu ada banyak, tapi yang lebih sering digunakan itu ada tiga,yaiti:

a. Ibid. :Ibidem, yaitu pada tempat yang sama diatas, tanpa diselungi sumber buku lain. setelah kata Ibid, sunber itu cukup ditulis nomor halamannya saja.

b. Op. cit :Opere citato yaitu pada karya yang telah dikutip, dari sunmber buku yang sama, tapi diselingi oleh satu sumber buku yang lain.

c. Loc. Cit :loco citato yaitu pada tempat yang telah dikutip dari sumber buku yang sama, tapi diselingi oleh satu atau lebih sumber buku yang lain.

D. Cara Penulisan Sumber Kutipan dari Berbagai Sumber

Selain buku, sumber lain yang dapat dikutip adalah:

1.Buku

Cara penulisan:

-jika satu sampai tiga pengarang, nama penulis ditulis sesuai dengan nama pengarang pada buku dan diikuti koma. Jika pengarang lebuh dari tiga pengarang, nam pengarang pertama diikuti singkatan dkk(dan kawan-kawan) atau et.al(et alli)

-judul buku dicetak miring

-judul buku yang diikuti informasi(sub jadul, jilid, edisi);tidak disisipi koma atau titik.

-informasi penerbitan diapit tanda kurung dengan urutan nam kota(diikuti titik dua), penerbit(diikuti koma)dan tahun, setelah kurung tutup diberu koma.

-dapat diikuti kata halaman(disingkat hlm atau h ) dan dapat juga, nomor halaman angka arab dan diakhiri dengan titik.

2..Penerbitan pemerintah, lembaga, organisasi atau badan-badan yang terkemuka.

Cara penulisan:

Nama lembaga, judul penerbitan(diberi garis bawah), data tentang penerbitan(tabggal, bulan, serta tahun diapit tanda kurung), nomor halaman(bisa disingkat hlm. Atau h).

3.Surat kabar

Cara penulisan:

Macam tulisan atau nama pengarang(jika ada), judul berita atau karangan, nama surat kabar, data tentang penerbitan, bagian(jika ada, nomor halaman, kolom(jika ada).

4.Artikel dalam jurnal

Cara penuilisan:

Nama pengarang, juduk artikel(diikuti tanda petik), nama jurnal(dicrtak miring), nomor volume:nomor halaman, (tempat, bulan dan tahun penerbitan), nomor halaman.

5.Terjemahan

Cara penulisan:

Nama asli pengarang, judul asli buku atau judul terjemahan, penerjemah(bisa disingkat terj.), (nama kota;penerbit, tahun), nomor halaman.

6.Majalah

Cara penulisan:

Nama pengarang,judul artikel(diapit tanda petik),nama majalah dicetak miring(koma diletakkan sebelum tanda petik terakhir) nomor dan tanggal penerbitan, nomor halaman.

E. Pengertian Daftar putaka

Daftar pudstaka ( bibliografi ) adalah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah atau sebagian karanagn yang disertainya.

Bahan-bahan yan layak dimasukkan kedalam daftar pustaka, harus berupa kutipan yang diambil dari sumber ynag dapat dipertangung jawabkan secara berbbot dan ilmiah. Semakin berbobot referensi yang digunakan berarti menunjukkan sekin bernilai dan berbobot karangan tersebut. Bahan yang tidak digunakan atau tidak dikutip dalam teks karangan atau sebaliknya. Karena itu, kejujuran dan objektifitas dalam memasukkan kutipan adalah tanggung jawab penulis.

F. Cara Penyusuna Daftar Pustaka

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan daftar pustaka:

1. Jika satu pengarang, maka nama pengarang disusun dari belakang ke depan mengikuti urutan dalam buku kecuali nama Tionghoa.

2. Penulis dua pengarang atau lebih, nama penulis pertama dibalik, penulis kedua dan seterusnya tidk diblik.

3. Daftar pustaka ditulis menurut alphabtis, tanpa diberi nomer urut.

4. Semua referensi yang ada dalam kutipan dan catatan kaki dimasukkan dalam daftar pustaka.

Penyusunan bibliografi ada dua cara,yaitu:

1.Nama pengarang,judul,nama kota:nama penerbit,tahun penerbitan.

2.Nama pengarang.tahun penerbitan(angka tahum boleh diapit tanda kurung,asal konsisten).judul,kota penerbit:nama penerbit.

Cara yang kedua lebih banyak digunakan karena berlaku secra internasionl,atau disebut model APA(American Psychological Association).

BAB III

PENUTUP

A.Kesimpulan

Dari penjelasan yang telah dijelaskan tadi,dapat ditarik kesimpulan bahwa:

Mengutuip adalah mengambil perkataan atau kalimat dari buku atau lainnya disertai sumber kutipannya.fungsi kutipn yaitu sebagai catatan acuan dan sebagai catatan kaki.

Sumber kutipan juga ada kaitannya dengan daftar pustaka, karena semua sumber kutipan yang terdapat pada cartatan acuan dan atatan kaki harus dimasukkan dalam daftar pustaka. Akan tetapi daftar pustaka itu berbeda dengan sumber kutipan. Perbedaannya yaitu:

1.penulisan daftar pustaka berada pada lampiran terakhir sebuah tulisan.

2.semua sumber kutipan harus dimasukkan pada daftar pustaka

3.pada daftar pustak tidak mencantumkan nomor halaman.

4. pada daftar pustaka nama pengarang dibalik dan tidak mencantumkangelar pengarang.

B.Saran

Demi menghindari pelanggaran hak cipta dan dengan mempertimbamgkan etika dalam penukisan karya ilmiah serta karya ilmiah itu menjadi bernilai dan berbobot, sebaiknya para penulis mengethui kaidah-kaidah mengutip dan penulisan daftar pustaka.


DAFTAR PUSTAKA

Yahya,Islahudin.2008.Teknik Penulisn Karangan Ilmiah.Surabaya:Surya Jaya Raya.

Juanda,Asep dan Kaka Rosdyanto.2007.Inti Sari Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: Pustaka Setia.

Wijono Hs.2007.Bahasa Indonesia:Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruaan Tinggi. Jakarta: Grasindo.


0 komentar:

Poskan Komentar