Senin, 12 April 2010

Pengertian Dan Cara Catatan Kaki


Oleh : Amalia Deska, An’imatun, Eka Rimbowati, Elis Setiyowati & Rosyidah
2.1. Pengertian catatan kaki
Catatan kaki adalah keterangan atas karangan yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan. Catatan aki dapat berupa rujukan bahan penulisan yang dijadikan sumber dan dapat pula berupa keterangan tambahan.
Catatan kaki dapat berupa refrensi dan keterangan tambahan, catatan kaki yang berupa refrensi mempunyai 3 fungsi : funsi akademis, etika dan estetika.
a. Funsi Akademis
- Mempunyai dukungan argumentasi atau pembuktian.
- Pembuktian (rujukan) kutipan naskah .
- Memperluas makna informasi bahasan dalam naskah
- Mempermudah peninjauhan kembali penggunaan refrensi
- Menunjukkan kwalitas kecerdasan akademis penulisnya
b. Fungsi Etika (moral)
- Pengajuan dan penghargaan kepad penulis sumber informasi
- Menunjukkan kualitas yang lebih tinggi
- Menunjukkan kecerdaasan yang lebih akurat
- Menunjukkan etika dan kejujuran memperkuat bukan plagiat.
c. Fungsi estetika
- Mempunyai nila keindahan perwajahan (ralaman)
- Membentuk variasi format penulisan.
- Memberikan kesatuan dinamis sehingga lebih menarik.
- Menyenangkan pembacanya.
Sedangkan catatan kaki yang berupa keterangan tambahan :
- Memberikan penjelasan (keterangan) tambahan.
- Memperjelas konsep, istilah, definisi, komentar atau uraian tambahan tanpa mengganggu proses pemehaman uraian
- Tidak menganggu fous analisis atau pembahasan
2.2. Tempat Catatan Kaki
a. Catatan kaki dan uraian pada halaman yang sama paada bagian bawah digunakan dalam skripsi, tesis, disertasi buku
b. Catatan kaki pada akhir bab digunakan untuk karangan popular
c. Catatan kaki pada akhir karangan digunakan untuk karngan yang berbentuk aartikel untuk surat kabr , jurnal, makalah, laporan yang tidak menggunakan pembagian bab.
Penempatan catatan kaki harus konsisten. Misalnya, penempatan catatan kaki pada halaman pertama. Penempatan ini dilakukan seterusnya dengan cara yang sama smpai dengan halaman terakhir.
2.3. Cara Penulisan Catatan kaki
1) Catatan kaki dipisahkan yiga spasi dinaskah halaman yang sama.
2) Catatan kakilebih dari dua baris diketik dengan satu spasi.
3) Catatan kaki diketik sejajar dengan argin
4) Catatan kaki jenis karangan ilmiah formal, diberi nomor urut mulai dari nomor satu untuk catatan kaki pertama pada awal bab berlanjut sampai dengan akhir bab. Pada setiap awal bab baru berikutnya catan dimulai dari nomor satu.
5) Nomor urut ditulis lebih kecil dari huruf lain misalnya font 10.
Catatan kaki yang merupakan rujukan atau data purtaka ditulis berdasarkan cara berikut ini :
a. Nama pegarang tanpa dibalik urutannya urutannya atau samam dengan nama pengarang yang tertulis pada buku diikuti koma.
b. Jika nama dalam tetulis lengkap diserti getar akademis, catatan kaki mencantum gelar tersebut.
c. Judul karangan dicetak miring, tidak diikuti koma.
d. Nama penerbit dan angka tahun diapait tanda kurung diikuti koma.
e. Nomor halaman dapat disingkat hlm atau h. angka nomor halaman diakhiri titik (.).
Contoh penulisan :
1william N. Dunn ,Analisis Kebijaksanaan Publik, tes.
Muhajir Danviii, (Yogyakarta : Hanindita, 2001), 20-32
2Abraham H. Maslow, Motivasi dan Kepribadian 2 terj.
Nurul Islam, (Jakarta : Pustaka Binaman Presindo, 1994), 1-4.
3Dr. Albert Wijaya ,”Pembangunan Permukiman Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah Di Kota,” dalam
Prof. Ir . Eko Budiharto , MSc. (Ed), sejumlah
Masalah Permukiman Kota, (Bandung :Alumni ,1992), 121-124
2.4. Cara Mengaplikasikan Catatan Kaki
Mengaplikasikan catatan kaki harus memenuhi persyaratan baku yang sudah lazim. Catatan kaki banyak digunakan dalam penulisan karangan ilmiah dan catatan kaki berbeda dengan daftar pustaka. Selain itu istilah-istilah catatan kaki banyak jenisnya tetapi yang sering digunakan adalah ibid, op.cit dan loc.cit. Hal ini karena sangat rumit untuk diterapkan secara kesuluruhan dan membutuhkan ketelitian.
1) Adefinisi Ibid
a. Ibid singkatan kata ibidium berartio ditempat yang sama dengan atasnya
b. Ibid diyulis dibawah catatan kaki ayang mendahuluinya
c. Ibid diketik atau ditulis dengan huruf capital pada awal kata dicetak miring dan diakhiri tiitk
d. Apabila refrens berikutnya berasal dari jilid atau halaman lain, urutan penulisan : Ibid, koma, jilid, halaman
Contoh :
1Peg C. Neuhauser, Legenda Manfaatnya bagi Perusahaan, terj. Teguh Rahardja, (Jakarta; Pustaka Binaman Presindo, 1994), 13-34.
2Ibid
2) Definisi Op.Cit
a. Op.Cit singkatan kata Opere Citato berarti dala karya yang telah tersebut.
b. Menurut singkatan kata Opere Citato berarti dalam karya telah disebutkan dan diselingi sumber lain.
c. Urutan penulisan : nama pengarang, nema panggilan, nama fanily, Op.Cit, nama buku, halaman.
Contoh :
1Sadjipto Rahardjo, Hukum Masyarakat Dan Pembangunan (bandung Alumni, 1976), 111.
2Dniel goleman, emotional Intelegence (Jakarta: Gramedia, 2001), 161
3Boboy Deporter & Mike Hernacki, quantum business, terj. Basyarah nasutiion, (Bandung: Kaifa, 2000), 63-87
4Rahardjo, Op.Cit., 125.
5Goleman, Op.Cit.
6DePorter & Mike Hernacki, Op.Cit, 203-238.
3) Definisi Loc.Cit
a. Loc.Cit singkatan loco citato, berarti ditempat yang telah disebutkan
b. Menurut sumber data pustaka, yang sama yang berupa buku jurnal, eksiklopedi atau majalah ; dan telah diselingi sumber lain
c. Kutipan bersumber pada halaman yang sama kata Loc.Cit tidak diikuti nomor halaman.
d. Jika halaman berbeda kata loc.cit diikuti nomor halaman.
Contoh :
1sarwidji Suwandi,”Peran Guru dalam Meningkatkan Kemahiran Berbahasa Indonesia Siswa Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi,” kongres Bahasa Indonesia VIII, (Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republic Indonesia, 2003), 1-15.
2Abraham H. Maslow, Motifasi Dan Kepribadian 2 terj. Nurum imm, (Jakarta: Pustaka Binaman presindo, 1994), 1-40
3Suwandi, Loc.Cit.
Cara penulisan catatan kaki, jika nama pengarang lebih dari satu, seperti :
2.3.1 Satu Pengarang
1) Nama pengarang ditulis sesuai nama pengarang pada buku
2) Setelah nama pengarang diberi tanda koma.
3) Judul buku dicetak miring
4) Setelah judul buku diikuti informasi buku, subjudul, jilid, edisi; tidak diikuti koma dan titik.
5) Informasi oenerbitan diapit tanda kurung dengan urutan nama kota, penerbit, dan tahun.
6) Setelah kurung tutup, diberi koma.
Contoh :
1Prof. Dr. gorys Keraf, Komposisi, (Flores Nusa Indah, 1994), 63-70
2M. Ramelan, Paragraph, (Yogyakarta; Andi Offset, 1993), 41-64
3Gorys Keraf, Diksi dan Gaya Bahasa, (Jakarta; Gramedia, 1984), 1-20
2.3.2 Dua pengarang
1) Kedua pengarang ditulis sesuai dengan nama pengarang di buku, dan diikuti koma.
2) Judul buku dicetak miring.
3) Judul yang diikuti informasi (sub judul, jilid); tidak disisipi koma dan titik.
4) Informasi penerbitan diapait tanda kurung dengan urutan nama kota, penerbit, dan tahun, rendah, setelah kurung tutup, diberi koma.
5) Dapat diikuti kata halaman (disingkat hlm atau h, dapat juga tanpa kata halaman), nomor halaman angka arab, dan diakhiri dengan tanda titik.
Contoh :
1E. Zaenal Arifin dan S. Amran Tasai, cermat Berbahasa Indonesia, (Jakarta: Akademika Presindo, 1996), 121-140.
2.3.3 Tiga Pengarang
1) Ketiga nama pengarang ditulis seluruhnya.
2) Tidak menggunakan singkatan enal atau dkk. (dan kawan-kawan)
3) Setelah nama pengarang diberi tanda koma.
4) Judul buku dicetak miring
5) Aturan judul buku dan informasi buku (subjudul, jilid, edisi, dan lain-lain) tidak disisipi koma atau titik.
6) Informasi penerbitan diapit tanda kurung dengan urutan nama kota, penerbit, dan tahun. Setelah kurung tutup, diberi koma, dapat diikuti kata halaman (disingkat hlm atau h, dapat juga tanpa kata halaman).
7) Nomor halaman ditulis dengan angka arab, dan diakhiri dengan titik.
Contoh :
1Gibson, Ivancevich, and Donelly, Organisasi edisi ke-8, terj. Ir. Nunuk Ardiarni Sujanto, halem Lubis, dan Taufik Hadi, Psikologi kepribadian (Jakarta: Penerbit Aksara Baru, 1982), 120.
2.3.4 Lebih dari tiga pengarang
Cara penulisan :
1) Nama pengarang pertama diikuti singkatan dkk (dan kawan-kawan) atau et.al. (et alli), boleh memilih singkatan et.al atau singkatan bahasa Indonesia dkk, tetapi harus konsisiten, tidak berganti-ganti. Rujukan berbahasa asing, misalnya Inggris, gunakanlah et.al. jika rujukan bersumber pada bahasa Indonesia gunakanlah dkk.
2) Antara nama dan sngkatan penganrang tidak dibumbuhi koma
3) Nama pengarang diikuti tanda koma.
4) Judul buku dicetak miring diikuti koma.
5) Judul buku dan sub judul, jilid, atu edisi tidak dipisahkan koma atau titik.
6) Informasi penerbitan diapit tanda kurung dengan urutan nama kota, penerbit dan tahhun. Setelah kurung tutup, diberi koma, dapat diikuti kata halaman (disingkat hlm atau h, dapat juga tanpa kata halaman).
7) Nomor halaman ditulis dengan angka arab, dan diakhiri dengan titik
8) Contoh :
1Arthur J. Keown et.al., Dasar-Dasar Manejemen Keuangan, buku2,7tb ed. Terj. ChaerulD. Djakman, S.E., MBA, dan Dwi sulistyorini, S.E., M.M., (Jakarta: Salemba, 2000), 456-458
Catatan kaki banyak digunakan dalam karangan ilmiah : skripsi, tesis, disertasi serta karangan yang melebihi sepuluh lembar. Untuk kutpan ayat Al-Qur’an tidak diperlukan catatan kaki karena nama dan nomor surat telah dituliskan pada akhir ayat yang dikutip. Sedangkan dari terjemahan Al-Qur’an atau tafsir, hadist atau terjemahnya dgunakan catatan kaki yang sama dengan sumber yang bersal dari buku.
DAFTAR PUSTAKA
Ishom, Moch. 2003. Panduan Penulisan Karya Tulis Santri. Jakarta : Lika Karsa.
Widjono. 2007. Bahasa Indonesia. Jakarta : Grasindo.
Yahya, Islachuddin. 2007. Tehnik Penulisan Karya Ilmiah. Surabaya : Surya Jaya Raya

0 komentar:

Poskan Komentar