Minggu, 27 Maret 2011

PENYUSUNAN RENCANA KREDIT

BABI

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Beberapa diantara Anda mungkin pernah membaca Komik Donal Bebek yang sangat terkenal itu. Dikisahkan Donal Bebek memiliki seorang paman yang kaya sekali bernama Paman Gober. Paman Gober adalah bebek yang luar biasa kayanya sehingga ia bisa membangun sebuah gudang yang sangat besar yang bisa digunakannya untuk menyimpan semua tumpukan uangnya, baik uang kertas maupun uang logam.

Saking banyaknya uang yang dia miliki, tumpukan uangnya seringkali tampak menggunung sehingga Paman Gober ­ yang digambarkan sebagai orang yang rakus - seringkali berendam di antara tumpukan uangnya.

Tulisan kali ini tentu saja tidak akan membahas tentang Paman Gober dan tumpukan uangnya. Namun bila kita berbicara mengenai bank, bisa dikatakan sebanyak itu juga mungkin uang yang dimiliki oleh bank tempat Anda menyimpan uang. Meski begitu Anda tak perlu khawatir bank menumpuk semua uangnya di dalam satu gudang seperti Paman Gober itu.

Kebanyakan dari uang di bank itu adalah uang nasabah. Kalau bank menyimpan semua uang nasabah itu dalam satu tempat, berarti uang itu tidak produktif. Padahal, bank juga harus mencari pendapatan agar bisa membayar bunga tabungan dan deposito yang Anda simpan pada mereka, kan? Itu sebabnya, bank lalu "melemparkan" kembali sebagian besar uang masyarakat itu ke dalam bentuk pinjaman (kredit).

B. Rumusan Masalah

a. Bagaimana cara penyusunan kredit

b. Apa tujuan dalam menganalisis kredit

c. Bagaimana prosedur dalam memberikan suatu kredit kepada nasabah

BAB II

PEMBAHASAN

A. Penyusunan Rencana Kredit

Langkah yang perlu dilakukan dalam penyusunan rencana kredit (keuangan) adalah mendiagnosa kondisi keuangan pribadi kita saat ini. Yang perlu diperhatikan dalam mendiagnosa kondisi keuangan adalah besarnya total pendapatan, total pengeluaran, besarnya aset dan kewajiban hutang yang kita miliki.

Kredit adalah hal yang jamak dilakukan dan sebenarnya bukan hal yang perlu ditakuti. Utang pada hakikatnya adalah menambah daya beli kita dengan menarik pendapatan kita dimasa mendatang ke masa kini.

Yang perlu dicermati dalam kredit adalah jenis utang dan besarnya kewajiban cicilan yang harus kita tanggung. Kredit rumah dan kendaraan produktif jelas merupakan jenis utang yang wajar dan bisa ditoleransi, tetapi utang kartu kredit adalah jenis hutang yang mutlak harus dihindari. Tingkat bunga utang kartu kredit rata-rata mencapai 25-48 persen pertahun dan ini jelas membebani likuiditas keuangan kita.

Mengingat besarnya tingkat bunga kartu kredit, maka penggunaan kartu kredit harus diwaspadai sebatas demi kepraktisan dan kenyamanan saja dan bukan untuk meningkatkan daya beli kita dengan cara berhutang.

Dalam mengelola utang besarnya total kewajiban pembayaran cicilan utang kita tidak boleh melebihi 30% dari total pendapatan kita. Bila kita sudah terjebak pada kondisi kewajiban membayar hutang yang melebihi ambang batas tersebut, maka retrukturisasi utang mutlak harus dilakukan dengan memprioritaskan pada utang-utang yang dimiliki bunga mendiagnosa kondisi keuangan.

B. Tujuan Analisis Kredit

Sebelum memberikan suatu kredit, bank memiliki berbagai analisis untuk menentukan apakah layak atau tid ini aknya seseorang atau perusahaan mendapatkan kredit.

Berikut berapa analisis bank :

a. Bank melihat kepada siapa kredit diberikan

b. Untuk tujuan apa kredit yang diberikan

c. Melihat mampu tidaknya si peminjam kredit dalam membayar kredit

d. Berapa jumlah kredit limit yang diberikan dengan memperhatikan resiko yang ada.

Ada beberapa prinsip analisis kredit yang sering dilakukan yaitu dengan analisis 5C dan analisis 7P. Kedua prinsip ini memiliki persamaan yaitu, apa yang terkandung dalam 5C dirinci lebih lanjut dalam prinsip 7P, dan dalam prinsip 7P disamping lebih terinci juga jangkauan analisisnya lebih luas dari prinsip 5C.

Prinsip pemberian kredit dengan analisis 5C sebagai berikut ;

a. Character

b. Capacity

c. Capital

d. Collateral

e. Condition of economy

Prinsip 7P kredit adalah sebagai berikut ;

1. Personality

Yaitu menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingka lakunya sehari-hari maupun masa lalunya

2. Party

Yaitu mengklasifikasikan nasabah kedalam klasifikasi atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas, serta karakternya sehingga nasabah dapat di golongkan ke golongan tertentu dan akan mendapatkan fasilitas kredit yang berbeda pula dari bank.

3. Perpose

Yaitu mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah.

4. Prospect

Yaitu untuk menilai usaha nasabah di masa yang akan datang apakah menguntungkan atau tidak dengan kata lain mempunyai prospek atau sebaliknya.

5. Payment

Merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang telah diambil atau dari sumber mana saja dana untuk pengembalian kredit yang diperolehnya.

6. Profitability

Untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba.

7. Protection

Tujuannya adalah bagaimana menjaga kredit yang di kucurkan oleh bank, tetapi melalui suatu perlindungan.

C. Pemberian kredit

Prosedur pemberian kredit oleh dunia perbankan secara umum oleh bank yang satu dengan bank yang lain tidak jauh berbeda,yang menjadi perbedaan mungkin hanya persyaratan dan ukuran-ukuran penilaian yang ditetapkan oleh bank dengan pertimbangan masing-msing.

Secara umum akan dijelaskan prosedur pemberian kredit oleh badan hokum sebagai berikut;

1. Pengajuan proposal

2. penyelidikan berkas pinjaman

3. penilaian kelayakan kredit

4. wawan cara pertama

5. peninjauan ke lokasi

6. wawancara kedua

7. keputusan kredit

8. penanda tanganan akad kredit

9. realisasi kredit

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Tujuan menganalisis kredit :

1. Carakter

2. Capacity

3. Capital

4. Collateral

5. Condition of economy

Prinsip-prinsip 7 P dalam kredit :

1. Personality

2. Party

3. Perpose

4. Prospect

5. Payment

6. Profitability

7. Protection

  1. Saran

Dengan selesainya makalah ini, kami mengucapkan banyak terimah kasih kepada semua pihak yang turut andil dalam penulisan makalah ini, semoga makalh ini bermanfaat dan tak lupa kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu saran dan kritik yang membangun selalu kami tunggu dan perhatikan.

0 komentar:

Poskan Komentar