Rabu, 05 Mei 2010

Pengertian Malaikat

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebagai umat islam kita mengetahui bahwa iman adalah mambenarkan dalam hati secara pasti atas segala yang telah dabawa dan disampaikan oleh nabi Muhammad SAW,yang terkadang dalam pengakuan secara lisan dan dibenarkan oleh hati serta diaktualisasikan dalam pelaksanaandengan segala rukun – rukun yang tercakup didalamnya juga tercakup didalamnya pengucapan dua kalimat syahadat (syahadatain) dan keyakinan secara pasti didalam hati dasertai ketaatan dan selalu menjauhkan diri dengan segala yang diharamkan allah. Adapun rukun iman itu ada enam yaitu iman kepada allah, malaikat-malaikat allah, kitab-kitab allah, utusan-utusan allah, hari kiamat dan qodho dan qodar.

Dalam penulisan yang singkat ini pemakalah akan mengkaji rukun iman yanh kedua yaitu tentang iman kepada malaikat allah.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Malaikat?

2. Bagaimana kita mengimani malaikat?

3. Bagaimana perilaku beriman kepada malaikat?


BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pengertian Malaikat

Perlu diketahui, malaikat terkadang disebut Al- mala, Al-ala (kelompok tertinggi) adalah makhluk tuhan yang diciptakan dari an- nur(cahaya). Dan Allah menciptakan malaikat terdapat empat malaikat yang mulia, yaitu: israfil, mikail, jibril dan izrail. Kepada keempat malaikat yang empat itulah kemudian Allah menyerahkan segala urusan para makhluk yang berada didalam semesta ini. Kemudian kepada malaikat jibril Allah msemberi tugas sebagai penyampai wahyu dan risalah. Pada malaikat mikail Allah memberi tugas sebagai pengatur hujan dan membagi rhzki. Kepada malaikat izrail Allah memberi tugas sebagai pencabut nyawa dan pada malaikat isrofil Allah memberinya tugas sebagai peniup sangkakala.

Dalam suatu riwayat Ibnu Abbas ra. Berkata: bahwasanya malaikat isrofil memehon kepada Allah SWT agar diberinya kekuatan untuk membawa langit tujuh. Kemudian Allah mengabulkannya dan membetinya kekuatan lagi untuk menguasai angin. Allah juga memberinya kekuatan untuk mencabut gunung. Kemudian Allah memberinya kekuatan memegang binatang buas dan Allah memberinya rambut yang lebat yaitu mulai dari bawah kedua telapak kakinya hingga kepalanya. Sedangkan beberapa mulut dan lisannya ditutup dengan beberapa hijab yang sama membaca tasbih kepada Allah disetiap lisannya dengan seribu bahasa. Kemudian dari isrofil itulah Allah menciptakan sejuta malaikat yang sama membaca tasbih kepada Allh SWT sampai hari kiamat.

  1. Iman Kepada Malaikat

Maksud iman kepada malaikat adalah mengimani bahwa mereka adalah perantara antara Allah dan rosulnya, dalam menurunkan kitab- kitabNya dan menyampaikan perintah dan larangannya. Mereka adalah utusan Allah kepada para RosulNya. Oleh karena itu, barang siapa yang tidak mengimani mereka maka ia kafir terhadap kitab-kitab dan para rosulNya .

Sebab itu pula, iman kepada malaikat didahulukan daripada iman kepada kitab dan rosulNya. Sebagaimana yang terdapat dalam Al-qur'an dan hadist.

Imam Al-jalil alhadhrowi berkata dalam kitab syu'ab al-iman, "ketahuilah semoga Allah memberikan rahmat padamu bahwa iman kepada malaikat itu wajib seperti iman kepada para rosul. Orang yang menentang iman kepada malaikat adalah kafir dan Allah tidak menerima keimanannya. Karena ia telah mendustai kitab-kitab dan para rosulNya.

Antara malaikat satu dengan yang lainnya memeliki beberapa perbedaan,seperti kedudukan dan bahwa Allah SWT menciptakan malaikat bersayap. Jumlah sayap merekapun berbeda-beda tergantung dengan kehendak Allah SWT. Kedudukan dan status malaikat erta kemampuan cepat atau lambat srta perpindahan mereka dari satu tempat ketempat yang lain.

Jumlah mereka banyak sekali dan tidk diketahui seara pasti, hal ini terjadi pada perang badar ketika Allah menurunkan beribu- ribu malaikt yang membantu kaum muslimin untuk melawan musuh islam yaitu bangsa quraisy. Akan tetapi jumlahnya mereka yang banyak itu yang wajib diimani hanyalah 10 malaikat.

  1. Perilaku Beriman Kepada Malaikat

Sesungguhnya malaikat memenuhialam semesta ini, sampai tak ada satu jengkalpun didunia ini kecuali mereka ada disana. Sebab itulah, Rasulallah melaran kita untuk menghadap kiblat atau membelakanginya ketika buang air kecil dan buang air besar. Untuk menghormati para malaikat yang sedang melakukan sholat dan menghadap qiblat. Oleh karena itu, iman kepada mereka hukumnya wajib.

Contoh- contoh perilaku beriman kepada malaikat

# berkata jujur, menepati janji, dan menjaga amanah

# sabar, syukur, ikhlas, tawakal

# sellu mengerjakan perintahnya dan menjahui larangannya

Dan diantara sifat- sifat yang harus dijahui yaitu:

1. sifat marah dan kesenangan

kemarahan adalah bencana yang merusak akal. Apabila akal sedang lemah, menyeranglah bala tentara syaitan itu, lagi pula setiap manusia yang marah, syaitan selalu mempermainkannya sebagaimana seorang anak kecil mempermainkan bola. Dan benar- benar telah disebutkan bahwa sementara wali- wali Allah berkata pada iblis: "perhatikanlah padaku bagaimana cara engkau menguasai anak cucu Adam". Dia berkata:" aku menangkapnya ketika marah dan senang.

2. Sifat Tama' (mengharap) Manusia

Benar- benar telah diriwayatkan dari sofwan bin salim, sesungguhnya iblis menjelma keada Abdullah bin Hadlola dan berkata padanya". hi ibnu hadhola, hafalkanlah sesuatu dariku, aku akan mengajarkannya padamu". Berkatalah Abdullah bin Hadholah padanya: aku tidak butuh itu". Iblis berkata: perhatikanlah. Kalau dia baik bisa kau ambil dan kalau buruk kau bisa menolaknya. Hai ibnu hadhola, janganlah engkau meminta pada manusia dengan permintaan mengharap dan perhatikan bagaiman engkau waktu marah, karena aku menguasaimu ketika engkau marah".

Dari contoh- contoh diatas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa jangan sekali- kali kalian melakukan perbuatan yang tidak sesuai syariat. Karena malaikat selalu bersama kita untuk mencatat semua amal perbuatan kita.

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

· Malaikat terkadang disebut Al- mala, Al-ala (kelompok tertinggi) adalah makhluk tuhan yang diciptakan dari an- nur(cahaya).

· Maksud iman kepada malaikat adalah mengimani bahwa mereka adalah perantara antara Allah dan rosulnya, dalam menurunkan kitab- kitabNya dan menyampaikan perintah dan larangannya.

· Perilaku beriman kepada malaikat, seperti: berkata jujur, menepati janji dan menjaga amanah.

  1. Saran saran

Harapan kami semoga dengan selesainya makalah ini dapat memenuhi kebutuhan materi bacaan, terutama bagi para mahasiswa PAI, namun tidak menutup kemungkinan makalah ini bisa sesempurna mungkin, maka dari itu kritik dan saran dari para pembaca kami harapkan terutama dari Bapak dosen pengampuh.


DAFTAR PUSTAKA

Al-Uthaimin, Muhammad Shaleh. Tt. Apakah yang Dimaksud dengan Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah. –

Ghazali, Imam. Tt. Membersihkan Jiwa dari Sifat Tercela untuk Meraih Sifat Terpuji. Surabaya: Bintang Usaha Jaya

Labib. Tt. Penciptaan Nur Muhammad sebelum Kejadian Makhluk. Surabaya: Bintang Usaha Jaya

Muhammad, Imam. 2009. Menggapai Kebahagiaan H

0 komentar:

Poskan Komentar