Selasa, 11 Mei 2010

PENDEKATAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI (BERBASIS HUMANISTIK, REKONSTRUKSI SOSIAL, AKADEMIK DAN KOMPETENSI)

By: Ifa, Ida, Azmi, Nurul & Nia

A. Pendekatan-pendekatan pengembangan kurikulum PAI

1. Berbasis Humanistik

Pendekatan humanistik dalam pengembangan kurikulum bertolak dari ide "memanusiakan manusia". Penciptaan konteks yang akan memberi peluang manusia untuk menjadi lebih human, untuk memprtinggi harkat manusia merupakan dasar filosofi, dasar teori, dasar evaluasi dan dasar pengembangan program pendidikan.

Kurikulum Humanistik dikembangkan oleh para ahli pendidikan Humanistik.kurikulum ini berdasarkan konsep aliran pendidikan pribadi yaitu John Dewey.aliran ini lebih memberikan tempat utama kepada siswa. kurikulum Humanistik ini, guru diharapkan dapat membangun hubungan emosional yang baik dengan peserta didiknya. Oleh karena itu, peran guru yang diharapkan adalah sebagai berikut:

a. Mendengar pandangan realitas peserta didik secara komprehensif

b. Menghormati individu peserta didik

c. Tampil alamiah, otentik, tid ak dibuat-buat

Dalam pendekatan Humanistik ini, peserta didik diajar untuk membedakan hasil berdasarkan maknanya.Kurikulum ini melihat kegiatan sebagai sebuah manfaat untuk peserta dimasa depan. Sesuai dengan prinsip yang dianut, kurikulum ini menekankan integritas, yaitu kesatuan perilaku bukan saja yang bersifat intelektual tetapi juga emosional dan tindakan.Beberapa acuan dalam kurikulum ini antara lain:

a. Integrasi semua domainafeksi peserta didik, yaitu emosi,sikap,nilai-nilai,dan domain kognisi,yaitu kemampuan dan pengetahuan.

b. Kesadaran dan kepentingan

c. Respon terhadap ukuran tertentu, seperti kedalaman suatu keterampilan.

Kurikulum humanistik memeliki kelemahan, antara lain:

a. keterlibatan emosional tidak selamanya berdampak positif bagi perkembangan individual peserta didik

b. meskipun kurikulum ini sangat menekankan individu tapi kenyataannya terdapat keseragaman peserta didik

c. kurikulum ini kurang memperhatikan kebutuhan masyarakat secara keseluruhan

d. dalam kurikulum ini prisin-prinsip psikologis yang ada kurang terhubungkan

2. Berbasis Rekonstruksi Sosial

Kurikulum ini sangat memperhatikan hubungan kurikulum dengan social masyarakat dan politik perkembangan ekonomi. Kurikulum ini bertujuan untuk menghadapkan peserta didik pada berbagai permasalahan manusia dan kemanusian. Permasalahan yang muncul tidak harus pengetahuan social saja, tetapi di setiap disiplin ilmu termasuk ekonomi, kimia, matematika dan lain-lain. Kurikulum ini bersumber pada aliran pendidikan interaksional. Menurut mereka pendidikan bukan upaya sendiri, melainkan kegiatan bersama. Melalui interaksi ini siswa bwrusaha memecahkan problema-problema yang dihadapinya dalam masyarakat menuju pembentukan masyrakat yang lebih baik.

Kegiatan yang dilakukan dalam kurikulum rekonstruksi social antara lain melibatkan:

a. survey kritis tehadap suatu masyarakat

b. study yang melihat hubungan antara ekonomi local denagn ekonomi nasional atau internasional

c. study pengaruh sejarah dan kecenderungan situasi ekonomi local

d. uji coba kaitan praktek politik dengan perekonomian

e. berbagai pertimbangan perubahn politik

f. pembatasan kebutuhan masyarakat pada umumnya

Pembelajan yang dilakukan dalam kurikulu rekonstruksi social harus memenuhi 3 kriteria berikut, yaitu: nyata, membutuhkan tindakan, dan harus mengajarkan nilai. Evaluasi dalam kurikulum rekontruksi social mencakup spektrum luas, yaitu kemampuan peserta didik dalam menyampaikan permasalahan, kemungkinan pemecahan masalah, pendefinisian kembali pandangan mereka dan kemauan mengambil tindakan.

3. Berbasis Akademik

Pendekatan subject akademis dalam menyusun kurikulum atau program pendidikan didasarkan pada sistematisasi disiplin ilmu masing-masing Para ahli akademik terus mencoba mengembangkan sebuah kurikulium yang akan melengkapi peserta didik untuk masuk ke dunia pengetahuan, denagn konsep dasar dan metode untuk mengamati, hubungan antara sesama, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Pengembangan kurikulum subject akademis dilakukan dengan cara menetapkan lebih dahulu mata pelajaran apa yang harus dipelajari peserta didik, yang diperlukan untuk persiapan pengembangan disiplin ilmu.

Pendidikan agama Islam di sekolah meliputi aspek Al-quran/Hadist, keimanan, akhlak, ibadah/muamalah, dan tarih/ sejarah umat Islam. Di madrasah, aspek-aspek tersebut dijadikan sub-sub mata pelajaran PAI meliputi : Al-quran Hadits, Fiqih, Aqidah Akhlaq, dan sejarah.

Kelemahan pendekatan ini adalah kegagalan dalam memberikan perhatian kepada yang lainnya, dan melihat bagaiman isi dan disiplin dapat membawa mereka pada permasalahan kehidupan modern yang kompleks, yang tidak dapat dijawab oleh hanya satu ilmu saja.

4. Berbasis Kompetensi

Kurikulum ini menekankan pada penyusunan program pembelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem yang ditandai dengan perumusan tujuan khusus sebagai tingkah laku yang harus dicapai. Kurikulum berbasis kompetensi menitik beratkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu yang sesuai denagn standar performance yang telah ditetapkan. Rumusan ini menunjukkan bahwa pendidikan mengacu pada upaya penyiapan individu agar mampu malakukan perangkat kompetensi yang mengandung empat unsure pokok, antara lain:

a. pemilihan kompetensi yang sesuai

b. spesifikasi indicator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi

c. pengenbangan sistem pengajaran

d. penilaian

Dalam pendekatan kompetensi kemampuan yang dikembangkan adalah kemampuan yang mengarah kepada pekerjaan, dan pendekatan pengembangan pribadi, karena standart kompetensi yang dikembangkan berkenaan dengan pribadi peseta didik, seperti kompetensi intelektual, social dan komunikasi, penguasaan nilai-nilai dan ketrampilan-ketrampilan. Bedanya kurikulum berbasis kompetensi adalah lebih difokusakn pada kompetensi potensial yang esensialnya sedangkan pengembangan pribadi lebih menekankan pada keutuhan perkembangan kemampuan tersebut.



DAFTAR PUSTAKA

Hamalik, Oemar. 2008. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: Rosydakarya

Muhaimin. 2009. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam . Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Rosydakarya

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2009. Pengembangan Kurikulum. Bandung: Rosydakarya

1 komentar:

dinarti mengatakan...

terimakasih....sangat bermanfaat.

Poskan Komentar