TEKS

SELAMAT DATANG DAN JANGAN LUPA ISI BUKU TAMU & KOMENTAR YA.....

Monday, January 10, 2011

Teknologi Informasi (TI) Dan Pendidikan

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan teknologi sekarang ini telah banyak menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Banyak hal dari sektor kehidupan yang telah menggunakan keberadaan dari teknologi itu sendiri. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Demikian halnya dengan teknologi komunikasi yang merupakan peralatan perangkat keras dalam struktur organisasi yang mengandung nilai sosial yang memungkinkan individu untuk mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi (menurut Rogers,1986). Keadaan yang demikian, dimana sebuah teknologi mampu merubah sesuatu yang belum tentu dapat dilakukan menjadi sebuah kenyataan. Misalnya, kalau dahulu orang tidak dapat berbicara dengan orang lain yang berada di suatu tempat yang berjarak jauh, maka setelah adanya telepon orang dapat berbicara tanpa batas dan jarak waktu. Dari sinilah, semula dengan ditemukannya berbagai perangkat sederhana, mulai dari telepon, yang berbasis analog, maju dan berkembang terus hingga muncul berbagai perangkat elektronik lainnya. Hingga akhirnya teknologi ini berintegrasi satu dengan lainnya. Teknologi komunikasi yang telah ada merupakan sebuah jawaban dari adanya perkembangan zaman. Hal ini terjadi karena semakin berkembang maju sebuah peradaban manusia maka teknologi pun akan terus mengalami perkembangan untuk menyelaraskan pola peradaban itu sendiri.

Istilah teknologi informasi mulai populer di akhir tahun 70-an. Pada masa sebelumnya istilah teknologi informasi biasa disebut teknologi komputer atau pengolahan data elektronis (electronic data processing). Teknologi informasi didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), komputer, komunikasi, dan elektronik digital. Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan dimana memberikan andil besar terhadap perubahan – perubahan yang mendasar pada struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, transportasi, kesehatan dan penelitian. Oleh karena itu sangatlah penting peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) TIK, mulai dari keterampilan dan pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan, serta peningkatan kemampuan TIK para pimpinan di lembaga pemerintahan, pendidikan, perusahaan, UKM (usaha kecil menengah) dan LSM. Sehingga pada akhirnya akan dihasilkan output yang sangat bermanfaat baik bagi manusia sebagai individu itu sendiri maupun bagi semua sektor kehidupan.

1.2 Rumusan Masalah

1) Apa yang dimaksud teknologi informasi dan komunikasi?

2) Apa implikasi IT dan internet?

3) Bagaimana teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan?

4) Apa dampak yang ditimbulkan dibidang pendidikan?

1.3 Tujuan

Adapun rumusan masalah yang dapat diambil dari pembahasan ini adalah:

1) Menguraikan apa yang dimaksud dengan teknologi informasi dan komunikasi

2) Memaparkan implikasi IT dan internet

3) Memaparkan bagaimana teknologi informasi dan komunikasi di bidang pendidikan

4) Memaparkan dampak yang ditimbulkan dibidang pendidikan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengetian Teknologi Informasi dan Komunikasi

Ditinjau dari susunan katanya, teknologi informasi dan komunikasi tersusun dari 3 (tiga) kata yang masing-masing memiliki arti sendiri. Kata pertama, teknologi, berarti pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Istilah teknologi sering menggambarkan penemuan alat-alat baru yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik. Kata kedua dan ketiga, yakni informasi dan komunikasi, erat kaitannya dengan data. Informasi berarti hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian sekelompok data yang memberi nilai pengetahuan (knowledge) bagi penggunanya. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi hubungan saling mempengaruhi di antara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan secara non verbal menggunakan gerak-gerik badan atau menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, atau mengangkat bahu.

Banyak pendapat yang mendefinisikan teknologi informasi dan komunikasi dengan bahasa yang berbeda-beda. Australian National Training Authority (ANTA) mendefinisikan teknologi informasi sebagai pengembangan teknologi dan aplikasi dari komputer dan teknologi berbasis komunikasi untuk memproses, menyajikan, mengelola data, dan informasi. Definisi ini mencakup pembuatan hardware dan komponen komputer, pengembangan software komputer dan berbagai jasa yang berhubungan dengan komputer, bersama-sama dengan perlengkapan komunikasi serta pembuatan komponen dan jasanya. Menurut Oxford English Dictionary edisi ke-2, definisi teknologi informasi adalah perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), termasuk di dalamnya jaringan dan telekomunikasi yang biasanya termasuk dalam konteks bisnis atau usaha. Istilah teknologi informasi menjadi bagian dari kegiatan usaha yang memanfaatkan perangkat elektronik komputer.

2.2 Perkembangan Teknologi Komunikasi

Saat ini kebutuhan akan teknologi, baik itu teknologi informasi maupun telekomunikasi sangat tinggi dari mulai golongan menengah kebawah dan golongan menengah ke atas. Semua individu sangat membutuhkan teknologi untuk mempercepat perkembangan atau meningkatkan pembangunan baik pembangunan individu maupun kelompok. Perkembangan teknologi yang saat ini sangat cepat adalah teknologi komunikasi, yang menghadirkan beragam pilihan bentuk teknologi dan kecanggihannya. Perkembangan komunikasi itu sendiri sebenarnya sejalan dengan kehidupan serta keberadaan dari manusia itu sendiri. Ada empat titik penentu yang utama dalam sejarah komunikasi manusia. Menurut Nordenstreng dan Varis (1973) adalah:

1) Perolehan (aquisition) bahasa yaitu pada saat yang sama dengan lahirnya manusia.

2) pengembangan seni tulisan berdampingan dengan komunikasi yang berdasarkan pada bicara. reproduksi kata-kata tertulis (written words) dengan menggunakan alt pencetak, sehingga

3) memungkinkan terwujudnya komunikasi massa yang sebenarnya.

4) munculnya komunikasi elektronik, mulai dari telegraf, telepon, radio, Televisi, sampai dengan satelit.

(dikutip dari Teknologi Komunikasi dalam Perspektif Latar Belakang & Perkembangannya, Zulkarimein Nasution. 1989: hal 15). Sedangkan menurut Alvin Toffler terdapat tiga peradaban dalam perkembangan dari teknologi itu sendiri yakni, zaman pertanian, zaman industri dan yang terakhir zaman informasi (dikutip dari Teknologi Komunikasi dalam Perspektif Latar Belakang & Perkembangannya, Zulkarimein Nasution.1989: hal 2).

Sebelumnya sekedar menengok kembali, bahwa sebenarnya teknologi komunikasi itu sendiri telah muncul semenjak Zaman Pra-Sejarah. Dimana pada waktu itu orang sudah mampu menggunakan bentuk komunikasi. Akan tetapi bentuknya, masih sangat sederhana. Misalnya bentuk-bentuk sebatas gerakan alat tubuh, gambar-gambar sebagai bahasa, bunyi-bunyian dari tulang dan sebagainya. Akan tetapi meskipun demikian, hal tersebut telah dianggap sebagai sebuah bentuk komunikasi yang sesuai pada saat itu. Perkembangan selanjutnya telah sedikit mengalami kemajuan yang selangkah lebih baik lagi, misalnya bentuk komunikasi dalam huruf pictograf yang digunakan oleh bangsa Sumeria, Hierogliph oleh bangsa Mesir Kuno. Pada masa itu kedua jenis huruf ini juga sering digunakan ketika raja memberikan peraturan semacam tata tertib bagi masyarakatnya yang di pasang di tengah-tengah kota dimana bentuknya seperti bangunan tugu, yang dikenal sebagai UU berbentuk tugu peringatan. Kemajuan dari teknologi komunikasi dirasakan lebih baik lagi setelah ditemukannya kertas oleh Bangsa Cina yang terbuat dari serat daun Papyrus. Perkembangan ini bahkan sampai sekarang ini masih digunakan dan sangat dirasakan manfaatnya bagi umat manusia. Misalnya kertas digunakan dalam mencetak koran atau surat kabar, majalah, buku dan lain sebagainya.

Selanjutnya semakin berkembangnya pengetahuan manusia, maka teknologi komunikasi semakin menjadi lebih baik. Berawal dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt yang merupakan terbukanya masa Revolusi Industri, menimbulkan berbagai dampak yang memicu munculnya teknologi-teknologi lain. Satu langkah yang merupakan sungguh luar biasa, dimana penemuan satu hal menyebabkan munculnya berbagai hal lain. Penemuan telepon yang ditemukan pada tahun 1876, merupakan perkembangan teknologi komunikasi dengan menggunakan penerapan konsep analog. Hal tersebut berlangsung sampai sekitar tahun 1960-an. Dan setelah itu baru mengarah pada konsep digital.

Kemudian perkembangan selanjutnya yakni ditemukannya faximile yang merupakan pemanfaatan komunikasi dengan memeberikan data yang mampu dilewatkan melalui media telepon. Demikian halnya dengan perkembangan komputer. Komputer pertama yang diperkenalkan adalah ENIAC II. Digunakan pada tahun 1946, setelah perang dunia kedua. Komputer ini merupakan sebuah rangkaian elektronika lampu tabung yang mempunyai berat sebesar20ton.(dikutipdarihttp://artikel.total.or.id/artikel.php?id=1186&judul=Perkembangan%20Teknologi%20Digital, jack Febrian). Dengan adanya komputer inilah awal dari teknologi komunikasi dalam konteks digital kemudian berkembang dengan pesat. Era digital itu sendiri terjadi setelah satelit ditemukan dan di aktifkan.berbagai macam penemuan yang telah ada sedikit banyak mengubah corak kehidupan dari masyarakat itu sendiri.

2.3 Implikasi IT dan internet Pendidikan

Sejarah IT dan Internet tidak dapat dilepaskan dari bidang pendidikan. Internet di Amerika mulai tumbuh dari lingkungan akademis (NSFNET), seperti diceritakan dalam buku “Nerds 2.0.1”. Demikian pula Internet di Indonesia mulai tumbuh dilingkungan akademis (di UI dan ITB), meskipun cerita yang seru justru muncul di bidang bisnis. Mungkin perlu diperbanyak cerita tentang manfaat Internet bagi bidang pendidikan. Adanya Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi malasah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. (Berapa banyak perpustakaan di Indonesia, dan bagaimana kualitasnya?.) Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di Amerika Serikat. Mekanisme akses perpustakaan dapat dilakukan dengan menggunakan program khusus (biasanya menggunakan standar Z39.50, seperti WAIS5), aplikasi telnet (seperti pada aplikasi hytelnet6) atau melalui web browser (Netscape dan Internet Explorer). Sudah banyak cerita tentang pertolongan Internet dalam penelitian, tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan. Kerjasama antar pakar dan juga dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring. Bayangkan apabila seorang mahasiswa di Irian dapat berdiskusi masalah kedokteran dengan seoran pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi. Sharring information juga sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.

Distance learning dan virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet. Bahkan tak kurang pakar ekonomi Peter Drucker mengatakan bahwa “Triggered by the Internet, continuing adult education may wll become our greatest growth industry”. (Lihat artikel majalah Forbes 15 Mei 2000.) Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja. Bagi Indonesia, manfaat-manfaat yang disebutkan di atas sudah dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadikan Internet sebagai infrastruktur bidang pendidikan. Untuk merangkumkan manfaat Internet bagi bidang pendidikan di Indonesia.

2.4 Teknologi Komunikasi di Bidang Pendidikan

Dari sekian banyak penemuan-penemuan baru yang ternyata sangat memberikan dampak luas bagi sebuah peradaban umat manusia di dalam berbagai cangkupan bidang kehidupan, salah satunya bidang pendidikan. Perkembangan teknologi dan komunikasi dalam bidang pendidikan,

Perkembangan teknologi dan komunikasi dalam bidang pendidikan, Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya ini ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke tempat di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata.(dikutip dari http://puskom.man3malang.com/index. php? option=com_content &task=view&id=21&Itemid=26, Prof. Dr. H. Mohamad Surya). bahwa pergeseran proses pembelajaran yang mengalami perubahan dari kertas ke “On-Line” ini untuk saat ini telah dapat dirasakan maupun dilihat keberadaannya ketika sebuah instansi pendidikan menerapkan sistem komputerisasi. Banyak hal serta manfaat dari keberadaannya itu. Semisal ketika segala kegiatan yang berbasic pendidikan dapat diakses secara mudah lewat sebuah jaringan komputer ataupun jaringan internet yang tentunya hal tersebut berkat adanya satelit yang dioperasikan, maka siswa, mahasiswa, guru, dosen ataupun seluruh warga dalam lingkup pendidikan tersebut mampu memperoleh segala informasi yang ingin didapatkan.

Misalnya yang paling mutakhir adalah berkembangnya “Cyber Teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Istilah lain yang poluper saat ini ialah e-learning yaitu sebuah model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi (internet). Menurut Rosenberg (2001; 28), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas dengan landasan berdasarkan tiga kriteria diantaranya yaitu :

1) E-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi atau informasi,

2) Pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar,

3) Memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing dan sebagainya. (dikutip dari http ://puskom.man3malang. com/index.php?option= com_conte t&task=view&id=21&Itemid=26, Prof. Dr. H. Mohamad Surya).

Istilah lain yang lebih popular dari perkembangan teknologi komunikasi ini yaitu sistem virtual. Dalam hal ini, kegiatan yang menyangkut komunitas virtual dapat dianggap sebuah hal yang lebih banyak digunakan dalam lingkungan akademis. Ini tentu dapat mempermudah tingkat keefektifan dari sebuah sistem pembelajaran, dimana siswa atau mahasiswa dapat mengakses materi-materi pendidikan secara lebih detail tanpa lewat interaksi secara langsung (face to face) dengan guru, tentor ataupun dosen yang bersangkutan. Untuk sekarang ini, banyak contoh lain yang seperti di atas akan tetapi di luar lingkup sekolah ataupun kampus, misalnya ada lembaga pendidikan semacam kursus atau bimbingan-bimbingan belajar dengan menggunakan media komputer (internet) dalam mengakses materi-materinya maupun ujian serta tesnya lewat internet. Tentunya hal ini merupakan langkah yang maju dalam konteks pendidikan. Selain perkembangan teknologi komunikasi dalam dunia pendidikan telah menjamah lingkup sistem pembelajaran dalam bidang akademis, sebenarnya juga telah merambah pada aspek lain (meskipun masih dalam lingkup pendidikan). Misalnya dengan adanya komputer, telepon, internet, mesin fotocopy dan segala perangkat dari sebuah teknologi komunikasi itu sendiri mampu membantu pekerjaan bagian tata usaha atau bagian-bagian yang lain. Dengan adanya digital library di perpustakaan instansi pendidikan, orang dapat mengakses buku atau literatur dengan cepat.

2.5 Dampak yang ditimbulkan di bidang pendidikan

2.5.1 Dampak Positif

a) Mengubah peran guru atau dosen (pengajar) dan siswa atau mahasiswa (peserta didik) dalam pembelajaran. Perubahan peran tersebut diantaranya :

1) Posisi seorang yang dulunya sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, akhli materi, dan sumber segala jawaban, yang kemudian hanya sebagai fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan, dan mitra belajar.

2) Dari mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran, menjadi memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran.

b) Sementara itu peran siswa dalam pembelajaran telah mengalami perubahan yaitu:

1) Dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran

2) Dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan berbagai pengetahuan

3) Dari pembelajaran sebagai aktiivitas individual menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain.

c) Mempercepat sebuah pekerjaan

d) Pelajar mampu mengakses informasi, dimanapun, kapanpun, dan kepada atau siapapun

2.5.2 Dampak Negatif

a) Pelajar menjadi pecandu dari keberadaan dunia maya secara berlebih.

Hal ini bisa terjadi ketika para pelajar tidak mempunyai sikap skeptis serta kritis terhadap sesuatu hal yang baru. Apalagi dalam konteks dunia maya (internet). Saat mereka tengah aksik berkutat dengan internet, sebenarnya secara tidak langsung mereka telah masuk di dalam dunia yang over free. Maka sangatlah penting adanya kedua sikap yang sangat vital tersebut sebagai benteng maupun filter dari segala sumber informasi yang ada. Selain itu, sikap perhatian dari orang tua juga sangat berperan penting di dalam menanamkan nilai-nilai tentang sebuah norma maupun agama sebagai landasan.

b) Tindakan kriminal (Cyber Crime)

Di dalam dunia pendidikan, ini bisa terjadi misalnya pencurian dokumen atau aset penting tentang sebuah tatanan pendidikan yang sesungguhnya dirahasiakan (dokumen mengenai ujian akhir atau negara) dengan menggunakan media internet. istilahnya, ada oknum yang membobol hal tersebut. Teknologi dapat menyebabkan tenaga manusia tidak berperan secara baik Dari perkembangan teknologi komunikasi yang semakin merajalela samapi detik ini, sedikit banyak pada akhirnya akan berimbas pada pengurangan tenaga kerja manusia. Ini terjadi karena tenaga manusia tidak lagi efiktif serta efisien dalam memproduksi sesuatu dalam kapasitas yang banyak. Ketika tenaga kerja manusia tidak lagi digunakan, maka otomatis akan menyebabkan banyaknya tingkat pengangguran. Setelah itu tentunya akan menambah tingkat kemiskinan. Dari kemiskinan tersebut kemudian akan muncul lagi masalah stabilitas keamanan yang kurang kondusif, karena banyak terjadi tingkat kriminalitas. Maka dapat disimpulkan bahwa, satu hal yang muncul dalam satu bidang akan memberikan dampaknya pula terhadap bidang-bidang yang lain. Saling keterkaitan antara satu dengan yang lain. Begitu pula dalam bidang pendidikan.

c) Menimbulkan sikap yang apatis pada masing-masing individu, baik bagi pelajar maupun pengajar.

Ini bisa kita lihat misalnya pada sistem pembelajaran yang bersifat virtual maupun e-learning. Dimana sistem pembelajarann ya yang tidak saling bertemu antara pelajar dengan pengajar. Pelajar yang kurang aktif dalam sistem pembelajaran tersebut nantinya akan mengaggap cuek terhadap tugas ataupun materi yang ada, karena mereka merasa tidak diawasi oleh orang (pengajar) melainkan mereka merasa hanya berhadapan dengan sebuah komputer.

BAB III

PENUTUP

3.1.KESIMPULAN

Teknologi sekarang kian mengalami perkembangan yang sangat pesat dalam segala aspek kehidupan umat manusia. Begitupun juga ketika kita membicarakan mengenai teknologi komunikasi, maka ini juga telah mengalami perkembangan. Sedangkan teknologi komunikasi itu sendiri menurut Rogers,1986 adalah peralatan perangkat keras dalam struktur organisasi yang mengandung nilai sosial yang memungkinkan individu untuk mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi. Dari yang dahulu pada zaman primif bentuk komunikasinya masih sangat sederhana, kemudian berkembang dan terus berkembang hingga akhirnya sampailah pada era digital seperti sekarang ini. Dari hal tersebut juga dipaparkan bahwa terdapat tiga macam peradaban menurut Alvin Toffler yakni, zaman pertanian, zaman industri dan yang terakhir zaman informasi (dikutip dari Teknologi Komunikasi dalam Perspektif Latar Belakang & Perkembangannya, Zulkarimein Nasution). Teknologi komunikasi dalam bidang pendidikan sendiri kini juga mengalami perubahan yang sangat luar biasa dimana dengan adanya teknologi komunikasi yang canggih telah membawa banyak sekali dampak yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan itu sendiri. Dapat dilihat perkembangan tersebut diantaranya yakni sistem pembelajaran yang bersifat e-learning, serta hal lain yang bersifat teknis misal dengan adanya komputer, maka memberikan kemudahan pihak instansi pendidikan dalam pendataan dan lain sebagainya.

Lebih dari itu semua, perkembangan teknologi komunikasi sendiri pada hakekatnya tetap membawa berbagai dampak yang sangat luas, baik dampak positif maupun dampak negatif. Ketika dampak positif yang lebih berperan, maka akan sangat memberikan manfaat dalam kehidupan. Diantaranya menjadikan pekerjaan menjadi sangat mudah. Sebaliknya, ketika perkembangan teknologi komunikasi tersebut lebih menampilkan dampak negatifnya, maka akan muncul masalah baru diantaranya cyber crime dan lain sebagainya. Untuk itu setiap pengguna teknologi haruslah mempunyai sikap yang kritis serta skeptis terhadap teknologi komunikasi.

DAFTAR PUSTAKA

http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2008/01/adri-multimedia-pengajaran.pdf

http://saidsuhilachmad.yolasite.com/resources/Manfaat%20TIK%20dalam%20Pembelajaran.pdf

Julianto arief setiadi, 2008, Buku pelajaran TIK SMA kelas X semester 1. Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Jakarta

RIJALUL HADIST

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Umat Islam mengalami kemajuan dalam zaman klasik ( 650-1250 ). Dalam sejarah sejak kemajuan ini terjadi pada sekitar tahun 650-1000 M. Pada masa ini telah hidup ulama’ besar yang tidak sedikit jumlahnya baik di bidang tafsir, hadist, fiqih dll

Berdasarkan bukti histories ini menggambarkan bahwa periwayatan dan perkembangan hadist sejalan seiring dengan perkembangan lainnya menatap persektif keilmuan hadits bergambar jelas bahwa ajaran hadist ternyata mempunyai andil besar dalam mendorong kemajuan umat islam. Sebab hadist nabi sebagaimana Al Qur’an telah memerintahkan orang-orang beriman menuntut pengetahuan dengan demikian disiplin ilmu hadist justru menybabkan kemajuan umat islam.

Setiap hadist mengandung 2 bagian yaitu teks ( Matn ) hadist itu sendiri dan matan transmisi atau isnadnya yang menyebutkan nama-nama riwayat rowinya para prasejarah klasik maupun modern sependapat bahwa mula-mula hadist muncul tanpa dukungan isnad pada masa sahabat ( periode periwayatan hadits ) sampai lebih kurang pengantian abad ke 11/ 7 M. Sekitar masa ini pulalah hhadist muncul secara besar-besaran ketiak ilmumpengetahuan formal yang tertulis mulai di rintis baru pada abad 99 H- 101 H Umar bin Abdul Aziz mempunyai ide untuk membukukan hadist dengan jalan memrintahkan semua ulama’ di seluruh dunia untuk menggumpulkan hadist-hadist Rasul yang menurut anggapan mereka sama, pembukuan hadist pada periode ini dilakukan dengan cara mengemukakan riwayat-riwayat di sertai dengan sanadnya sehingga memungkinkan untuk mengetahui mutu hadist yang di riwayatkan baik shohih maupun dhoif dengan cara meneliti sanadnya denag bantuan ilmu lain yang bermacam-macam.

Ilmu Rijalul Hadist merupaka salh satu cabang besar yang tumbuh dari hadist riwayah dan Diroyah dengan ilmu ini dapat membantu kita untuk mengetahui keadaan para perowi yang menerima hadist dari Rasulullah dengan keadaan rowi yang menerima hadist dari sahabat dan seterusnya. Denag mengetahui keadaan para perowi yang menjadi sanad, dan memudahkn kita menilai kualitas suatu hadist maka bias di simpulkan bahwa ilmu Rijalul Hadis merupakan separuh dari ilmu hadist.

  1. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Rijalul Hadist?

2. Apa Pengertian sahabat dan tobaqohnya?

3. Siapa Sahabat- sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadist ?

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Rijalul Hadist

Ilmu Rijalul Hadist adalah suatu ilmu yang membahas tentang keadaan-keadaan perowi, perjalanan hidup mereka baik dari kalangan sahabat, tabi’in, dan tabi’in. Dalam definisi lain dapat di simpukan bahwa ilmu Rijalul Hadist adalah sejarah perowi-perowi hadist dan mazhab-mazhab yang mereka pegang yang dengan mempelajari sejarahnya dapat di terima atau di tolaknya riwayat mereka.

B. Sahabat dan Tobaqohnya

Perkataan Sahabat menurut bahasa jama’ dari Sohib. Sohib itu di artikan yang empunaya dan yang menyertai, kawan ataunteman yang selalu berada bersama-sama kita dan kaliamt sohib ini di jama’kan dengan memanjangakn ha. Sohibu, ashabdan sahabah denga tiadk

Sahabat menurut jumhur ahli hadist ialah orang yang bertemu Nabi dengan keadaan islam, dimasa Nabi masih hidup.

Abu Mudhafar berpendapat orang yang meriwayatkan hadist dari Rasulullah satu hadist satu kalimat yang menyaksikan kehidupan Rasulullah.

Menurut Usman bin Shahi yang di namakan sahabat ialah orang yang menemui masa Nabi, walaupun dia tidak dapat melihat nabi dan dia memeluk islam semasa Nabi masih hidup.

Sedangkan pendapat yang paling shohih yang telah di temukan Al Hafidz adalah pendapat Imam Bukhori dan Hanbal yaitu orang yang berjumpa Rosul dalam keadaa dia beriman dan meninggal dalam islam, baik lama dia bergaul dengan Rasul atau tidak, baik dia turut berperang bersama Rasul atau tidak, baik meriwayatkan hadist Rasul atau tidak, dapat melihat Rasul tapi tidak duduk semajlis dengan Rasul atau dia tidak dapat melihat Rasul karena buta.

Sedang Thobaqoh adalah sekumpulan Rowi, hamper seusia umurnya dan berserikat dalam menerima pelajaran dari seorang guru. Ulama’ yang melihat kemuliaan persahabatan dengan nabi seperti Ibnu Hiban dll menjadikan semua sahabat dalam satu thobaqoh, sedangkan ulama’ lain melihat dari segi-segi lain maka menetapka sahabat dalam beberapa thobaqoh. Adapun faedah mngetahui thobaqoh ( orang-orang yang semasa da seperguruan )

Dalam thobaqohnya Ibnu Sa’ad hanya mengelompokkan sahabat dalam 5 thobaqoh setelah diperinci jumlahnya meningkat menjadi 12 thobaqoh menurut urutan lebih dulu memluk islam, hijrah dan engikuti peperangan.

1. Mereka yang lebih dulu masuk islam yaitu orang-orang yang beriman di Mekkah seperti halnya 10 sahabat yang mendapatkan kabar gembira akan masuk surga Khotijah dan Hilal

2. Sahabat yang masuk islam, sebelum orang-orang Quraish bermusywaroh di Darrul Nadwah untuk menyelakakan Nabi pada masa itu ada sebagian Sahabat yang mengangkat Bai’at seperti Umar bin Khotob

3. Para shjabat yang hijrah ke Hasyabah pada tahun ke-5 setelah Rosul di utus yaitu sebelas laki-laki dan empat wanita diantara mereka adalah Usamn bin Affan, Zubair bin Awwam, Ja’far bin Abi Tholib, Ruqoyyah, Sahlan binti Sahl, Istri Abu hudzaifah sejajar denag kelompok thobaqoh ini adalah sahabat yang melakukan hijrah ke Hasabyah, jumllahnya 83 orang, diantranya Ja’far bin Abi Tholib dan Istrinya Asma binti Umais, Ubaidillah bin Jahsy dan istrinya Ummu Habibah Abdullah saudara Ubaidullah, Abu Musa dan Ibnu Mas’ud,

4. Pengikut perjanjian Aqobah pertama, mereka adalah 12 sahabat Ansor diantaranya Jabi bin Abdullahm, Uqbah bin Amir

5. Pengikut pejanjianh Aqobah ke-2, mereka terdiri dari 70 sahabat Anshor di sertai 2 orang wanita, diantara mereka ternasuk Al Barabin Ma’rur, Sa’ad bin Ubadah dan Ka’ab bin Malik

6. Para sahabat muhajirin yang sampai ke Madinah ketiak masih berada di Quba menjelang memasuki Madinah

7. Para pengikut perang Badar

8. Para Sahabat yang hijrah di antara perang Badar dan Hudaibiyah

9. Para sahabat yang melakuakan Bai’at di bawah pohon hudaibiyah ( Bai’ah Ridwan )

10. Para sahabat yang berhijrah sebelum menaklukkan mekkah dan setelah periatiwa Hudaibiyah adalah Kholid bin Walid

11. Para sahabat mereka yang masuk islam setelah Mekkah terkalahkan seperti Abu Sufyan dan Hakim bin Hazam

12. Anak-anak yang melihat Nabi SAW setelah Mekkah terkalahkan dan Haji Wada’ seperti Sa’id bin Yazid dan Abdullah bin Sa’labah

Tabi’in dan thobaqohnya, Tabi’I pada asalnya adalah pengikut, para ulama’ kemudian memberikan batasan bahwa tabi’in adalah orang-orang yang pernah bertemu denagn sahabat dan beriman kepada Nabi SAW serta meninggal dunia dalam keadaan islam. Tentang hal ini Ibnu Hibbah dalam bukunya thobaqoh tabi’in mensyaratkan adanay penghafalan dari hadist jadi bukan hanya bertemu saja . Adapun kegunaan mengetahui tabi’in adalah untuk mengetahui hadist muttasil dan mursal, karena suatu yang di sebut di dalamnya nama para sahabat di pandang muttasil dan jika tidak di sebut di namai mursal Al Qur’an ini memberiakn kesaksian tentng keutamaan thobaqoh ini dalan Surat At Taubah, ayat 100 yang artinya Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama masuk islam di antara orang-orang muhajirin dan Anshor dan orang-orang mengikuti mereka denag baik, Allah rela kepada mereka dan merekapun rela kepda Allah di tempat lain Rasulullah bersabda Berbahagialah orang yang melihat orang yang melihatku.

Menurut Al Hakim masa Tabi’in berakhir setelah orang yang bertemu sahabat terakhir meninggal dunia. Jadi tabi’in berakhir adalah orang yng bertemu dengan Abu Thufail di Mekkah Al Sa’ib di Madinah, Abu Ummah di Syam, Ubaidillah bin Abi Aufa di Kuffah dan Anas bin Malik di Basraoh, Abdullah bin Harist al Zabidi di Mesir. Sedangkan tabi’in yang mula-mula wafat adalah Abu Zaid Ma’mar bin Zaid pada tanggal; 30 H di Qurssan dan tabi’in yang terakhir meninggal adalah Kholaf bin Kholifah, wafat pada tahun 180 H.

THABAQAT ATTABAUT TABI’IN, Attbaut Tabi’in ( pengikut tabi’in ) itu orang yang bertemu dengan tabi’in, beriman kepada Allah dan meninggal duinia dalam keadaan memeluk agama islam para ulama’ beranggapan bahwa Imam Malik bin Anas dan Imam Syafi’i termasuk kedalam thobaqoh ini. Adapun Imam Abu Hanifah menurut pendapat yang lebih kuat juga termasuk Tabi’in, dasarnya I pernah bertemu dengan Anas bin Malik, Jabir bin Abdullah, Abullah bin Jaza’ al- zubaidi, Abdullah bin Unais, Aisyah bin Ajrat dan meriwyatkan dari mereka sedangkan Imam Ahmad bin Hambal di anggap termasuk thobaqoh sesudah Atba’ul tabi’in sebab beliau wafat pada tahun 241 H sedangakn periode Atba’ul Tabi’n berakhir pada tahun 220 H.

Kitab-kitab Thobaqoh, Kitab-kitab Thobaqoru’r- Ruwah yang di tulis sebagian ulama’ sebanyak 20 lebih sedikit. Diantara kitab-kitab termashur adalah

1. At-thobaqotu’l –Kubro, karya Muhammad bin Sa’ab bin Mani’ Al Hafidh Katib Al Wahidi (168-230 H)

2. Thobaqatu’r- Ruwah, karya Al Hafidh Abu ‘Amr Kalifah bin Khyyath Asy-Syaibani (240 H).

3. Thobaqatu’t – Tabi’in, karya Imam Muslim bin Hajjaj al Qusyairy ( 204-261 H )

4. Thobaqatu’l – Muhanddisin war Ruwah, karya Nu’aim Ahmad bin Abdullah bin Ahmad Al Ashbihany (336-430 H )

5. Thobaqatu’l –Hufazh, oleh Al Hafidh Samsudin Adz-Dzahaby ( 673-748 H)

6. Thobaqatu’l –Hufazh, oleh Jamaluddin As Syuyuti (849-911 H )

C. Sahabat-Sahabat Yang Paling Banyak Meriwayatkan Hadist ( Orang-Orang Yang Riwayatnya Lebih Dari 1000 Hadist)

Sahabat-sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadist, di antaranya :

1. Abu Hurairoh, dia meriwayatkan 5374 hadist

2. Abdullah bin Umar bin Khotob, dia meriwayatkan 2603 hadist

3. Anas bin Malik, dia meriwayatkan 2286 hadist

4. Ummul Mu’minin ‘Aisyah, dia meriwayatkan 2210 haditst

5. Abdullah bin Abbas, dia meriwayatkan 1660 hadist

6. Jabir bin Abdullah, dia meriwayatkan 1540 hadits

7. Abu Sa’in Al-Khudri, dia meriwayatkan 1120 hadist

BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

Ilmu Rijalul Hadist adalah suatu cabang dari ilmu-ilmu hadist , tidakalh sempurna ilmu seseorang dalam bidang hadist apabila dia tidak mengetahui atau mendalami ilmu Rijalul Hadist dan dari ilmu inilah berkembang ilmu jar wata’dil dalam usaha penelitian sanad suatu hadist

Dalam usaha mempelajari dan mendalami ilmu mustolah l hadist tidak boleh mengesampingkan ilmu Rijalnya karemna melengkapi diri denagn ilmu-ilmu ini syarat mutlak dalm usaha membangun laboratorium tarjih

DAFTAR PUSTAKA

Rohman, Fathur. 1974. Ikhtisar Mushthalahul Hadits. Bandung : PT. ALMA’ARIF.