TEKS

SELAMAT DATANG DAN JANGAN LUPA ISI BUKU TAMU & KOMENTAR YA.....

Friday, February 26, 2010

PENGERTIAN DARI PENYULUHAN ATAU BIMBINGAN KONSELING

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bimbingan dan konseling telah dikenal di dunia pendidikan sejak beberapa waktu yang lalu. Proses pendidikan dapat bersifat formal dan dapat pula informal. Pendidikan yang dilaksanakan di sekolah biasanya bersifat formal, sedangkan pendidikan informal yaitu pendidikan yang diberikan di dalam lingkungan keluarga, ada satu jenis pendidikan lagi yaitu pendidikan nonformal yaitu pendidikan yang diselenggrakan oleh lembaga-lembaga tertentu, tetapi tidak formal seperti di sekolah, misalnya kursus-kursus, pendidikan tertentu masyarakat dan sebagainya.
Dengan demikian bimbingan dan konseling sangatlah diperlukan untuk membantu setiap individu untuk memecahkan masalah.
Dalam makalah kali ini kami akan memaparkan sedikit tentang perkembangan yang terjadi sehubungan dengan bimbingan dan konseling.


BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Bimbingan dan Penyuluhan
Kehidupan dari tahun ke tahun mengalami perubahan, semakin lama semakin berkembang. Ilmu pengetahuan dan teknologi juga mengalami perkembangan yang pesat dari berbagai bidang itu menimbulkan perubahan-perubahan di dalam berbagai aspek kehidupan itu akan menimbulkan berbagai masalah, seperti masalah hubungan social keluarga, masalah keuangan, masalah pribadi dan sebagainya. Pertambahan penduduk juga makin menambah kompleksnya masalah yang dihadapi.
Keadaan itu berpengaruh terhadap kehidupan individu, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat. Individu dihadapkan pada kompleksnya jenis dan syarat suatu pekerjaan, pemilihan jurusan, tuntutan masyarakat, pola kehidupan dan sebagainya.
Dari berbagai tuntutan tersebut, individu harus mampu menghadapi/ memecahkan masalah seperti: penyesuaian diri perencanaan dan pemilihan pendidikan, pemecahan pekerjaan, hubungan social dan sebagainya. Dengan masalah-masalah tersebut banyak individu yang memerlukan bantuan untuk mengatasinya. Karena apabila suatu masalah tidak teratasi dengan sempurna maka akan mengganggu ketenangan hidup individu itu sendiri.
Walaupun individu-individu itu adalah siswa-siswa SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang relatif masih sangat muda umur maupun pengalamannya, tetapi tidak sedikit yang mempunyai masalah-masalah seperti tersebut diatas. Kita yang berkecimpung di lingkungan pendidikan, di mana sekolah tidak terlepas dari kehidupan masyarakat bertanggung jawab utnuk membantu siswa baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. Oleh karena itu tidak hanya bentuk kegiatan belajar saja yang mampu diberikan, tetapi juga bantuan-bantuan pribadi agar siswa mampu memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan masyarakat.
Dengan demikian bimbingan dan konselig sangatlah diperlukan untuk membantu siswa dan memcahkan masalah disamping membantu program pendidikan pada umumnya. Pemberian bimbingan konseling itu diberikan baik secara umum maupun dikaitkan dengan pendidikan agama, khususnya agama Islam.
B. Pengertian Bimbingan
Secara umum bimbingan dapat diartiakan sebagai suatu bantuan. Tetapi tidak semua bantuan merupakan bimbingan. Sebagai contoh seorang kakak membantu adiknya memakai sepatu; bantuan seperti itu merupakan bimbingan; istilah bimbingan merupakan terjemahan dari kata dalam bahasa inggris "Guidance". Untuk lebih jelasnya perhatikan uraian mengenai bimbingan dari beberapa ahli dibawah ini.
Dalam "Year book of education" 1955 yang dikutip oleh I. Djumhur dan Moh. Surya dikemukakan bahwa bimbingan adalah: suatu proses membantu individu melalui usahanya sendiir untuk menemukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan social.
Menurut Wingkel yang dikutip dari Buku Program Akta Mengajar VB, bimbingan berarti pemberian bantuan kepada orang atau sekelompok orang dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dan dalam mengadakan penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan hidup. Bantuan itu bersifat psikis (kejiwaan), bukan pertolongan financial, medis dan lain sebagainya. Dengan adanya bantuan ini seseorang akhirnya dapat mengatasi sendiri masalah yang dihadapinya saat ini dan menjadi lebih mampu untuk menghadapi masalah yang akan dihadapi kelak.
C. Pengertian Konseling atau Penyuluhan
Secara umum istilah bimbingan dan konseling atau penyuluhan merupakan kalimat yang sukar untuk dipisahkan. Merupakan terjemahan dari bahasa inggris Guidance & Counseling.
Menurut James F. Adams, yang dikutip I. Djumhur dan Moh. Surya, konseling adalah suatu pertalian timbale balik antara dua orang individu di mana yang seorang (konselor) membantu yang lain (konselee), supaya ia dapat memahami dirinya dalam hubungan dengan masalah-masalah hidup yang dihadapinya pada waktu yang akan datang.
Menurut H. Koestoer Partowisastro menyebutkan definisi konseling dalam dua pengertian yaitu:
1) Dalam arti luas
Konseling adalah segala ikhtiar pengaruh psikologis terhadap sesame manusia.
2) Dalam arti sempit
Konseling merupakan hubungan yang sengaja diadakan dengan manusia lain, dengan maksud agar dengan berbagai cara psikologis kita dapat mempengaruhi beberapa facet kepribadiannya sedemikian rupa sehingga mempengaruhi sesuatu efek tertentu.
Menurut Morten dan Schmullere yang dikutip Buku II Modul Program Akta Mengajar V-B, Konseling dapat didefinisikan sebagai suatu proses hubungan dengan seorang di mana yang seorang dibantu oleh yang lainnya untuk meningkatkan pengertian dan kemampuan dalam menghadapi masalah. Lain lagi pendapat Slameto mengenai konseling, yaitu: Konseling merupakan salah satu teknik bimbingan. Sering dikatakan bahwa konseling merupakan inti atai jantung bimbingan. Konseling terutama digunakan untuk mengatasi masalah-masalah psikologis, social, spiritual, dan moraletis.
D. Perkembangan Bimbingan dan Penyuluhan
Masyarakat telah mempercayai sekolah sebagai lembaga formal yang berperan membantu anak didik untuk mengembangkan pengetahuan dan jiwa anak, sehingga nantinya akan menjadi anggota masyarakat yang berguna. Agar pengetahuan dan kepribadian anak berkembnag secara optimal, sekolah melaksanakan pendidikan sesuai dengan potensi masing-masing anak. Dengan demikian, bimbingan dan konseling mempunyai peranan penting dalam membantu setiap pribadi anak didik agar berkembang optimal baik secara akademik, psikologis maupun social.
Namun demikian masih banyak anak didik yang belum mencapai prestasi belajar yang optimal, seperti siswa yang tinggal kelas, putus sekolah, berprestasi rendah dan sebagainya. Dari segi psikologis, banyak siswa yang salah asuhan, kurang percaya pada diri sendiri, ketergantungan dan sebagainya. Demikian juga secara social ada kecendrungan siswa yang belum memiliki kemampuan penyesuaian social yang memadai. Dari pernyataan di atas, maka peran bimbingan dan konseling sangatlah diperlukan dalam membantu proses dan pencapaian tujuan pendidikan.
Beberapa hal dibawah ini membawa pengaruh terhadap perkembangan pendidikan dan konseling.
a. Perkembangan Pendidikan
Perkembangan pendidikan yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan social, budaya maupun ekonomi, juga aspek-aspek bidang pendidikan, seperti kurikulum, strategi belajar-mengajar, metode, guru dan sebagainya. Akibat dari perkembnagna tersebut, kehidupan siswa baik dalam bidang akademik, social maupun pribadi juga terpengaruh. Diharapkan siswa mampu menyesuaiakan diri dengan setiap perkembangan untuk mengatasi masalah yang mungkin terjadi akibat perkembangan tersebut. Bimbingan dan konseling membantu siswa untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi secara terencana dan sistematis.
b. Masalah Perkembangan Individu
Proses perkembangan individu dipengaruhi oleh berbagai factor, baik dari dalam maupun dari luar. Dari dalam dipengaruhi oleh perubahan dan kematangan, adapaun dari luar dipengauhi oleh factor-faktor lingkungan. Untuk mendapatkan perkembangan individu yang baik, maka factor-faktor tersebut harus dapat saling melengkapi. Melalui pendidikan perkembangan dapat baik karena adanya asuhan yang terarah. Pendidikan merupakan salah satu bentuk lingkungan yang bertanggung jawab dalam memberikan asuhan terhadap proses perkembangan individu.
Bimbingan dan konseling akan membantu individu dalam memperoleh penyesuaian diri sesuai dengan tingkat perkembangannya. Perjalanan bimbingan dan konseling merupakan komponen pendidikan yang dapat membantu siswa dalam proses perkembangannya.


BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Bimbingan adalah suatu bantuan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain yang dirasa bermasalah dengan harapan orang tersebut dapat menerima keadaannya sehingga dapat mengatasi masalahnya dan mengadakan penyesuaian terhadap lingkungan, baik lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Sedangkan konseling atau penyuluhan sendiri adalah satu teknik bimbingan yang diberikan oleh seorang kepada orang lain dengan berbagai cara psikologis agar orang tersebut dapat mengatasi masalahnya.
Secara umum bimbingan dan konseling adalah suatu bantuan yang diberikan seseorang kepada orang lain yang bermasalah dengan harapan orang tersebut dapat memecahkan masalahnya dan dapat memahami dirinya sesuai dengan kemampuan dan potensinya sehingga mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA

Arifin, H.M., Bimbingan dan Konseling, Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan Universitas Terbuka, Jakarta, 1997.

PENGERTIAN BIMBINGAN KONSELING

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bimbingan dan konseling telah dikenal di dunia pendidikan sejak beberapa waktu yang lalu. Proses pendidikan dapat bersifat formal dan dapat pula informal. Pendidikan yang dilaksanakan di sekolah biasanya bersifat formal, sedangkan pendidikan informal yaitu pendidikan yang diberikan di dalam lingkungan keluarga, ada satu jenis pendidikan lagi yaitu pendidikan nonformal yaitu pendidikan yang diselenggrakan oleh lembaga-lembaga tertentu, tetapi tidak formal seperti di sekolah, misalnya kursus-kursus, pendidikan tertentu masyarakat dan sebagainya.
Dengan demikian bimbingan dan konseling sangatlah diperlukan untuk membantu setiap individu untuk memecahkan masalah.
Dalam makalah kali ini kami akan memaparkan sedikit tentang perkembangan yang terjadi sehubungan dengan bimbingan dan konseling.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimanakah sejarah bimbingan dan konseling?
2. Apakah pengertian dari bimbingan?
3. Apakah pengertian dari konseling atau penyuluhan?
4. Bagaimanakah perkembangan bimbingan dan konseling?












BAB II
PEMBAHASAN
SEJARAH BIMBINGAN DAN PENYULUHAN

A. Sejarah Bimbingan dan Penyuluhan
Kehidupan dari tahun ke tahun mengalami perubahan, semakin lama semakin berkembang. Ilmu pengetahuan dan teknologi juga mengalami perkembangan yang pesat dari berbagai bidang itu menimbulkan perubahan-perubahan di dalam berbagai aspek kehidupan itu akan menimbulkan berbagai masalah, seperti masalah hubungan social keluarga, masalah keuangan, masalah pribadi dan sebagainya. Pertambahan penduduk juga makin menambah kompleksnya masalah yang dihadapi.
Keadaan itu berpengaruh terhadap kehidupan individu, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat. Individu dihadapkan pada kompleksnya jenis dan syarat suatu pekerjaan, pemilihan jurusan, tuntutan masyarakat, pola kehidupan dan sebagainya.
Dari berbagai tuntutan tersebut, individu harus mampu menghadapi/ memecahkan masalah seperti: penyesuaian diri perencanaan dan pemilihan pendidikan, pemecahan pekerjaan, hubungan social dan sebagainya. Dengan masalah-masalah tersebut banyak individu yang memerlukan bantuan untuk mengatasinya. Karena apabila suatu masalah tidak teratasi dengan sempurna maka akan mengganggu ketenangan hidup individu itu sendiri.
Walaupun individu-individu itu adalah siswa-siswa SD atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang relatif masih sangat muda umur maupun pengalamannya, tetapi tidak sedikit yang mempunyai masalah-masalah seperti tersebut diatas. Kita yang berkecimpung di lingkungan pendidikan, di mana sekolah tidak terlepas dari kehidupan masyarakat bertanggung jawab utnuk membantu siswa baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat. Oleh karena itu tidak hanya bentuk kegiatan belajar saja yang mampu diberikan, tetapi juga bantuan-bantuan pribadi agar siswa mampu memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan masyarakat.
Dengan demikian bimbingan dan konselig sangatlah diperlukan untuk membantu siswa dan memcahkan masalah disamping membantu program pendidikan pada umumnya. Pemberian bimbingan konseling itu diberikan baik secara umum maupun dikaitkan dengan pendidikan agama, khususnya agama Islam.

B. Pengertian Bimbingan
Secara umum bimbingan dapat diartiakan sebagai suatu bantuan. Tetapi tidak semua bantuan merupakan bimbingan. Sebagai contoh seorang kakak membantu adiknya memakai sepatu; bantuan seperti itu merupakan bimbingan; istilah bimbingan merupakan terjemahan dari kata dalam bahasa inggris "Guidance". Untuk lebih jelasnya perhatikan uraian mengenai bimbingan dari beberapa ahli dibawah ini.
Dalam "Year book of education" 1955 yang dikutip oleh I. Djumhur dan Moh. Surya dikemukakan bahwa bimbingan adalah: suatu proses membantu individu melalui usahanya sendiir untuk menemukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperoleh kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan social.
Menurut Wingkel yang dikutip dari Buku Program Akta Mengajar VB, bimbingan berarti pemberian bantuan kepada orang atau sekelompok orang dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dan dalam mengadakan penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan hidup. Bantuan itu bersifat psikis (kejiwaan), bukan pertolongan financial, medis dan lain sebagainya. Dengan adanya bantuan ini seseorang akhirnya dapat mengatasi sendiri masalah yang dihadapinya saat ini dan menjadi lebih mampu untuk menghadapi masalah yang akan dihadapi kelak.

C. Pengertian Konseling atau Penyuluhan
Secara umum istilah bimbingan dan konseling atau penyuluhan merupakan kalimat yang sukar untuk dipisahkan. Merupakan terjemahan dari bahasa inggris Guidance & Counseling.
Menurut James F. Adams, yang dikutip I. Djumhur dan Moh. Surya, konseling adalah suatu pertalian timbale balik antara dua orang individu di mana yang seorang (konselor) membantu yang lain (konselee), supaya ia dapat memahami dirinya dalam hubungan dengan masalah-masalah hidup yang dihadapinya pada waktu yang akan datang.
Menurut H. Koestoer Partowisastro menyebutkan definisi konseling dalam dua pengertian yaitu:
1) Dalam arti luas
Konseling adalah segala ikhtiar pengaruh psikologis terhadap sesame manusia.
2) Dalam arti sempit
Konseling merupakan hubungan yang sengaja diadakan dengan manusia lain, dengan maksud agar dengan berbagai cara psikologis kita dapat mempengaruhi beberapa facet kepribadiannya sedemikian rupa sehingga mempengaruhi sesuatu efek tertentu.
Menurut Morten dan Schmullere yang dikutip Buku II Modul Program Akta Mengajar V-B, Konseling dapat didefinisikan sebagai suatu proses hubungan dengan seorang di mana yang seorang dibantu oleh yang lainnya untuk meningkatkan pengertian dan kemampuan dalam menghadapi masalah. Lain lagi pendapat Slameto mengenai konseling, yaitu: Konseling merupakan salah satu teknik bimbingan. Sering dikatakan bahwa konseling merupakan inti atai jantung bimbingan. Konseling terutama digunakan untuk mengatasi masalah-masalah psikologis, social, spiritual, dan moraletis.

D. Perkembangan Bimbingan dan Penyuluhan
Masyarakat telah mempercayai sekolah sebagai lembaga formal yang berperan membantu anak didik untuk mengembangkan pengetahuan dan jiwa anak, sehingga nantinya akan menjadi anggota masyarakat yang berguna. Agar pengetahuan dan kepribadian anak berkembnag secara optimal, sekolah melaksanakan pendidikan sesuai dengan potensi masing-masing anak. Dengan demikian, bimbingan dan konseling mempunyai peranan penting dalam membantu setiap pribadi anak didik agar berkembang optimal baik secara akademik, psikologis maupun social.
Namun demikian masih banyak anak didik yang belum mencapai prestasi belajar yang optimal, seperti siswa yang tinggal kelas, putus sekolah, berprestasi rendah dan sebagainya. Dari segi psikologis, banyak siswa yang salah asuhan, kurang percaya pada diri sendiri, ketergantungan dan sebagainya. Demikian juga secara social ada kecendrungan siswa yang belum memiliki kemampuan penyesuaian social yang memadai. Dari pernyataan di atas, maka peran bimbingan dan konseling sangatlah diperlukan dalam membantu proses dan pencapaian tujuan pendidikan.
Beberapa hal dibawah ini membawa pengaruh terhadap perkembangan pendidikan dan konseling.
a. Perkembangan Pendidikan
Perkembangan pendidikan yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan social, budaya maupun ekonomi, juga aspek-aspek bidang pendidikan, seperti kurikulum, strategi belajar-mengajar, metode, guru dan sebagainya. Akibat dari perkembnagna tersebut, kehidupan siswa baik dalam bidang akademik, social maupun pribadi juga terpengaruh. Diharapkan siswa mampu menyesuaiakan diri dengan setiap perkembangan untuk mengatasi masalah yang mungkin terjadi akibat perkembangan tersebut. Bimbingan dan konseling membantu siswa untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi secara terencana dan sistematis.
b. Masalah Perkembangan Individu
Proses perkembangan individu dipengaruhi oleh berbagai factor, baik dari dalam maupun dari luar. Dari dalam dipengaruhi oleh perubahan dan kematangan, adapaun dari luar dipengauhi oleh factor-faktor lingkungan. Untuk mendapatkan perkembangan individu yang baik, maka factor-faktor tersebut harus dapat saling melengkapi. Melalui pendidikan perkembangan dapat baik karena adanya asuhan yang terarah. Pendidikan merupakan salah satu bentuk lingkungan yang bertanggung jawab dalam memberikan asuhan terhadap proses perkembangan individu.
Bimbingan dan konseling akan membantu individu dalam memperoleh penyesuaian diri sesuai dengan tingkat perkembangannya. Perjalanan bimbingan dan konseling merupakan komponen pendidikan yang dapat membantu siswa dalam proses perkembangannya.









BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Bimbingan adalah suatu bantuan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain yang dirasa bermasalah dengan harapan orang tersebut dapat menerima keadaannya sehingga dapat mengatasi masalahnya dan mengadakan penyesuaian terhadap lingkungan, baik lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Sedangkan konseling atau penyuluhan sendiri adalah satu teknik bimbingan yang diberikan oleh seorang kepada orang lain dengan berbagai cara psikologis agar orang tersebut dapat mengatasi masalahnya.
Secara umum bimbingan dan konseling adalah suatu bantuan yang diberikan seseorang kepada orang lain yang bermasalah dengan harapan orang tersebut dapat memecahkan masalahnya dan dapat memahami dirinya sesuai dengan kemampuan dan potensinya sehingga mencapai penyesuaian diri dengan lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
B. Saran
Demikian makalah ini kami buat. Harapan kami semoga makalah kami ini banyak membawa manfaat untuk kita melangkah selanjutnya dalam mendalami ilmu pendidikan serta mengamalkannya untuk kepentingan sosial.
Kami mohon maaf apabila ada banyak kesalahan dari makalah yang kami buat ini. Kritik dan saran yang bisa membangun selalu kami harapkan dari para sahabat sekalian.












DAFTAR PUSTAKA

Arifin, H.M., Bimbingan dan Konseling, Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam dan Universitas Terbuka, Jakarta, 1997.

TRICKS MENJADI PENYIAR BERITA TV NEWS

PENYIAR BERITA TV NEWS
Dokter Penyiar menyadari bahwa banyak orang yang berminat muncul di TV, tapi hanya
sebagian yang mau jadi Penyiar Berita di TV. Apakah kurang prestisius dibandingkan
misalnya pembawa acara Infotainment? Banyak sekali yang bisa ditulis ttg profesi ini,
tetapi Dokter Penyiar bisa menyampaikan ringkasannya buat Anda yang berminat terjun:

1. Istilah

Ada yang menyebut profesi ini sbg “Newsreader” (1 kata) atau “News Presenter” (2 kata).
Istilah “Newscaster” adalah sebutan untuk Broadcaster yang bergerak di bidang News,
tapi tidak eksklusif untuk Penyiar TV. Sedangkan “News Anchor” (atau “Anchorwoman”/
“Anchorman”) merujuk pada fungsi Penyiar tsb yang menjadi kendali-acara bagi berbagai
reporter yang sedang meliput berita di lapangan pada saat bersamaan.

Dokter Penyiar merasa bahwa para praktisi kurang menyukai istilah “Newsreader”
karena memberi kesan bahwa Penyiar tsb hanya membacakan naskah berita saja,
padahal seorang Penyiar berita TV profesional juga turut sibuk mencari beritanya,
meng-edit naskahnya dan (seringkali) turut meng-edit videonya. Sedangkan istilah
"Berita" bisa diartikan sebagai kejadian nyata yang penting untuk diceritakan segera
kepada Pendengar/Pemirsa.

2. Fakta

Hakikat program berita yang “aktual” (harus segera disampaikan kepada Pemirsa)
menyebabkan seorang Penyiar berita TV harus tampil dalam kondisi “live”, meskipun
ada sesekali keadaan di mana sang Penyiar terpaksa meminta program beritanya tsb
direkam dulu sebelum diudarakan pada waktunya. Namun secara umum sifat sebuah
program berita adalah”aktual/up-to-date” dan “tidak ada siaran ulangan” karena
siaran selanjutnya (mis. 1 jam kemudian) harus siap menampilkan berita lebih baru lagi.

3. Sejarah

Di Indonesia, pembaca berita TV dipelopori oleh TVRI selama puluhan tahun, dan ada
programnya yang paling kondang yaitu Dunia Dalam Berita (“DDB”). Secara khusus,
TVRI Stasiun Pusat (di Senayan, Jakarta) telah menelurkan berbagai Pengajar Broadcasting
yang menyebar mengajar di radio & TV seluruh Indonesia (Bahkan Delta-FM Jakarta masih
memakai pengajar dari TVRI untuk training penyiarnya di tahun 2005!). Beberapa Penyiar
asal TVRI pun pindah ke TV Swasta sehingga di tahun 90an sempat timbul kesan bahwa
TV Swasta belum pandai menyelenggarakan pelatihan untuk para Penyiarnya. Contoh
penyiar TVRI ? Sandrina Malakiano dari TVRI Stasiun Denpasar, pindah ke ANTV lalu ke
Metro-TV. Ida Arimurti dari TVRI Stasiun Jakarta, lalu ke Radio FeMale dan Delta-FM.

Di akhir tahun 80-an, muncullah RCTI dan acara berita Seputar Indonesia yang (tak heran)
pernah menguasai pangsa iklan tayang di TV. Zaman sekarang ini semua stasiun TV
merasa harus punya program berita, termasuk stasiun TV yang ngakunya “remaja” dan
“lifestyle”. Dokter Penyiar merasa bahwa acara Good Morning-nya Ferdi Hasan di Trans-TV
adalah contoh program yang “hybrid” : News sekaligus Human Interest (alias gosip).

4. Peluang

Meskipun Anda tidak punya pengalaman sebagai Penyiar radio dan belum punya Sertifikat
pelatihan Broadcasting (mis. dari Interstudi atau dari Workshop@Penyiar.com) namun
peluang Anda untuk menjadi pembaca berita TV tetap ada. Acara seperti Menuju Liputan Enam
adalah bukti bahwa semua stasiun TV berkepentingan untuk dapat menjaring calon-calon
Penyiar berita sebelum dicaplok oleh TV lain. TV asing pun mencari-cari penyiar Indonesia,
dan Dokter Penyiar tahu beberapa Penyiar Indonesia yang bahkan bisa tinggal di Hong Kong
atau USA (untuk Voice of America) untuk menjalani karirnya sebagai Penyiar berita TV.

Yang penting bagi setiap Stasiun TV adalah Anda dapat membuktikan kemampuan diri
pada saat dilakukan screen-test, simulasi reportase & wawancara di lapangan, dialog di studio,
dan menyampaikan berita dari materi yang muncul di Teleprompter. Sedangkan yang penting
bagi Anda adalah persiapan sendiri : latihan mengatasi grogi di depan kamera serta
membekali diri dengan pelatihan Penyiar yang berkualitas. Contoh: Jika ingin jadi penari balet
yang handal, tentu Anda harus mencari guru yang telah menghasilkan penari2 balet terbaik.

Dokter Penyiar teringat ada seorang gadis yang di tahun 1999 mengambil gelar Master
bidang Broadcasting di Amerika, namun sampai sekarang belum tercapai cita-citanya untuk
menjadi Penyiar berita TV. Yang lebih penting dari gelar? Pengalaman (mis. jadilah reporter
terlebih dahulu). Yang lebih penting dari pengalaman? Kemampuan (karena ada juga lho
Penyiar baru yang lebih bagus dari seniornya berkat ketekunan dan disiplin dirinya).

5. Tembus ke TV

Bagi Anda yang sudah maupun belum terjun di dunia Broadcasting tentu ingin tahu caranya
agar bisa “tembus” ke Stasiun TV yang Anda targetkan. Jangan ragu2 untuk mengirimkan
lamaran dan foto (dan VCD rekaman diri, kalau bisa) ke Stasun TV tsb tanpa menunggu
masa rekrutmen. Jika Anda terlihat telah membuat dan mengirimkan lamaran tsb dengan niat
maka niscaya mereka akan menyimpannya untuk dipertimbangkan kelak jika waktunya tiba.

Dokter Penyiar bisa menyampaikan beberapa kiat untuk membuat mereka tidak terfikir
untuk membuang Surat Lamaran Anda :

- Mengantarkan sendiri Surat Lamaran (biar terlihat PD-nya).
- Bertemu langsung dengan staf bagian News atau HRD (tebar pesona!).
- Ngobrolnya dengan artikulasi jelas dan kecepatan yg nyaman didengar.
- Foto diri dgn busana seperti Penyiar TV (yaitu blazer/jas atau yg gelap).
- Wajah yg tersenyum (di foto maupun saat Anda mengantar lamaran).
- Rekaman diri sbg Penyiar TV (pada format VCD/DVD, bukan MiniDV).
- Sertifikat dari pengajar2 yang memang dipercaya oleh Stasiun2 TV.
- Selalu meninggalkan kesan positif (dan tidak ngambek jika tak diterima).
- Secara umum memancarkan kesan bahwa "kalo gak terima juga nggak apa2 koq
karena masih ada TV lain yang mau terima saya!”

6. Training
Selain “Diklat TVRI” di Jakarta yang bisa diikuti oleh peserta umum dari seluruh Indonesia,
Dokter Penyiar tidak pernah dengar adanya satu tempat yang telah teruji menggembleng
khusus Penyiar berita TV saja. Ada memang beberapa Penyiar berita TV yang menawarkan
pelatihan untuk umum, namun biasanya belum ada satupun alumninya yang sukses atau
Penyiar tsb belum dipakai sebagai pengajar di stasiun2 TV lainnya. Di U.I. ada Pendidikan
Broadcasting Terapan untuk Penyiar Radio, Penyiar TV, Staf Creative, dan Account Executive.
Sedangkan Eko Junor yang pernah mengajar Penyiar di Trans-TV (2004), Televisi O-Channel
(2005) dan ANTV (2005) juga hanya sesekali mengadakan workshop intensif Penyiar Berita
dengan 5-7 peserta saja.

Tapi jangan khawatir, karena kalaupun Anda (dengan atau tanpa pembelajaran sebelumnya)
dianggap cukup layak (karena pendidikan/pengalaman/cantik?) untuk menjadi calon Penyiar
berita di Stasiun TV tsb, maka pasti Anda akan tetap diberi sebuah program training.
Tidak perlu heran jika para Penyiar senior Anda juga belum pernah menjalani sebuah
pelatihan resmi, karena di Indonesia belum terbudaya memanggil professionals dari
berbagai keahllian untuk datang ke Stasiun TV dan mengajar para Penyiarnya. Namun
nampaknya kemampuan tetap lebih penting daripada gelar maupun cakepnya Anda. Dengan
kata lain, indikator akhir tetaplah kemampuan Anda saat menjadi Penyiar di depan kamera!

7. Yang Harus Dikuasai

Penyiar Berita TV punya tuntutan khusus yaitu harus mampu “menyampaikan” suatu materi
bicara yang sebenarnya “dibaca”. Para Penyiar program non-berita juga harus membaca dari
alat “teleprompter”, namun sifat kaku dalam menyampaikannya bisa mereka tutupi dengan
gerakan badan dan kepala; sedangkan Penyiar berita cenderung lebih tersiksa karena ia
dibatasi gerakan tangannya, apalagi kepalanya. Banyak penyiar radio yang pandai “ngécap”
selama berjam-jam di depan mic, tapi belum tentu ia bisa lancar saat disuruh menyampaikan
sebuah naskah yang sudah disiapkan oleh orang lain. Dan melihat ke satu titik, pula!

Dokter Penyiar merasa bahwa satu trik yang sangat membantu adalah kemampuan mata Anda
untuk men-survei jauh ke depan, untuk memberi waktu bagi perangkat ekspresi Anda
(wajah, mulut, mata, dll) untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan kata/kalimat yang akan
disampaikannya. Karena Penyiar berita biasanya menggunakan bahasa formal, maka Anda
bisa melatihnya dengan membaca koran atau majalah. Seperti halnya Penyiar acara lainnya,
seorang Penyiar Berita pun harus lancar dan nyaman dalam menyampaikan naskah yang sudah disiapkan di teleprompter.

8. Hakikat Siaran Langsung

Tidak seperti mayoritas acara lainnya di TV, program Berita hampir selalu disiarkan secara
langsung. Kelebihannya dari siarang langsung adalah waktu kerja Anda menjadi singkat :
datang dua jam sebelumnya untuk pemakaian make-up (termasuk tata rambut) dan busana,
kemudian satu jam sebelumnya memeriksa naskah/teleprompter dan membiasakan diri
dengan topik atau istilah2 yang ada dalam naskah2 tsb. Setelah program berita tsb selesai,
Anda langsung kembalikan busana siaran kepada bagian Wardrobe dan Anda bisa segera pulang
atau bahkan langsung ke pesta (karena tata rambut dan make-up sudah siap-sedia!).

Bandingkan dengan program yang direkam : bukan hanya shooting yang bisa terlambat
sambil menunggu seluruh crew siap di tempat, namun sang sutradara/pengarah juga
leluasa untuk meminta “take-ulang” jika Anda dianggap belum optimal. Alhasil, sebuah
acara berdurasi 30menit yang produksinya pre-recorded bisa menghabiskan waktu 6jam,
sedangkan sebuah program live hanya memakai 3jam dari hidup Anda. Bagi Anda yang
senang "tabrak-lari" dalam mencari nafkah, Dokter Penyiar menganjurkan siaran langsung
ketimbang acara yang pre-recorded.

9. Dinamika di Studio

Hal paling mengejutkan bagi para Penyiar Radio yang mencoba jadi Penyiar TV adalah
transisi dari studio siaran yang hanya dia seorang diri (dan leluasa berekspresi dengan
segila-gilanya) lalu berganti menjadi sebuah studio siaran TV yang dipenuhi oleh
petugas2 lainnya, misalnya :
- Kamerawan (satu/dua untuk News, hingga tiga untuk program seperti Extravaganza),
- Floor Director (menjembatani antara tuntutan Produser dengan kondisi kerja Penyiarnya),
- Scriptwriter (utk mengedit teleprompter atau menambahkan materi jika ada Breaking News),
- Petugas make-up/wardrobe yang siap menyempurnakan wajah/rambut/busana Anda.
- Program Director / Producer (biasanya di ruang Master Control mengawasi urutan item Berita
dan menyutradarai programnya secara umum)

Kerumitan dan perhatian berbagai orang tsb harus Anda netralisir (baca: cuekin) karena
perhatian Anda adalah berinteraksi dengan Audience melalui materi baca. Belum lagi jika
ada urutan perpindahan kamera yang harus Anda hafalkan, misalnya Opening di Cam-1,
Materi Berita di Cam-2, dan Closing di Cam-3. Sambil ini semua berlangsung, waktu dan
siaran berjalan terus sehingga Anda tak pernah boleh lupa atau salah bicara. Floor Director
(FD) membantu Anda dalam berbagai hal, misalnya memberi Anda aba-aba “5, 4, 3, 2…”,
memeriksa sudut & zoom Camera terhadap Anda, memastikan semua peralatan (mic, kamera,
lampu, monitor, dll) bekerja dengan baik, dan mengoperasikan scrolling pada teleprompter.
Untuk Program non-news yang besar seperti Gebyar BCA, seorang FD dan asistennya punya
tugas tambahan sebagai "cheerleader" dan "applause-prompter" yang memandu penonton
agar hening atau bertepuk-tangan.

10. Penyampaian Beritanya

Cara seorang Penyiar membaca materi berita dari teleprompter (atau naskah di meja siaran)
haruslah seakan-akan dia memahaminya dan mengalaminya sendiri. Jika ia terkesan kaku
atau malah terdengar hanya membaca naskah milik orang lain, maka penonton tidak akan
terhibur mendengarnya/melihatnya. Pemirsa akan berpikir, “Kalo baca aja sih, saya juga
bisa sendiri dari koran!”. Karena asumsi sederhana inilah maka Dokter Penyiar meyakini
bahwa berita di TV harus bisa memberi sebuah “pengalaman lebih” dibandingkan yang
diterima pemirsa jika ia hanya membacanya (di koran) atau mendengarnya (di radio).

Keistimewaan dunia televisi terletak pada kepandaiannya dalam “storytelling” sebuah berita,
atau memunculkan video peristiwanya, maupun juga wawancara blak-blakan dengan seorang
narasumber yang kompeten. Tuntutan & keinginan pemirsanya harus dipenuhi Stasiun TV tsb.
Kalau Anda ingin jadi Penyiar Berita TV tapi tidak mengerti ketiga hal tsb, sebaiknya Anda
beralih ke profesi yang tidak terlalu “melayani orang lain”.

11. Melayani melalui Interaksi

Lupakan sejenak pertanyaan Vina tentang “The Do’s and the Don’t’s of being a TV Newsreader”,
dan pikirkanlah dulu kesediaan Anda untuk terjun ke dunia Broadcasting yang hakekatnya
adalah “melayani pemirsa/pendengar”. Kalau Dokter pikir-pikir lagi, dunia Perhotelan
(Hospitality Industry) dan Penyiaran sama-sama menawarkan ”tempat mangkal” yang enak
buat target-persons mereka. Bagaimanakah para Hoteliers and Broadcasters menyenangkan
para pelanggannya? Dengan memberikan persis apa yang mereka cari!

Meskipun penonton berita ingin terutama mencari informasi, namun delivery (penyampaian)
tetap menjadi jembatan Penyiar dalam berinteraksi dengan Pemirsanya. Gaya tsb banyak
variasinya di Indonesia sehingga ada pemirsa yang “fanatik RCTI” atau ia nonton Metro-TV
sekedar karena naksir sama Tommy Cokro. Di luar berbagai bentuk interaksi Penyiar tsb,
Dokter Penyiar yakin bahwa jika penyampaian Anda tidak “entertaining” maka pemirsa
program Anda akan berkurang dan beralih ke TV/program lainnya.

12. Skilled & Mentally Prepared

Guru terbaik memang pengalaman, jadi bagi Anda yang sama sekali belum pernah
mencicipi rasanya di depan kamera video atau membaca naskah maka akan
kesulitan sekali untuk terjun sebagai Penyiar berita TV. Namun setidak-tidaknya
tulisan ini bisa Anda jadikan pegangan awal. Berbagai pelatihan di Penyiar.com maupun
dari lembaga-lembaga pendidikan dapat menjadi pilihan Anda untuk mengimbangi
“kemauan” Anda dengan “kemampuan” yang seimbang.

Jikalaupun Anda diterima untuk training di suatu Stasiun TV maka Anda belum tentu
dipakai untuk bertahun-tahun. Lagipula sebagai salah satu dari sekian banyak Penyiar
(berita maupun non-news) di Stasiun TV tersebut, Anda tetap akan diarahkan, dibandingkan,
dipacu, dan dikomentari oleh orang-orang yang berniat baik maupun tidak. Apakah Anda
merasa siap? Dokter Penyiar mengingatkan bahwa tanpa kesiapan mental dan keterampilan
maka Anda akan mudah sekali tersisih dalam persaingan untuk tembus ke dunia Broadcasting
secara umum dan sebuah Stasiun TV secara khusus.

Selamat mencoba dan kita tunggu penampilan Anda di layar kaca!

motivasi mulai diragukan oleh psikolog

selama tahun1950-an, para psikolog mulai meragukan dorongan dari motivasi sebagai penjelasantentang semua jenis prilaku manusia. bagi mereka organismetidak di dorong untuk beraktifitasoleh doronga internal semata-mata,stimuli eksternal yang di sebut insentif juga memegang peranan penting dalam menggugah prilaku. Motivasi akan difahami lenih baik sebagai suatu interaksi antara stimuli dalam lingkungandan keadaanfisiologidari organisme tersebut.
Pendekatanyang lebih baru terhadap teori motivasi ini mefokuskan perhatian pada peran insentif, yaitu keadaan lingkungan yang menjadi motivasi bagi organisme. Suatu insentif positif menggugah organisme itu untuk mendekatinya dan insentif negatif mengarahkan prilaku ke arah menjahuinya. Seseorang yang merasa haus, insentif positifnya akan mencari sesuatu yang dapat menghilangkan rasa hausnyaitu yakni berupa air. dan insentif negatif akan menjauhkan seseorang dari suatu benda atau situasi yang dapat mengakibatkan rasa sakit.
1. pengetian dan teori-teori motivasi
Para ahli psikologi menempatkan motivasi pada posisi penentu bagi kegiatan hidup individu dalam usahanya mencapai tujuan. Dalam motifasi terdapat suatu dorongan dinamis yang mendasari segala tingkah laku manusia. Bila mana terdapat rintangan-rintangan yang menghalangi pencapaian tujuan yang di inginkan, dengan motivasi, seseorangn dapat melipat gandakan usahanya untuk mengatasi rintangan dan mencapai tujuan tersebut. Motif tidak harus dipersepsikan secara sadar, ia lebih merupakan suatu keadaan perasaan. Motif bukan hanya merupakan suatu dorongan fisik, akan tetapi juga merupakan orientasi kognitif elementer yang di arahkan pada pemuasan kebutuhan.
oleh karena motivasi dipandang sangat penting dalam kehidupan manusia, para psikolog memberikan pengertian dan teori-teori sebagai berikut :
1,1 Sigmund Freud
Sigmund Freud adalah tokoh psikoanalis yang berpendapat bahwa dasar dari motivasi tingkah laku manusia adalah insting (naluri). Semua prilaku manusia berasal dari dua kelompok naluri yang bertentangan yakni yang pertama naluri kehidupan yang meningkatkan hidup dan pertubuhan seseorang dan yang kedua adalah naluri kematian yang mendorong manusia ke arah kehancuran.
Menurut Freud, kedua naluri manusia tersebut telah ada sejak dini dalam kehidupan seorang anak dan apabila kedua naluri tersebut tidak di ekpresikan secara sadar, kedua mitif ini akan tetap aktif sebagai motif tak sadar. Konsep motivasi tak sadar merupakan salah satu dasar psikoanalisis.
Meskipun para pakar filsafat telah lama mengakui kendali tak sadar terhadap tingkah laku, Freud merupakan orang pertama yangn menaruh perhatian terhadap peranan penting motif tak sadar dalam prilaku manusia.
1,2 Abraham Maslaw
ia adalah seorang toko psikologi humanistik yanng berpendapat, bahwa manusia di motivasi oleh sejumlah kebutuhan dasar yang bersifat sama untuk seluruh spesies. Maslaw menyusun hierarki kebutuhan mulai dari kebutuhan biologis dasar sampai kebutuhan psikologi yang sangat kompleks yang hanya menjadi penting bila kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan-kebutuhan dalam teori Maslaw adalah sebagai berikut :
1,2,1 kebutuhan fisiologi yaitu kebutuhan manusia untuk mempertahankan hidupnya secara fisik
1,2,2 Kebutuhan akan rasa aman yaitu merasa aman dan terlindungi jauh dari segala bahaya.
1,2,3 Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki.
1,2,4 Kebutuhan akan penghargaan.
1,2,5 Kebutuhan akan kognitif.
1,2,6 Kebutuhan akan estetika.
1,2,7 Kebutuhan akan aktualisasi diri.
Dan masih banyak pendapat-pendapat para psikolog dalam memberikan pengertian dan teori-teori tentang sudut pandang motivasi. Dan di tinjau dari sudut asalnya, para psikolog menggolongkan motif yang ada pada diri manusia ke dalam motif biogenetis dan motif sosiogenetis, atau motif yang berkambang pada diri manusia yang berasal darin organismenya sebagai makhluk biologis dan motif yang berasal dari lingkungannya. Motif biogenetis merupakan motif yang berasal dari kebutuhan organisme tertentu demi kelanjutan kehidupanya secara biologis. Motif biogenetis ini bercorak universal dan kurang terikat pada lingkungan kebudayaan tampat manusia itu berada. Sedangkan motif sosiogenetis adalah motif yang dipelajari manusia berasal dari lingkungan kebudayaan tempat manusia itu berada. Motif sosiogenetis tidak berkembang dengan sendirinya tapi berdasarkan interaksi dengan orang lain atau lingkungan.
Disamping motif biogenetis dan sosiogenetis, tedapat penggolongan motif untuk menjelaskan motif manusia sebagai makhlluk berketuhanan, yaitu motif teogenetis. Motif teogenetis berasal dari interaksi antara manusia dengan tuhannya. dalam hal ini WA. Gerungan mengatakan bahwa kepercayaan kepada tuhan yang maha gaib adalah suatu tenaga motivasi yang paling kuat dalam masyarakat karena hal itu pada umumnya merupakan sumber kedamaian yang tahan lama, suatu dorongan keinginan untuk mempercayai_Nya adalah kekuatan pendorong yang potensional dalam kehidupan manusia.
Dalam proses dakwah motivasi sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan sentimen keagamaan dalam hidup kelompok, terutama di kalangan remaja. Sentimen keagamaan ini dapat berkembang bilamana didekati melalui sesuatuorganisasi, klab-klab yang di jiwai dengan dakwah in Action dalam bentuk kegiatan seni budaya misalnya sandiwara, musik, keolahragaan, dan sebaginya)

Tuesday, February 9, 2010

Memperingati Hari PAHLAWAN 10 November 2010

HARI PAHLAWAN ADALAH BERJIWA REVOLUSIONER

Adalah penting dalam menghayati arti Hari Pahlawan, kita semua mencermati bahwa Bung Karno adalah satu di antara sejumlah tokoh-tokoh besar bangsa Indonesia yang paling menonjol (dan paling banyak!) dalam mengangkat arti para pahlawan dalam perjuangan pembebasan bangsa. Ini tercermin dalam banyak halaman buku beliau “Di bawah Bendera Revolusi”, dan juga dalam pidato-pidato beliau. Bung Karno menjadikan Hari Pahlawan sebagai sarana untuk mengingatkan . kepada seluruh bangsa (terutama angkatan muda) bahwa sudah banyak pejuang-pejuang telah gugur, atau mengorbankan harta-benda dan tenaga mereka, untuk mendirikan negara RI. Mereka rela berkorban, supaya kehidupan rakyat banyak bisa menjadi lebih baik dari pada yang sudah-sudah. Mereka berjuang dalam tahun-tahun 20-an, dan selama revolusi kemerdekaan 45, untuk menjadikan negara ini milik bersama, guna menciptakan masyarakat adil dan makmur.

Jadi, menghayati secara benar-benar Hari Pahlawan adalah berarti menghubungkannya dengan revolusi bangsa. Dan seperti yang sudah ditunjukkan oleh sejarah kita, revolusi bangsa Indonesia adalah pluralisme revolusioner. Dalam perjalanan jauh (long march) yang berliku-liku ini berbagai tokoh golongan masyarakat ( dari berbagai suku, keturunan, agama dan aliran politik) telah menyatukan diri dalam barisan panjang revolusioner kita.

Dengan latar-belakang pandangan sejarah yang demikian itu pulalah kiranya kita bisa mengerti mengapa Bung Karno menerima usul Sumarsono untuk menjadikan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan. Sedangkan Sumarsono sendiri, yang menjadi pimpinan tertinggi PRI di Surabaya waktu itu, adalah seorang pemuda yang masa kecilnya mendapat pendidikan Kristen, dan setelah besar mempunyai hubungan erat dengan gerakan di bawah tanah PKI. melawan kolonialsime Belanda dan fasisme Jepang (lewat jaring-jaringan Mr; Amir Syarifuddin, pelukis Sudjoyono, tokoh PKI Widarta dan lain-lain)..

Dari ketinggian pandangan revolusioner yang demikian itulah kita sepatutnya memandang arti penting Hari Pahlawan. Jadi, tidak cukup hanya dengan pengibaran bendera dan nyanyi--nyanyian atau pidato-pidato yang isinya kosong atau steril saja Upacara-upacara memang tetap perlu dikerjakan, namun yang lebih penting adalah memberi isi dan jiwa kepada hari keramat ini.

PARA PAHLAWAN MENANGIS DALAM MAKAM

Dewasa ini, memperingati Hari Pahlawan dengan semangat baru, cara baru, pandangan baru, adalah penting. Sebab, kita sama-sama menyaksikan bahwa selama Orde Baru, keagungan jiwa revolusioner Hari Pahlawan yang dicetuskan oleh Bung Karno telah dibikin mandul atau kerdil. Pastilah para pahlawan kita dari berbagai angkatan, berbagai suku, berbagai agama dan aliran politik, menangis sedih dalam makam mereka, melihat keadaan bangsa dan negara kita yang seperti sekarang ini. Bukanlah bangsa dan negara yang macam sekarang ini yang mereka cita-citakan ketika mereka bersedia mengorbankan diri dalam berbagai medan perjuangan, termasuk dalam pertempuran-pertempuran di seluruh tanahair.

Sebagai produk kultur politik dan kultur moral Orde Baru kerusakan dan pembusukan melanda di seluruh lini, baik di bidang eksekutif, legislatif dan judikatif, termasuk di kalangan agama. Banyak tokoh-tokoh politik, pemuka masyarakat dan pejabat yang benar-benar sudah menjadi penjahat dan pengkhianat rakyat. Banyak di antara mereka sudah tidak peduli lagi terhadap kepentingan publik. Mereka menghalalkan segala cara untuk mencuri milik negara dan rakyat. Mereka tidak segan-segan menggunakan dalil-dalil dan kedok agama untuk menimbulkan perpecahan, dan menyebar benih-benih kerusuhan.

TUGAS ANGKATAN MUDA

Mengingat situasi yang begini buruk dewasa ini (ingat : dampak peristiwa bom di Bali, hubungan internasional yang memburuk, investasi yang menurun, utang yang makin menggunung, pengangguran yang makin membengkak, pelecehan terus-menerus terhadap hukum dan HAM, korupsi yang tetap merajalela) , adalah kewajiban moral angkatan muda dari berbagai golongan, keturunan, suku, agama, dan aliran politik untuk menjadikan jiwa Hari Pahlawan.sebagai senjata guna berjuang melawan pembusukan besar-besaran ini. Sebab, kelihatannya, kita sudah tidak bisa menaruh harapan lagi kepada berbagai angkatan yang telah ikut mendirikan Orde Baru, dan juga yang merupakan produk (didikan) kultur buruk ini.

Jiwa yang sudah pernah dimanifestasikan oleh angkatan muda secara gemilang dalam tahun 1998 dalam menumbangkan kekuasaan Suharto, perlu dipupuk dan dikobarkan terus, dalam bentuk-bentuk baru, sesuai dengan perkembangan situasi. Dalam perlawanan terhadap Orde Baru telah jatuh korban-korban. Mereka adalah bagian dari sederetan panjang pahlawan, yang kebanyakan tidak dikenal. Karena telah mengorbankan diri untuk melawan sistem politik dan kediktatoran yang telah membikin banyak kerusakan parah terhadap bangsa dan negara selama puluhan tahun, maka sudah sepatutnyalah bahwa mereka kita pandang sebagai pahlawan pendobrak Orde Baru.

Hari Pahlawan harus sama-sama kita kembalikan kepada peran (dan pesannya) yang semestinya. Ini adalah tugas utama bangsa kita, termasuk dari kalangan pendidikan dan sejarawan. Angkatan muda harus dididik untuk menghayati benar-benar semangat pengabdian kepada rakyat dan pengorbanan diri demi kepentingan nusa dan bangsa. Kalangan sejarawan (dan pendidikan) perlu sekali meninjau kembali buku-buku sejarah dalam sekolah-sekolah, sehingga generasi muda kita mengenal sejarah bangsa secara benar (ingat : pemalsuan yang memblingerkan : serangan 1 Maret dan pendudukan 6 jam di Jogya oleh Suharto dan pemalsuan-pemalsuan sejarah lainnya).

Bangsa yang besar menghargai para pahlawannya. Bangsa Indonesia pernah dipandang besar oleh bangsa lain di dunia, terutama oleh rakyat-rakyat di Asia, Afrika dan Amerika Latin, berkat perjuangannya melawan kolonialisme dan imperialisme ( mohon dicatat antara lain : revolusi 45, Konferensi Bandung, Konferensi Pengarang Asia-Afrika, Konferensi Wartawan Asia-Afrika, Ganefo, Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Aaing).

Sekarang ini, negeri kita Indonesia sedang terpuruk citranya di dunia. Sekali lagi, bukan negeri yang macam beginilah yang dicita-citakan oleh ratusan ribu (bahkan mungkin jutaan) pahlawan kita, yang dalam barisan panjang dan berliku-liku telah berbondong-bondong bersedia mengorbankan diri, demi kita semua dan demi anak-cucu kita.

Dengan tekad bersama untuk menjunjung tinggi-tinggi semangat revolusioner dalam mengabdi kepada kepentingan rakyat, marilah kita sambut peringatan Hari Pahlawan !

LATAR BALAKANG HARI PAHLAWAN

Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamasikan oleh Soekarno-Hatta 17 Agustus 1945 pasukan Jepang mulai dilucuti oleh tentara nasional dan rakyat. Proses pelucutan ini menimbulkan bentrokan-bentrokan di berbagai daerah yang cukup banyak menimbulkan korban. Inisiatif tersebut juga dilakukan karena pihak sekutu di Indonesia masih belum juga melucuti tentara Jepang.

Pihak sekutu yang telah menjatuhkan bom di kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang juga turut akhirnya turun ke Indonesia untuk melucuti tentara Jepang. 15 September sekutu yang diwakili oleh Inggris mendarat di Jakarta dan 25 Oktober di Surabaya dengan 6.000 serdadu dari Divisi ke-23 dengan pimpinan Brigadir Jenderal Mallaby. Namun pendaratan sekutu ini didomplengi kepentingan Belanda secara rahasia melalui NICA untuk kembali menguasai Indonesia meskipun sudah memerdekakan dirinya.

Rakyat Indonesia marah mendengar konspirasi tersebut sehingga perlawanan terhadap Inggris dan NICA tetap berlanjut yang memuncak ketika pimpinan sekutu wilayah Jawa Timur Brigadir Jenderal Mallaby terbunuh 30 Oktober di Surabaya.

Inggris dan NICA melalui Mayor Jenderal Mansergh yang menggantikan Mallaby mengultimatum rakyat Indonesia untuk menyerah sampai batas akhir tanggal 10 November pagi hari. Namun di batas ultimatum tersebut rakyat Surabaya menjawabnya dengan meningkatkan perlawanan secara besar-besaran, salah satu pimpinan perlawanan tersebut adalah Sutomo, dikenal sebagai Bung Tomo (yang sampai saat ini belum diangkat secara resmi menjadi Pahlawan Nasional, hanya menerima penghargaan Bintang Mahaputra Utama pada tahun 1995 oleh presiden Suharto).

Perang tersebut melibatkan pasukan sekutu dengan 30.000 serdadu (26.000 didatangkan dari Divisi ke-5 dengan dilengkapi 24 tank Sherman) dan 50 pesawat tempur dan beberapa kapal perang. Inggris menduga 3 hari Surabaya bisa ditaklukan namun kenyataannya memakan satu bulan sampai akhirnya Surabaya kembali jatuh ke tangan sekutu dan NICA.

Perang ini menimbulkan perlawanan lain di semua kota seperti Jakarta, Bogor, Bandung sampai dengan aksi membakar kota 24 Maret 1946 dan Mohammad Toha meledakkan gudang amunisi Belanda, Palagan Ambarawa, Medan, Brastagi, Bangka dll. Perlawanan ini terus berlanjut baik dengan senjata maupun dengan negosiasi para pimpinan negeri seperti perjanjian Linggajati di Kuningan, perjanjian di atas kapal Renville, perjanjian Roem-Royen sampai akhirnya Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda pada tahun 1949.

Empat tahun revolusi yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, hingga akhirnya momen 10 November dijadikan Hari Pahlawan. Dari fakta sejarah di atas bisa kita simpulkan bahwa ancaman pertama kemerdekaan Indonesia bukan hanya Belanda ingin menguasai kembali, namun sekutu yang dipimpin Amerika memiliki kepentingan tersendiri di Indonesia.

KISAH SEDIH DI HARI PAHLAWAN

Perlawanan gagah berani yang diberikan rakyat Surabaya terhadap NICA dan allied forces (Inggris) yang ditumpanginya menyebabkan tanggal 10 November akan selalu dikenang dan diperingati sebagai hari pahlawan. Hari ini, kami segenap warga Indonesia yang berada di sini mengikuti kegiatan upacara demi memperingati hari pahlawan ini. Hadir pula di tengah kami, seorang veteran perang kemerdekaan, yang menurut beberapa informasi yang saya terima, adalah salah satu orang yang diduga terlibat dengan “partai merah 1965″ (you know what), sehingga diasingkan kemari. Beliau mengenakan pin berupa burung garuda di jas-nya.Secara tidak sadar, saya mengambil posisi di sebelah beliau sebelum upacara dimulai. Acara pun akhirnya mencapai puncaknya ketika lagu Indonesia Raya menggema di ruangan itu (ket: upacara diadakan di dalam ruangan karena hujan). Sembari menyanyi, saya mengamati beliau, dan entah saya salah lihat atau tidak..

Saya melihat dia melap matanya beberapa kali dan masih tersisa beberapa tetes air mata di pipinya. Semua menjadi jelas ketika beliau menceritakan cerita hidupnya di depan khayalak ramai, dahulu, beliau sempat tidak memiliki kewarganegaraan dan diblacklist sehingga tidak bisa kembali ke tanah air.

Beliau (mulai sekarang kita sebut dia sebagai Bapak A) akhirnya mendapatkan kewarganegaraan Hongaria, namun saya terkejut ketika mendengar bahwa beliau justru merasa sedih ketika itu, karena itu berarti ia tak lagi tercatat sebagai warga negara Indonesia. Namun, dengan gagahnya, beliau masih mengatakan bahwa dia masih merasa diri sebagai orang Indonesia dan mendidik anak-cucunya dengan cara Indonesia.

Saya sangat kagum dengan beliau, beliau lah yang dahulu berjuang selama 4,5 tahun melawan penjajah dan meraih kemerdekaan, dan walaupun harus mengalami nasib seperti ini hanya karena suatu peristiwa yang masih penuh dengan teka-teki, beliau masih bangga berkewarganegaraan Indonesia dan tetap menawarkan beberapa pemikiran-pemikiran beliau mengenai Indonesia.

Ya, beliau jelas adalah salah seorang pahlawan yang terlupakan. Dari dulu, saya selalu beranggapan bahwa pahlawan adalah orang yang hebat. Bukan karena saya dijejali berbagai film anak-anak mengenai superhero yang bisa terbang atau menghilang, namun karena pahlawan melakukan apa yang “di luar tugasnya” demi membela bangsa dan negara. Konsep inilah yang ditanamkan oleh orangtua saya sejak saya kecil. Pahlawan bukanlah orang yang melakukan tugasnya demi bangsa dan negara. Banyak dari mereka yang mati terhormat di Surabaya (maupun di medan perang lainnya) saat itu, mungkin hanyalah penduduk sipil yang tidak mempunyai pengetahuan mengenai strategi perang, pekerjaan mereka pun bukanlah tentara. Bayangkan, betapa terkejutnya saya ketika menemukan bahwa kepala perwakilan masyrakat Indonesia di sini juga menyampaikan konsep yang sama mengenai definisi pahlawan di dalam amanat upacaranya.

Lantas, kenapa mereka mau melakukan apa yang “di luar tugasnya” itu? Karena mereka tahu bahwa kemerdekaan itu adalah hak kita, bukanlah sesuatu yang harus kita tunggu-tunggu sebagai hadiah dari bangsa penjajah yang sekali lagi mencoba menrusak integritas bangsa kita.

Yang ingin saya sampaikan adalah, wahai rekan-rekan sekalian, tidakkah kalian malu kepada bapak A ini? Beliau mungkin telah banyak dikecewakan di dalam hidupnya, dan belum memperoleh penghargaan yang pantas atas jasa-jasanya. Banyak dari kita, yang sudah hidup enak, mana sempat lagi menyempatkan diri untuk berupacara. “Alaah, ngapain sih upacara? Males banget gue!”, kalimat inilah yang disampaikan oleh seorang rekan yang menolak diajaik ikut upacara oleh saya.

Generasi apa ini? Harusnya kita sadar, bahwa para pahlawan itu telah mati demi membela Indonesia, negara kita. Kalau mereka tidak ada juga mungkin kita tidak bisa bersantai-santai menikmati “kemerdekaan” (NB: kemerdekaan dari penjajahan militer, bukan kemerdekaan dari pengaruh bangsa asing) ini. MENGHARGAI PRIBADI PAHLAWAN YANG TELAH GUGUR SAJA KITA TIDAK BISA, APALAGI MAU MENGHARGAI JERIH PAYAH MEREKA MERAIH KEMERDEKAAN ITU DENGAN MENGISI KEMERDEKAAN ITU SENDIRI?

Teruntuk oknum-oknum yang masih melakukan tindakan-tindakan biadab yang merusak dan bikin malu bangsa sendiri, ayolah, apa tindakan-tindakan seperti itu yang para pahlawan dulu inginkan untuk kalian lakukan? Sudah bagus kalian tidak usah mati di medan perang dan tinggal memulai era baru sebagai bangsa merdeka dengan mengisi pembangunan, kok malah sibuk merusak dan bikin malu bangsa?

Teruntuk oknum-oknum yang telah saya sebutkan di atas, malulah kalian, ya, MALU.. Yah, itu juga kalau kalian masih punya..

Memperingati Hari PAHLAWAN – 10 November 2007
-------------------------------------------------------

PUPUS RAGA...PEGAT NYAWA

Napak tilas para pahlawan bangsa
Berkibar dalam syair sang saka
Berkobar dalam puisi Indonesia
Untuk meraih cita-cita merdeka

Napak tilas anak bangsa
Bersatu dalam semangat jiwa
Bergema di jagad nusantara
Untuk meraih prestasi dan karya

MERDEKA...!
Kata yang penuh dengan makna
Bertahta dalam raga pejuang bangsa
Bermandikan darah dan air mata

MERDEKA...!
Perjuangan tanpa pamrih untuk republik tercinta
menggelora di garis khatulistiwa
Memberi kejayaan bangsa sepanjang masa

MERDEKA...!
Harta yang tak ternilai harganya
Menjadi pemicu pemimpin bangsa
Untuk tampil di era dunia

-------------------------------------------------

Cegah Batu Ginjal dengan Jeruk Nipis

Jeruk nipis yang banyak dijual di pasar-pasar, selain bermanfaat menjadi campuran penyedap dalam masakan dan penyegar pada minuman. Juga, ternyata, manfaatnya luar biasa. Dari membersihkan nikotin yang menempel di gigi hingga mencegah kambuhnya batu ginjal.

Jeruk nipis, Citrus Aurantifolia Swingle, merupakan tumbuhan perdu dengan banyak cabang. Tanaman yang diduga berasal dari daerah India sebelah utara itu banyak ditanam di pekarangan dan kebun. Tingginya bisa mencapai enam meter. Daunnya berbentuk bulat telur dan tiap daun bertangkai daun. Bunganya berbentuk bintang berwarna putih. Batangnya berkayu keras, dan biasanya berbuah setelah 2,5 tahun. Buahnya berbentuk bulat dengan permukaan yang licin, berkulit tipis, dan berwarna hijau kekuningan kalau sudah tua.

Buahnya mengandung banyak air dan vitamin C yang cukup tinggi. Daun, buah, dan bunganya mengandung minyak terbang. Biasanya jeruk nipis tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah yang banyak terkena sinar matahari.

Jeruk nipis mengandung asam sitrat, asam amino (triptofan, lisin), minyak atsiri (sitral, limonen, felandren, lemon kamfer, kadinen, gerani-lasetat, linali-lasetat, aktilaldehid, nnildehid) damar, glikosida, asam sitrun, lemak, kalsium, fosfor, besi, belerang vitamin B1 dan C.

Rasa jeruk nipis yang asam bisa membantu membersihkan nikotin yang terdapat pada gigi dan mulut orang yang suka merokok. Dari kandungan berbagai minyak dan zat di dalamnya, jeruk nipis dimanfaatkan untuk mengatasi disentri, sembelit, ambeien, haid tak teratur, difteri, jerawat, kepala pusing atau vertigo, suara serak, batuk, bau badan, menambah nafsu makan, mencegah rambut rontok, ketombe, flu, demam, terlalu gemuk, amandel, penyakit anyang-anyangan (kencing terasa sakit), mimisan, dan radang hidung.

Dari beberapa penelitian terakhir menunjukkan, jeruk nipis juga mempunyai manfaat mencegah kekambuhan batu ginjal, khususnya batu ginjal kalsium idiopatik. Menurut laporan tersebut, mengkonsumsi jeruk nipis bisa mencegah timbulnya batu ginjal. Hal ini diakui oleh Kepala Instalasi Renal RS dr Sardjito, Yogyakarta, Prof DR Mochammad Sja'bani.

Pada penelitian tersebut diketahui bahwa jeruk nipis mengandung sitrat yang tinggi, sementara banyak penderita batu ginjal memiliki kadar sitrat yang rendah. Ia mengatakan kandungan sitrat jeruk nipis lokal (Citrus aurantifolia Swingle yang bulat) 10 kali lebih besar dibanding kandungan sitrat pada jeruk keprok, atau enam kali jeruk manis. Kandungan sitratnya mencapai 55,6 gram per kilogram.

Pada umumnya asam sitrat dalam air kemih pada penderita batu ginjal paling rendah pada malam dan dini hari. Maka pemberian jeruk nipis lebih bagus dikonsumsi sesaat sesudah makan malam. Perasan jeruk nipis yang dikonsumsi sesudah makan malam tersebut dilaporkan tak menimbulkan keluhan lambung. Air perasan dua buah jeruk nipis itu diencerkan dalam dua gelas air.

Meminum campuran jeruk ini bisa menurunkan dan mencegah kekambuhan batu ginjal kalsium idiopatik. Pencegahan penyakit ini perlu sebab jenis ini ditemukan pada sekitar 80 persen penderita batu ginjal. Namun, upaya pencegahan dan pengobatan penyakit ini dilakukan dengan cara membatasi konsumsi garam atau makanan asin, memberi masukan kalsium yang cukup, dan mengkonsumsi protein rendah fosfat.(to/mydoc/kpl)