Sunday, April 10, 2011

Tes Diskret, Tes Intregratif dan Tes Pragmatik

BAB I

PENDAHLUAN

1.1. Latar Belakang

Kata evaluasi berasal dari bahasa inggris evaluation yang mengandung kata dasar value”nilai”. Kata value atau nilai dalam istilah evaluasi brkaitan dengann keyakinan baha sesuatu hal itu baik atau buruk,benar atau salah, kuat atau lemah, cukup atau belum cukup,dan sebagainya. Secara umum evaluasi dapat di artikann sebagai suatu proses mempertimbangkan suat hal atau gejala yang diartikan sebagai suatu proses memperetimnbangkan suatu halatau gejala dengan mempergunakan patokan – patokan tertentu yang bersifat kualitatif, misalnya baik tidak baik,kuat lemah, memadai tidak memadai,tinggi rendah,dan sebagainya.

1.2. Batasan Masalah

1. Apakah tes itu?

2. Ada berapa macam tes bahasa arab itu?

3. Apakah pengertian dari Tes Diskret, Tes Intregratif dan Tes Pragmatik itu?

1.3.Tujuan Dan Manfaat.

Adapun tujuan dan manfaat makalah ini adalah:

1. Semoga kita dapat memahami tentang tes .

2. Dapat mengetahui macam-macam tes.

3. Setelah memahami isi dari makalah ini semoga kita mempraktekannya.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Tes

Dari uraian terdapat kesimpulan bahwa istilah mengacu pada suatu alat atau prosedur yang digunakan untuk mengukur suatu kemampuan. Menurut groun loud dan linn(1985:5), ada tiga hal yang p[enting dalam pengertian tes, pertama adalah sebutan pemngukuaran. Pemberian tas(testing adalh bagian dari kegiatan pengukuran(measurement). Kedua tes adalh alat untuk mengukur sampel pengetahuan atau kemampuan yang dimiliki seseorang.oleh karena itu,pemberian tes sebenarnya terbatas dari segi waktu pelaksanannya; pengetahuan dan kemampuanyang di ukur bersifat luas hampirtanpa batas, sedangkan gambaran pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh melalui tes merupakan sampel dari senua pengetahuan dan kemampuan yang mungkin dimiliki oleh pembelajar. Ketiga,tes adalah penafsuran angka yang diperoleh untuk menentukan cukup baik atau tidaknya sseorang pembalajar dalam mencapa suatu tujuan.

istilah tes ini juga kadang – kadang juga disamapadankan atau di kontraskan dalam istilah ujian.

sedangkan evaluasi itu lebih umum yang didalamnya tercakup konsep pengukuran dan tes.agar dapat diperoleh pemahaman yang lebih jelas,berikut ini di formulasikan ulang definisi ketiga istilah yang berhubungan dengan tes yaitu :

1. evaluasi: sutu proses penentuan keputusan tentang kualitas suatu objek atau aktivitas dengan melibatkan pertimbangan nilai brdasarkan datra dan nilinformasi yang dikumpulkan ,dianaliasis dan ditafsurkan secar sisitematis.

2. pengukuran: bagian dari evaluasi yang beruap prosedur pengumpulan fata dan informasi numeric yang di perlikan sebagau salah satu pertimbangan pengambilab keputusan dalam evaluasi.

3. tes adalah satu jenis alat untuk memperoleah data numeric atau alat untuk melakukan pengukurab yang hasilnua dimanfaatkan sebagai slaha satu bahan pertimbangan dalam melakukan evaluasi

setiap program pembelajaran mencakup empat komponen utama yaitu : tujuan, materi, metode dan evaluasi (kasbolah .1993). tujuan merupakan sasaran yang ditetapkan untuk dicapai melalui kegiatan pembelajaran.

Secara rinci tujuan evaluasi dapat:

1. untuk mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan sudah tercapai atau belum

2. untuk dapat mengambil keputusan tentang materi dan kompetensi apa yang harus diajarkan atau dipelajari oleh siswa.

3. untuk mengatahui belajar siswa

4. untuk mengetahui kelamahan dan kekurangan pembalajaran sehingga dapat dirumuskan perbaikan.

5. untuk mengetahui dan memutuskan apakah dapat melanjutkan keprogram berikutnya atau mamperileh tindakn remedial.

6. untuk mendiagnosa kesulitan siswa

7. untuk mengelompokan siswa secara cermat.

2.2 Macam – Macam Tes Bahasa Arab

Sering kita jumpai suatu tes yang menyangkut satu aspek kebahasaan . ada pula yang menyangkut dua atau lebih, nbahkan ada suatu tes yang menyangkut penggunaan bahasa secara terpadu.

Macam – macam tes menurut aspek kebahasaan nya dieklompokkan menjadi tiga tes pertama disebut denagn tes dikret,kedua disebut dengan imntregratif dan ketiga disebut dengan tes pragamatik.

2.3. Pengertian Dari Tes Diskret, Tes Intregratif Dan Tes Pragmatic.

1. Pengertian dari tes diskret.

Menurut oller (1979),tes diskret merupakan suatu tes yang hanya menekankan satu aspek kebahasaan (misalnya tatabahasa)pada satu waktu. Artinya, kemampuan yang akan diukur adalh tunggal atau satu komponen saja.dengan demikian ,teste aakalah menjawab auatu butir pertanyaan yag tudak membutuhkan berbagai kemampuan secara integrative atau simultan.

Istiaklah lain yang dinamakan dengan tes diskret adalah menurut morrow,1979(dalam mahmoed,1989)adalah tes atomistic yang mengukur butir butir spesifik ,misalny atata bahasa,bunyi dan kosakata pada dasarnya tidak ada hubungannya dengan penggunaan bahasa nyata. Mennurut mahmoed tas atomistic ini memiliki beberapa keuntungan yaiu (a).dengan mudah ted inni dapat disusun untul mengaur berbagai jenis butir mudah dan atau sukar, pendekl dan atau panjang. (b).hasil stommostik dapat dengan mudah dip roses secarastatistik . akan tetapi ,disisi lain tes ini juga memiliki kelemahan diantaranya mengisolasi unsure – unsure bahasa.

Berikut ini adalah contoh dari tes diskretpada komponen pengenalan bunyi bahasa arab (fonologi),kosa kata, dam bentukan kata.

Contoh 1(tes menyimak yang mengukur p[enbedaan bunyi yang mirip)

1. kosa kata berikut ini yang merupakan bunyi awalnya berupa …… adalah: (guru memperdenagarkan kosa kata dibawah ini). Contoh 2. Tes kosa kata atau mufrodat

1) pengenalan arti kata

a) arti kata a……………adalah

a.masjid

b.perguruan tinggi

c.lab.bahasa.

d.yayasan.

contoh 3. Terbentukan kata / sharf

2) mengubah (mentashrif)kata

a) isim fail dari kata ……. Adalah.

2. Tes Integrative

Merupakan landasan teori linguistic yang sama dengan tes diskret.akan tatapi dalam tes ini terdapat penggabungan dari bagian – bagian terkecil pada suatu butir tes(djiwandon,1996). Dapat dikatakan bahwa tes integrative ini sebagai koreksi dari kelemahan yang terdapat pada tes diskret. Jika tes diskret pada satu aspek kemampuan kebahasaan. Maka tes integrative mengukut kemampuan tes dalm mengukur kemampuan teste dalam menggunakan berbagi aspek kebahsaan maupun ketertampilan(oller,1979).

Dengan demikian pada tes ini pihak teste dalm menjawab suetu butir soal ditntut mengerahkan kemampuan kebahasaan dan keterampilan secar simultan. Menurut nurgiyantiri(1988), yang termasuk tes integrative baik yang menyangkut aspek kebahasaan maupun ketrampilan berbahasa adalah1.menyusun kalimat, 2.menafsirkan wacana singkat yang dibaca atau didengar, dan 3.menyusun sebuah alinea berdasarkan kalimat – kalimat yang disediakan .

Berikut ini contoh – contoh tes bahaa arabsecaa integrative Contoh: tes menulis secara terbimbing

1. menyusun kata menjadi kalimat

Ø mamahaami wacana yang disimak (fahmul masmu`)

Menemukan informasi tersurat dari teks lisan

Ø tes qawaid

Menentukan kedudukan kata……

3. Tes Pragmatic

Tes ini mncul dikarenakan adanya reaksi akeras antara tes diskret yang dipandang memiliki banyak kelemahan. Tes diskret yang mmeacahkan unsrur kebahasaan dan kemudahan diteskan secara terpisah dan terisolasi bersifat sangat artificial(nurguyantoro,1988). Berkaitan dengan hal ini oller (1979) mengusulkan sebuah pendekatan tes yang disebut denagn pagmatik. Tes pragmatic menurut vallete (1977) mempunyai persamaan konseptual dengan ts kompetnsi komunikatif . senmntara itu ,djiwandono (1966) memberikan penekanan tertentu dalm tes komunikatif adanya kaiytan yang jekas antara tes bahasa denga s\aspek – aspek nyata dalam komunikasi tertentu, yang terjadio antara orang – orang trerttentu , mengenai suatu hal tertentu pada suatu keadaan tertentu serta dengahn maksdud dan tujuan tertentu.

Jenis tes bahasa yang termasuk dalam tes ini bermacam- macam diantaranya:

1. Dikte(dictataion)

2. Tes cloze (cloze precedure)

3. Pemahaman para frase (paraphrase recognition),

4. Jawaban pertanyaan(question answering)

5. Berbicara atau lebih khusus lagi atau wawancara(oral interview)

6. Menulis (composition or essay)

7. Bercerita(narration)

8. Terjemahan(translation.)

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari uraian terdapat kesimpulan bahwa istilah mengacu pada suatu alat atau prosedur yang digunakan untuk mengukur suatu kemampuan. Menurut grounloud dan linn(1985:5),

Macam – macam tes menurut aspek kebahasaan nya diekelompokkan menjadi tiga tes yaitu:

1) tes diskret

2) tes intregratif

3) tes pragmatik.

B. Kritik dan saran

Dalam makalah ini pasti terdapat banyak kesalahan dan kekurangan dan tak mungkin pemakalah sebutkan semua kesalahan dan kekurangan tersebut, maka dari itu, pemakalah mohon kritik dan saran yang membangun untuk dapat memperbaiki makalah selanjutnya.

2 comments: