Minggu, 10 April 2011

Sifat Dan Gerakan Sholat

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar belakang

Shalat merupakan rukun islam yang kedua. Jadi, bagi siapapun yang hidup di dunia ini yang mau dirinya di sebut dengan sebutan orang islam dan mukmin sejati maka harus melakukan shalat yang telah di tetapkan oleh syari`at sebagaimana firman-Nya dalam al- qur`an: واقيموالصلاة......

Apakah shalat kita semua sudah benar sesuai dengan syarat- suart dan rukunnya?

Apakah kita semua sudah mengetahui shalat yang sesuai dengan syari`at? Yaitu shalat yang sesuai dengan apa yang pernah di lakukan oleh nabi besar Muhammad saw.

Sehingga pada kesempatan kali Ini pemakalah tertarik kuntuk membahas sifat- sifat shalat yang telah dilakukan oleh rasululah saw. Sehimngga kita semua dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari- hari kita. Dan tidak Cuma taklid buta.

Sehingga diharapkan setelah membaca makalah ini diharapkan bagi semua ntuk dapat memahami, secara jelas dan rinci tata shalat sesuai tuntunan rasulullah saw. Sekaligus kita nmengetahui tata cara shalat yang menyimpang dari tuntunan rasulullah saw.

Marilah kita ikuti tata cara shalat sesuai tuntunan rasululah saw dan kita tinggalkan tata shalat yang menyimpang dari tuntutannya.

1.2.Batasan Masalah

Sehingga pada makalah ini di ambil batasan sebagai berikut :

1. apa sajakah macam – macam sifat dan gerakan shalat ?

2. Bagaimanakah Dalil dan Pengertian yang ada dalam setiap sifat dan gerakan shalat ?

1.3.Tujuan Dan Manfaat

1. Kita dapat mengetahui sifat – sifat shalat yang dilakukan oleh nabi.

2. Kita dapat mengaplikasikannya dalam shalat kita sehari – hari.

3. Dapat menjadikan shalat sebagai amal ibadah yang paling penting dari segala amal yang lain

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Macam – Macam Sifat Dan Gerakan Shalat

Macam – Macam Sifat Dan Gerakan Shalat Diantaranya Adalah

1. Takbir

2. Menagangkat kedua tangan

3. Bersedekap di dada

4. Memandang tempat sujud dan khusyu`.

5. Doa-doa iftitah.

6. Membaca ta`awudz.

7. Membaca al-fatihah.

8. Al-fatihah sebagai rukun dan keutamaannya.

9. Bacaan makmum

10. Imam membaca amin dengan keras.

11. Bacaan setelah al- fatihah.

12. Membaca al fatihah dan surah dengan suara keras atau lirih.

13. Bacaan – bacaan nabi dalam shalat.

14. Membaca dengan tartil dan suara bagus.

15. Membetulkan bacaan imam

16. Membaca ta`awudz dan meludah ketika shalat untuk menghilangkan keraguan

17. Ruku`.

18. Berdiri i`tidal dan do`anya.

19. Sujud

20. Kewajiban membaca al fatihah pada setiap rakaat

21. Tasyahud awal

22. Shalawat nabi ,tempat dan lafadhnya

23. Bangkit kerakaat ketiga dan keempat

24. Membaca qunut nazilah pada shalat lima waktu

25. Membaca qunut wititr

26. Tasyahud akhir dan kewajiban membacanya

27. Do`a sebelum salam dan macam-maam lafadhnya.

28. Mengucapkan salam.

2.2. Dalil dan Pengertian Yang Ada Dalam Setiap Sifat dan Gerakan Shalat.

1. Takbir

Nabi saw selalu memulai shalatnya dengan mengucapkan Allahu akbar. Dalam hal ini muslim dan ibnu majah berpendapat bahwa ketika mulai shalat tidak perlu mengucapkan “nawaitu an ushalli……”, seperti yang di ucapkan banyak orang. Hal ini telah di sepakati bid`ah. Tetapi mereka berselisih apakah bid`ah baik atau bid`ah buruk?

Menurut kami, setiap bid`ah dalam urusan ibadah tersesat, berdasarkan sabda nabi saw(“setiap bid`ah dalam urusan ibadah dan setiap yang sesat neraka tempatnya ” ).

Dalam shalat ,nabi pun bertakbir dengan bacaan dan suara keras. beliau bertakbir dengan suara keras sehingga terdengar oleh orang-orang di balakangnya. ketika nabi sakit abu bakarlah yang membantu nabi untuk mengucapkan takbir dengan suara keras. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh mslim dan nasa`i.

2. Mengangkat Kedua Tangan

Terkadang nabi mengangkat kedua tangan bersamaan dengan takbir, terkadang sesudah di ucapkan, dan terkadang sebelum ucapan takbir. Adapun cara mengangkat kedua tangan adalah dengan membuka jari-jari lurus keatas tidak merenggangkannya atau pula menggenggamnya. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh abu dawud,ibnu khuzaimah, tamam,dan hakim yang disahkan oleh hakim dan disetujui adzahabi.yaitu:

كانا يرفعهماممدودة الا صابع(لايفرج بينهاولا يضمها)

Dan mengangkatnya sejajar bahu tetapi terkadang sejajar daun telinga.

3. Bersedekap Di Dada

Nabi meletakkan tangan kanan dia atas tangan kirinya. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh imam muslim dan abu daud

كانا صلى الله عليه وسلم يضع يده اليمنى على اليسرى

secara terperinci nabi pun menjelaskan bahwa nabi meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak pergelangan dan lengan bawah kirinya. TetapI beliau terkadang menggenggamkan jari jari tangan kanannya pada lengan bawah kirinya. Dan beliau melarang ikhtishar dalam shalat yaitu meletakkan batu tangan di atas pinggang atau kedua tangan diatas kedua pinggang (berkacak pinggang dalam shalat). Karena hal ini seperti salib yang merupakan hal terlarang.

4. Memandang Tempat Sujud Dan Khusyu`.

Nabi isa menundukkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke bumi. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh baihaqi dan hakim. Namun yang sesuai dengan sunnah adalah pandangan mata menengadah ke tempat sujud.oleh karena itu, memejamkan mata oleh sebagian orang ketika shalat adalah perbuatan yang tidak benar.

Hal – hal yang dilarang yang berhubungan dengan pandangan seseorang dalam shalat adalah:

a) Pandangan orang yang menengadah ke langit. Sebagaimana hadits

b) Menoleh baik kekanan atau kekiri. karena pada waktu shalat allah mengahadapkan wajah -Nya ke wajah hamba-Nya . sebagaimana

فادا صليتم تلتفتوا فان الله ينصب وجهه لوجه عبده فى صلا ته ما لم يلتفت

Karena menoleh adalah sambaran setan terhadap orang yang sedang shalat supaya tidak khusyu`.

c) Sujud seperti ayam mematuk makanan.

d) Duduk seperti iq`anya anjing.

e) Memakai pakaian yang bergambar

f) Menahan kencing dan berak.

g) Doa-doa iftitah.

h) Do`a – doa iftitah yang dibaca oleh nabi bermacam-macam. dalam do`a tersebut nabi mengucapkan pujian, sanjungan dan kalimat keagungan untuk allah.

i) Membaca ta`awudz.

Nabi biasa membaca ta`awudz yang berbunyi:

اعود بالله من الشيطا ن الرجيم من همزه ونفخه ونفثه

Terkadang beliau menambahkan bacaan tersebut dengan kalimat

اعود بالله السميع العليم من الشيطا ن ................

j) Membaca Al-Fatihah.

Nabi membaca al-fatihah dengan berhenti di setiap ayat, tidak menyambung satu ayat dengan ayat berikutnya . kadang beliau membaca bacaanمالك يوم الدين

dengan mamanjangkan bacaan maa.

k) Al-Fatihah sebagai rukun dan keutamaannya.

Surat ini dipandang agung, barang siapa yang tidak membacanya dalam shalat maka shalatnya bunting alias tidak sempurna bahkan shalat seorang tadi tidak sah. Adapun bagi orang yang tidak mengahafalnya beliau menganjurkan untuk membaca ayat alqur`an yang ia hafal yang ayatnya sama dengan surat al fatihah atau dengan membaca “subhanallah wal hamdiliilah walailahaillallahwallahu akbar wala haula wala quwwata illa billah”.

l) Bacaan Makmum

Bacaan makmum dalam shalat harus memenuhi aturan yeng sesuai, diantaranya:

1. Bila imam membaca dengan keras ,maka makmum tidak membaca.

2. Diamnya makmum untuk mendengarkan merupakan kesempurnaan bermakmum.

3. Wajib membaca al-fatihah dalam shalat sir (membaca tanpa suara) dan hal ini tidak boleh mengganggu orang lain. yaitu pada shalat dhuhur dan ashar. yaitu makmum wajib membaca al- fatihah dan surat sendiri. dan hanya membaca al- fatihah pada rakaat ketiga dan keempat.

m) Imam membaca amin dengan keras.

Membaca amin di belakang imam adalah dengan suara keras bersamaan dengan imam. Mamkum tidak boleh mendahului aminnya imam sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian besar kaum muslimin saat ini. setelah selesai membaca al- fatihah dalam shalat, beliau mengucapkan amiin dengan suara keras dan panjang. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh imam bukhari dan dawud dengan sanad yang sahaih. Beliaupun menyuruh makmum untuk mengikutinya segera.

n) Bacaan Setelah Al- Fatihah

Nabi membaca surat lain setelah membaca al- fatihah. terkadang beliau membaca surah panjang dan terkadang membaca surah pendak ketika berhalangan, bepergian atau karena sakit batuk atau sakit lain atau karena ada bayi menangis.

Sifat – sifat nabi dalam membaca surat:

1. Membagi satu surah untuk dua rakaat.

2. Satu surat di baca dalam rakaat pertama dan kedua.

3. Dua surat atau lebih untuk satu rakaat.

4. Setiap sebelum membaca surah lain nabi memulai dengan membaca surah al ikhlas .

5. Terkadang beliau membaca beberapa surah panjang dari tujuh surah terpanjang dalam satu rakaat ketika shalat lail.

6. Nabi membaca surat yang berimbang jumlah ayatnya dalam satu rakaat. Yaitu beliau menggandengkan bacaan an- nadhair (surah-surah al-qur`an yang mempunyai kesesuaian makna dalam hal nasihat hikmah atau kisah) dari al – mufashal dalam satu rakaat (surah-surah al-qur`an mulai surah qaaf hingga akhir al—qur`an).

7. Dalam shalat dhuhur pada du`a rakaat pertama beliau membaca fatihah dan dua surah . rakaat pertama surah yang panjang dan rakaat yang kedua lebih pendek.

o) Membaca al fatihah dan surah dengan suara keras atau lirih.

Tempat untuk membaca surat dengan suara lirih dan keras baik di shalat wajib atau sunnah yang dilakukan oleh nabi saw. Para sahabat mengetahui nabi membaca al- fatihah dan surat dengan bacaan lirih atau keras dilihat dari gerak jenggotnya, tetapi beliau terkadang memperdengarkan bacaanya kepada mereka. Yaitu:

Bacaan keras dalam Shalat wajib dan sunnah:

1. Shalat shubuh.

2. Dua rakaat pertama shalat maghrib dan isya`.

3. Shalat jum`at.

4. Shalat dua hari raya.

5. Shalat istisqa`(shalat meminta hujan)

6. Shalat gerhana

Bacaan lirih dalam shalat wajib dan shalat sunnah:

1. Dalam sholat lail nabi membaca dengan suara lirih atau dengan suara keras.

2. Dalam shalat ashar

3. Dalam shalat dhuhur.

4. Dalam shalat maghrib pada rakaat ketiga

5. Dalam shalat isya` pada dua rakaat terakhir.

p) Bacaan – bacaan nabi dalam shalat.

Surat atau yang dibaca oleh nabi ketika shalat berbeda antara shalat wajib dengan shalat yang lain. Berikut ini uraiannya secara terperinci:

1. Shalat shubuh. Kadang nabi membaca thiwaal dan mufashshal, terkadang nabi membaca al waqiah. Pada rakaat pertama dan kedua atau surah – surah lain yang sepadan dengannya. Pernah pula dalam berpergian beliau membaca surat al- falaq dan surat an-nash.

2. Shalat dhuhur dan ashar pada rakaat ketiga dan keempat, beliau membaca ayat atau surat lebih pendek dari pada ayat atau surah pada rakaat pertama dan kedua. Dan terkadang hanya membaca al - fatihah.

3. Shalat ashar. Rakaat pertama setelah membaca surat al – fatihah, beliau membaca dua surat. Rakaat pertama dengan surah yang panjang dan rakaat kedua dengan surat yang lebih pendek. Para sahabat mengira beliau menginginkan agar orang – orang dapat mengejar rakaat pertama beliau.

4. Shalat maghrib. Beliau kadang – kadang membaca surat – surat pendek sehingga bila para sahabat shalat bersama beliau mereka masih dapat melihat bekas – bekas tancapan anak panah (sebagai tanda hari masih sore) setelah keluar dari masjid dan pulang kerumahnya.

5. Shalat isya` pada rakaat pertama dan kedua, beliau membaca surah – surah sedang terkadang beliau membaca surat as - syams atau yang sama panjangnya. semisal al- insyiqaq, dan mambaca sujud tilawah dalam membaca surat ini. Dan beliau melarang untuk membaca surat yang panjang yaitu terjadi kasus mu`adz menjadi imam pada kaumnya.

6. Shalat lail. Terkadang beliau mengeraskan suaranya dan kadang melirihkannya. Terkadang beliau membaca surah pendek dan terkadang membaca surah pendek. Bahkan beliau juga pernah membaca surat yang sangat panjang.

7. Shalat dua hari raya. Beliau membaca surah al- a`ala pada rakaat pertama dan surah al - ghasiyah pada rakaat yang kedua.

8. Shalat jenazah. Menurut sunnah pada shalat jenazah di baca satu surah dengan tidak bersuara setelah surat al - fatihah. pada takbir pertama.

q) Membaca dengan tartil dan suara bagus.

Nabi membaca al- quran dengan tartil tidak lambat tetapi juga tidak cepat. Sebagaimana diperintahkan oleh allah dan beliau juga mambaca satu persatu kalimat sehingga satu surah di baca lebih lama dari pada kalau di baca biasa tanpa dilagukan.

r) Membetulkan bacaan imam

Nabi memerintahkan membetulkan bacaan imam bila imam keliru dalam membaca.

s) Membaca ta`awudz dan meludah ketika shalat untuk menghilangkan keraguan

Di dalam hadits disebutkan bahwa utsman bin abu ash berkata kepada nabi bahwa dalam shalat nya ada setan yang telah menggangunya, ketika ia membaca bacaan dalam shalat .sehingga, bacaanya menjadi kacau. Rasulullah pun bersabda bahwa setan itu bernama khinzib, jika kamu merasakan gangguannya di dalam shalat. maka bacalah taawudz dan meludahlah ke sebelah kiri tiga kali. Kemudian ia pun mlelakukannya dan allah pun menghilangkan keraguan didalam dirinya.

17.ruku`.

Setelah membaca al qur`an lalu rasulullah berhenti sejenak kemudian beliau mengangkat tangan kanan dan kirinya lalu beliau mengucapkan allahu akbar. Lalu ruku`.

Cara ruku` adalah:

1.nabi meletakkan telapak tangannya pada kedua lututnya. Beliau pun merenggangkan jari- jarinya. Dan beliau tenang sampai ruas belakangnya mantap di tempatnya.

2.wajib tenang dalam ruku`.

Beliau pernah bersabda dalam haditsnya beliau pernah melihat seseorang yang ruku` dengan tidak sempurna dan sujud seperti burung mematuk, lalu bersabda kalau orang ini mati dalam keadaan seperti itu. maka, ia mati di luar agama Muhammad, yaitu orang yang sujud dan rukuk nya cepat seperti orang kelaparan memakan sebiji atau dua biji kurma yang tidak mengenyangkannya.

Beliau juga pernah bersabda: pencuri yang paling jahat yaitu orang yang melakukan pencurian dalam shalatnya . para sahabat pun bertanya : wahai rasulullah bagaimana yang dikatakan mencuri dalam shalat itu ? sabdanya : yaitu tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya.

18.Berdiri i`tidal dan do`anya.

Nabi bangkit dari ruku` sambil mengucapkan(سمع الله لمن حمده )

Ketika i`tidal beliau berdiri lurus sampai setiap ruas tulang belakangnya kembali pada tempatnya kemudian sambil berdiri mengucapkanربنا (و)لك الحمد :

Nabi beri`tidal selama hampir sama dengan saat ruku`. Nabi pun menyuruh tuma`ninah ketika i`tidal.

19. Sujud

nabi menyuruh takbir ketika turun untuk sujud. beliau mengucapkan takbir dan merenggangkan tangannya dari lambungnya kemudian sujud.

Cara – cara sujud:

1. turun sujud mendahulukandua tangan sebelum melatakan kedua lututnya.dan kita dilarang turun sebagaiman turunnya unta tetapi hendaklah meletakkan kedua tangan sebelum kedua lutut. Serta merapatkan jari – jari.dan menghadapkannya kea rah kiblat.

2. meletekkan wajah ke tanah dan meletakkan pula kedua tangan dan mengangkat pula kedua nya.

3. Dan beliau melatakkan sejajar dengan kedua bahunya.

4. Neliau menekankan kedua hidung dan dahinya ke tanah.

5. Menekan kedua lutut dan bagian depan kedua telapak kaki ke tanah serta meng hadapkan punggung kedua kakinya dan ujung – ujung jari kaki ke kiblatl. Serta merapatkan kedua telapak kakinya.

6. Wajib tuma`ninah.

7. duduk istirahat

8. Bertumpu pada tangan pada saat bangkit kerakaat berikutnya.

Inilah tujuh anggot badan yang dipergunakan oleh nabi untuk bersujud yaitu dua telapak tangan, dua lutut, dua telapak kaki, kening, dan hidung. Dua anggota badan terakhir di anggap satu dalam melakukan sujud. Yaitu kaning dan hidung. Dan nabi menyuruh ruku ` dan sujud dengan sempurna dan tuma`ninah dan mengimpamalkan orang yang tidak mlakukan ini sebagaiman orang yang sedang kelaparan ia nakan sebutir atau dua butir kurmayang sedilitpun tidak mengenyangkan.

Beliau menyatakann bahwa orang yang sujud dan rukuk yang tidak meluruskan tulang belakangnya shalatnya batal.

20.Kewajiban membaca al fatihah pada setiap rakaat

Nabi memerintahkan untuk membaca surat al- fatihah, pada setiap rakaat dalam shalatnya.

21.Tasyahud awal

1. Duduk tasyahud

Nabi duduk tasyahud setelah rakaat kedua, bila shalat yang dilakukanya hanya shalat yang dua rakaat, seperti shalat shubuh beliau duduk iftirasyh (duduk diatas telapak kaki kiri yang dihamparkan dan telapak kaki kananya ditegakkan). yaitu ketika seperti duduk diantara dua sujud. Begitulah cara duduk tasyahud awal dalam shalat tiga rakaat atau empat rakaat.

2. menggerakkan jari telunjuk.

Ketika beliau mengacungkan jari telunjuknya ibu jarinya memegang jari tengah. Terkadang ibu jari dan jari tengahnya membuat bulatan (saedang telunjukknya tetap dibulatkan)

3.kewajiban duduk tasyahud awal dan membaca do`a

Nabi membaca tahiyyat pada setiap dua rakaat. Dan jika beliau lupa dalam membaca tahiyyat maka beliau melakukan sujud sahwi.

22. Shalawat nabi ,tempat dan lafadhnya

Nabi membaca shalawat untuk dirinya pada tasyahud awal dan lainnya.

Manfaat penting shalawat nabi:

1. bahwa lafadh- lafadh shalawat nabi pada umumnya menyebut nama ibrahim di sertai menyebut keluarganya, hanya saja ada yng menyebutkan ………….. sebagaimana engkau memberi rahmat kepada keluarga Ibrahim. Hal ini disebabkan karena kata keluarga dalam bahasa arab sudah mencakup yang bersangkutan dan orang – orang yang terkait dengan dirinya . dan menurut ibnu abbas nabi muhammad adalah salah seorang anggota keluarga nabi Ibrahim termasuk kedalamnya begitu juga mereka yang jadi nabi, namun, sesungguhnya masuknya nabi muhammad ke dalam kategori keluarganya adalah lebih utama.

2. berbagai macam bentuk shalawat adalah untuk keluarga nabi para istri dan keturunan beliau.dan idak mengikuti sunnah nabi oarng yang membaca shalawat. hanya dengan mengucapkan

اللهم صلى على محمد

3.tidak ada kata sayyid sebalum kata muhamada dan brahim. Dan ini tidak ada tuntutan untuk membacanya. Imam ibnu hajar pernah ditanya oleh orang tentang bacaan tersebut, beliau pun menjawab untuk mmbaca shalawat sesuai dengan perintah al-hadits janganlah ada orang yang sampai mengatakan bahwa nabi tidak mengatakannya karena sikap rendah hati saja .

Namun, imam syafi`I berpendapat baik orang yang mengucapkannya atau tidak ada orang yang mengucapkannya beliau tetap mendapat rahmat. Nabi pun senang berdoa dengan menggunakan kata – kata yang pendek tapi isinya sangat luas.

4. bahwa bentuk shalawat yang baik adalah sebagaimana nomor satu dan nomor empat yang pernah diajarkan oleh rasulullah kepada sahabatnya. Dengan alasan bahwa nabi shalat semacam itulah yang terbaik dan nabi juga tidak lagi memberikan tambahan yang lain kepada mereka.

5.menggabungkan berbagai macam bentuk shalawat menjadi satu adalah hal yang tidak benar.

23. Bangkit kerakaat ketiga dan keempat

Nabi bangkit kerakaat ketiga seraya mengucapkan takbir. Beliau duduk tegak di atas kaki kirinya sampai ruas tulang belakangnya mapan ditempatnya kemudian beliau bangkit yang bertumpu dengan tanganya.

24. Membaca qunut nazilah pada shalat lima waktu

Nabi membaca qunut pada setiap shalat wajib. Tetapi, hanya beliau lakukan bila untuk memohon kebaikan atau malapetaka untuk suatu kaum. Yaitu berada pada rakaat terakhir setelah bangkit dari ruku` yaitu setelah mengucapkan do`a “samiallahuliman hamidah..., allahumma rabbana walaakal hamdu”. seraya mengangkat kedua tangannya dan diaminkan oleh para makmumnya.

25. Membaca qunut witir

Nabi terkadang membaca qunut dalam shalat witir. Beliau melakukannya sebelum ruku`.

26. Tasyahud akhir dan kewajiban membacanya

Setelah rakaat keempat nabi duduk tasyahud akhir, dalam tasyahud ini pun beliau menyuruh untuk duduk seperti dalam bacaan tasyahud awal. Tetapi bedanya pada tasyahud akhir ini beliau duduk tawaruk yaitu pantat kiri beliau menempel ke tanah, kaki kiri dan kanan berada pada satu sisi, yaitu sisi kanan dan menjadikan kaki kirinya berasa dibawah paha dan betis kaki kananya serta menegakkan telapak kaki kananya. Namun, kadang menghamparkannya. Beliau menangkupkan telapak tangan kiri pada lutut kirinya sambil bertumpu padanya.

27. Do`a sebelum salam dan macam-macam lafadhnya.

Dalam melakukan shalat nabi menyuruh mengucapkan berbagai do`a, terkadang membaca do`a ini dan terkadang membaca doa yang lain serta beliau membenarkan bacaan do`a – do`a yang lain . beliau menyuruh orang melakukan shalat untuk membaca do`a sesuai dengan keinginannya.

28.Mengucapkan salam

Nabi mengucapkan salam dengan berpaling kearah kanan, seraya mengucapkan “asalamualaikum wa rahmatullah”, sehingga terlihat pipi kanannya yang putih dan berpaling kekiri seraya mengucapkan “assalamualaikunm warahmatullah” sehingga terlihat pipi kirinya yang putih. nabi melarang untuk tidak menggerakkan tangan kanan ketika menoleh kekanan dan menggerakkan tangan kiri ke kiri ketika menoleh kekiri karena hal ini seperti gerakan ekor kuda yang lari terbirit – birit di kejar binatang buas. mengakhiri shalat dengan salam adalah kewajiban.

Demikian tadi dari beberapa sifat - sifat shalat yang pemakalah dapat presentasikan pada kesmpatan kali ini.

BAB III

PENUTUP

3.1.Kesimpulan

Macam – macam sifat dan gerakan shalat diantaranya yaitu:

1.takbir

2.menagangkat kedua tangan

3.bersedekap di dada

4.memandang tempat sujud dan khusyu`.

5.doa-doa iftitah.

6.membaca ta`awudz.

7.membaca al-fatihah.

8.al-fatihah sebagai rukun dan keutamaannya.

9.bacaan makmum

10.imam membaca amin dengan keras.

11.bacaan setelah al- fatihah.

12.membaca al fatihah dan surah dengan suara keras atau lirih.

13.bacaan – bacaan nabi dalam shalat.

14.membaca dengan tartil dan suara bagus.

15.Membetulkan bacaan imam

16.membaca ta`awudz dan meludah ketika shalat untuk menghilangkan keraguan

17.ruku`.

18.Berdiri i`tidal dan do`anya.

19.Sujud

20.Kewajiban membaca al fatihah pada setiap rakaat

21.Tasyahud awal

22.Shalawat nabi ,tempat dan lafadhnya

23.Bangkit kerakaat ketiga dan keempat

24.Membaca qunut nazilah pada shalat lima waktu

25.Membaca qunut wititr

26.Tasyahud akhir dan kewajiban membacanya

27.Do`a sebelum salam dan macam-maam lafadhnya.

28.Mengucapkan salam.

3.2.Kritik dan saran

Dalam makalah ini pasti terdapat banyak kesalahan dan kekurangan dan tak mungkin pemakalah sebutkan semua kesalahan dan kekurangan tersebut, maka dari itu, pemakalah mohon kritik dan saran yang membangun untuk dapat memperbaiki makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Nashiruddin muhammad al albani, sifat shalat nabi, maktabah al- ma-arif . Riyadh 2000.

0 komentar:

Poskan Komentar