Minggu, 10 April 2011

Pendidikan Islam Pada Masa Rasulullah

Oleh : Tain, Afida, Ida

A. Maksud Pendidikan Islam Pada Masa Rosululloh Saw

Pendidikan islam pada masa rosululloh merupakan model pertama yang terus menerus di kembangkan umat islam untuk kepentingan pendidikan pad azamannya. Nabi muhammad melakukan pendidikan setelah menerima perintah dari alloh sebagaimana termaktub dalam surat al- muddatsir ayat 1-7, menyuruh yang berarti mengajak , dan mengajak berarti mendidik. Pada masa awal pendidikan islam, tentu saja pendidikan formal yang sistematis belum terselengara dan pendidikan formal baru muncul masa belakangan yakni dengan kebangkitan madrasah. Permulaan pendidikan islam bisa di temukan pada masa rosululloh. Nabi muhammad menyiarkan konsep perubahan radikal, hubungan dan sikap masyarakat arab yan menjadi mapan pada saat ini. Perubahan itu sejalan dengan ajaran islam yang memrlukan kreativitas secara kelembagaan ubtuk meneruskan kelangsungan dan perkembanagan islam.

Pendidikan islam di maksudkan sebagai pembudayaan ajaran islam yaitu dengan memasukkannya dan menjadikannya sebagai unsur budaya arab dan menyatu kedalamnya. Dengan pembudayaan agama islam kedalam sestem dan linkungan budaya bangsa arab tersebut. Maka terbentuklah sistem ajaran islam dalam budaya bangsa arab. Dalam proses pembudayaan ajaran islam ke dalam linkungan budaya bangsa arab, berlansung dengan beberapa cara:

1. Islam mendatangkan bersifat memperkaya dan melengkapi unsur budaya yang telah ada dengan menambahkan yang baru. Misalnya alqur’an yang di turunkan kepada nabi muhammad. Pada masa sebelum alqur’an di turunkan , bangsa arab memiliki tinkat seni yang sangat tinggi berupa syair. Sehingga memebuat orang- orang bangsa arab begitu bangga membaca syair yang mereka buat. Setelah di turunkan alqur’an yang memiliki tingkat yang lebih tinggi. Bansa arab merasa bahwa pengetahuan sastra mereka telah di perkaya dan di sempurnakan.

2. Islam mendatangkan ajaran yang bersifat meluruskan kemblai ajaran yang telah menyimpang dari ajaran aslinya. Hal ini dimisalkan dengan ajaran tauhid. Sebelim islam dtang bangsa arab menyembah berhala untuk menyembah tuhan mereka. Sehingga mereka hanya mengadakan hubungan kepda berhala dalam kehidupan keseharian mereka. Namun setelah islam datang, islam mengajarkan umat manusia untuk menyembah kepada alloh dan melakukan hubungan kepada alloh dlam kehidupan sehari-hari.

3. Islam datang dengan ajaran yang sangat betentangan sekali dengan unsur budaya yang telah ada sebelumnya dan sudah menjadi adta istiadat. Si sini rosululloh sngat berhati-hati untuk merubah kebudayaan bangsa arab yang sebelumnya banyak perbudakan, perjudian minum minuman keras menjadi budaya bersih dari hal tersebut.

4. Islam mendatngkan ajara baru yang belum ada sebelumnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan perkembangan kebudayaan.

5. Islam tidak merubah kebudayaan yang telah ada, denagn tidak mengabaikan pembibitan unsur-unsur ajaran islam kedalamnya.

B. Tahap Pelaksanaan Pendidikan Pembinaan Islam Pada Masa Rosululloh

Tahap pelaksanaan pembinaan pendidikan islam pada masa rosululloh di bedakan menjadi 2 tahap, baik dari segi waktu dan tempat penyelenggaraannya maupun dari segi isi dan materi pendidikan yaitu:

1. Pelaksanaan pendidikan islam di makkah

Nabi muhammad mulai menerima wahyu dari alloh swt sebagai petunjuk dan mendapatkan intruksi untuk malaksanakan tugasnya. Yakni denagn turunnya surat al ’alaq yang kemudian di susul suarat al muddatsir yang mana kedua wahyu tersebut memberi perintah dan petunjuk kepada beliau tentang apa yang harus di lakukan, baik terhadap dirinya sendiri maupun terhadap umatnya. Itulah petunjuk awal agar beliau memberikan peringatan kepada umatnya. Kemudian materi tersebut di turunkan secara berangsur- angsur, sedikit demi sedikit. Setiap kali beliau menerima wahyu, segera ia menyampaikan kepada umatnya.

Di samping itu beliau telah mendidik umatnya secara bertahap. Beliau mulai senagn keluarga dekatnya, yang pada mulanya seacra sembunyi-sembunyi. Yaitu istrinya sendiri(siti khodijah). Kemudian di ikuti oleh anak angkatnya(ali bin abi tholib), pembantunya(zaid bin tsabit), sahabat karibnya (abu bakar assyidiq) yang segera menerima ajarannya. Dan di susul assabiqunal awwalun. Dan mereka dididik secara lansung oleh nabi untuk menjadi muslim dan siap menerima dan melaksanakan petunjuk dari alloh swt yang akan turun kemudian. Pada tahap awal ini, pusat kegiatan islam tersebut di selenggarakan secara tersembunyi di rumah arqam bin al arqam. Dan keadaan deikian itu berlangsung selama 3 tahun. Sampai akhirnya turun petunjuk dan perintah dari alloh agar nabi memberikan pendidikan secara terbuka :

”Maka sampaikanlah olehmu secara terang terangan segala apa yang telah diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang musyrik”(QS. Al-Hijr 94)

÷íyô¹$$sù $yJÎ/ ãtB÷sè? óÚ̍ôãr&ur Ç`tã tûüÏ.ÎŽô³ßJø9$# ÇÒÍÈ

Dengan turunnya perintah tersebut, maka muhammad mulai memberikan pengajaran kepada umatnya secara terbuka dan meluas, bukan hanya di linkungan keluarga dan sahabat, juga juag penduduk di luar makkah, terutama mereka yang baru datang ke makkah, baik dlam rangka haji maupun dalm perdagangan. Dengan demikian tantangan yang di hadapi nabi pun semakin terbuka pula. Tapi semua itu di hadapi oleh nabi dengan sabar, penuh keyakianan bahwa alloh akan selalu memberikan petunjuk dan pertolongan untuk menghadapi semua tantangan tersebut.

Adapun intisari dari pada ajaran di makkah adalah pendidikan agama dan ahklak serta menagnjurkan umatnya agar supaya menggunakan akal pikirannya memperhatikan kejadian manusia, hewan , tumbuh-tumbuhan dalam alam semesta.sebagai anjuran terhadap pendidikan aqliyah dan ilmiyah.sehingga dapat di katakna bahwa ciri pendidikan islam di makkah adalah yang bertitik beratkan kepada penanaman nilai-nialai tauhid ke dalam setiap indivudu muslim, agar dari jiwa mereka terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan tingkah laku sehari- hari.

2. Pelaksanaan pendidikan islam di makkah

Setiap nabi serta sahabat-sahabatnya(muhajirin) hijarah ke Madinah usaha nabi yang pertama adalah mendirikan masjid. Bersama sahabatnya nabi membangun masjid, serta di samping masjid didirikan rumah tempat tinggal nabi. Di salah penjuru masjid didirikan rumah untuk kaum miskin yang tidak memiliki tempat tinggal.

Setelah selesai membangun tempat itu, maka di masjid itulah nabi mendirikan shaolat berjam’ah. Bahkan di masjid itulah nabi membacakan alqur’an dan memberiakn pendidikan, pengajaran serta juga di buat musyawarah oleh nabi dan para sahabatnya.

Sehingga kegiatan yang di laksankan oleh nabi bersama umat islam pada masa itu dalam rangka pendidikan sosial dan politik yakni:

a. Nabi muhammad mengigkis habis sisa- sisa permusuhan antar suku denagn mengikat tali persaudaraan baik antara muhajirin dengan muhajirin maupun muhajirin denagn anshor.

b. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari nabi mihammad menganjurkan kaum muhajirin agar bekerja sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

c. Untuk menjalin kerja sama dan saling tolong menolong dalam rangka membentuk tata kehidupan masyarakat yang adil dan makmur, turunlah syari’at dan zakat dan puasa yang merupakan pendidikan bagi masyarakat dalam tanggung jawab jawab sosial baik secara material maupun moral.

d. Di syari’atkan media komonikasi berdasarkan wahyu yaitu sholat ysng di laksanakan secara berja’maah dan adzan. Karena di dlamnya juga ada khotbah dari nabi. Sholat berjamaah ternyata telah memupuk solidaritas yang sangat tinggi dalam menagani masalah maslah bersama .

Sehingga dapat di katakan bahwasanya pembinaan pendidikan di madinah hakikatnya merupakan kelanjutan pendidikan tauhid di makkah. Yaitu pendidikan dalam bidang sosial dan politik agar di jiwai dengan ajaran tauhid, sehingga tingkah laku sosial politiknya merupakan cermin dan pantulan sinar tauhid tersebut .

2 komentar:

aza mengatakan...

DAFTAR PUSTAKANYA KO G D KASIH TOO GMANA SY

HADHARA RIZKA mengatakan...

http://pandidikan.blogspot.com/2011/04/pendidikan-islam-pada-masa-rasulullah.html

posting menarik

Poskan Komentar