Minggu, 10 April 2011

Al - Qur`an, Nama dan Sifat-Sifatnya

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Alqur`an adalah salah satu mu`jizat dari sekian banyak nya mukjizat yang dianugerahkan allah kepada hamba pilihan. Seperti nabi sulaiman yang bise baericara dengan binatang, nabi musa yang mana dengan tongkatnya bias membelah lautan, nabi Ibrahim yang tahan dan merasakan panasanya api dengan kedinginan tanpa rasa panas sedikitpun, namun mukjizat yang paling agung dari semuanya adlah al qur`an mu`jizat yang diberiakn oleh allah kepada nabi Muhammad, nabi akhir zaman.

Namun sebagai orang islam dan mukmin yang sejati.sudahkah kita semua mengetahui dan memahami apakah itu alqur`an dan sejarah nya sehingga kita semua dapat melihat dan membacanya di setiap hari bahkan memeluk erat seakan kita bersandar dan berkata dengan dzat pembuat segalanya?

Maka dari itu pada kesempatan kali ini pemakalah ingin membahas sekilas tentang sejarah al qur`an yaitu tentang sejarah pengumpulannya yang dimulai setelah wafatnya nabi Muhammad saw. Yaitu pada masa abu bakar asshidiq sampai khalifah utsman bin affan.

Semoga dengan adanya penulisan makalah ini, kita semua paham dan mengerti akan sejarah al qur`an dengan baik benar,sehingga kita pun dapat membacanya dengan penuh khidmat dan khusyuk serta tadabbur akan makna yang terkandung didalamnya. Dan tak ada lagi orang yang mengatakan bahwa ada kitab lain selain dari kitab suci alqur`an dan kitapun dapat membantahnya dengan sejarah yang diambil dari sumber - sumber yang terpercaya. Baik dari kalangan dari ahmadiyah msalkan atau dari l\kelmpok orientalis la yang hafal al qu`ran tapi mempunyai tujuan yang salah: menghancurkan isi dan menjerumuskan umat islam .bahkan meniadakannya di muka bumi Ini.

Maka dari itu, sekarang lah saatnya kita sebagiai generasi pejuang dan penerus untuk terus mempertahankan kesucian dan kemurnian al – qur`an dengan terus mempelajarinya dan mengetaehu sssejarah –sejarahnya.

1.2. Rumusan Masalah

Dalam pembahasan ini maka terdapat sebuah batasan masalah sebagai berikut:

a) Bagaimanakah al - qur`an, nama dan sifat-sifatnya?

b) Bagaimanakah proses turunnya al qur`an itu?

c) Bagaimanakah proses pengumpulan al –qur`an?

d) Bagaimanakah pendapat ulama` tentang rasmul utsmani?

e) Bagaimanakah proses perbaikan rasmul utsmani?

1.3. Tujuan Dan Manfaat

Adapun makalah ini bertujuan :

1) Mempermudah dalam memahami akan sejarah al qur`an dengan baik benar,sehingga kita pun dapat membacanya dengan penuh khidmat dan khusyuk serta tadabbur akan makna yang terkandung didalamnya.

2) Menjadikan insan masa kini yang selalu berpegang teguh akan ajaran agamanya

3) Menjadikan al –qur`an sebagai pegangan hidup yang haqiqi.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Al Qur`An, Nama Dan Sifat-Sifatnya

Al qur`an secara bahasa adalah masdar yang sama artinya dengan kata qira`ah. Yaitu dari kata قران Dari wazan فعلان dengan di baca dhommah fa` fiilnya.

Sedangkan secara istilah al qur`an adalah kalamullah yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Yang di tulis di mushaf – mushaf yang diturunkan secara mmutawatir melalui parantaraan malaikat jibril serta dapat pahala orang yang membacanya.

Al qur`an mempunyai nama – nama lain selain al qu`ran itu sendiri; seperti:

1) Al kitab

2) Adz dikr.

3) Al furqon.

Di samping nama- nama tersebut di atas al qu`ran juga mempunyai sifat sifat seperti:

1. An nur

2. Mubin

3. Huda

4. Syifa

5. Rahmah

6. Mauidlhoh

7. Basyir

8. Nadzir

9. Mubarok

2.2. Proses Turunnya Al Qur`An.

Adapun Menurut pendapat dari beberapa ulama` bahwa al qur`an itu di turunkan melalui tiga proses tinagkatan; yaitu:

1. penurunan yang pertama; yaitu penurunan al - qur`an ke lauhul mahfud denagn cara dan waktu yang tidak diketahui kecuali allah dan yang dikehendakinya dari mahluk-Nya. Adapun proses penurunan al qur`an pada waktu itu langsung secara global dan seluruhnya tidak secara terpisah – pisah.

2. penurunan yang kedua: yaitu penurunan al-qur`an dari lauhul mahfudz ke baitul izzah yang berada di langit dunia.adapun penurunanya pun pada satu malam yang dinamakan dengan malam lailatul qadar yaitu salah satu malam yang ada pada bulan ramadhan. Adapun proses penurunan al qur`an yang kedua ini juga sama dengan proses penurunan yang pertama yaitu secara langsung atau global dan seluruhnya tidak secara terpisah – pisah.

3. penurunan yang ketiga :atau penurunan dari tingkatan terakhir yaitu penurunan al-qur`an dari baitul izzah yang berada di langit dunia ke dunia yang tepatnya dihati sorang nabi yang terdapat tanda kenabian yaitu nabi dan rasul terakhir yang tidak ada rasul dan nabi lain setelahnya. Yaitu nabi Muhammad saw.dengan perantaraan malaikat jibril .adapun penurunanya pun membutuhkan proses selama kurang lebih dua puluh tiga tahun, secara terpisah – pisah sesuia dengan kebutuhan – kebutuhan nabi Muhammad saw.

2.3. Proses Pengumpulan Al –Qur`an

Proses pengumpulan al –qur`an adalah mempunyai dua pengertian yaitu:

1. Pengumpulan berarti penjagaan, yaitu pengumplan al- qur`an dan menjaganya. Sesuai dengan ayat al-qur`an:

2. Pengumpulan berarti penulisan al-qur`an secara menyuluruh di mushaf- mushaf yang terdapat kumpulan – kumpulan dari surat- surat serta ayat- ayat seluruhnya.

Menurut beberapa pendapat ulama` proses pengumpulan al – qur`an ini memiliki tiga periode atau tiga masa, yaitu:

1. proses pengumpulan pada masa rasulullah saw.

Pada masa rasulullah saw. Terdapat dua proses pengumpulan dan penjagaan; yaitu:

a. proses pengumpulan dan penjagaan semua hafalan ada di hati dan dada. Adapun orang yang pertama kali hafal al-qur`an adalah nabi mumahmmad saw. Kemudian dihafal oleh para sahabat .

sehingga pada masa nabi para penghafl qur`an yang berjumlah tujuh puluh orang terbunuh, sehingga para sahabat pun menjaga hafalannya pada sekolah – sekolah al – qur`an dan menjga dan membacanya pada malam harinya. Dan pada waktu itu nanbi pun memberri semanagat kepada mereka dan mendengarkan sera mneyimak bacaan al quran dari para sahabat.

b. proses pengumpulan atau penjagaan dengan cara penulisan di bebereapa lembaran.

Pada masa itu ketika wahyu turun, rasulullah saw menyuruh dan menunjukkan para sahabat untuk menulisnya sesuai dengan tempat surat-surat nya , adapun sahabat- sahabt yang di suruh untuk menulisnya adalah sahabat ali bin abi thalib, ubay bin ka`ab, zaid bin tsabit dan mu`awiyah. Namun ada juga asebagian para sahabat yang mulai menulisnya di pelepah – pelepah kurma, tulang – tulang tanpa perintah dari nabi Muhammad saw, sehingga para sahabat pun menyetorkan hafalan yang ada di hati meraeka dan tulisan – tulisan dengan huruf huruf sab`ah pada di lembaran – lembaran kepada rasulullah saw. Sehingga pada masa setelah rasulullah saw wafat , al-qur`an sudah dihafal di dalam hati dan tertulis dalam lembaran- lembaran dari elepah kurma tulang dan lain lain. Namun al –qur`an beum terkumpulkan menjadi satu mushaf dan tersusun ayat ayat dan surat – surat nya. Dan inilah yuang dinamakn dengan pengumpulan pada periode pertama.

2. proses pengumpulan pada masa kahalifah abu bakar as- shidiq.

Pada masa khalifah abu bakar as shidiq, beliau menghadapi masalah yang sangat besar pada pemerintahnnya yakni masalah – maalah baru tentang pemurtadan orang – orang islam yang msih lemah imannya pasca wafatnya rasululah saw., beliau pun menyiapkna tentaranya untuk memerangi mereka yang sudah keluar dari rel – rel agama islam. Sehingga banyak umat islam yang mati dalam peperangan sebagaimana banyak penghafal qur`an yang mati syahid dalam peperangan tersebut, sehingga muncullah inisiatif dari umar bin khttob untuk mengumpulkan al qur`an menjadi satu kepada khalifah abu bakar as shidiq karena dikhawatirkan akan hilangnya al –qur`an. Pada awalnya abu bakar pun menolak dengan alas an hal tersebut tidak pernah dilakukan pada zaman rasulullah ; sayyidikna umar pun menjawab bahwa hal trsebut demiallah hal tersebut adaklah hal yan baik, sehingga umar pun terus berusaha untuk melobi abu bakar shiddiq. Dan akhirnya beliau pun mengiyakan dan mengamini hal tersebut ataz izin allah; dan beliau menyuruh zaid bin tsabit untuk mengumpulkannya demi terjaganya kiyab suci al – qur`an.

zaid bin tsabit pun memulai untuk mengumppulkan tulisan – tulisan al qur`an yang di tulis di pelepah – pelepah kurmab dan lembaran – lembaran dan tak lupa juga dari hafalan – hafalan yang tersimpan di hati para sahabat – sahabt yang hafal al -qur`an. Dengan cara ; mendengarkan dari sahabat – sahabatyang tidak cukup drngan sstu orang saja melainkan mendatangkan dua orang msebagai saksi sebagi ipemantap dalam proses pengumpulan. Dengan hal inilah al-qur`an terkumpul dalam tatanan surat dan ayat yang terdapat ahrufus sab`ah.

Dan setelah wafatnya beliau, mushaf ini di pindahkan kepada khalifah umar bin khattab. Adapun diteruskan ke hafsah binti umar setelah wafatnya beliau. Dan inilah yang dinamakan dengan proses pengumpulan al – qur`an pada periode ke dua.

3. proses pengumpulan pada masa khalifah utsman bin affan.

Awal mula pengumpulan atau dinamakan dengan mushaf utsmani Karen adanya perbedaaan bacaan yang belum di nasakh pada mushaf sebelumnya. Yang manapenduduk suatu negeri membaca sesuia dengan dialek nya masing – masing. Sehingga menimbulkan perbedaan dn kekufuran yang buruk akibatnya terhadap perkembangan islam pada masa itu; sehingga khalifah usman bin affan meminta khafsah untuk mengirimi mushaf yang ada pada beliau untuk di nasakh oleh sayyidina usamn kemudian mengembaikannya lagi.Zaid bin tsabit pun ditunjuk aoleh beliau sebagai pemimpin penaskhan mushaf tersebut denagn menyuruh tiga kelompok dari orang – orang quraiys.

Sayidina utsman selalu mengawasi proses tersebut dengan memberitahukan bahwa jika ada perselisihan dalam bacaan antara zaid bin tsabit dan tiga kelompok quraisy tersebut maka bacaanya pun harus dikembalikan pada lisan quraisy karena sesungguhnay al –qur`an diturunkan dengan lisan mereka.dan akhirnya jadilah mushaf tersebut dengan mushaful utsmani yang mana bacaan yang berbeda beda dapat di minimalisir dan sehingga hanya menjadi satu bacaan saja. Dengan meninggalkan enam bacaan yang ada. Kemuidian belaiu pun mengembalikan mushaf tersebut kepada hafsah dan konflik pun dapat di atasai oleh sayyidina utsman dengan menyamakan bacaan al quran menjadi satu.yang dinamakn dengan mushaf utsmani. Inilah pe\roses pengumpulan ketiga pada khalifah utsman.

2.4. Pendapat Ulama` Tentang Rasmul Utsmani

Dalam menanggapi mushaf utsmani ada tiga pengdapat; yaitu:

1) pendapat yang pertama; wajib di ikuti dan tidak boleh di lawan dan inkari.dengan alas an; walaupun hal itu tuidak hal tauqifi dari nabi tapi hal yang telah diridhoi oleh syyidina utsman demi kepentingan umat.

2) pendapat yangkedua; boleh tidak mengikutinya karena hal tersebut tidak tauqui dari nabi dan Cuma istilahi. Yaitu pendapat ibnu khaldun dan abu bakar al baqilani.

3) pendapat yang ketiga; wajib mengikutinya dan tidak boleh mengingkarinya. Karena hal tersebut adalah tauqifi dari nabi Muhammad saw dan tidak prubahan dan pergantian . hal ini dalh pendapat dari kebanyakan madzhab ulama`.

2.5. Proses Perbaikan Rasmul Utsmani

Adapun mushaf utsmani mereupakan mushaf yang masih sepi dari yang namanya titik syakal yang asih berpegang teguh terhadap gaya arab yang tidak membutuhkan terhadap hal semacam ini, hal ini berlangsung sampai dating dan msuknya bahasa ajam yang saling bercampur. Sehingga perbaikan terhadap mushaf utsman pun muncul dengan pembenahan dan pemberian titik dan syakal agar mempermudah dalam pembacaan yang benar.

Ulama` berbeda pendapat terhadap orang petama kali yang member syakal dan harakat tersebut. Ada yeng berpendapat bahwa yang member tanda tersebut edalah abu aswad adduali dan ada pula yang mengatakan hasan al basri.

Adapun syakal pada awalnya adalah berupa titik,yaitu ; harakat fathah berupa titik yang berada di permulaan huruf; harakat dhammah berupa titik yang berada di akhir huruf. Adpun harakat kasrah berupa tanda titik dibawah huruf awal. Sehingga adanya perbaikan yaitu harakat fathah

Bentuk yang panjang di ata shuruf dan kasrsah dibawahnya.dan akhirnya adanya perbaikan dan jadilah mushaf yang indah dan jelas dibaca pada masa kini.

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Al qur`an secara bahasa adalah masdar yang sama artinya dengan kata qira`ah. Yaitu dari kata قران Dari wazan فعلان dengan di baca dhommah fa` fiilnya.

Sedangkan secara istilah al qur`an adalah kalamullah yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Yang di tulis di mushaf – mushaf yang diturunkan secara mmutawatir melalui parantaraan malaikat jibril serta dapat pahala orang yang membacanya.

Proses pengumpulan al –qur`an adalah mempunyai dua pengertian yaitu:

1) Pengumpulan berarti penjagaan, yaitu pengumplan al- qur`an dan menjaganya. Sesuai dengan ayat al-qur`an:

2) Pengumpulan berarti penulisan al-qur`an secara menyuluruh di mushaf- mushaf yang terdapat kumpulan – kumpulan dari surat- surat serta ayat- ayat seluruhnya.

Menurut beberapa pendapat ulama` proses pengumpulan al – qur`an ini memiliki tiga periode atau tiga masa, yaitu:

1) proses pengumpulan pada masa rasulullah saw.

2) proses pengumpulan pada masa kahalifah abu bakar as- shidiq.

3) proses pengumpulan pada masa khalifah utsman bin affan

3.2. Kritik Dan Saran

Dalam makalah ini pasti terdapat banyak kesalahan dan kekurangan dan tak mungkin pemakalah sebutkan semua kesalahan dan kekurangan tersebut, maka dari itu, pemakalah mohon kritik dan saran yang membangun untuk dapat memperbaiki makalah selanjutnya.

0 komentar:

Poskan Komentar