TEKS

SELAMAT DATANG DAN JANGAN LUPA ISI BUKU TAMU & KOMENTAR YA.....

Friday, September 23, 2011

JERUME BRUNER DAN TEORI DISCOVERY LEARNING (KOGNITIF)


By: Evi, Tia, Lidia, Dhifa, & Jack
A. Beografi Jerome Bruner
Jerome Bruner dilahirkan di Amerika serikat, yang menjadikan dasar idenya adalah pendapat Piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif dalam belajar dikelas. Maka dari itu Bruner memakai cara dengan apa yang disebut Discovery Learning yaitu dimana murid mengorganisasi bahan yang dipelajari dengan satu bentuk akhir. Prosedur ini berbeda dengan Receptiaon Learning atau Expository teaching dimana guru menerangkan semua informasi dan murid harus mempelajari semua bahan dan informasi tersebut.
B. Pengertian Discovery Learing
Istilah discovery Learning sering diartikan Inquiry Training atau Problem Solving dan ketiganya sering dipakai secara bergantian. Akan tetapi Jonson membedakan bahwa inti dari discovery learning yaitu usaha untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang lebih dalam dari pada Inquiry.
Pengertian discovery learning menurut Jerome Bruner adalah metode belajar yang mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan dan menarik kesimpulan dari prinsip-prinsip umum praktis contoh pengalaman.
Dan yang menjadi dasar ide J. Bruner ialah pendapat dari piaget yang menyatakan bahwa anak harus berperan secara aktif didalam belajar di kelas. Untuk itu burner memakai cara dengan apa yang disebutnya discovery learning, yaitu dimana murid mengorganisasikan bahan yang dipelajari dengan suatu bentuk akhir.
C. Jurme Bruner dengan teori Doscovery Learningnya
Dalam psikologi kognitif peserta didik merupakan prosesor informasi yang aktif yang mana proses informasi tersebut merupakan kebutuhan untuk menyederhanakan dan merasionalisasikan proses perolehan pengetahuan dari lingkungan karena keterbatasan peran guru dalam kegiatan belajar mengajar, disamping itu peserta didik tidak diberikan materi secara langsung akan tetapi mereka mengorganisasikan sendiri.
Jerume dalam mengembangkan konsep kognitif muncul dari pemahaman bahwa proses belajar adalah adanya pengaruh kebudayaan terhadap tingkah laku individu, maka perkembangan kognitif individu terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh bagaimana cara melihat lingkungan. Tahap-tahap tersebut meliputi Enactive, Iconic, dan Symbolic.
a. Tahap Enaktive yaitu indi vidu melakukan aktifitas-aktifitas dalam memahami lingkungan sekitar, yang mana dalam memahami lingkungan sekitar dengan pengetahuan motorik
b. Tahap Iconic yaitu individu memahami objek-objek atau dunianya melalui gambar dan visualisasi verbal. Yang mana dalam memahami dunia sekitarnya dengan peruumpamaan dan perbandingan
c. Tahap Symbolic yaitu individu telah mampu memiliki ide atau gagasan abstrak yang sangat dipengaruhi oleh kemampuannya dalam berbahasa dan logika. Dalam tahap ini individu memahami lingkungan sekitar dengan mengunakan simbol.
Menurut Jerume Bruner, perkembangan kognitif individu dapat ditingkatkan melalui penyusunan materi pelajaran dan mempresentasikannya sesuai dengan tahap perkembangan individu tersebut. Penyusunan materi pelajaran dan penyajiannya dapat dimulai dari materi secara secara umum kemudian secara berkala kembali mengajarkan materi yang sama secara terperinci.
Dalam teori ini terdapat beberapa tindakan antara lain:
1. Adanya suatu kenaikan didalam potensi intelektual
2. Ganjaran intrinsik lebih ditekankan daripada ekstrinsik
3. Murid yang mempelajari bagaimana menemukan berarti murid itu menguasai metode ini
4. Murid lebih senang mengingat-ingat informasi.
D. Kelebihan dan kekurangan teori discovery learning
Kelebihan teori discovery learning
Ø Dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah (problem solving)
Ø Dapat meningkatkan motivasi
Ø Mendorong keterlibatan keaktifan siswa
Kekurangan teori discovery learning
Ø Guru merasa gagal mendeteksi masalah dan adanya kesalah fahaman antara guru dengan siswa
Ø Penciptaan kognitif berlebihan


DAFTAR PUSTAKA
Soemanto, Wasty. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Sprijono, Agus. 2006. Cooperatif Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ikhwan Al-Shafa'


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Belakangan ini banyak bermunculan karya-karya filsafat dari tokoh-tokoh islam. Bagi beberapa pihak hal ini mengejutkan mengingat adanya anggapan banyak orang tentang keengganan islam berfilsafat sejak Al Ghazali mengembangkan kritiknya terhadap filsafat dan para filosof muslim terutama Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd.
Namun anggapan seperti itu bertolak belakang mengingat banyak sekali bermunculan ahli filsafat muslim setelah Ibnu Rusyd. Kemudian untuk mengungkap ketidak cocokan Al Ghazali mengenai filsafat perlu pembahasan yang mendetail. Disini akan dipaparkan salah satu filsafat muslim yang mungkin bertentangan dengan Al Ghazali yaitu Ikhwan Al-Shafa.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana latar belakang dan keanggotaan Ikhwan Al-Shafa ?
2. Sebutkan karya-karya Ikhwan Al-Shafa ?
3. Sebutkan filsafatnya Ikhwan Al-Shafa ?
C. Tujuan Mempelajari Filsafat Ikhwan Al-Shafa
Mempelajari filsafat Ikhwan Al-Shafa mempunyai beberapa tujuan diantaranya :
1. Untuk mengetahui latar belakang dan keanggotaan Ikhwan Al-Shafa.
2. Bisa menyebutkan karya-karya Ikhwan Al-Shafa.
3. Untuk memperdalam filsafatnya Ikhwan Al- Shafa.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Lahir dan Keanggotaan
Ikhwan al-Shafa’ (Persaudaraan Suci) adalah nama kelompok pemikir Islam yang bergerak secara rahasia dari sekte Syi’ah Ismailiyah yang lahir pada abad ke 4 H (10 M) di Basrah. Kelompok ini juga menamakan dirinya Khulan al-Wafa’, Ahl al-Adl, dan Abna’ al-Hamd. Salah satu ajaran Ikwan al-Shafa adalah paham taqiyah (menyembunyikan keyakinan), paham taqiyah ini disebabkan basis kegiatannya berada ditengah-tengah masyarakat sunni yang nota bene adalah lawan ideologi dari Ikhwan al-Shafa’ (Syi’ah), kerahasiaan kelompok ini juga disebabkan oleh dukungan mereka terhadap faham mu’tazilah yang telah dihapuskan dari madzhab Negara oleh khalifah Abbasiyah al-Mutawakkil (sekte sunni). maka kaum rasionalis dicopot dari jabatan pemerintahan kemudian diusir dari Baghdad.
Berikutnya penguasa melarang mengajarkan kesusateraan, ilmu, dan filsafat. Kondisi yang tidak kondusif ini berlanjut pada khalifah-khalifah sesudahnya. Berdasarkan permasalahan itulah kelompok ini selain bergerak di bidang keilmuan juga bertendensi politik.
Pada masa khilafah Abbasiyah dikuasai Dinasti Salajikah yang berpaham sunni, gerakan kelompok ini dinilai mengganggu stabilitas keamanan dan ajaran-ajarannya dipandang sesat. Maka pada tahun 1150 Khalifah Al-Muntazid menginstruksikan agar seluruh karya filsafat Ikhwán dibakar. Hal ini disebabkan karena perbedaan ideologi antara penguasa Dinasti Salajikah yang Sunni dengan kelompok Ikhwan al-Shafa yang Syiah.
Ikhwan al-Shafa’ merupakan gerakan yang mempertahankan semangat berfilsafat khususnya dan pemikiran rasional umumnya. Tokoh terkemuka kelompok ini adalah Ahmad ibnu Abd Allah, Abu Sulaiman Muhammad Ibnu Nashr al-Busti yang terkenal dengan sebutan al-Muqaddasi, Zaid ibn Rifa’ah selaku ketua dan Abu al-Hasan Ali ibnu Harun al-Zanjany.
Lahirnya Ikhwan al-shafa’ adalah ingin menyelamatkan masyarakat dan mendekatkannya pada jalan kebahagiaan yang diridhai Allah. Menurut mereka, syariat telah dinodai bermacam-macam kejahiliyahan dan dilumuri keanekaragaman kesesatan. Satu-satunya jalan untuk membersihkannya adalah filsafat.
Dalam kelompok ini ada empat tingkatan anggota sebagai berikut:
· Al-Ikhwan al-Abrar al-Ruhama, kelompok yang berusia 15-30 tahun yang memiliki jiwa yang suci dan pikiran yang kuat. Mereka berstatus murid, karenanya dituntut tunduk dan patuh secara sempurna kepada guru.
· Al-Ikhwan al-Akhyar , yakni kelompok yang berusia 30-40 tahun. Pada tingkat ini mereka sudah mampu memelihara persaudaraan, pemurah, kasih sayang, dan siap berkorban demi persaudaraan (tingkat guru-guru).
· Al-Ikhwan al-Fudhala al-Kiram, yakni kelompok yang berusia 40-50 tahun. Dalam kenegaraan kedudukan mereka sama dengan sultan atau hakim. Mereka sudah mengetahui aturan ketuhanan sebagai tingkatan para nabi.
· Al-Kamal, yakni kelompok yang berusia 50 tahun ke atas. Mereka disebut dengan tingkat al-Muqarrabin min Allah karena mereka sudah mampu memahami hakikat sesuatu sehingga mereka sudah berada diatas alam realitas, syariat dan wahyu sebagaimana malaikat al-muqarrabun.
B. Karya-Karyanya
Pertemuan-pertemuan yang dilakukan sekali dalam 12 hari di rumah Zaid ibn Rifa’ah (ketua) secara sembunyi-sembunyi tanpa menimbulkan kecurigaan telah menghasilkan 52 risalah. Ditilik dari segi isi, rasail tersebut dapat diklasifikasikan kepada empat bidang yaitu:
· 14 risalah tentang matematika, yang mencakup geometri, astronomi, musik, geografi, seni, modal dan logika
· 17 risalah tentang fisika dan ilmu alam, yang mencakup genealogi, mineralogi, botani, hidup dan matinya alam, senang sakitnya alam, keterbatasan manusia, dan kemampuan kesadaran.
· 10 risalah tentang ilmu jiwa, mencakup metafisika Phytagoreanisme dan kebangkitan alam
· 11 risalah tentang ilmu-ilmu ketuhanan, meliputi kepercayaan dan keyakinan, hubungan alam dengan Allah, akidah mereka, kenabian dan keadaannya, tindakan rohani, bentuk konstitusi politik, kekuasaan Allah, magic dan azimat.
C. Filsafatnya
a. Tawfiq dan At-Talfiq
Pemikiran at-Tawfiq Ikhwan al-Shafa terlihat pda tujuan pokokbidang keagamaan yang hendak mereka capai yakni merekonsiliasikan atau menyelaraskan antara agama dan filsafat dan juga antar agama-agama yang ada. Kemudian menurut mereka apabila dipertemukan dan disusun antara filsafat yunani dan syari’ah arab, maka ia akan menghasilkan formulasi yang lebih sempurna.
Disamping ituikhwan al-Shafa juga memadukan agama-agama yang berkembang pada waktu itu dengan berasaskan filsafat, seperti Islam, Kristen, Majusi, Yahudi dll. Karena menurut mereka tujuan agama adalah sama, yaitu untuk mendekatkandiri kepada tuhan.
Usaha at-Taufiq di atas akan menghasilkan kesatuan filsafat dan kesatuan madzhab. Implikasinya akan melahirkan apa yang disebut dengan at-Talfiq (elektik), yang memadukan semua pemikiran yang berkembang pada waktu itu, seperti pemikiran Persia, Yunani dan semua agama. Sementara itu sumber ajaran mereka ialah Nuh, Ibrahim, Socrates, Plato, Zoroaster, Isa, Muhammad, dan Ali, adalah keinginan yang ideal yang tidak pernah ada dalam realitas. Karena bagaimana mungkin menyatukan sifat manusia yang hitrogen secara utuh dan penuh kesadaran, kalaupun hal ini mungkin diwujudkan, tentu menghendaki pemaksaan, dan tidak akan bertahan lama.
b. Metafisika
Dalam masalah ketuhanan, Ikhwan al-Shafa melandasi pemikirannya pada angka-angka atau bilangan. Menurut mereka, pengetahuan tentang angka membawa pada pengakuan tentang keesaan Allah karena apabila angka satu rusak, maka rusaklah semua angka.
Selanjutnya mereka katakan, angka satu sebelum angka dua dan dalam angka dua terkandung pengertian kesatuan. Dengan istilah lain, angka satu adalah angka yang pertama dan angka itu terlebih dahulu dari angka dua lainnya. Oleh karena itu, keutamaan terletak pada yang dahulu, yakni angka satu. Sementara angka dua dan lainnya terjadinya kemudian. Oleh karena itu, terbuktilah bahwa Yang Maha Esa (Allah) lebih dahulu dari yang lainnya seperti dahulunya angka satu dari angka lain.
Hal ini terlihat jelas pengaruh Neo-Pythagoreanisme yang dipadukan dengan filsafat keesan Plotinus pada Ikhwan al-Shafa. Kesan tauhid dalam filsafat mereka itulah yang menarik Ikhwan al-Shafa mengambilnya sebagai argumen tentang keesan Allah.
Tentang ilmu Allah mereka katakan bahwa seluruh pengetahuan berada dalam ilmu Allah sebagaimana beradanya seluruh bilangan dalam bilangan satu. Berbeda dengan ilmu para pemikir, ilmu Allah dari zat-Nya sebagaimana bilangan yang satu, meliputi seluruh bilangan. Demikian pula ilmu Allah terhadap segala yang ada.
c. Emanasi (al-Faidh)
Berkaitan dengan penciptaan alam, pemikiran ikhwan al-Shafa merupakn perpaduan antara pendapat Aristoteles, Plotinus dan Mutakallimin. Bagi Ikhwan al-Shafa, tuhan adalah pencipta dan mutlak esa. Lengkapnya rangkaian proses emanasi itu adalah :
1. Akal Pertama atau Akal Aktif
2. Jiwa Universal
3. Materi Pertama
4. Potensi Jiwa Universal
5. Materi Absolut atau Materi Kedua
6. Alam Planet-planet
7. Anasir-anasir alam terendah, yaitu air, udara, tanah dan api
8. Materi gabungan, yang terdiri dari mineral, tumbuh-tumbuhan dan hewan.
Kedelapan mahiyah di atas bersama dengan zat Allah yang mutlak, sempurnalah jumlah bilangan menjadi sembilan. Angka sembilan ini membentuk substansiorganik pada tubuh manusia, yaitu tulang, sum-sum, daging, urat, darah, saraf, kulit, rambut dan kuku.
d. Matematika
Dalam pembahasan matematika Ikhwan al-Shafa dipengaruhi oleh pitagoras yang mengutamakan pembahasan tentang angka atau bilangan. Bagi mereka angka-angka itu mempunyai arti spekulatif yang dapat dijadikan dalil wujud sesuatu oleh sebab itu ilmu hitung merupakan ilmu yang paling mulia dibandingkan ilmu empirik karena tergolongilmu ketuhanan.
Angka satu merupakan dasar segala wujud ini da merupakan permulaan yang absolute. Huruf hijaiyah yang jumlahnya ada 28 adalah hasil perkalian dari 4 x 7. Angka 7 mengandung nilai kesucian sedangka angka 4 mempunyai arti empat penjuru angin.
e. Jiwa
Dalam tubuh manusia jiwa memiliki tiga fakultas :
a. Jiwa tumbuhan yaitu dimiliki oleh semua makhluk hidup. Jiwa ini terbagi dalam tiga daya yaitu makan, tumbuh, dan reproduksi.
b. Jiwa hewan yaitu dimiliki oleh hewan dan manusia. Jiwa ini memiliki dua daya yaitu penggerak dan sensasi.
c. Jiwa manusia yaitu jiwa yang menyebabkan manusia berpikir dan berbicara.
f. Moral
Adapun tentang moral, ikhwn al-shafa bersifat rasionalistis. Untuk itu suatu tindakan harus berlangsung bebas mereka. Dalam mencapai moral dimaksud, seseorang harus melepaskan diri dari ketergantungan kepada materi. Harus memupuki rasa cinta untuk bisa sampai kepada ekstase. Percaya tampa usaha, mengetahui tampa berbuat atau sia-sia. Kesabarabna dan ketabahan, kelembutan dan kehalusan kasih sayang, keadilan rasa syukur, mengutamakan kebijakan, gemar berkornban untuk orang lain kesemuanya harus menjadi krasteristik pribadi. Sebaliknya, bahasa kasar, kemunafiakan, penipuan, kezaliman, dan kepalsuan harus dikritis habis sehingga timbul kesucian perasaan, kecintaan yang membara sesame manusia, dan kemarahan terhhadap alam, binatang liar sekalipun.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Ikhwan al-Shafa’ (Persaudaraan Suci) adalah nama kelompok pemikir Islam yang bergerak secara rahasia dari sekte Syi’ah Ismailiyah yang lahir pada abad ke 4 H (10 M) di Basrah.
2. Ada empat tingkatan anggota Ikhwan al-Shofa yaitu : Al-Ikhwan al-Abrar al-Ruhama, Al-Ikhwan al-Akhyar, Al-Ikhwan al-Fudhala al-Kiram, Al-Kamal.
3. Karya-karya Ikhwan al-Shafa berjumlah 52 risalah yang diklasifikasikan dalam empat bidang yaitu : 14 risalah tentang matematika, 17 risalah tentang fisika dan ilmu alam, 10 risalah tentang ilmu jiwa, 11 risalah tentang ilmu-ilmu ketuhanan.
4. Filsafat Ikhwan al-Shafa mencakup : Tawfiq dan At-Talfiq, Metafisika, Emanasi (al-Faidh), Matematika, Jiwa dan moral.
B. Kritik dan Saran
Alhamdulillah tiada harapan dan upaya sedikitpun dari kami klecuali makalah ini dapat bermanfa’at bagi segenap pembaca, dan dapat menambah sedikit banyak mengenai studi Islam.
Di balik itu semua maka dengan segala kemampuan yang penulis miliki tentunya masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam makalah ini. Sudilah kiranya memberi teguran dan pembenaran kontruktif bagi kami, terutama dari teman-teman mahasiswa dan bapak dosen pengampu hususnya, dan sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
Nasution, Hasyimsyah. 1999. Filsafat Islam. Jakarta: Gaya Media Pratama
Sirojuddin. 2009. Filsafat Islam. Jakarta: Rajawali Press

Friday, August 26, 2011

IM3 "BINGO" BIANG NGOBROL

IM3 "BINGO" BIANG NGOBROL: IM3 BIANG NGOBROL menawarkan layanan bebas ngobrol Siang dan malam. Paket ini memberikan 100 menit Nelpon ke sesama indosat di siang dan di malam hari cuma dengan Rp 1.000 dan Rp 1.500 setiap hari

Thursday, June 23, 2011

Metode Tanya Jawab

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Proses belajar mengajar merupakan interaksi yang dilakukan antara guru dengan peserta didik dalam suatu pengajaran untuk mewujudkan tujuan yang ditetapkan berbagai pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran agama islam harus dijabarkan kedalam metode pembelajaran PAI yang bersifat procedural.

Namun permasalan sering kali dijumpai dalam pengajaran terutama pengajaran. Agama islam adalah bagaimana cara menyajikan materi kepada peserta didik secara baik, sehingga dipeoleh hasil yang efektif dan efesien serta sering ditemukan murangnya pemahaman pengajar terhadap penerapan metode-metode pembelajaran yang sesuai dengan materi.

Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas tentang metode Tanya jawab dan apa-apa yang terkandung didalamnya beserta penerapannya yang mana metode ini merupaka salah satu metode yang bisa diapaki untuk mewujudkan tujuan tersebut.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian dan tujuan metode Tanya jawab dalam pembelajaran PAI?

2. Adakah tehnik yang digunakan guru dalam metode Tanya jawab dalam pembelajaran PAI?

3. Apa keunggulan dan kekurangan metode Tanya jawab dalam pembelajaran PAI?

4. Bagaimana analisis metode Tanya jawab dalam pembelajaran PAI?

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Dan Tujuan Metode Tanya Jawab

Metode Tanya jawab adalah penyampaian pesan pengajaran dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan siswa memberikan jawaban atau sebaliknya siswa diberi kesempatan bertanya dan guru menjawab pertanyaan-pertanyaa.

Metode Tanya jawab adalah suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dimana guru bertanya dan murid-murid menjawab bahan materi yang diperolehnya.

Metode ini memungkinkan terjadinya komunikasi langsung antara guru dan pelajar, bisa dalam bentuk guru bertanya dan pelajar menjawab atau dengan sebaliknya.

Metode Tanya jawab dilakukan :

1) Sebagai ulangan pelajran yang telah diberikan.

2) Sebagai selingan dalam pembicaraan.

3) Untuk merangsang anak didik agar perhatiannya tercurah kepada masalah yang sedang dibicarakan.

4) Untuk mengarahkan proses berfikir.

Proses Tanya jawab terjadi apabila ada ketidak tahuan atau ketidak fahaman peserta didik akan suatu peristiwa, adapun tujuan dari metode Tanya jawab sebagai berikut:

1) Mengecek dan mengetahui sampai sejauh mana kemampuan anak didik terhadap pelajaran yang dikuasai.

2) Membri kesempatan kepada anak didik untuk mengajukan pertanyaan kepada guru tentang suatu masalah yang belum difahami.

3) Memotivasi dan menimbulkan kompetensi belajar.

4) Melatih anak didik untuk berfikir dan berbicara secara sitematis berdasarkan pemikiran yang orisinil.

B. Tehnik Dalam Metode Tanya Jawab

Dalam setiap metode yang ada dalam pembelajaran pasti diperlukan tehnik agar pembelajaran bisa berjalan secara baik, berikut ini berbagai tehnik yang digunakan gfuru dalam mengajukan pertanyaan :

1) The Mixe Strategy yakni mengkombinasikan berbagai tipe dan jenis pertanyaan.

2) The Speaks Strategy yakni menggunakan pertanyaan yang saling bertalian satu sama lain.

3) The Pleteaus Strategy yakni mengajukan pertanyaan yang sama jenisnya terhadap sejumlah siswa sebelum beralih kepada jenis pertanyaan yang lain.

4) The Inductive Strategy yakni dengan berbagai pertanyaan siswa didorong untuk menarik generalisasi dari hal-hal khusus ke hal-hal yang umum atau berbagai fakta menuju hukum-hukum.

5) The Deductive Strategy yakni Generalisasi yang dijadikan sebagai titik tolak, siswa diharapkan dapat menyatakan pendapatnya tentang berbagai kasus atau data yang ditanyakan.

Pertanyaan yang baik memiliki ciri-ciri

1) Pertanyaan hendaknya bersifat mengajak atau merangsang siswa untuk berfikir.

2) Kata-kata yang dipergunakan harus jelas sehingga tidak ada kata atau istilah yang tidak difahami siswa.

3) Pertanyaan itu harus mengandung satu penafsiran.

4) Kalimat pertanyaan hendaknya singkat.

5) Setiap pertanyaan hendaknya mengandung satu masalah.

6) Pertanyaan harus sesuai dengan taraf kecerdasan atau pengalaman siswa.

C. Keunggulan Dan Kekurangan Metode Tanya Jawab

Suatu metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar sudah barang tentu mempunyai keunggulan dan kekurangan, begitupun dengan metode Tanya jawab. Berikut keunggulan dan kekurangan metode Tanya jawab :

a. Keunggulan metode Tanya

1) Kelas akan hidup karena anak didik aktif berfikir dan menyampaikan pikiran melalui berbicara.

2) Beik sekali untuk melatih anak didik agar berani mengemukakan pendapatnya.

3) Akan membawa kelas kedala suasana diskusi.

b. Kekurangan metode diskusi

1) Apabila terjadi perbedaan pendapat akan memkana waktu untuk menyelesaikannya.

2) Kemungkinan akan terjadi penyimpangan perhatian pelajar terutama apabila jawaban yang kebetulan menarik perhatian tetapi buka sasaran atau materi yang dituju.

3) Dapat menghambat cara berfikir apabila guru kurang pandai dalam penyajian materi.

D. Analisis Metode Tanya Jawab Dalam Pelajaran PAI

Metode Tanya jawab dimaksudkan untuk merangsang, untuk berfikir dan membimbing perserta didik dalam mencapai kebenaran, memberikan pengertian kepada seseorang dan memancingnya dengan umpan pertanyaan. Metode ini seringkali digunakan pada zaman nabi dengan para sahabat[4].

Metode Tanya jawab juga bisa membantu kekurangan-kekurangan yang ada pada metode ceramah yang disebabkan kurangnya perhatian peserta didik pada metode ceramah dan biasanya pserta didik akan lebih hati-hati terhadap pelajaran yang menggunakan metode Tanya jawab sebab peserta didik tahu sewaktu-waktu guru akan bertanya.

Metode Tanya jawab hanya dapat dipakai oleh guru secara umum untuk menetapkan perkiraan apakah anak didik yang mendapat giliran pertanyaan sudah memahami pelajaran yang diberikan dan metode ini tidak dapat digunakan sebagai ukuran untuk menetapkan kadar pengetahuan anak didik dalam suatu kelas karena metode ini tidak memberi kesempatan yang sama pada setiap murid untuk menjawab pertanyaan.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari penjelasan diatas dapat kami simpulkan sebagai berikut :

1) Metode Tanya jawab adalah suatu metode dalam pendidikan dan pengajaran dimana guru bertanya dan murid menjawab bahan materi yang diperolehnya. Adapun tujuan metode Tanya jawab yakni untuk mengetahui seberapa jauh kefahaman siswa terhadap materi, membri kesempatan siswa bertanya apa yang belum difahami, memotivasi siswa dan melatih anak berfikir berbicara secara sistematis berdasarkan pemikiran yang orisinil.

2) Adapun tehnik Tanya jawab :

a. The Mixe Strategy

b. The Speaks Strategy

c. The Pleteaus Strategy

d. The Inductive Strategy

e. The Deductive Strategy

3) Keunggulan metode Tanya jawab

a. Kelas akan menjadi lebih hidup.

b. Baik untuk melatih anak didik untuk berani mengemukakan pendapat.

c. Akan membawa kelas kesuasana diskusi

4) Kekurangan metode Tanya jawab

a. Bila terjadi perbedaan pendapat akan menghabiskan banyak waktu.

b. Kemungkinan akan terjadi penyimpangan perhatian pelajar.

c. Dapat menghambat cara berfikir.

5) Metode Tanya jawab digunakan sebagai pelengkap metode ceramah metode ini dapat dipakai sebagai tolak ukur secara umum dan tidak keseluruhan.

B. Saran

Alhamdulillah kami dapt menyelesaikan makalah kami, dan kami sadar begitu banyak kekurangan dan kekhilafan kami, oleh karena itu kritik dan saran dari temen-temen dan bapak dosen khususnya kami harapkan semoga makalah ini bermanfaat. Amiin…..

DAFTAR PUSTAKA

Usman, Basyiruddin. 2002. Motodologi Pembelajaran Agama Islam. Jakarta Selatan : Ciputat Press.

Abu, Ahmadi dan Prasetyo. 2005. SGM Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia.

Majid, Abdul Majid. 2008. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan standar Kompetensi Guru. Bandung : Rosda Karya.

Dradjat, Zakiah Dradjat, dkk. 2004. Metode KhususPengajaran Agama Islam. Jakarta : Bumi Aksara.