TEKS

SELAMAT DATANG DAN JANGAN LUPA ISI BUKU TAMU & KOMENTAR YA.....

Sunday, April 10, 2011

Unsur Komunikasi

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Komunikasi dlam masyarakat sangatlah erat hubungannya dalam dampak kesejahteraan membangun hubungan baik antar individu, dimulai dari masyarakat terkecil yakni keluarga sampai pada hubungan Internasional yang mana melibatkan person –person dengan jumlh yang sngat besar.

Baik dan buruknya kondisi antar individu, social, masyarakat, bahkan antar Negara adalah tergantung bgaimana komunikasi antar obyek yang bersaangkutan. Jika komunikasi terjalin dengan baikmka kemungkinan menapat peluang besar menuju kesuksesan akan besar pula.

Oleh sebab pentingnya sebuah komunikasi, maka disini pemakalah akan memaparkan beberapa poin yang berhubungan dengan dasar- dasar komunikasi. Semog dengan prinsip- prinsip tersebut dapat membantu sesame untuk menuju jalan komunikasi yang baik sehingga menghsilkan dampak yang baik pula

1.2. Rumusan Masalah

1. Apasajakah unsure konmuniksi itu?

2. Bagaimna saluran komuniksi dan media komunikasi berperan dalam menyampaikan pesan?

3. Bagaimana efek komuniksi dan umpan baliknya

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Unsur Komunikasi

Komunikasi sebgainmana yang telah diterangkan pada pembahasan yang teradahulu, maka disimpulkan bahw sedikitnya terdapt tiga unsur untuk mencpai sebuah komunikasi yang baik, diantranya ialah:

a) Pengirim pesan( kounikator): manusia yang berakal yang berinisitif menyampaikan pesan untuk mewujudkan pesan komunikasinya.

Dilihat dari jumlahnya, komunikator dapat terdiri dari stu orang, banyak orang( lebih dari satu orang) dan massa

Þ Apabila lebih dari satu orang, yakni banyak orng yang saling kenal dan memiliki ikatan emosioanal maka kita sebut dengan kelompok kecil

Þ Apabila lebih dari satu orang, yakni banyak orang dan tidak saling mengenal sehingga tidak memiliki ikatan emosional, maka kita sebut dengan kelompok besar

Þ Apabila lebih dari satu orang seperti diatas, memiliki tujuan yang sama, dan memiliki pembagian kerja guna mencapai tujuannya, mka kumpuln tersebut dinamakan organisasi

Þ Kumpulan organisasi seperti diatas juga bisa disebut dengan massa. Namun massa juga memiliki pengertian: banyak orang yang tersebar dalam area geogrfis yang sama[1]. Untuk berkomunikasi mereka dapat menggunakan media massa dalm menyampaikan pesan – pesan yang akan disampaikan

b) Penerima pesan(Komunikan): Dalam konteks komunikasi massa, komunikan lazim disebut dengn khalayak. Jika dalam komunikasi pemasaran disebut dengan target pasar atau target konsumen. Dalam komuikan pembagiannya adalah sma dengan pembagian komunikasi.

c) Pesan: segala sesuatu, verbal atu nonverbal yang disampaikan komuniktor pada komunikan untuk mewujudkan motif komunikasinya. Komunikasi nonverbal disini adalah komunikasi yang lazim dengan mengunakan suara, mimic, dan gerak –gerik. Sedangkan verbal adalah pesan yang menggunakan bahasa lisan dan tulisan.

2.2. Saluran Komunikasi Dan Media Komunikasi

Saluran komunikasi: adalah jalan yang dilalui oleh pesan komunikator agar sampai pada komunikannya.

Media komunikasi, merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium komunikasi diartikan sebagai alat perantara yang sengaja dipilih oleh komunikator untuk mengantarkan pesannya agar sampa paa komunikan.

Jadi, unsur utama dari media komunikasi adalah: pemilihan dan penggunaan alat perantara yang dilakukan dengan sengaja.

Saluran komunikasi atau jalan yang dilalui seseorang dalam berkomunikasi ada dua macam:

a) Dengan menggunakan media: (TV,Radio, dll). Dalam komunikasi yang menggunakan media, dilihat dari jumlah tarjetnya dapat dibedakan atas media massa dan nonmedia massa. Media massa disini misalnya adalah TV dan Radio, disana dapat dibedakan atas media periodic(terbit secara teratur) dan nonperiodik(terbit menurut event).

Sedangkan nonmedia massa dilihat dari sifatnya ada nonmedia massa manusia(seperti kurir pembawa pesan) dan nonmedia massa benda. Jika berupa benda elektronik contohnya adalah telepon dan facsimile. Jika berupa benda nonelektronik contohnya adalah surat.

b) Tanpa menggunakan media, yang berlangsung face-to-face, dalam komunikasi tersebut jalan yang dilalui oleh suatu pesan adalah gelombang cahaya dan gelombang suara. Sedangkan gelombang cahaya atau suara tidak dapat diartikan sebagai media komunikasi , karena tidak ada unsure kesengajaan yang dilakukan oleh komunikator memilih gelombang tersebut dalam melakukan komnikasi.

2.3. Efek Komunikasi

Efek komunikasi diartikan sebagai pengaruh yang ditimbulkan pesan komunikator dalam diri komunikannya. Terdapat tiga pengaruh dalam diri komunikan, yaitu kognitif(seseorang menjadi tahu tentang sesuatu), afektif(sikap seseorang terbentuk, misalnya setuju atau tidak setuju terhadap sesuatu), dan konatif( tingkah laku, yang membuat seseorang bertindak melakukan sesuatu).

2.4. Umpan Balik

Umpan balik dapt kita maknai sebagai jawaban komunikan atas pesan komunikator yang disampaikan kepadanya. Dalam komunikasi yang dinamis, sebagaimana diutarakan, komunikator dan komunikan terus menerus saling bertukar pesan. Karenanya, umpan balik pada dasarnya dalah pesan juga, ykni ketik komunikan berperan sebagai komunikator kedua.

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Dalam komunikasi sedikitnya terdapat tiga unsur agar tercapai komunikasi yang ideal, yakni komikator, komunikan, dan pesan.

Saluran komunikasi dan media komunikasi adalah sesuatu yang dapat membantu antara komunikator dan komunikan dalam menyampaikan pesannya, baik secara elektronik atai nonelektronik.

Efek Komunikasi adalah sebuah respon yang dilakukan oleh penerima pesan setelah menerima pesan dari komunikator.

Umpan balik adalah jawaban yang diberikan oleh komunikan kepada komunikator.

3.2. Kritik dan Saran

Kritik dan saran pembaca sangat kami harapkan guna membantu pemakalah dalam menghasilkan karya yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Daryanto, Ilmu Komunikasi.Bandung PT.SARANA TUTORIAL NURANI SEJAHTERA. 2011



[1] Perbedaan dengan massa organisasi adalah dari tempatnya. Jika komunikasi terjadi dalam satu tempat maka dinamaakan massa dalam arti organisasi, sedngkan jik tiak dlam satu tempat dinamakan massa dalam arti yang kedua.

WADI’AH (Titipan)

WADI’AH (Titipan)

A. Pengertian, Rukun dan Syarat Wadi’ah (Titipan)

a. Pengertian Wadi’ah

Dalam tradisi fiqih islam, prinsip titipan/simpanan dikenal dengan prinsip wadi’ah. Al-wadi’ah dapat diartikan sebagai titipan murni dari satu pihak ke pihak lain, baik individu maupun badan hukum, yang dijaga dan dikembalikan saja si penitip menghendaki.

b. Rukun Wadi’ah

1. Orang yang berakad, yaitu :

Ø Pemilik barang / penitip (muwadi’)

Ø Pihak yang menyimpan / dititipi (mustauda’)

2. Barang / uang yang dititipkan (wadi’ah)

3. Ijab qobul / kata sepakat (sighot)

c. Syarat Wadi’ah

1. Orang yang berakad harus :

Ø Baligh

Ø Berakal

Ø Cerdas

2. Barang titipan harus :

Ø Jelas (diketahui jenias / indentitasnya)

Ø Dapat di pegang

Ø Dapat dikuasai untuk di pelihara

B. Landasan Syari’ah

1. Al-Qur’an

Al-wadi’ah adalah amanat bagi orang yang menerima titipan dan ia wajib mengembalikannya pada waktu pemilik memintanya kembali. Allah berfirman :

* ¨bÎ) ©!$# öNä.ããBù'tƒ br& (#rŠxsè? ÏM»uZ»tBF{$# #n<Î) $ygÎ=÷dr& ………………….

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya…………….. (An-Nissa : 58)

……. ( ÷bÎ*sù z`ÏBr& Nä3àÒ÷èt/ $VÒ÷èt/ ÏjŠxsãù=sù Ï%©!$# z`ÏJè?øt$# ¼çmtFuZ»tBr& È,­Guø9ur ©!$# ¼çm­/u 3 ...........

………….. jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, Maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya………..(Al-Baqarah : 283)

2. As-Sunnah (Al-Hadits)

عن ابى هريرة قال : قال النبى صرم ادالامانة الى من ائتمنك ولا تخن من خنك

Artinya : Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Sampaikanlah (tunaikanlah) amanat kepada yang berhak menerimanya dan jangan membalas berkhianat kepada orang yang telah menghianatimu.

3. Ijma’

Para tokoh ulama islam sepanjang zaman telah melakukan ijma’ (konsesus) terhadap legitimasi Al-Wadi’ah karena kebutuhan manusia terhadap hal ini jelas terlihat.

C. Jenis Wadi’ah

1. Yad Adh-Dhamanah

Yaitu akad penitipan barang / uang, dimana pihak penerimaan titipan dapat memanfaatkannya dan harus bertanggung jawab atas kerusakan dan kehilangan.

2. Yad Al-Amanah

Yaitu : titipan murni, yang artinya orang yang diminta untuk menjaga barang titipan diberikan amanat / kepercayaan untuk menjaga barang tersebut dari segala hal yang dapat merusaknya.

Perbedaan :

1. Yad Adh-Dhamanah

Ø Obyek boleh dimanfaatkan

Ø Kerusakan ditanggung pengguna

Ø Biaya perawatan ditanggung pengguna

2. Yad Al-Amanah

Ø Obyek tidak boleh dimanfaatkan

Ø Krusakan ditanggung oleh pemilik

Ø Biaya perawatan ditanggung pemilik

D. Aplikasi Perbankan

Bank senagai penerima simpanan dapat memanfaatkan wadi’ah untuk tujuan :

Ø Giri

Ø Tabungan

Sebagai konsekuen dari yad-Adh Dhamanah, semua keuntungan dihasilkan dari dana titipan tersebut menjadi milik bank (juga menanggung seluruh kemungkinan kerugian), sedangkan si penyimpan mendapat imbalan jaminan keamanan terhadap barangnya dan juga bank tidak dilarang memberikan bonus yang merupakan kebijakan dari manajemen bank.

Dalam perbankan modern yang penuh dengan kompetensi, insentif atau bonus semacam ini dijadikan sebagai banking policy untuk merangsang semangat menabung yang sebagai indicator kesehatan bank.

E. Skema

1. Text Box: Pemanfaatan DanaText Box: Bagi HasilSekama wadi’ah Yadh Adh-Dhamanah

2. Skema Wadi’ah Yadh Al-Amanah




DAFTAR PUSTAKA

Syafi’I Antonio, Muhammad. 2001. Bank Syariah Dari Teori Ke Praktek. Jakarta : Gema Insani Press.

Rahman, Afzahur.1995. Doktrin Islam Jilid II Terjemahan Drs. Soeroyo, M.A dan Drs. NAstagin. Yogyakarta : Dana Bakti Wakaf.

http://vintasulistyaningsih.blogspot.com/2010/11wadi’ah.html?zx=778319b63536adlb.

http://warungghuroba.wordpress.com/2010/09/21/fiqhmuamalah-bab-6-wadi%E2%80%99ah-Titipan/id.wikipedia.org/wiki/wadiah.