TEKS

SELAMAT DATANG DAN JANGAN LUPA ISI BUKU TAMU & KOMENTAR YA.....

Monday, March 7, 2011

Hakikat Ilmu Komunikasi dan Pertumbuhannya

PEMBAHASAN

1.1. Hakikat Ilmu Komunikasi dan Pertumbuhannya

Kata komunikasi berasal dari bahasa latin, communis, yang artinya membuat kebersamaan atau membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih. Akar katanya communis adalah communico, yang artinya berbagi. Dalam hal ini, yang dibagi adalah pemahaman bersama melalui pertukaran pesan. Komunikasi sebagai kata kerja dalam bahasa inggris, communicate, berarti untuk bertukar pikiran, perasaan,dan informasi. Adapun kata bendanya, comunication, berarti, pertukaran simbul, pesan- pesan yang sama, dan informasi atau proses pertukaran diantara individu-individu melalui sistem atau simbol yang sama.[1]

Ilmu komunikasi, seperti juga antropologi atau sosiologi ,adalah disiplin ilmu deskriptif. Dalam sejarah pertumbuhanya, ilmu komunikasi berawal sejak retorika terlahir sebagai pengetahuan dan seni berbicara secara lisan, tatap muka dalam konteks publik. Ilmu dan seni dalam menyampaikan pesan ini kemudian berkembang bukan saja dalam tataran tatap muka dengan publik, melainkan juga melalui media massa.

Ilmu komunikasi dikatagorikan sebagai ilmu sosial terapan dengan mengaplikasikan konsep-konsesp sosiologi, psikologi, ekonomi, politik, dan antropologi. Dalam hal ini, ilmu komunkasi dikaakan bersifat inetrdisipliner. Hal ini karena ilmu komunikasi memanfaatkan ilmu-ilmu lain yang berada didalam rumpun ilmu-ilmu sosial.

Akan tetapi, dalam perkembangannya, komunikasi juga memanfaatkan ilmu-ilmu-alam yang bersifat terapan, seperti telekomunikasi atau kkomputer, bahkan beberapa teori atau model dikembangkan dari sana.

Ilmu komunikasi objec materialnya adalah sama dengan ilmu-ilmu sosial lainnya, namun demmikian, objec formal komunikasi ialah mengkaji tentang penyampaian pesan yang dilakukan manusia dalam kehidupan sosialnya.

1.2. Para Tokoh Pendiri Ilmu Komunikasi

Setelah paruh berakhirnya perang dunia II, bidang studi komunikasi relatif menemukan identitasnya sendiri. Perkembangan sebelumnya masih terkait erat dengan disiplin ilmu-ilmu murninya, seperti sosiologi, psikologi, ataupun politik. Sebelum itu, dapat dikatakan ilmu komunikasi masih mencari bentuknya. Karena itu, perintis dan bapak ilmu komunikasi umumnya berasal atau terikat dengan disiplin ilmu-ilmu murni itu. Berikut ini merupakan uraian ringkas para tokoh ilmu komunikasi pertama di amerika yang didasari dari berbagai sumber.

· Jhon dewey (psikologi dan filsafat ) ia adalah ahli psikologi dan filsafat sebagai pengajar dan peneliti di university of michigan (1884-1894) dewey menginginkan adanya surat kabar sebagai alat perubahan sosial. Meskipun surat kabar yang diinginkan dewey tidak pernah terwujud dalam hidupnya, ia tidak ragu akan potensi surat kabar untuk membawa reformasi sosial.

· Charles h. cooley(sosiologi ) dia lahir pada 1864. Cooley melihat bahwa proses komunikasi antar pribadi merupakan basis sosialisasi dari studio sosiologi. Ia meninggal pada 1920 dan sepanjang karirnya melakukan observasi atas hal ini.

· Robet e. park (filsafat dan sosiologi) sarjana pada 1887 menjadi wartawan selama 11 tahun. Selama karir kewartawanannya, ia menganalisis prilaku menyimpang pada masyarakat miskin kota. Ia melihat bahwa tipe jurnalistik memiliki kekuatan menciptakan perubahan sosial

· George h. mead (filsafat dan psikologi). Ia banyak terpengaruh oleh dewey dan cooley dengan menempatkan komunikasi sebagai basis sosialisasi. Melalui pendekatan ilmu jiwa sosial, mead mengakui komunikasi sebagai hal yang paling mendasar bagi hubungan antara manusia.

· Kurt lewin (psikologi). Lewin adalah ilmuwan jerman keturunan yahudi. Dia mengajar di universitas berlin. Ketika nazi berkuasa tahun 1933, ia melarikan diri masuk dan masuk ke university of lowa. Wilbur schramm adalah salah seorang muridnya. Lewin, yanf juga terpengaruh pemikiran frued, dengan menggunakan studi eksperimen banyak mengkaji dinamika kelompok dalam hubungannya dengan pengantar ilmu komunikasi. Ia juga menaruh perhatin terhadap studi gate keeping tentang pengendalian arus informasi melalui saluran komunikasi hingga akhir hayatnya, pda tahun 1947.[2] dll.

1.3. Unsur- Unsur Komunikasi

Komunikasi telah kita definisiakan sebagai usaha penyampaian pesan antar manussia. Dari definisi ini terlihat bahwa untuk dapat terjadi proses komunikasiminimal terdiri dari tiga unsur utama: pengirim pesan, pesan itu sendiri, serta target penerimaan pesan. Namun komunikasi bukan hanya terdiri tiga tiga unsur itu.

Perhatikan ilustrasi berikut!

Anda menuntut ilmu di PPMBS, yaitu pesantren yang jauh dari rumah anda. Suatu hari anda rindu kepada kekasih. Karena dilarang hp-an, trus wartelpun juga sudah tutup semua, karena kalah saing dengan hp, anda putuskan menggunakan surat sebagai medium pengantar pesan. Kekasih menerima surat anda. Ia pu juga rindu pada anda, membalas surat sambil menangis, tampa sadar ia meneteskan banyak air mata, jatuh pada surat yang ditulisnya. Anda menerima surat itu. Namun pada bagian tertentu, tulisan kekasih anda tidak terbaca, luntur terkena tetesan air matanya.

Unsur-unsur komunikasinya:

a. Anda sebagai penyampai pesan

b. Pesan yang anda sampaikan

c. Surat sebagai medium pengantar pesan

d. Kekasih anda sebagai penerima pesan

e. Efek atau pengaruh pesan yang membuat kekasih anda menangis

f. Jawaban kekasih anda yang ditulis dengan menggunakan,

g. Surat sebagai medium, adanya

h. Gangguan pada tulisan itu kare tetesan air matanya, serta

i. Anda yang menerima jawaban dari kasih.

DAFTAR PUSTAKA

Daryanto. 2011. Ilmu Komunikasi 1. Bandung: Satu Nusa.

Mulyana, Deddy. 2008. Komunikasi Massa. Bandung: Widya Padjadjaran.



[1] Daryanto. Ilmu Komunikasi 1. Bandung: Satu Nusa. 2011. pp. 3

[2] Ibid. pp.4-5

Hadits pada Periode Pertama (Masa Rasulullah)

Oleh: Abdullah Azam[1]

Abstrak

Sebagaimana telah kita yakini bersama bahwa hadits merupakan sumber hukum Islam yang kedua setelah Al Quran. Tentu saja wajib bagi kita mengimani, mempelajari dan mengamalkan isi serta kandungannya.

Pada kesempatan kali ini akan sedikit diuraikan tentang sejarah penulisan hadits, yakni di masa Rasulullah SAW. tentang bagaimana penjagaan kemurnian hingga proses penulisan dan pengumpulannya. Sehingga kita pun bisa mengetahui lebih dalam tentang asal usul sejarah awal hingga perkembangan pemeliharaannya.

1. Masa Penyebaran Hadits

Apabila membicarakan hadits pada masa Rasulullah berarti membicarakan hadits pada awal pertumbuhannya. Maka dalam uraiannya akan berkaitan langsung dengan pribadi Rasulullah sebagai sumber hadits. Wahyu yang diturunkan Allah swt kepada Rasulullah dijelaskannya melalui perkataan, perbuatan dan penetapannya (taqrir), sehingga apa yang didengar, dilihat, dan disaksikan oleh para sahabat dapat dijadikan pedoman bagi ‘amaliyah dan ‘ubudiyah mereka.

Satu keistimewaan pada masa ini yang membedakan dengan masa lainnya yakni umat Islam dapat secara langsung memperoleh hadits dari Rasulullah sebagai sumber hadits. Pada masa ini tidak ada jarak atau hijab yang dapat menghambat atau mempersulit pertemuan mereka. Beberapa cara yang dilakukan oleh Rasulullah dalam menyampaikan hadits kepada para sahabat, yaitu:

  1. Melalui para jama’ah yang berada di pusat pembinaan atau majelis ‘ilmi. Melalui majelis ini, para sahabat memperoleh banyak peluang untuk menerima hadits secara langsung dari Rasulullah.
  2. Rasulullah menyampaikan pada sahabat tertentu, kemudian mereka menyampaikannya pada sahabat yang lain.

3. Melalui ceramah atau pidato di tempat terbuka, seperti ketika haji wada’ dan fathu makkah.

Masyarakat menjadikan nabi sebagai panutan dan pedoman dalam kehidupan mereka. Jika ada permasalahan baik dalam Ibadah maupun dalam kehidupan duniawi, maka mereka akan bisa langsung bertanya pada Nabi.

Kabilah-kabilah yang tinggal jauh di luar kota Madinah pun juga selalu berkonsultasi pada Nabi dalam segala permasalahan mereka. Adakalanya mereka mengirim anggota mereka untuk pergi mendatangi Nabi dan mempelajari hukum- hukum syari'at agama. Dan ketika mereka kembali ke kabilahnya, mereka segera menceritakan pelajaran (hadits Nabi) yang baru mereka terima Hal tersebut berdasar perintah Rasulullah pada para sahabat untuk menyebarkan apapun yang mereka ketahui dari beliau. Beliau bersabda,
“Sampaikanlah olehmu apa yang berasal dariku, kendati hanya satu ayat!”

Perintah tersebut membawa pengaruh yang sangat baik untuk menyebarkan hadits. Karena secara bertahap, seluruh masyarakat muslim baik yang berada di Madinah maupun yang di luar Madinah akan segera mengetahui hukum–hukum agama yang telah diajarkan oleh Rasulullah. Meskipun sebagian dari mereka tidak memperoleh langsung dari Rasulullah, mereka akan memperoleh dari saudara–saudara mereka yang mendengar langsung dari Rasulullah. Metode penyebaran hadits tersebut berlanjut sampai Haji Wada’ dan wafatnya Rasulullah.
Faktor-faktor yang mendukung percepatan penyebaran hadits di masa Rasulullah :

a. Rasulullah sendiri rajin menyampaikan dakwahnya.

b. Karakter ajaran Islam sebagai ajaran baru telah membangkitkan semangat orang di lingkungannya untuk selalu mempertanyakan kandungan ajaran agama ini, selanjutnya secara otomatis tersebar ke orang lain secara berkesinambungan.

c. Peranan istri Rasulullah amat besar dalam penyiaran Islam, hadits termasuk di dalamnya.

2. Penulisan Hadits dan Pelarangannya

Penyebaran hadits-hadits pada masa Rasulullah hanya disebarkan lewat mulut ke mulut (secara lisan). Hal ini bukan hanya dikarenakan banyak sahabat yang tidak bisa menulis hadits, tetapi juga karena Nabi melarang untuk menulis hadits. Beliau khawatir hadits akan bercampur dengan ayat-ayat Al-Quran.

Menurut al-Baghdadi (w. 483 H), ada tiga buah hadits yang melarang penulisan hadits, yang masing-masing diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri, Abu Hurairah, dan Zaid ib Tsabit. Namun yang dapat dipertanggungjawabkan otentisitasnya hanya hadits Abu Sa’id al-Khudri yang berbunyi,

عن أبي سعيد الخدري أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : لا تكتبوا عني, ومن كتب عني غير القرأن فليمحه (رواه مسلم)

Artinya:

Dari Abu Sa’id Al Khudri, bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: Janganlah kalian menulis sesuatu dariku, barang siapa yang menulis apa saja dariku selain Al Quran maka hapuslah”. (HR Muslim)

Disamping itu, Nabi telah mengeluarkan izin menulis hadits secara khusus setelah peristiwa fathu Makkah. Itupun hanya kepada sebagian sahabat yang sudah terpercaya.

Hadits yang memperbolehkan penulisan sunah diantaranya:

  1. Dari Abu Hurairah ra bahwa ada seorang laki-laki dari sahabat Anshar menyaksikan hadits dari Rasulullah tetapi tidak hapal, kemudian bertanya kepada Abu Hurairah maka ia memberitakannya. Kemudian ia mengadu pada Rasulullah tentang hafalannya yang minim tersebut, maka Nabi bersabda:

إستعن على حفظك بيمينك (رواه الترمذى)

Bantulah hafalanmu dengan tanganmu. (HR At Tirmidzi)

  1. Dari Abu Hurairah ra pada saat Nabi menaklukkan Makkah, beliau berdiri dan berkhutbah. Maka berdirilah seorang laki-laki dari Yaman bernama Abu Syah dan bertanya: “Tuliskanlah aku?”. Maka Rasulullah bersabda:

أكتبوا لابي شاة وفي رواية أحمد : أكتبوا له

Tuliskanlah untuk Abu Syah (HR Al Bukhori dan Abu Dawud). Dalam riwayat Imam Ahmad: Tuliskanlah dia.

Dalam mencari solusi dua versi hadits yang kontra di atas para ulama’ berbeda pendapat, diantaranya:

  1. Bahwa hadits yang melarang penulisan dihapus (di-nasakh) dengan hadits mem-perbolehkannya.
  2. Dengan melakukan takhshish al ‘amm. Maksud larangan dalam hadits bagi orang yang kuat hafalannya atau yang kurang ahli dalam menulis karena dikhawatirkan akan bercampur dengan Al Quran. Sedang kebolehannya bagi orang yang lemah hafalannya seperti Abu Syah atau bagi sahabat yang ahli dalam menulis seperti Abdullah bin Amr bin Al Ash. Jadi ia bersifat kondisional.
  3. Al Bukhori berpendapat, hadits larangan penulisan yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al Khudri mawquf padanya saja. Bahkan semua hadits larangan penulisan bersifat dha’if, kurang kuat dijadikan alasan. Dengan demikian penulisan hadits tetap diperbolehkan dalam rangka memelihara sunnah sebagai sumber syari’ah Islamiyah sampai sekarang dan kesimpulan inilah yang disepakati oleh para ulama’.

3. Hadits tidak Ditulis

Hadits pada waktu itu umumnya hanya diingat dan dihafal oleh sahabat dan tidak ditulis seperti Al Quran ketika disampaikan Nabi, karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. Secara resmi memang Nabi melarang menulis hadits bagi umum karena khawatir akan bercampur dengan Al Quran. Bagaimana tidak? Al Quran dan hadits sama-sama berbahasa arab dan sama-sama disampaikan melalui lisan Rasul bagi hadits qouli. Jika Al Quran dan hadits ditulis dengan sarana dan prasarana yang sangat sederhana itu (berupa pelepah kurma, kulit binatang, dsb), maka akan sulit untuk membedakan antara keduanya.

Adapun faktor-faktor utama dan terpenting yang menyebabkan Rasulullah melarang penulisan dan pembukuan hadits adalah :

a. Khawatir terjadi kekaburan antara ayat-ayat al-Qur’an dan hadits Rasul bagi orang-orang yang baru masuk Islam.

b. Takut berpegangan atau cenderung menulis hadits tanpa diucapkan atau ditela’ah.

c. Khawatir orang-orang awam berpedoman pada hadits saja.

Bibliografi

Khon, Abdul Majid, Dr. H. 2008. Ulumul Hadits. Jakarta: Amzah.

Al-Maliki, Muhammad Alawi, Prof. Dr. 2006. Ilmu Ushul Hadits. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rudliyana, Muhammad Dede. 2004. Perkembangan Pemikiran Ulum Al-Hadits Dari Klasik Sampai Modern. Bandung: Pustaka Setia.



[1] Mahasiswa Tafsir Hadits Smt. 5 Fakultas Ushuluddin INKAFA 2010-2011.

PENDEKATAN SISTEM PERENCANAAN PENGAJARAN

Oleh : Rida, Ari, Tia,

PEMBAHASAN

A. System

1. Pengertian

Istilah system merupakan konsep yang abstrak.karena itu banyak para ahli atau lembaga yang memberikan definisi system dengan sudut pandangmasing-masinng. Johnson, Kast dan Rosenweig dalam Salamoen yang mendefinisikan "system dalah suatau keseluruhan yang terorganisasi atau kompleks, suatu gabungan atau kombinasi dari berbagai hal atau bagian yang membentuk satu kesatuan".

Menurut Lembaga Administrasi Negarassss" system adalah seperangkat komponen, elemen, yang satu sama yang lain saling berkaitan, saling mempengaruhi dan saling bergantung.sehingga keseluruhannnya merupakan suatu kesatuan yang terintegrasi.

Menurut Harjanto " system adalah jumlah keseluruhan dari bagian-bagian yang saling bekerja bersama dalam mencapai hasil yang diharapkan berdasarkan atas kebutuhan tertentu".

Dilihat dari pengertian diatas system merupakan satu kesatuan yang bulat dan utuh dan membentuk struktur terytentu yang terdiri dari komponen-komponen, bagian atau unit-unit yang mempunyai fungnsi dan satu sama lain saling berhubungan dalam mencapai tujuan.

2. Klasifikasin Sistem

a. Berdasarkan wujudnya

1. system konkrit atau fisik adalah system yang dapat dilihat wujudnya, bentuk ukuran dan warna atu cirri lainnya contoh: rumah, mobil gunung, laut, dll.

2. system abstrak atau social adalah system yamg tidak dikenal cirri-cirinya baik bentuk, warna atau lainnya contoh: system politik, system ekonomi, sisitem pendidikan, dll.

b. Berdasrkan asal–usul proses terjadinya

1. system alami adalah system yang terjadi secara alami secara sendirinya dan tidak bisa dirancang oleh menusia dan merupakan kuasa Allah swt contoh: manusia, hewan, gunung, tumbuhan, dll.

2. system buatan adalah system yang sengaja dirancang oleh manusia dan proses terjadinya dikuasai oleh manusia contoh: mobil, kereta api, administrasi, ekonomi, politik, dll.

c. Berdasarkan penngaruhnya terhadap sistem lain

1. system tertutup adalah system yang tidak peka atau terpengaruh terhadap system lainnya serta tidak bereaksi terhadap system lain ketika terjadi interaksi. Contoh: gedung, meja kursi, dll.

2. system terbuka adalah system yang sangat peka/ terpengaruh terhadap system lainnya ketiak terjadi interaksi.komponen dari system terbuka bisa terdiri dari system tertutup ataupun system terbuka. Missal: system pendidikan dan pengajaran : dari komponen guru, siswa, strategi, dll.

d. Berdasarkan jumlah komponen siste mnya

1. system kompleks adalah system yang memiliki sub system cukup atau bahkan banyak dan satu sub system yang satu dengnan sub system lainnya saling terkait dan berpengaruh.

2. system sederhana adalah system yang memiliki sub sitem sedikit, dan sub system satu dengnan sub system lainnnya saling terkain dan berpe ngaruh juga sedikit.

3. Beberapa konsep kunci dan teori umum sistem

a. Subsistem atau komponen sistem

komponen sistem merupakan komponen, unsur, elemen atau bagian yang saling berkaitan, saling mempengaruhi serta saling ketergantungan.

b. Hierarki sistem

Hierarki merupakan sekelompok orang atau bahan yang disusn secara bertingkat-tingkat atau bertahap menurut group atau kelas yang memiliki fungsi masing-masing. Dalam hierarki dibedakan menjadi dua yaitu suprasistem dan subsistem. Suprasistem merupakan sistem yang komplek yang terdiri dari berbagai subsistem dan dapat bediri sendiri. Sedangkan subsistem merupakan sistem yang sederhana yang tediri dari beberapa komponen yang jumlahnya sedikit dan sifatnya tidak dapat berdiri sendiri.

c. Holisme, sinergisme, organikisme dan gestalt

  • Holisme

sebuah sistem yang terdiri atas beberapa sub bagian yang saling berkaitan, dan merupakan totalitas yang terdiri atas bagian-bagian.

  • Sinergisme

Sistem dipandang merupakan usaha kerja sama dari berbagai subsistem yang akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan lebih efektif dari pada bekedrja sendiri-sendiri.

  • Organikisme

Sistem dipandang sebagai proses kehidupan sangat tergantung terhadap aktifitas-aktifitas yang saling berkaitan ayng dilakukan bagian-bagian organisme dan bukan skedar kepada bagian-bagian organisme secara terpisah

  • Gestalt

Sistem merupakan suatu konfigurasi atau susunan berpola sebagai suatu keseluruhan yang menyatu dan merupakan bagian-bagian fungsional yang sifat-sifatnya berasal dari bagian-bagian tidak saling terpisahkan

d. pandangan sistem terbuka

menurut pandangan terbuka pada dasarnya tidak ada sistem yang bersifat kaku dalam arti statis tidak berkembang dan tidak perlu penyempurnaan dan tidak dipengaruhi sistem atau sub sistem lainnya, memerlukan perubahan-perubahan dalam rangka penyempurnaan agar lebih efektif dan efesien untuk mencapai tujuan.

e. model input-transformation-output

model ini merupakan pandangan bahwa sistem merupakan model transformasi hubungan yang dinamis dengan lingkungan disekitarnya.

f. batas sistem (system boundaries)

bahwa antara sistem yang satu dengan yang lainnya terdapat pembatas dengan lingkungannya dan dapat membedakan mana sistem terbuka mana sistem tertutup. Batas sistem juga dapat menunjukkan luas sempitnya suatu sistem.

g. entropi negatif (negative entropy)

entropi merupakan bahaya ketidakteraturan, kerusakan, dan kegagalan, kehancuran atau kemusnahan. Akibat terjadinya entropi pada system fisik/tertutup akan mengalami entropi positif sedangkan system terbuka/social akan mengalami entropi negative.

h. keadaan mantap (stady state), keseimbangan dinamis(dynamic equilibrium) dan homeostatis.

Konsep keadaan aman, keseimbangan yang dinamis dan homeostatis berkaitan dengan entropi yang terjadi terhadap sistemtertutup maupun system terbuka.

i. Umpan balik (feedback)

umpan balik (feedback)dalam suatu system merupakan masukan balikan dari proses trasformasi system yang diawali dengan masukan-proses-output. Umpan balik bermanfaat untuk mengadakan perubahan-perubahan yangdiperlukan ,baik rekruitmen input, pemrosesan serta hasil yang diharapkan.

j. pengembangan internal

hal ini akan terjadi apabila hal yang bertolak belakang antara system tertutup/fisik dengan system terbuka/social.

k. pencaharian tujuan ganda(multiple goal seeking)

pada system social karena didalamnya terlibat individu-individu dan sub-sub unit dengan perbedaan pandangan dan nilai-nilai srhingga sangat dimungkinkan tidak hanya memiliki yang bersifat tunggal tetapi juga memiliki tujuan ganda.

l. equifinalitas system terbuka

konsep equifinalitas berpandangan bahwa organisasi social akan dapat mencapai tujuannya dengan input yang berbeda-beda pula.

B.pendekatan sistem

Istilah sistem adalah suatu konsep yang abstrak. Definisi tradisional menyatakan bahwa sistem adalah seperangkat komponen atau unsur-unsur yang saling beinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Dalam artian yang luas, suatu sistem muncul karena seseorang telah mendefinisikan demikian. Adanya suatu sistem karena kita mempertimbangkan sebagai sistem. Kita sendiri menentukan batas-batas antara lain, perpaduan subsistem-subsistem yang ditentukan oleh pendapat yang menyatakan bahwa sesuatu adalah suatu sistem. Itu sebabnya, suatu sistem pada hakikatnya adalah system of interest. Berdasarkan rumusan tersebut, kita dapat mengidentifikasi hubungan-hubungan pokok antara sistem dan lingkungan, yakni antara input dari lingkungan dengan sistem antara output dari sistem dengan lingkungan.

C. model pendekatan sistem

Pada mulanya pendekatan sistem digunakan dalam bidang tehnik yang pertama-tama dilaksanakan untuk mendesain sistem –sistem elektronik, mekanik, dan militer. Dalam hal ini,pendekatan sistem dilibatkan dalam sistem-sistem manusia dengan mesin dan selanjutnya dilaksanakan pula dalm bidang keorganisasian dan manajemen. Pada akhir tahun 1950 dan awal1960, pendekatan sistem mulai dipergunakan dalam bidang latihan dan pendidikan (merumuskanmasalah), analisis kebutuhan dengan maksud mentrensformasikannya menjadi tujuan-tujuan (analisis masalah), desain metode dam materi intruksionol(pengembangan suatu pemecahan), pelaksanaan secara aksprimental, dan akhirnya menilai dan merevisi.

D. Sistem pengajaran

Pendidikan, latihan, pengajaran, dan teknologi pendidikan. Istilah-istilah tersebut masing- masing memiliki pengertian sendiri-sendiri, berbeda tetapi berhubungan erat. Dalam kamus asing, kita mengenal istilah-istilah education , training, dan instruction.

1. pendekatan sistem pengajaran

Desain sistem belajar mengajar dari prosedur pendidikan dan latihan yang dikembangkan dalam bidang industri dan militer, khususnya pada tahun-tahun terakhir ini. Pendekatan sistem mengandung dua aspek, yakni aspek filosofis dan aspek proses. Aspek filosofis adalah pandangan hidup yang mendasari sikap perancang sistem yang terarah pada kenyataaan. Aspek proses adalah suatu proses dan suatu perangkat alat konseptual.

Gagasasan inti sistem filosofis ialah bahwa suatu sistem merupakan kumpulan dari sejumlah komponen, yang saling berinteraksi dan bergantungan satu sama lain

Pendekatan sistem merupakan suatu perangkat alat atau tehnik-tehnik. Alat-alat itu berbentuk kemampuan (abilitas)dalam :

a . merumuskan tujuan-tujuan secara operasional

b. mengembangkan deskripsi tugas-tugas secara lengkap dan akurat

c. melaksanakan analisis tugas-tugas

Ada dua cirri pendekatan sistem pengajaran yakni sebagai berikut:

  1. pendekatan merupakan suatu pendapatan tertentu yang mengarah ke proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar adalah suatu penataan yang memungkinkan guru dan siswa berinteraksi satu sama lain untuk memberikan kemudahan bagi siswa belajar.
  2. Menggunakan metodologi khusus untuk mendesain sistem pengajaran. Metodologi khusus itu terdiri dari prosedur sistemik perencanaan, perancang, pelaksanaan, dan penilaian keseluruhan proses belajar mengajar.penrapan metodologi tersebutakan menghasilkan suatu sistem belajar yang memanfaatkan sumber manusiawi dan non manusiawi secara efektif dan efisien. Dengan demikian, pendekatan sistem merupakan suatu panduan dalam rangka perencanaaan dan penyalenggaraan pengajaran

2. konsep sistem penngajaran

Sistem pengajaran adalah suatu kombinasi terorganisasi yang meliputi unsure-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sistem pengajaran dapat dilaksanakan dalam bentuk membaca buku, sistem belajar dikelas atau disekolahan, diperguruan tinggi, atau disebuah kota. Sietem pengajaran senantiasa ditandai oleh organisasi dan interaksi antar komponen dan mendidik siswa.

3. ciri-ciri sistem pengajaran

a. rencana, penataan intensional orang, material, dan prosedur, yangmerpakan unsure sistem pengajaran sesuai dengan suatu dengan rencana khusus sehingga tidak mengambang.

b. kesaling tergantungan (interdependent), unsure-unsur suatu sistem merupakan bagian yang koheren dalam keseluruhan, masing-masing bagian bersifat esensial, satu sama lain memberikan sumbsngan tertentu

c. tujuan, setiap sistem pengajaran memiliki tujuan tertentu. Ciri itu menjadi dasar perbedaan antara sistem yang dibuat manusia dan sistem alami(natural).

E. Pendekatan yang digunakan dalam Perencanaan pengajaran

a. pendekatan kebutuhan social

menurut pendekatan ini perencanaan pengajaran disususun dan di rancang dengan memperhatikan kebutuhsn dan permintaan masyarakat akan pendidikan pada umumnya dan pengajaran pada khususnya. Yaitu bagaimana melayani kebutuhan masyarakat dalam mengembangkan dan memberdayakan dirinya dalam artian menambah kemapuan masyarakat untuk dapat bertahan dan mengembangkan dalam semua aspek kehidupan. Karenanya diperlukan perncanaan pengajaran yang dapat memberikan penngalaman belajar bagi peserta didik dan mem beri kecakapan hidup dalam bermasyarakat.

b. Pendekatan Kebutuhan Ketenagakerjaan

Dalam pendekatan ini dalam perencanaan pengajaran dimaksudkan bahwa dalam menyusun perencanaan pengajaran, siswa adalah komponen pengajaran dan objek sekaligus subyek pengajaran yang diarahkan untuk memiliki ketrampilan yang dibutuhakan dalam dunia kerja baik teknik , social, dan emosional.

c. pendekatan Efisiensi Biaya

dalam pendekatan ini di maksudkan dalam membuat dalam perencanaan pengajaran harus memperhatikan aspek pe mbiayaan un tuk berlangsungnya proses pengajaran yang baik yang menyangkut sumber-sumber pembiayaan, penggunaan maupun pertanggungnjawabannya, dan efisiensi penggunaan biaya yang digunakan dalam kepe ntingan proses pengajaran.

d. Pendekatan Sistem

Pendekatan system merupakan kebiasaan dalam memandang benda atau peristiwa dalam hidup sebagi system yang di gunakan dalam memecahlakan masalah serta proses pemecahannya. Dalam melakukan pendekatan system diperlukan untuk menngetahui teori umum, filosofi, analiasis serta sintesis system.

1. pendekatan system mendasarkan diri pada pada teori-teori umum system, mulai dari konsep sub system, hierarki system, model system, pandangan system, batas system, entropi system , keadaan system, umpan balik,pengembangan internal, pencaharian tujuan ganda sampai equifinalitas soistem terbuka. Konsep-konsep tersebut dapat mempermudah guru dalam membuat perencanaan, program pengajaran.

2. filosofi sistem

filosofi sistem merupakan ”cara berpikir” (way of thinking) tentang fenomena secara keseluruhan termasuk bagian,komponen atau subsistemnya dengan menekankan keterkaiatannya. Dibutuhkan pemahaman filosofi sistem untuk dapat menjalankan suatu sistem. Menurut teori vitaslis yang dikemukakan oleh hoplins johnson dan rosenzweigh dalam salamoen terdapat beberapa kerangka dasar yang melandasi berpikir sitem yaitu:

1. keseluruhan sebagai suatu kesatuan (the whole) adalah yang utama, sedangkan bagian-bagiannya adlah yang kedua

2. integrasi merupakan kondisi keterkaitan dari berbagai bagian itu dalam satu kesatuan

3. bagian-bagian membentuk satu kesatuan yang tak tepisahkan, sehingga tidak ada satu bagian yang dapat dipengaruhi tanpa mempengaruhi juga bagian-bagian yang lain

4. bagian-bagian memainkan peranan sesuai dengan tujuan yang mendasari keberadaan dari keseluruhannya

5. sifat dan fungsi bagian sesuai dengan posisinya dalam keseluruhan

6. keseluruhan adalah suatu sistem, kompleks atau konfigurasi energi dan berperilaku seperti sesuatu yang tunggal betapapun kompleksnya

7. segala sesuatu dimulai dari keseluruhan sebagai dasar penalaran (premise) serta bagian-bagian dan hubungannya harus berkembang

3. Analisis sistem

Analisis sistem merupakan kegiatan memecah suatu sistem menjadi beberapa sub sistem dan mengidentifikasi hubungan dari setiap sub sistem dengan sub sistem yang lainnya. Dengan analisis sitem selain dapat dilakukan identifikasi terhadap sub sistem yang terdapat dalam suatu sistem akan tetapi juga dapat diidentifikasi fungsi-fungsi serta keterkaitan antara masing-masing fungsi sub sistem yang satu dengan fungsi subsistem lainnya secara kebersamaan, dapat mengetahui sub sistem mana yang tidak berfungsi dengan baik sehingga perlu direvisi ataupun diganti.

4. Sintesis sistem

Sintesis sistem merupakan kegiatan untuk memadukan, menambahkan, serta mengkombinasikan sub sistem baru kepada subsistem yang sudah ada dan membemtuk sistem baru.

Dengan demikian pemdekatan sistem dalam pengajaran merupakan kebiasaan dalam memandang benda atau peristiwa dalam hidup sebagai sistem yang digunakan untuk memecahkan masalah yang diawali dengan pemahaman dan pengetahuan tentang teori umum sistem, filosofi sistem serta kemampuan keterampilan dalam menganalisis serta melakukan sintesis sistem yang merupakan suatu paduan dalam rangka perencanaan dan penyelenggaraan pengajaran.

Terdapat dua ciri pendekatan sistem pengajaran yaitu:

a. pendekatan sistem pengajaran merupakan suatu pemikiran-pemikiran tertentu yang memberi arah kegiatan belajar mengajar

b. pendekatan sistem pengajaran merupakan metodelogi khusus yang digunakan untuk mendesain sistem pengajaran

DAFTAR PUSTAKA

Syah, Darwin.2007. Perncanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam. Gaung Persada Press. Jakarta.

Hamalik, Oemar. 2008. Perencanaan pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Bumi Aksara. Jakarta.