TEKS

SELAMAT DATANG DAN JANGAN LUPA ISI BUKU TAMU & KOMENTAR YA.....

Sunday, March 6, 2011

PENGERTIAN KREDIT DAN PEMBIAYAAN

Oleh : Wiwik & Zimah

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Didalam sebuah badan seperti bank itu ada yang namanya pembiayaan yang di berikan oleh pihak pengelolah untuk nasabah. Pembiayaan tersebut di berikan nasabah guna untuk membantu nasabah yang membutuhkan dengan bentuk tagihan yang mana dalam jangka waktu tertentu dengan kesepakatan atau persetujuan antara pihak bank dan nasabah.

Disini kami selaku pemakalah ingin mengupas sedikit masalah definisi pembiayaan itu sendiri dan tujuan serta fungsi dari pembiayaan.

B. Rumusan Masalah

  1. Pengertian dari pembiayaan atau kredit ?
  2. Tujuan dari pembiayaan ?
  3. Fungsi-fungsi pembiayaan ?
  4. Prinsip Pembiayaan ?

C. Tujuan

  1. Untuk mengetahui pengertian pembiayaan.
  2. Untuk mengetahui tujuan pembiayaan.
  3. Untuk mengetahui fungsi-fungsi pembiayaan.
  4. Untuk mengetahui prinsip pembiayaan.

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Definisi Pembiayaan

Dalam arti sempit, pembiayaan dipakai untuk mendefinisikan pendanaan yang dilakukan oleh lembaga pembiayaan seperti bank syariah kepada nasabah. Pembiayaan secara luas berarti financing atau pembelanjaan yaitu pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun dikerjakan oleh orang lain.

Menurut M. Syafi’I Antonio menjelaskan bahwa pembiayaan merupakan salah satu tugas pokok bank yaitu pemberian fasilitas dana untuk memenuhi kebutuhan pihak-pihak yang merupakan deficit unit.

Sedangkan menurut UU No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan menyatakan

Pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.”

  1. Tujuan Pembiayaan

Tujuan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah untuk meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi sesuai dengan nilai-nilai Islam. Pembiayaan tersebut harus dapat dinikmati oleh sebanyak-banyaknya pengusaha yang bergerak dibidang industri, pertanian, dan perdagangan untuk menunjang kesempatan kerja dan menunjang produksi dan distribusi barang-barang dan jasa-jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.

  1. Fungsi Pembiayaan

Keberadaan bank syariah yang menjalankan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah bukan hanya untuk mencari keuntungan dan meramaikan bisnis perbankan di Indonesia, tetapi juga untuk menciptakan lingkungan bisnis yang aman, diantaranya :

  1. Memberikan pembiayaan dengan prinsip syariah yang menerapkan sistem bagi hasil yang tidak memberatkan debitur.
  2. Membantu kaum dhuafa yang tidak tersentuh oleh bank konvensional karena tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bank konvensional.
  3. Membantu masyarakat ekonomi lemah yang selalu dipermainkan oleh rentenir dengan membantu melalui pendanaan untuk usaha yang dilakukan.
  1. Prinsip Pembiayaan

Dalam melakukan penilaian permohonan pembiayaan bank syariah bagian marketing harus memperhatikan beberapa prinsip utama yang berkaitan dengan kondisi secara keseluruhan calon nasabah. Di dunia perbankan syariah prinsip penilaian dikenal dengan 5 C + 1 S , yaitu :

  1. Character

Yaitu penilaian terhadap karakter atau kepribadian calon penerima pembiayaan dengan tujuan untuk memperkirakan kemungkinan bahwa penerima pembiayaan dapat memenuhi kewajibannya.

  1. Capacity

Yaitu penilaian secara subyektif tentang kemampuan penerima pembiayaan untuk melakukan pembayaran. Kemampuan diukur dengan catatan prestasi penerima pembiayaan di masa lalu yang didukung dengan pengamatan di lapangan atas sarana usahanya seperti toko, karyawan, alat-alat, pabrik serta metode kegiatan.

  1. Capital

Yaitu penilaian terhadap kemampuan modal yang dimiliki oleh calon penerima pembiayaan yang diukur dengan posisi perusahaan secara keseluruhan yang ditujukan oleh rasio finansial dan penekanan pada komposisi modalnya.

  1. Collateral

Yaitu jaminan yang dimiliki calon penerima pembiayaan. Penilaian ini bertujuan untuk lebih meyakinkan bahwa jika suatu resiko kegagalan pembayaran tercapai terjadi , maka jaminan dapat dipakai sebagai pengganti dari kewajiban.

  1. Condition

Bank syariah harus melihat kondisi ekonomi yang terjadi di masyarakat secara spesifik melihat adanya keterkaitan dengan jenis usaha yang dilakukan oleh calon penerima pembiayaan. Hal tersebut karena kondisi eksternal berperan besar dalam proses berjalannya usaha calon penerima pembiayaan.

  1. Syariah

Penilaian ini dilakukan untuk menegaskan bahwa usaha yang akan dibiayaai benar-benar usaha yang tidak melanggar syariah sesuai dengan fatwa DSN “Pengelola tidak boleh menyalahi hukum syariah Islam dalam tindakannya yang berhubungan dengan mudharabah.”

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Pembiayaan atau kredit adalah Dalam arti sempit, pembiayaan dipakai untuk mendefinisikan pendanaan yang dilakukan oleh lembaga pembiayaan seperti bank syariah kepada nasabah. Pembiayaan secara luas berarti financing atau pembelanjaan yaitu pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan, baik dilakukan sendiri maupun dikerjakan oleh orang lain.

2. Tujuan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah adalah untuk meningkatkan kesempatan kerja dan kesejahteraan ekonomi sesuai dengan nilai-nilai Islam. Pembiayaan tersebut harus dapat dinikmati oleh sebanyak-banyaknya pengusaha yang bergerak dibidang industri, pertanian, dan perdagangan untuk menunjang kesempatan kerja dan menunjang produksi dan distribusi barang-barang dan jasa-jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.

3. Fungsi Pembiayaan diantaranya:

a. Memberikan pembiayaan dengan prinsip syariah yang menerapkan sistem bagi hasil yang tidak memberatkan debitur.

    1. Membantu kaum dhuafa yang tidak tersentuh oleh bank konvensional karena tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh bank konvensional.
    2. Membantu masyarakat ekonomi lemah yang selalu dipermainkan oleh rentenir dengan membantu melalui pendanaan untuk usaha yang dilakukan.
  1. Prinsip Pembiayaan

a. Character

b. Capacity

c. Capital

d. Collateral

e. Condition

f. Syariah

B. Saran

Tak lepas sekiranya sebagai insan manusia yang juga mempunyai kekurangan, untk itu saran yang membangun kami harapkan dari pembaca agar dikemudian hari menjadi pembenahan bagi kami untuk lebih baik lagi.

PENGERTIAN FUNGSI DAN PROSES AKUNTANSI

By : Gusbud…

PEMBAHASAN

A. Definisi Akuntansi

Berbagai pakar akuntansi memberikan definisi yang berbeda-beda tentang akuntansi walaupun yang dimaksud adalah sama perbedaan tersebut disebabkan disamping karena adanya sudut pandang berbeda latar belakang, sosial ekonomi yang berbeda juga karena adanya perbedaan penonjolan(penekanan)

Kata akuntansi berasal dari bahasa Inggris to account yang berarti memperhitungkan atau mempertangung jawabkan dan kata accountancy yang berarti hal-hal yang bersangkutan dengan sesuatu yang dikerjakan oleh akuntan ( accountant ).

Akuntansi: seperangkat pengetahuan dan fungsi yang berkepentingan dengan masalah pengadaan, pengabsahan, pencatatan, penggolongan dan penyajian secara sistematik informasi yang dapt dipercaya dan berdaya guna tentang transaksi dan peristiwa yang bersifat keuangan yang diperlukan dalam pengelolaan dan pengoperasian suatu unit usaha dan yang diperlukan sebagai dasar penyusunan laporan yang harus disampaikan untuk memenuhi pertanggung jawaban keuangan dan lainya.

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah.

Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”.

Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.

Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan.

B. Fungsi Akuntansi

a) fungsi dasar akuntansi

  1. Menciptakan sistem akuntansi.
  2. Membuat prosedur untuk mencatat, menggolongkan dan memeasukan secara singkat transaksi-transaksi perusahaanl.
  3. Memberikan laporan/keterangan pada manajemen untuk penyusunan anggaran dan pengendalian aktiva dan pengambilan keputusan.

b) fungsi akuntansi

  1. Menyiapkan metode dan standar untuk mengukur ongkos yang telah dikeluarkan
  2. Melaporkan data akuntansi
  3. Menafsirkan data akuntansi

C. Proses Akuntansi

Proses akuntansi adalah serangkaian kegiatan yang diawali dengan transaksi dan berakhir dengan penutupan buku – berakhirnya seluruh proses pencatatan pada periode tertentu. Karena proses ini diulang setiap periode pelaporan, ini disebut sebagai siklus akuntansi dan mencakup langkah-langkah utama, yaitu:

1. Tahap Pencatatan dan Penggolongan

Tahap pertama yang dilalui dalam proses akuntansi adalah tahap pencatatan dan penggolongan. Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam tahap pencatatan dan penggolongan antara lain:

a. penyusunan atau pembuatan bukti- bukti pembukuan atau bukti transaksi, baik transaksi internal maupun transaksi eksternal,

b. pencatatan ke dalam jurnal, baik jurnal umum maupun jurnal khusus,

c. posting atau pencatatan ke buku besar, baik ke buku besar utama maupun buku besar pembantu.

2. Tahap Pengikhtisaran/Peringkasan

Tahap yang harus dilalui setelah melakukan pencatatan dan penggolongan yaitu tahap pengikhtisaran/peringkasan. Pada tahap pengikhtisaran/peringkasan, meliputi kegiatan-kegiatan berikut ini.

a. penyusunan neraca saldo, yang datanya bersumber dari saldo-saldo yang ada pada buku besar,

b. penyusunan jurnal penyesuaian, untuk menyesuaikan dengan keadaan atau fakta yang sebenarnya pada akhir periode, dan penyusunan kertas kerja/neraca lajur yang bertujuan untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan,

c. pembuatan jurnal penutup, dibuat untuk mengetahui besarnya laba atau rugi suatu perusahaan, sekaligus untuk menutup perkiraan atau akun yang bersifat sementara (temporary account),

d. pembuatan necara saldo setelah penutupan, dipergunakan untuk mengecek kembali pencatatan yang akan dilakukan pada periode berikutnya,

e. penyusunan jurnal pembalik, dipergunakan untuk mengantisipasi terjadinya kesalahan pencatatan pada periode akuntansi berikutnya.

3. Tahap Pelaporan dan Penganalisaan

Tahap terakhir yang harus dilalui yaitu tahap pelaporan dan penganalisaan. Adapun tahap pelaporan dan penganalisaan meliputi kegiatan-kegiatan berikut ini.

a. Penyusunan laporan keuangan, yang terdiri atas Laporan Laba/Rugi, Laporan Perubahan Modal, Neraca, dan Laporan Arus Kas.

b. Pembuatan analisa laporan keuangan digunakan untuk pengambilan keputusan ekonomi, baik untuk perkembangan usaha maupun penambahan investasi.

PENUTUP

A. Kesimpulan

a. Berbagai pakar akuntansi berbeda pendapat dalam mendefinisikan akuntansi tetapi dalam perbedaan tersebut yang di maksud adalah sama yaitu akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.

b. Fungsi Akuntansi

1. Fungsi Dasar Akuntansi

· Menciptakan sistem akuntansi.

· Membuat prosedur untuk mencatat, menggolongkan dan memeasukan secara singkat transaksi-transaksi perusahaanl.

· Memberikan laporan/keterangan pada manajemen untuk penyusunan anggaran dan pengendalian aktiva dan pengambilan keputusan.

2. Fungsi Akuntansi

· Menyiapkan metode dan standar untuk mengukur ongkos yang telah dikeluarkan

Melaporkan data akuntansi

· Menafsirkan data akuntansi

c. Proses Akuntansi

· Tahap Pencatatan dan Penggolongan

· Tahap Pengikhtisaran/Peringkasan

· Tahap Pelaporan dan Penganalisaan

RELIGI DAN AGAMA

Oleh : Lulu’, Ahsin & Bahruddin

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebagai seorang manusia kita harus mempunyai pegangan yang kuat, yang mana bisa mengantarkan kita pada satu tujuan. Yang akan membawa kita kejalan lurus, yakni sebuah agamalah yang kita jadikan pedoman untuk melaksanakan sesuatu. Dengan dasar – dasar dan ketentuan dalam sebuah pelaturan. Jadi agama sangatlah penting bagi kita.

Berdasarkan keterangan ini agama sagat dibutuhkan dalam kehidupan sehari – hari, dan kita dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa agama adalah ajaran yang berasal dari tuhan atau hasil renungan manusia yang terkandung dalam kitab suci yang turun temurun dan diwariskan oleh suatu generasi kegenerasi dengan tujuan untuk memberi tuntunan dan pedoman hidup bagi manusia agar mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

B. Rumusan Masalah

a) Apa pengertian agama ?

b) Apa pengertian Religi ?

c) Apa yang melatarbelakangi perlunya manusia terhadap agama?

C. Tujuan Makalah

a. Untuk mengetahui pengertian agama.

b. Untuk mengetahui pengertian religi

c. Untuk mengetahui latarbelakang perlunya manusia terhadap agama.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Agama

Berdasarkan sudut pandang " agama" dianggap sebagai kata yang berasal dari bahasa sansekerta yang artinya "tidak kacau". Agam diambil dari dua akar suku kata, yaitu a yang bearti "tidak " dan gama yang bearti "kacau" . hal itu mengandung pengerian bahwa agama adalah suatu peraturan yang mengatur kehidupan manusia agar tidak kacau.

Dalam bahasa arab, agama dikenal dengan kata Al-din dan Al-milah. Kata al-din sendiri mengandung berbagai arti. Ia dapat diartikan al-hud mulk (kerajaan), al-khidmat (pelayanan), al-izz (kejayaan), al-dzull (kehinaan), al-ikrah(pemaksaan), al-ihsan (kebajikan), al-adat (kebiasaan), al-ibadat (pengabdian), al-qahr wa al- sulthan (kekuasaan dan pemerintahan). Sedangkan pengertian al-din yang bearti agama adalah nama yang bersifat umum. Artinya tidak ditujukan pada salah satu agama, ia adalah nama untuk setiap kepercayaan di dunia ini.

Adapun Agama dalam pengertian sisiologi adalah gejalah social yang umum dan dimiliki oleh seluruh masyarakat yang ada didunia ini, tanpa kecuali. Ia merupakan salah satu aspek dalam kehidupan social dan bagian dari system social suatu masyarakat. Agama juga bias dilihat sebagai unsur dari kebudayaan suatu masyarakt disamping unsur – unsur yang lain, seperti keseniaan, bahasa, system mata pencaharian, system peralatan, dan system organisai social.

Dilihat dari sudut kategori pemahaman manusia, agama memiliki dua segi yang membedakan dalam prwujudannya, yaitu sebagai berikut:

1. segi kejiwaan yaitu suatu kondisi subjektif atau kondisi jiwa manusia, berkenaan dengan apa yang dirasakan oleh penganut agama. Kondisi inilah yang biasanya disebut kondisi agama, yaitu kondisi patuh dan taat kepada yang disembah.

2. Segi Objektif yatu segi luar yang disebut juga kejadian objektif, dimensi empiris dari agama.

B. Pengertian Religi

Adapun kata religi berasal dari bahasa latin. Menurut satu pendapat, demikian Harun Nasution Mengatakan, bahwa asal kata religi adalah relegere yang mengandung arti mengumpulkan dan membaca. Pengerian demikian itu juga sejalan dengan isi agama yang mengandung kumpulan cara – cara mengabdi pada tuhan yang terkumpul dalam kitab suci yang harus di baca. Menurut pendapat lain, kata itu berasal dari kata religare yang berarti mengikat. Ajaran – ajran agama memang mempunyai sifat mengikat bagi manusia. Dalam agama selanjutnya terdapat pula dari ikatan roh manusia dengan tuhan, dan agama lebih lanjut lagi memang mengikat manusia dengan tuhan.

Dari beberapa definisi tersebut, akhirnya Harun Nasution menyimpulkan bahwa intisari yang terkandung istilah – istilah diatas ialah ikatan. Agama memang mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatui manusia. Ikatan ini mempunyai pengaruh besar sekali terhadap kehidupan manusia sehari –hari. Ikatan itu berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia. Satu kekuatan ghoib yang tidak dapat oleh panca indra,.

C. Latar Belakang Perlunya Manusia Terhadap Agama

Ada tiga alasan yang melatar belakangi perlunya manusia terhadap agama. Ketiga alasan tersebut secara singkat dapat dikemukakan sebagai berikut.

1. Latar Belakang Fitrah Manusia

Kenyataan bahwa manusia memiliki fitrah keagamaan tersebut untuk pertama kali ditegaskan dalam ajaran islam, yakni bahwa agama adalah kebutuhan firah manusia. Sebelumnya komah manusia belum mengenal kennyataan ini. Baru dimasa akhir – akhir ini, muncul beberapa orang yang menyerukan dan mempopulerkankanny, fitrah keagamaan yang ada dalam diri manusia inilah yang melatar belakangi perlunnya manusia terhadap agama.

2. Kelemahan Dan Kekurangan Manusia

Factor lainnya yang melatar belakangi manusia memerlukan agama adalah karna disamping manusia memiliki berbagai kesempurnaan juga memiliki kekurangan .

3. Tantangan Manusia

Factor lain yang menyebabkan manusi memerlukan agama adalah karena manusia dalam kehidupanya senantiasa menghadapi berbagai tantangan baik yang datang dari dalam maupun luar. Tantangan dari dalam dapat berupa dorongan hawa nafsu dan bisikan dari setan, sedankan tantangan dari luar dapat berupa rekayasa dan upaya – upaya yamg dilakukan manusia yang secara sengaja brupaya ingin memalingkan manusia dari tuhan.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

v Agama adalah suatu peratuaran yang megatur kehidupan manusia agar tidak kacau.

v Religi Menurut Harun Nasution berasal dari kata Relegere yang bearti mengumpulkan dan membaca, pengertian ini sejalan dengan isi agama yang mengandung kumpulan cara – cara mengabdi pada tuhan. Adapun pendapat lain yang mengatakan bahwa religi berasal dari kata religare yang berarti mengikat.

v Latar belakang perlunya manusia terhadap agama ada tiga

§ Fitrah Manusia

§ Kelemahan dan Kekurangan Manusia

§ Tantangan manusia

B. Saran

Setelah dipaparkan makalah ini diharapkan bapak dosen dan saudara – saudara sekalian untuk memberikan saran dari kekurangan – kekurangan yang terdapat pada makalah ini agar bias menjadi perbaikan pada makalah yang akan dating.

DAFTAR PUSTAKA

Kahmad, Dadang. Sosiologi Agama. PT Remaja Rosdakarya. Bandung : 2000

Nata. Abuddin. Metodologi Studi Islam. PT Grafindo Persada. Jakarta : 2010