TEKS

SELAMAT DATANG DAN JANGAN LUPA ISI BUKU TAMU & KOMENTAR YA.....

Wednesday, December 8, 2010

MODEL PENELITIAN ILMU KALAM

Oleh : Syamsul & Nashir

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu kalam atau teolgi termasuk salah satu bidang studi islam yang amat dikenal baik oleh kalangan akademis mupun masyarakat pada umumnya

Oleh karena itu hal tersebut merupakan fenomena yang cukup menarik untuk diteliti secara lebih seksama pada makalah ini audien akan diajak mengkaji secara seksama model penelitian ilmu kalam yang dilakukan para ahli , baik penelitian pemula maupun penelitian lanjutan yang bersifat deskriptif analitis dengan terlebih dahulu dengan terlebih dahulu mengemukakan pengertian ilmu kalam tersebut .

B. Rumusan Makalah

1. Pengertian ilmu telologi

2. Model-model yang dipakai para peneliti

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian

Ilmu kalam atau ilmu telogi menurut pengertian secara harfiyah yaitu bersal dari kata teo yang artinya tuhan dan logi yang artinya ilmu sedangkan menurut pengertian secara giobal yaitu ilmu membahas tentang masalah ketuhanan serta berbagai masalah yang berkaitan dengannya berdasarkan dalil-dalil yang meyakinkan

Dengan demikian seseorang yang mempeajari dapat mengetahui bagaiman cara-cara untuk memiliki keimanan dan bagaimana pula cara menjaga keimanan tersebut agar tidak hilang atau rusak

B. Model-Model Penelitian

Secara garis besar, penelitian ilmu penelitian ilmu kalam dibagi menjadi dua bagian yaitu pertam penelitian yang bersifat dasar atau pemula kedua penelitian yang bersiafat lanjutan atau pengembangan dari penelitaian pemula

1. Penelitian pemula

Dalam kaitan ini dapat kita jumpai beberapa karya hasi penelitian pemula sebagai berikut :

a) Model abu mansur muhammad bin muhammad bin mahmud al maturidi

Beliau telah menulis buku teologi islam yang berjudul kitab at-tauhid dalam buku tersebut disebutkan pembahasan tentang cacatnyataqlid dalam hal beriman, serta kewajiban mengetahui agama dengan dalil al-sama' (dalil naqli) dan dalil aqli, pembahasan tentang alam dan perbedaan faham diantara manusia tenteng cara allah menciptakan makhluk

b) Model al-imam abi al-hasan bin isma'il al-asy'ari

Beliau telah menulis buku berjudul maqalat al-islamiyyin wa ikhtilaf al- mushallin .

Didalam buku tersebut membahas aliran-aliran induk yang ada sepuluh dan dibahas pula masalah aliran syiah, kepemimpinan,kerasulan, keimanan, janji baik dan buruk, siksaan bagi anak necil, tentang tahkim, hakikat manusia

c) Model abdul al-jabbar bin ahmad

Beliau menulis buku sarah al-ushul al-khamsyah dalam buku tersebut disebutkan tentang ajaran mu'tazilah secara mebdalam diantaranya adalah kewajiban yang utama dalam mengetahui allah, ma'na wajib, ma'na keburukan, hakikat pemikiran dan macam-macamnya .

d) Model thohariyah

Beliau telah menulis buku yang berjudul syarah al- aqidah at- thahawiyah dan didalam buku tersebut telah dibahs kewajiban mengimani mengenai apa yang telah dibawah oleh rasul kewajiban mengikuti ajran para rasul,ma'na tauhid, dan dibahs pula macam-macam tauhid yang dibawh oleh para rasul

e) Model al-imam al-harmain al-juwaini

Beliau telah menulis buku yang berjudul al-syamil fi ushul al-din. Didalam buku tersebut membahas tentag penciptaan alam yang didalamnya terdapat hakikat jauhar (subtansi), didalamnya dibahas hakikat taihid, kelemahan kaum mu'tazilah, pembahasan tentang akidah, kajian tentang dali atas kesucian allah

f) Model al-ghazali

Beliau telah menulis buku al-iqtishod fi al-i'tiqod membahas tentang perlunya ilmu dalam memahami agama dan juga perlunya ilmu sebagai fardhu kifayah, pembahasan tentang dzat allah, tentang qodimnya alam dan penetapan tentang kenabian muhammad saw

g) Model al-amidy

Beliau telah menulis buku yang berjudul ghoyah almaram fi ilmu kalam yang membahas tentang sifat-sifat wajib bagi allah sifat nafsianya dan sifat yang jaiz bagi allah dan pembahasan tentang keesaan allah swt perbuatan yang bersfat wajib al-wujud dan tentang tidak ada penciptaan selain allah

h) Model al syahrastani

Beliau telah menukis buku yang berjudul nihayah al-iqdam fi ilmi al-kalam yang membahas tentang barunya alam, tauhid, sifat-sifat azali, hakikat ucapan manusia tentang allah sebagai yang maha pendengar dan perbuatan-perbuatan sebelum datngnya syariat

i) Model al bazdawi

Beliau telah menulis kitab yang berjudul ushul al-din yang membahas perbedaan pendapat para ulam' mengenai mempelajari ilmu kalam mengerjakan dan menyusunnya, perbedaan pendapat para ulam' mengenai sebab-sebab seorang hamba mengetahui sesuatau macam –macam ilmu pengetahuan, tentang allah sebagai pencipta alam semesta, tentang kehiduan di akhirat Seluruh penelitain yang dilakukan para tokoh islam tersebut dikata gorikan sebagai penelitian pemula yang bersifat eksloratif dan pendekatan doktriner atau subtansi ajaran

2. Penelitian Lanjutan

Berbagai hasil penelitian lanjutan dapat dikemukakan sebagai berikut :

1. Model abu zahra

Beliau telah menulis buku yang berjudul tarikh al-mazahib al-islamiyah fi al-siyasyah wa al-aqo'id yang membahas tentang objek-objek yang dijadikan angkal pertentangan oleh berbagai aliran dalam bidang politik yang berdampak pada masalah teologi dan membahas aliran dalam madzab syiah , khawarij dengan berbagai sektenya

2. Model ali mustofa alghurabi

Beliau telah meulis buku yang berjudul tarikh al-firakh al-islamiyah wa nasyatu ilmu al-kalam ind al-muslimin yang membahas perkembangan ilmu kalam, keadaan aqidah pada zaman nabi, khulafaurrasyidin dan dilanjutkan pembahasan mengenai aliran mu'tazilah lengkap dengan tokoh-tokoh dan pemikir teoliginya

3. Model abdul al-latif muhammad al-asyr

Beliau telah menulis buku yang berjudul al-fikriyah li madzhab ahl al-sunnah yang membahas tentang pokok-pokok yang menyebabkan timbul nya perbedaan pendapat dikalangan umat islam, masalah mantiq dan filsafah, barunya alam, sifat-sifat yang melekat pada allah swt serta ijtihad dalam hokum agama

4. Model ahmad mahmud subdi

Beliau telah menulis buku yang berjudul fi ilmi kalam yang membahas tentang aliran mu'tazilah lngkap dengan ajaran dan tokoh-tokohnya

5. Model Ali Sami' Al-Nasyr dan Amar Jam'iy At-Tholibi

Beliau telah melakukan penelitian khusus terhadap akidah kaum salaf dengan mengambil tokoh Ahmad bin hambal,Al-bukhari,Ibn kutaibah,dan usman al-darimi. Buku tersebut telahditerbitkan oleh Al-Ma'arif Iskandariyah tanpa menyebutkan tahunnya.Dalam buku tersebut telah di ungkap tentang pemikiran kaum salaf yang berasal dari tokoh-tokohnya yang menonjol itu.

6. Model Harun Nasution

Harun Nasutionh yang dikenal sebagai guru besar filsafat dan teologi banyak mencurahkan perhatiannya pada penelitian dibidang teologi islam(Ilmu Kalam). Salah satu hasil penelitiannya adalah buku fi Ilm al-Kalam(teologi islam).dalam buku tersebut selain dikemukakan tentang sejarah timbulnya persoalan-persaoalan teologi dalam islam,juga dikemukakan tentang berbagai aliran telogi islam lengkap dengan tokoh-tokoh dan pemikirannya.

Dari berbagai penelitian yan sifatnya lanjutan tersebut, dapat diketahui model penlitian yang dilakukan dengan menggunakan ciri-ciri sebagaim berikut:

Prtama : Penelitian tersebut termasuk penelitian kepustakaan

Kedua : Bercorak deskriptif

Ketiga : Menggunakan pendekatan histories

Keempat : Menggunakan analisis doktrin juga analisis perbandingan.

BAB III

PENUTUP

  1. KESIMPULAN

Dari pembahasan yang telah kita bahas tadi dapat disimpulkan beberapa hal diantaranya:

a. Pengertian dari ilmu kalam adalah ilmu yang membahas tentang masalah ketuhanan

b. Model penelitian ilmu kalam dibagi menjadi dua,yaitu:

Ø Penelitian pemula yaitu penelitian yang bersifat dasar.

Ø Penelitian lanjutan yaitu pengembangan dari penelitin lanjutan.

c. Pendekatan yang digunakan dalam model penelitian ilmu kalam yaitu:

Ø Peneliotian pemula memakai pendekatan doktriner atau subtansi agama.

Ø Penelitian lanjutan memakai pendekatan histori atau mengkajinya dari sejarah yang ada.

DAFTAR PUSTAKA:

Nata Abuddin, Metodologi Studi Islam,(Jakarta:Rajawali Pres,1998)

Hanafi A Teologi Islam, (Jakarta : bulan bintang 1979)

BIOGRAFI IBNU THUFAIL


Oleh : Wiwik Lailatul Muzdalifah

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Filsafat islam adalah slah satu kajian ilmu yang dimasukkan kedalam mata pekuliahan guna untuk memperluas kemampuan berfikir magasiswa.

Sehingga mempunyai kemampuan untuk memahami ajaran-ajaran islam komprehensif dan filosofis dan pada gilirannya trampil untuk menyampaikan kepada masyarakat secara lugas dan rasional sesuai dengana ilmu pengetahuan.

Salah satunya adalah ibn Thufail yang juga merupakan filosof yang pemikiranya di kenal oleh berbagai kalangan.

Keadaan inilah yang juga menjadi dasar apasaja pemikiran yang di bawah Ibn Tufail.

  1. Rumusan Masalah

1. Siapakah Ibn Thufail ?

2. Apa Filsafat Ibn Thufail pada filsafat Epistimologinya ?

3. Apa Konsep Ibn Tufail pada filsafat jiwanya ?

  1. Tujuan Penulisan.
  1. Untuk Mengetahui Biografi Ibn Thufail.
  2. Agar bisa mengetahui Epistimologi Ibn thufail.
  3. Untuk mengetahui dan memahami kons
  4. ep-konsep jiwa Ibn Tufail

BAB II

PEMBAHASAN

  1. biografi ibn thufail

Nama lengkapnya adalah Abu Bakar Muhammad Abd Al-Malik Ibn Muhammad Ibn Thufail Al-Qoisyi. Di barat beliau dikenal dengan sebutan Abubacer. Ia dilahirkan di guandix, 40 Mil di laut Granada pada 506 H (1110 M) dan meninggal di kota Marraqesh, maroko pada 581 H (1185 M). Sebagai seorang turunan suku Quasy, suku arab termuka, beliau dengan mudah mendapatkan fasilitas belajar, apalagi kecintaannya kepada buku-buku dan ilmu pengetahuan mengalahkan cintanya kepada manusia. Hal ini mengantarkannya menjadi seorang ilmuan dalam banyak bidang, seperti lazimnya ilmu pada masa itu, meliputi kedokteran, kesustraan, matematika, dan filsafat. Kedokteran dan filsafat di pelajarinya di Seville gordova

  1. Epistimologi

Ibn Thufail menujuke kepada jalan untuk sampai kepada obyek pengetahuan yang maha tinggi atau tuhan. Jalan pertama adalah wahyu, seperti ditempuh oleh asal, dal jalan kedua adalah filsafat, seperti yang dilakukan Hayy. Jalan pertama lebih pendek daripada jalan yang kedua.

Dari simpulan cerita dapat digambarkan bahwa ma’rifah melalui akal di tempuh dengan jalan keterbukaan, mengamati, meneliti, mencari, mencoba , membandingkan, klasifikasi, generalisasi, dan menyimpulkan. Jadi, ma’rifah merupakan suatu yang dilatih mulai dari yang kongkrit berlanjut kepada yang abztrak, dari yang khusus menuju global, seterusnya dilanjutkan dengan perenungan yang terus menerus.

Menghayati segi batinya denga dzauq, hasilnya hanya bisa di rasakan, sulit untuk dikatakan, tidak heran kalau ada shatahat dari mulut seorang sufi. Jadi proses yang di lalui ma’rifah semacam ini tidak mengikuti deduksi atau induksi, tetapi bersifat intuitif lewat cahaya suci.

  1. Jiwa

Konsepnya ibn thufail tentang sejiwa sejalan dengan yang dikemukakan oleh Al-Farabi, yakni ada tiga kategorin yaitu :

Pertama : jiwa fadhilah, yakni yang kekal dalam kebahagiaan karena mengenal tuhan dan terus mengarahkan perhatian dan renungan kepadan-nya.

Kedua : Jiwa fasiqoh, yakni jiwa yang kekal dalam kesengsaraan dan tempatnya di Neraka.

Ketiga : jiwa jahiliyah, yakni jiwa yang musnah karena karena tidak mengenal allah sama sekali, jiw jenis ini sama halnya dengan hewan melata.

Ibn thufail menawarkan tiga jenis amaliah yang harus di terapkan dalam hidup, ketiganya adalah :

1. Amaliah yang menyerupai hewan.

2. Amaliah yang menyerupai benda angkasa, dan

3. Amaliah yang menyerupai al-wajib al-wujud.

Ø Amaliah yang pertama sedikit unik, karena amialiah tersebut dibutuhkan tetapi juga menjadi penghalang untuk meningkat kepada amaliah berikutnya yang lebih tinggi, amaliah yang kedua adalah hubungan yang baik dengan dibawahnya, dengan dirinya dan dengan tuhannya.

Ø Amaliah ketiga ini akan mampu mengantar kepada kebahagiaan abadi sebagai sasaran akhir dari prinsip moral.

Ibn Thufail mengajarkan agar jiwa berhubungan atau musyahadah secara terus menerussejak dari kehidupandi dunia sampai kehidupan abadi. Upaya kearah itu dengan renungan kontemplatif dan fana-mistika. Manusia dapat berhubunga dan menyaksikan tuhannya tidak saja dengan akalnya, juga melalui rohaninya.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Nam lengkap Ibn Thufail adalah Abu Bakar Muhammad Ibn Abd Al-Malik Ibn Muhammad Ibn Thufail Al-Qaisyi. Di barat di kenal dengan Abubacer. Beliau dilahirkan di guadik, 40 Mil di timur lau Granada pada 506 H (1110 M) dan meninggal di kota marraqesh.

2. Ibn Thufai menunjukkann dua jalan untuk sampai kepada obyek pengetahuan yang maha tinggi atau tuhan. Jalan pertama adalah melalui wahyu, seperti di tempuh oleh asal.dan jalan kedua adalah filsafat, semisal yang dilakukan oleh hay.

3. Konsepnya Ibn Thufail tentang jiwa sejalan dengan yang dikemukakan oleh Al- Farabi, yakni ada tiga kategori yaitu :

a. Jwa fadhilah – yang kekal dalam kebahagiaan.

b. Jiwa fasiqih – jiwayang kekal dalam kesengsaraan.

c. Jiwa jahiliyah – jiwa yang musnah karena tidak mengenal allah sama sekali.

B. Kritik Saran

Tidak ada manusia yang sempurna dan tak luput sebagai seorang manusia pasti banyak salah dan khilaf, penulis dan penyajian makalah ini tentunya banyak sekali kesalahan dan kekurangan dan tentunya bukan disebabkan oleh siapa-siapa melainkan ketidak bisaan kami pribadi untuk itulah kami mengharap saran dan kritik agar kelak kemudian haru kami dapat perbaiki.

Dalam makalah yang mengkaji dengan Ibn Thufail dalam buku filsafat islam ini kami harap bisa bermanfaat bagi kita khususnya mahasiswa syari’ah, dengan demikian sedikit banyak hal ini maka akan membantu kita untuk memahamitentang apa yang terkandung dalam kajian Ibn Thufail.

DAFTAR PUSTAKA

Nasution, Hasyimsyah, Filsafat Islam, Jakarta; Gaya Media Pratama, 2005.

Saturday, December 4, 2010

KONSEP MEMBUAT RUMUSAN INDICATOR HASIL BELAJAR 2

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses yang kompleks, dan malibatkan berbagai komponen, yang tidak hanya menuntut keteramilan teknis dari pihak pengembang terhadap pengemangan berbagai komponen kurikulum, tetapi harus pula dipahami berbagai factor yang mempengaruhinya.

Pengembangan KTSP memfokuskan pada kompetensi tertntu, berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang utuh dan terpadu, serta dapat didemonstrasikan peserta didik sebagai wujud hasil belajar. Penerapan KTSP memungkinkan para guru merencanakan, melaksanakan, dan menilai kurikulum serta hasil belajar peserta didik dalam mencapai standar kompetensi, dan kompetensi dasar, sebagai cermin penguasaan dan pemahaman terhadap apa yang dipelajari. Oleh karena itu, peserta didik perlu mengetahui criteria pencapaian kompetensi yang akan dijadikan standar penilaian hasil belajar, sehingga mereka dapat mempersiapkan diri melalui penguasaan trehadap sejumlah kompetensi, sebagai prasyarat melanjutkan penguasaan kompetensi berikutnya. Kriteria tersebut biasanya dikembangkan tujuan dan indicator kompetens dasar yang harus dikuasai.

  1. Rumusan Masalah

1) Apa definisi indicator ?

2) Apa komponen-komponen indicator ?

3) Apa kata – kata operasional yang dijabarkan dalam membuat indicator ?

4) Bagaimana syarat-syarat pembuatan rumusan indicator ?

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Definisi Indicator

Dalam kaitannya dengan KTSP guru hendaknya memahami langka penting dalam menjabarkar kompetensi dasar kedalam indicator.

Sebelum guru dapat menjabarkan konpensi dasar kedalam indicator guru harus lebih mengerti definisi dari indicator itu sendiri, yakni: perilaku yang dapat diukur atau diobservasi untuk menunjukkan pencapaian kompetensi dasar tertentu untuk menjadi acuan penilaian mata pelajaran.

Jadi indicator merupakan kompetensi dasar yang sepesifik apabila serangkaian indicator dalam satu kompetensi dasar sudah tercapai berarti target kompetensi dasar tersebut sudah terpenuhi.

  1. Komponen – Komponen Indicator

Pada komponen indicator, hal – hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut :

a. Indicator merupakan penjabaran dari kd yang menunjukkan tanda-tanda, perbuatan atau respon yang dilakukan atau ditampilkan oleh peserta didik.

b. Indicator dikembangkan sesuai dengan karakteristik pendidikan, potensi daerah dan peserta didik

c. Rumusan indicator menggunakan kerja operasional yang terukur atau dapat diobservasi.

d. Indikator digunakan sebagai bahan dasar untuk menyusun alat penilaian

  1. Kata – Kata Operasional Yang Dijabarkan Dalam Membuat Indicator

a. Kognitif Meliputi

1. Knowledge (pengetahuan) yaitu, menyebutkan, menuliskan, menyatakan, mengurutkan, mengidentifikasi, mendefinisikan, mencocokkan, member nama, member leber, dan melukiskan.

2. Comprehension(pemahaman) yaitu, menerjemakan, mengubah, menggeneralisasikan,menguraikan, menuliskan kembali, merangkum, membedakan, mempertahankan, menyimpulkan, mengemukakan pendapat, dan menjelaskan.

3. Application (penerapan ) yaitu, mengoperasikan , menghasilkan mengatasi, mengubah, menggunakan, menunjukkan, mempersiapkan, dan menghitung.

4. Analysis (analisis) yaitu, menguraiakan, membagi – bagi, memilih dan membedakan.

5. Syntnesis (sintesis) yaitu, merancang merumuskan, mengorganisasikan, menerapkan, memadukan, dan merencanakan.

6. Evaluation(evaluasi) yaitu, mengkritisi, menafsirkan dan memberikan evaluasi.

b. Efektif Meliputi

1. Receiving (penerimaan) yaitu mempercayai, memilih, mengikuti, bertanya, dan mengalokasikan.

2. Responing(menanggapi) yaitu, konfirmasi, ,menjawab, membaca, membantu, melaksanakan, melaporkan dan menampilkan.

3. Valuing (penamaan nilai) yaitu, menginisiasi, mengundang, melibatkan, mengusulkan, dan melakukan.

4. Organigastion (pengorganisasian) yaitu, menverivikasi, menyusun, menyatukan, menghubungkan, dan mempengaruhi.

5. Characterization (karakterisasi) yaitu menggunakan nilai – nilai sebagai pandangan hidup, mempertahankan nilai – nilai yang sudah diyakini.

c. Psikomotorik Atau Gerak Jiwa Meliputi

1. Observing (pengamatan) yaitu mengamati proses, member perhatian pada tahap – tahap sebuah perbuatan, memberi perhatian pada sebuah artikulasi .

2. Initation (peniruan) yaitu mlatih, mengubah, membongkar sebuah struktur, membangun kembali sebuah struktur dan menggunakan sebuah model.

3. Practicing (pembiasaan) yaitu membiasakan prilaku yang sudah dibentuknya, mengontrol kebiasaan agar tetap konsistem.

4. Adapting (penyesuaian) yaitu menyesuaikan model, mengembangkan model, dan menerapkan model.

  1. Menjabarkan Kompetensi Dasar Kedalam Indicator

Cara atau langkah yang paling mudah untuk menjabarkan kompetensi dasar kedalam indicator kompetensi adalah menambah kolom disebelah kanan pada format standar kompetensi dan kompetensi dasar, seperti berikut :

Satuan Pendidikan : SMP/ MTs.

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan social

Kelas : VII, Semester I

Standar kompetensi

Kompetensi dasar

Indicator

1. Memahami lingkungan kehidupan manusia

1.1. Mendeskripsikan bentuk muka bumi, proses pembentukan, dan dampaknya terhadap kehidupan.

1.2. Mendeskripsikan kehidupan pada masa praksara Indonesia

1.1.1. Menguraikan

1.1.2. Menunjukkan

1.1.3. Menjelaskan

1.2.1. Mengurutkan

1.2.2. Menggambarkan

1.2.3. Menulis Ulang

1.2.4. Menafsirkan

2. Memahami kehidupan social manusia

2.1. Mendeskripsikan interaksi sebagai proses social

2.2. Mendeskripsikan sosialisasi sebagai proses pembentukan kepribadian

2.3. Mengidentifikasi bentuk – bentuk intraksi social

2.4. Menguraikan proses interaksi social

2.1.1. Menjeleskan

2.1.2. Mengkritisi

2.1.3. Memberikan Evaluasi

2.2.1 Menjalaskan

2.2.2 Membedakan

2.2.3 Mempengaruhi

2.3.1 Mengidentifikasi

2.3.2 Mengurutkan

2.3.3 Mengamati

3. Memahami usaha manusia memenuhi kebutuhan

3.1. Mendeskripsikan manusia sebagai makhluk social dan ekonomi yang bermoral dalam kaitannya dengan usaha memenuhi kebutuhan dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.

3.2. Mengidentifikasi tindakan ekonomi berdasarkan motif dan prinsip ekonomi dalam berbagai kegiatan sehari-hari

3.1.1 Menjelaskan

3.1.2 Mendefinisikan

3.1.3 Menunjukkan

3.1.4 Maramalkan

3.2.1 Membandingkan

3.2.2 Mengidentifikasi

3.2.3 Menerapkan

3.2.4 Manafsirkan

Untuk memilih kata – kata operasional dalam indicator, bisa melihat data – data operasional sebagaimana dikemukakan diatas, dan guru bisa menambahkan kata – kata operasional untuk mengisi indicator yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kebutuhan derah dan satuan pendidikan masing – masing.

Setelah indicator kompetensi dari kompetensi dasar yang telah diajarkan telak diidentifikasi selanjutnya dikembangkan dalam kalimat indicator yang merupakan karakteristik kompetensi dasar.

  1. Syarat-Syarat Pembuatan Rumusan Indicator

Suatu rumusan indicator tentang kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki peserta didik harus memenuhi syarat sabagai berikut:

1. Spesifik artinya mengandung satu penafsiran(tidak menimbulkan penafsiran yang bermacam-macam)

2. Operasional artinya mengandung satu perilaku yang dapat diukur untuk memudahkan penyusunan alat evaluasi.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Indicator merupakan kompetensi dasar yang sepesifik apabila serangkaian indicator dalam satu kompetensi dasar sudah tercapai berarti target kompetensi dasar tersebut sudah terpenuhi.

Pada komponen indicator, hal – hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut :

a. Indicator merupakan penjabaran dari kd yang menunjukkan tanda-tanda, perbuatan atau respon yang dilakukan atau ditampilkan oleh peserta didik.

b. Indicator dikembangkan sesuai dengan karakteristik pendidikan, potensi daerah dan peserta didik

c. Rumusan indicator menggunakan kerja operasional yang terukur atau dapat diobservasi.

d. Indikator digunakan sebagai bahan dasar untuk menyusun alat penilaian

Suatu rumusan indicator tentang kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki peserta didik harus memenuhi dua syarat yakni Spesifik dan Operasional.

DAFTAR PUSTAKA

Mulyasa, E. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Muslich, Mansur. 2009. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara.