TEKS

SELAMAT DATANG DAN JANGAN LUPA ISI BUKU TAMU & KOMENTAR YA.....

Sunday, May 2, 2010

PENGERTIAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN

Oleh : Zila, Imsa’, Imsol

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan upaya untuka menfasilitasi individu lain. Dalm nencapai kemandirian. Serta kematangan mentalnya sehingga dapat survive di daalam kompetisi kehidupan pendidikan juga merupakan aktifitas untuk melayani orang lain Dalam mengekplorasi potensi dirinya, sehingaa trjadai proses perkembangan kemanusiaan agar mampu berkompetesi disdalam lingkupkehidupan (insane cerdas dan kompetitif). Aktifitas nyata mengajarkan (transfer knowledge) pengetrahuan, tekhmnologi dan keterampilan serta meningkatkan kecerdasan dan pengndalian emosinya sehingga seseorang mampu survive didalam kehdupan.

B. Rumusan Masalah

1. apakah pengrtian pendidikan itu?

2. apakah pengertian pengajjran itu?

3. apa hubungan antara pendidikan dan pengajaran ?

C. Tujuan

Tujuan dibuatnya makalah ini supaya kita dapat mengetahui ap pengertian pendidikan dan pengajaran serta hubungan antara keduanya.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian pendidikan

Para ahli pendidikan menemui kesultan dalam merumuskan definisi pendidikan. Kesulitan itu antara lain disebabkan oleh banyaknya jenis kegiatan serta aspek kepribadian yang dibina dalam kegiatan itu, masing-masing kegiatan tersebut disebut pendidikan

1. menurut Rupert C. Lodge dalam philosophiy of education menyatakan bahwa dalam pegertian yang luas pendidikan itu menyangkut seluruh pengalaman.

2. joe park merumuskan pendidikan sebagai the art or process of importing or acquiring knowledge and habit through instructional as strudy. Dalam definisi ini ditekankan kegiatan pendidikan diletakkan pada pengajaran ( instruction ) sedangkan segi kepribadian yang dibina adalah aspek kognitif dan kebiasaan.

3. Theodore mayor greene mengajukan definisi yang sangat umum pendidikan adalah usaha manusia untuk menyiapkan dirinya untuk suatu kehidupan yang bermakna. Dalam definisi ini aspek pendidikan luas sekali

4. alfed nort whitehead menyusun definisi pandidikan yang menekankan segi keterampilan menggunakan pengetahuan sehingga cakupan pendidika sempit.

Konperensi international tentang pendidikan islam yang pertama ( 1977) tenyata tidak juga berhasil menyusun suatu definisi pendidikan yang dapat mereka sepakati ( al-athas, 1979 : 157 ). Kesulitan yang mereka hadapi pada dasarnya sama dengan kesulitan yang dihadapi para ahli yang disebutkan tadi : banyaknya segi kepribadian yang dibina. Jadi, sanagt tidak mengkin mmbuat definisi pendidikan yang sangat singkat tetapi mencakupdaerah binaan yang luas itu.

Seandainya definisi pendidikan yang ,encakup itu diperlikan agaknya rumusan ini dapat ditawarka. Pendidika adalah meningkatkan diri dalam sega;la aspeknya. Definisi ini mencakup kgioatan penidika yang melibatakan guru aupun yag tidak melibatkan guru (pendidk). Mencakup pendidikan formal mau[un non formal sta informal. Segi yang dibina oleh pendidikan dalam definisi ini adalah selurh aspek kepribadian.

B. Pengertian Pengajaran

Para ahli berpendapat bahwa pendidikan tidk sana dengan pengajaran. Ada yang berpendpat bahwa pendidika lebih luas dari pada pengarajaran ada juga yang menagtkan pendidikan adalah uasaha pengembangan aspek rohani manusia, sedangkan pengajaran aspek jasmani dan akal saja. Bagaimana duduk persoalannya?

Sikun pribadi, guru besar IKIp BAndung, pernah menjelaskan msalah ini dalam tulisannya. Mneurut pendapatnya, mendiidk dalam arti pedagogis tidak dapt disamakan denganpengertian mengajar. Pengajaran meurut pendapatnya adalah suatu kegiatan yang menyangkut pembinaan anak, mengenai segi kognitif dan psikomotor semata-mata, yait supaya anak lebih banyak pengetahuaany, lebih cakap berpikir kritis, sistematis da obyektif serta trampil dalam mengerjakan sesuatu. Tujuan pengajaran lebih mudah dari pada tujuan pendidikan.

Uraian ini agak membingungkan. pada satu pihak , ia mengatakan bahwa mendidik tidak sama dengan mengajar. Tetapi pada pihak lain mendidik itu bertujuan mengembangkan seluruh aspek kepribadian. K.H Dewantoro berpendapat bahwa pengajaran itu adalah sebagian dari pendidikan. Ia menyatakan sebagai berikut” pengajaran (onderwijs) itu tidak lain dan tidak bukan ialah salah satu bagian dari pendidikan. Jelasnya, pengajaran tidak lain ialah pendidikan dengan cara memberikan ilmu atau pengetahuan serta kecakapan”.

Tidak terdapat perbedaan yang mendasar antara pendapat Sikun Pribadi dan pendapat Dewantoro. Menurut mereka mendidik ialah melaksanakan berbagai usaha untuk menolong anak didik dalam menuju kedewasaannya. Salah satu di antara sekian banyak usaha yang dapat dilakukan ialah dengan mengajar. Usaha lain umpamanya memberikan contoh yang baik, memberikan hadiah, memberikan hukuman dan sebagainya.

Sekalipun pengertian pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh Sikun Pribadi dan Dewantoro tersebut hanya berlaku bagi pendidikan yang melibatkan guru (si pendidik), namun pengertian itu dapat dipakai, sekurang-kurangnya untuk menentukan pengertian pendidikan dalam arti sempit.

C. Hubungan Pendidikan dan Pengajaran

Dalam arti sempit pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan umumnya di sekolah sebagai lembaga pendidikan dan dapat diketahui bahwa pengajaran hanyalah salah satu usaha yang hanya dilakukan melalui pendidikan dalam mendidik anak didiknya.

Pendidik dalam rangka pengajaran dituntut untuk melakukan kegiatan yang bersifat edukatif dan ilmiah. Oleh karena itu, peran pendidik tidak hanya sebagai pengajar, tetapi sekaligus sebagai pembimbing yaitu sebagi wali yang memabantu anak didik mengatasi kesulitan dalam studynya dan pemecahan bagi permasalahan lainnya. Bila usaha-usaha selain pengajaran amat kurang dilakukan disekolah, kiranya dapat diduga hasil pendidikan tidak akan sempurna. Artinya, pendidikan tidak akan berhasil dalam mengembangkan anak didik secara utuh dan maksimal.

BAB III

PENUTUP

A. Simpulan

a) Pendidikan adalah usaha meningkatkan diri dalam segala aspeknya.

b) Pengajaran adalah dengan cara memeberikan ilmu atau pengetahuan serta kecakapan.

c) Hubungan pendidikan dan pengajaran adalah:

pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan umumnya di sekolah sebagai lembaga pendidikan dan dapat diketahui bahwa pengajaran hanyalah salah satu usaha yang hanya dilakukan melalui pendidikan dalam mendidik anak didiknya

B. Saran

Harapan kami semoga dengan selesainya makalah ini dapat memenuhi kebutuhan materi bacaan, terutama para mahasiswi PAI. Namun tidak menutup kemungkinan makalah ini bisa sesempurna mungkin. Maka dari itu kritik dan saran dari para pembaca kami harapkan, terutama dari bapak dosen pengampu.

DAFTAR PUSTAKA

Tafsir, Ahmad. 2007. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Bandung: Rosydakarya.

http://www.muklisfahruddin.web.id/2009/03.

CERMIN PENDIDIKAN DI NEGARA KITA INDONESIA

Memasuki abad ke- 21 dunia pendidikan di Indonesia menjadi heboh. Kehebohan tersebut bukan disebabkan oleh kehebatan mutu pendidikan nasional tetapi lebih banyak disebabkan karena kesadaran akan bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia. Perasan ini disebabkan karena beberapa hal yang mendasar.

Salah satunya adalah memasuki abad ke- 21 gelombang globslisasi dirasakan kuat dan terbuka. Kemajaun teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. Indonesia berada di tengah-tengah dunia yang baru, dunia terbuka sehingga orang bebas membandingkan kehidupan dengan Negara lain.

Yang kita rasakan sekarang adalah adanya ketertinggalan di dalam mutu pendidikan. Baik pendidikan formal maupun informal. Dan hasil itu diperoleh setelah kita membandingkannya dengan Negara lain. Pendidikan memang telah menjadi penopang dalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia untuk pembangunan bangsa. Oleh karana itu, kiata seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di Negara-negara lain.

Setelah kita amati, Nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang.

Ada banyak penyabab mengapa mutu pendidikan di Indonesia, baik pendidikan formal maupun informal, dinilai rendah. Penyebab rendahnya mutu pendidikan yang ada di Negara kita yang paling menonjol adalah permasalahan ekonomi dan kurang sadarnya masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi generasi bangsa.

Tingginya kemiskinan di Indonesia disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan di Indonesia karena Sumber Daya Manusia dibentuk melalui pendidikan. Hal itu disampaikan oleh Slamet S Sarwono, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Atmajaya (UAJY), di sela-sela seminar yang digelar oleh Pusat Studi Bahasa UAJY, (Kamis, 04 Februari 2010). Ia menjelaskan, jumlah wirausaha di suatu negara tidak menjadi tolok ukur dalam menilai tingkat kemiskinannya. (News Paper Jum’at 05 Februari 2010)

Bercermin pada pendidikan di Indonesia, kualitas pendidikan Indonesia termasuk rendah di ASEAN. Masalah kemiskinan di Indonesua tidak hanya dilihat dari rendahnya jumlah wirausaha, tapi rendahnya kualitas pendidikan secara keseluruhan, kata beliau.

Proses pendidikan di Indonesia, ujarnya, tidak lagi mendidik siswa untuk belajar, meanggung resiko serta penuh dengan Ambisi dan ketidakpastian. Pada kenyataannya, lanjut dia, siswa hanya mengejar nilai, indeks prestasi, lama studi dan ijasah. Dosen, tuturnya, juga kerap memberikan nilai ‘mudah’.

Bukan hanya itu, pendidikan diindonesia cenderung hanya terfokus pada sistem pendidikan yang sentralistik hanya menghasilkan sistem pendidikan yang diwarnai “penyeragaman” dalam segala hal. Bukan hanya pakaian, sepatu, buku pelajaran, kurikulum dan metode belajar dan mengajar yang seragam tetapi cara berfikir siswa pun dibuat seragam. Guru terlalu disibukkan dengan urusan administratif sehingga “kehilangan waktu” dalam membimbing anak didiknya.

Pada 1992, laporan bank dunia yang mengacu pada kajian IAEA (International Association for the Evaluation for education Achievement) di kawasa asia timur telah menyebutkan rendahnya mutu pendidikan kita. Yaitu dalam keterampilan membaca. Murid kelas 4 SD indonesia menempati paling rendah dengan skor tes 51,7; lebih rendah jika dibandingkan dengan skor tes anak-anak hongkong 75,5, singapore 74,0 dan thailand 65,1. yang dekat nasibnya dengan anak-anak indonesia adalah filipina 52,6. Anak kita ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan sulit sekali menjawab soal-soal dalam bentuk uraian yang menuntut kegiatan penalaran. (Magazine On Line Minggu 22 Maret 2009)

Namun, demikian tidak sepenuhnya menyalahkan anak-anak kita karena rendahnya mutu pendidikan Indonesia, ada faktor lain yang mengakibatkan rendahnya kualitas generasi kita diantaranya anak tidak diberi kebebasan untuk mengembangkan kreatifitas dan kemampuannya..

Banyak permasalahan yang ditimbulkan dari rendahnya mutu pendidikan di Negara kita, salah satunya adalah meningkatnya kriminalitas yang sebagian besar dilakukan anak di bawah umur Salah satu penyebab meningkatnya kualitas dan kuantitas criminal pada anak didik, utamanya kenakalan remaja yang terjadi selama ini, bisa disebabkan karena rendahnya pendidikan yang diterima seorang anak di lingkungan keluarganya. Menyebabkan si anak tidak memiliki pekerjaan yang berdampak menjadi kehilangan kendali yang berakhir pada tindakan kriminalitas sejalan dengan tuntutan kehidupannya dan lingkungan.

Untuk mewujudkan kesempatan memperoleh pendidikan bagi warga masyarakat, khususnya pada jenjang pendidikan dasar, harus dimulai dengan menyiapkan sarana prasarana sekolah, seperti gedung dan segala fasilitas pendidikan lainnya, adalah hal yang sangat menentukan jika kita menginginkan sebuah pendidikan yang berkualitas. Bagaimana bisa belajar dengan tenang, kalau sarana tidak mendukung. Namun semua ini belum cukup, jika tidak ditunjang dengan kualitas pendidikan yang baik seperti kualitas guru yang mengajar.

Sejak tahun 2007, masalah pendidikan lebih baik dari tahun - tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya kebijakan pemerintah untuk lebih memfokuskan rehabilitasi sekolah dasar lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan. Perhatian serius pemerintah dewasa ini, karena DAK yang sebelumnya didanai oleh pusat, kini bersumber dari 3 pendanaan, yakni melalui APBN, APBD I dan APBD II. Tiga sumber pendanaan ini merupakan realisasi MoU rehabilitasi SD seluruh Indonesia. Dana ini diperoleh dari dana sharing Pemerintah Pusat, Provinsi dan daerah.

Diharapkan, program ini sudah berjalan pada tahun 2007 dan dituntaskan hingga 2009. Rehabilitasi hingga tahun 2009 itu dipacu pemerintah untuk menuntaskan penanganan rehabilitasi gedung sekolah sekaligus menuntaskan program penuntasan wajib belajar 9 tahun.

Dengan talangan dana DAK Rehabilitasi gedung sekolah dari pemerintah pusat dan daerah, porsi dana lebih besar dan lebih banyak sekolah dasar yang direhabilitasi, tentunya berdampak pada percepatan rehabilitasi sekolah yang selama ini kondisinya memprihatinkan.

Dan tidak sampai d situ saja tapi di daerah-daerah sudah dilaksanakan pendataan anak-anak yang putus sekolah, seperti yang dilakukan oleg pemerintah daerah surabaya pada selasa 13 April kemaren. Hal ini sangat membantu warga dan anak-anak dalam meningkatkan kualitas belajar dan bisa menumbuhkan semangat belajar bagi anak-anak yang putus sekolah. (Dana Pendidikan Blog Spots 2009)

“Ya, alhamdulilah mas anak saya bisa sekolah lagi” kata pak kasto dengan logat surabayan asli. Dengan hal ini kita berharap untuk daerah-daerah yang lain untuk bisa membantu masyarakat yang tidak mampu dan anak-anak yang putus sekolah bisa kembali lagi ke sekolah.

“Program ini kami laksanakan demi masa depan bangsa karena bangsa yang pintar maka akan menjadi bangsa yang kuat” ujar salah satu petugas pemerintah daerah yang ikut serta dalam pendataan anak-anak yang putus sekolah di daerah surabaya.

Kepala Subdirektorat Analisis Konsistensi Statistik, BPS Dalam Pidato Kenegaraan beberapa waktu lalu, presiden mengumumkan RAPBN tahun 2008. Satu hal yang perlu dicermati dari pidato itu adalah menurunnya alokasi anggaran untuk pendidikan. Tercatat, pada tahun 2007 alokasi anggaran untuk pendidikan sekitar 11,3 persen dari APBN, sedangkan pada tahun 2008 turun menjadi 10,9 persen dari RAPBN. Menurunnya alokasi anggaran itu cukup memprihatinkan, sebab akan berdampak buruk tidak hanya bagi perkembangan pendidikan, tapi juga pembangunan manusia di Tanah Air.

Biaya penyelenggaraan pemilihan kepala daerah 2010 sebagaimana diungkapkan oleh Timbul Pudjianto, Direktur Jenderal Bina Administrasi Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, Selasa (6/4/2010) adalah mencapai Rp 3,54 triliun. Biaya ini jauh lebih besar daripada pemilu ... Mereka ingin dengan pemimpin baru masyarakat menjadi sejahtera, pendidikan serta keamanan terjamin, masyarakat pintar dan cerdas, keluarga sehat, beribadah tenang, dan sejumlah harapan lainnya. ...

Banda Aceh - Sebesar Rp2-3 triliun Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) yang ditempatkan di BPD Aceh setiap tahunnya tidak dikucurkan untuk sektor. ... Selain itu, kata politisi PKS ini, Pemerintah Aceh juga membuka 30 rekening di BPD Aceh. Meskipun mantan anggota DPRA itu tidak merincikan secara detail, namun diakuinya, pada rekening dana cadangan umum, rekening dana pendidikan dan rekening abadi ke tiga bentuk rekening ini total uangnya mencapai Rp600 miliar. ...

Sebaliknya justru kemudahan mencari sumber-sumber pendanaan seharusnya meningkatkan mutunya karena kemampuan pemerintah terbatas. Walaupun semua yang ada di universitas sudah diberikan tapi juga sekalian memurahkan orang di dalamnya,” terang ... Kementerian Pendidikan Nasional mengungkapkan dana pendidikan yang harus ditanggung oleh setiap mahasiswa setiap tahun sebesar Rp 27 juta. Untuk menanggung biaya seluruh mahasiswa dibutuhkan anggaran negara sebesar Rp 20 triliun. ...

Dana Pendidikan Rp 200 Triliun, Tapi Masih Banyak Sekolah Bobrok. 4 04 2010. Jakarta – Tahun ini pemerintah menganggarkan dana pendidikan sebesar Rp 200 triliun atau 20% dari jumlah belanja negara dalam APBN 2010. Dana ini sangat rawan ...

Mendiknas Mohammad Nuh Rp 4 Triliun untuk Beasiswa. Posted on Maret 24, 2010 by midempelan. JAKARTA] Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyatakan pemerintah terus berusaha membuat pendidikan makin terjangkau, khususnya bagi masyarakat kelas ... Sekitar 2.000 siswa di Bengkulu setiap tahun mendapat beasiswa dari pemerintah. Selain berprestasi, siswa yang mendapat beasiswa juga berasal dari keluarga tidak mampu. Dana beasiswa bersumber dari APBN dan APBD. ...

Di tahun 2010 pemerintah sedang gemar melakukan investasi pendidikan, salah satu contohnya, 2,4 triliun sebagai dana abadi untuk pendidikan nasional yang dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan disimpan ...

Ketiga, dana abadi pendidikan Rp 2,4 triliun. Menurut Anny, dana abadi tersebut akan dialokasikan untuk mendanai anggaran beasiswa. Pilihan program beasiswa sebagai sasaran penggunaan dana abadi ini karena pemerintah ingin menunjukkan ...

Maka mudah-mudahan dengan ini semua pendidikan di Negara kita bisa maju dan tidak mau kalah dengan Negara lain yang sudah berkembang dalam dunia pendidikan.

Pengertian Macam-Macam Hadits

BAB I

PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG

Hadits merupakan sumber ajaran islam, disamping Al-qur’an. Dilihat dari sudut periwayatannya, jelas antara Al-qur’an dengan Al-hadits berbeda. Untuk Al-qur’an semua periwayatannya berlangsung secara mutawatir. Sedangkan periwayatan hadits sebagian berlangsung secara mutawatir dan sebagian lagi berlangsung secara ahad.

Sebagaimana Nabi SAW berkata :

تركت فيكم ما انتمسكم به لن تضلى ا من بعدي : كتاب الله وسنتي

Artinya : “Aku tringgalkan pada kalian sesuatu yang jika kalian berpegang padanya, maka kalian tidak akan sesat sepeninggalanku yaitu kitabullah dan sunnatku:.

Sehingga mulai dari sinilah timbul berbagai pendapat dalam menilai kualitas hadits. Sekaligus sebagai sumber perbedaan dalam kancah ilmiah atau bahkan non-ilmiah. Akibatnya bukan kesepakatan yang didapatkan, akan tetapi sebaliknya justru perpecahan.

Walaupun demikian, untuk mengkaji secara mendalam tentang ilmu hadits, memerlukan waktun untuk konsentrasi yang tidak sedikit. Berpacuan dari pemikiran inilah penulis tergugah untuk menyusun makalah yang membahas ilmu hadits dengan harapan, baik mahasiswa ataupun masyarakat umum dengan mudah memahami ilmu hadits.

  1. Rumusan Masalah

a. apa pengertian hadits musnad?

b. Apa pengertian hadits maqthu’?

c. Apa pengertian hadits muttasil?

d. Apa pengertian hadits munqhoti’?

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Hadits Musnad

Secara lugho adalah disandarkan, sedangkan secara istilah adalah hadits yang disandarkan kepada nabi SAW. Dengan sanad yang bersambung-sambung, dari perawinya hingga nabi SAW.

Imam Al-Khatib Al-Baghdady berkata : hadits musnad adalah hadits yang sanadnya bersambung dari awal rawi hingga akhir. Istilah musnad lebih banyak digunakan untuk hadits yang dating dari nabi SAW saja, bukan untuk hadits yang datang dari selain nabi SAW. Misalnya sahabat atau tabi’in. contohnya adalah ucapan imam malik :

حدثنا نافع قال , حدثنا اببن عمر قال سمعت رسول الله صلى ا عليه وسلم يقول ...........

Nafi’ bercerita kepada kami, dia berkata “ibnu umar bercerita kepada kami, dia berkata : saya mendengar Rasulullah SAW bersabda…………………..

  1. Hadits Maqthu’

Menurut bahasa adalah isim maf’ul dari kata kerja qatha’a lawan dari kata washola (sambung) sehingga maqthu’ artinya yang diputuskan atau yang terputus, yang dipotong atau yang terpotong.

Adapun menurut istilah adalah perkataan, perbuatan atau pengakuan yang disandarkan kepada orang dari generasi tabi’in dan orang generasi sesudahnya, baik sanadnya bersambung maupun tidak.

Contoh hadits maqthu’ adalah perkatann sifyan Ats-Tsaury, seorang tabi’in yang mengatakan :

من السنة آ يصلي بعد الفطر اثنتي عشر ركعة ةبعد الأضحى ست ركعات

Artinya : “Termasuk sunnah adalah mengerjakan shalat 12 rakaat setelah shalat idul fitri, dan 6 rakaat seteleh sholat idul adha”.

  1. Hadits Muttasil

Menurut bahasa adalah isim fa’il dari kata kerja ittishala lawan kata dari inqatha’a artinya yang bersambung.

Adapun menurut istilah adalah hadits yang sanadnya bersambung kepada nabi SAW, sahabat dengan cara setiap rawi mendengar dari orang atas (Guru)nya :

Contohnya adalah ucapan Imam Malik :

سمعت نافعا، قال سمعت إبن عمر قال سمعت رسول الله صلى ا عليه وسلم يقول كذا

Artinya : “Saya mendengar dari nafi’ dia berkata : saya mendengar Ibnu Umar berkata : Saya mendengar Nabi SAW bersabda ……….”.

  1. Hadits Munqhati’

Merupakan isim fail dari kata Inqitha lawan dari kata Ittashala yang artinya hadits yang terputus.

Menurut ketetapan ahli hadits adalah satu hadits yang ditengah sanadnya gugur seorang rawi / beberapa rawi, tetapi tidak berturut-turut.

Definisi lain adalah hadits yang gugur rawinya sebelum sahabat, di satu tempat atau gugur dua orang pada dua tempat dalam keadaan tidak berturut-turut.

Contoh hadita munqhoti’ adalah :


BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

a) Hadits musnad adalah hadits yang disanadkan kepada nabi SAW. Dengan sanad yang bersambung-sambung dari perawinya hingga nabi SAW.

b) Hadits maqthu’ adalah perkataan, perbuatan atau pengakuan yang disandarkan kepada orang dari generasi tabi’in dan orang generasi sesudahnya, baik sanadnya bersambung maupun tidak.

c) Hadits muttashil adalah hadits yang sanadnya bersambung kepada nabi SAW atau sahabat dengan cara setiap rawi mendengar dari orang atas (gurunya).

d) Hadits munqhati’ adalah hadits satu yang ditengah sanadnya gugur seorang rawi atau beberapa rawi, tetapi tidak berturut-turut.

  1. Saran

Setelah selesainya dipaparkannya makalah ini, diharapkan para mahasiswa memahami makna Ilmu Hadits dan hal-hal yang bersangkutan dengannya, sehingga bisa mengerti dan memahami ilmu hadits yang sebenarnya, dan kami sebagai pemakalahpun tidak bosan-bosannya untuk menerima kritik dan saran dari bapak dosen.


DAFTAR PUSTAKA

Al-Mashudi, HAfisz Hasan. _______. Ilmu Musthola Hadits Oleh Fadhil Said An-Nadwi. 2000. Surabaya : Al-Hidayah.

Al-Maliki, Muhammad bin Alawi. _________. Al-Manhalul Lathif Oleh Zeid Husein Al-Hamid. 2001. Pasuruan : Sinar Ilmu.

Jumantoro, Totok. 2002. Kamus Ilmu Hadits. Jakarta : Bumi Aksara.