TEKS

SELAMAT DATANG DAN JANGAN LUPA ISI BUKU TAMU & KOMENTAR YA.....

Friday, April 2, 2010

” ASBABUN NUZUL”

Oleh : Betty Ummu Khoiriyah, Eva Zahrotul Faudah, Siti Nur Khafidiyah,

Nia Agustin, Sufiyani, Ria Andiana &n Lailatul Mukarromah

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang Masalah

Al Qur'an diturunkan untuk memberi petunjuk kepada manusia kearah tujuan yang terang dan jalan yang lurus dengan menegakkan asas kehidupan yang didasarkan pada keimanan kepada Allah dan Rasulullah.

Sebagian besar Qur'an pada mulanya diturunkan untuk tujuan umum ini,tetapi kehidupan para sahabat bersama Rasulullah telah menyaksikan banyak peristiwa sejarah,bahkan kadang terjadi diantara mereka peristiwa khusus yang memerlukan penjelasan hukum Allah atau masih kabur bagi mereka.kemudian mereka bertanya kepada Rasulullah untuk mengetahui hukum islam mengenai hal itu,maka Qur'an turun untuk peristiwa khusus tadi atau untuk pertanyaan yang muncul itu.Hal seperti itulah yang dinamakan ASBABUN NUZUL.

B. Rumusan Masalah

1. Apa definisi Asbabun Nuzul?

2. Apakah sebab turunnya Al-Qur'an itu membatasi suatu hukum?

3. Darimana sumber-sumber Asbabun Nuzul?

4. Apa yang dimaksud dengan satu ayat dengan sebab-sebab banyak?

5. Apa maksud dari banyaknya nuzul dengan satu sebab?

6. Apa maksud dari ayat yang turun mengenai satu orang?

7. Mengapa ada ayat Al-Qur'an yang diturunkan secara berulang-berulang?

C. Tujuan Makalah

1. Untuk mengetahui Asbabun Nuzul

2. Agar mengetahui bahwa sebab turunnya Al-Qur'an itu membatasi suatu hukum

3. Untuk mengetahui sumber-sumber Asbabun Nuzul

4. Untuk menjelaskan turunnya satu ayat dengan sebab-sebab banyak

5. Untuk mendiskripsikan banyaknya nuzul dengan satu sebab

6. Untuk mendiskripsikan ayat yang turun mengenai satu orang

7. Untuk mengetahui alasan ayat Al-Qur'an diturunkan secara berulang-berulang

D. Manfaat Makalah

Untuk mengetahui seluk beluk Asbabun Nuzul dan mengetahui sebab-sebab ayat-ayat Al Qur'an itu diturunkan

BAB II

PEMBAHASAN

A. Defense Sebab Nuzul

Ketahuilah bawl Alquran diturunkan dalam dua kategori, yakni:

a). Turun sebagai permulaan

b). Turun karena suatu pristiwa atau suatu petanyaan.

Terkadang para ulama mengikuti kategori kedua yakni turun karena suatu peristiwa atau adanya suatu pertanyaan, kemudian mereka membukukannya menjadi kitab-kitab khusus dan menerangkan ayat-ayat yang turun karena suatu beban serta mereka menerangkan sebab tersebut dan ijtihad yang terkandung didalamnya.

Adapun karangan termashur dalam judul ini adalah “الباب النقول قى اسباب النزول” karangan imam al hafidz assyuti. Dan pekerjaan ini mempunyai faedah yang agung diantaranya:

a. Mengetahui hikmah diturunkannya suatu hukum

b. Dan diantaranya lagi bahwasanya amal ini adalah cara yang kuat dari dalam mengetahui makna Alquran karena mengetahui sebab akan menghasilkan pengetahuan tentang musabab dan diceritakan bagimu dua cerita ini untuk ,mengetahuinya bahwasanya jika karena tidak mengetahui sababul nuzul maka akan hilang langkah-langkah dalam memahami makna dan menemukan sebuah maksud, dua cerita tersebut yaitu:

1. Marwan bin Hakam telah membaca firman Alllah

لاتحسبن الدين يفرحون بم ات

Dan Marwan berkata: Sekiranya setiap orang diantara kita bergembira dengan yang apa dikerjakan dan senang untuk dipuji dengan perbuatan yang belum dikerjakannya itu akan disiksa, tentulah kita semua akan disiksa dan ini adalah kepahaman Marwan tetapi, Ibnu Abbas menjelaskan bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan ahlul kitab ketika rosul bertanya kepada mereka tentang sesuatu dan mereka mengambil persoalan lain dan mereka menganggap bahwasanya mereka telah memberitahukan kepadanya (nabi) tentang apa yang ditanyakan rosul kepada mereka dipuji dalam hal ini

2. Dan diceritakan dari Utsman bin Madlun dan Amru bin Ma’di Karbin bahwasanya mereka berdua pernah berkata khomer itu mubah dan merka menggambil hujjah dari firman Alloh:ليس علىالدين امنو الصالحات جناح فيما طعموا

Maka jika mereka mengetahui sebab turunnya ayat diatas mereka tidak aakan mengatakan khomer itu mubah, karena ayat ini diturunkan sebagai jawaban atas pertanyaan sahabat yakni keharaman khomer diturunkan “Bagaimana dengan orang yang berperang dijalan Alloh kemudian meninggal dan mereka minum khomer dan dahwasanya khomer itu kotor, maka turunlah ayat ini dan jika tidak katena mengetahui sebab turunnya firman Alloh :فاين تولوفتم وجه الله

Maka orang mengatakan dhohirnya akan bermakna (berfaedah) bahwasanya musholli tidak wajib menghadap kiblat, baik ketika berpergian atau mukim dan hal ini adalah perbedaan pendapat tapi dengan mengetahui sebab nuzulnya dapat diketahui bahwasanya ayat ini turun mengenai sholat sunnah dalam perjalanan atau untuk orang yang sholat dengan ijtihad, maka telah jelas perbedaan riwyat dalam hal ini .

B. Sebab turunya ayat itu membatasi sebuah hukum

Yang berubungan dengan pembahasan ini adalah, masalah penting yang terjadi perpeda'an di antara ulama' usul, ya'ni ketika kita mengetahui asbabunnujul sebuah ayat untuk suatu hokum syara' , apakah hokum tersebut khusus berlaku untuk sebab di turunkanya ayat tersebut atau berlaku untukmu selain sebab tersebut? Dan ulama' usul barkata ibrah itu bisa diambil keumuman suatu lafad atau dari kekhususan sebab? Dan jawabnya bahwa menurut pendapat yang mafhum dan shahih, sesunguhnya ibroh itu di ambil dengan keungulan lafad maka hokum itu berlaku selain sebab yang turun di sebabkan kejadian tersebut. Dan telah di turunkan beberpa ayat dengan sebab-sebab yang beraneka ragam tapi ulama' usul bersepakat bahwa ayat hukum dari ayat-ayat tersebut selain dari sebab turunya tersebut sepertyi di turukany ayat dhihar pada salamah bin thahir dan ayat li'an dalam masalhnya bilal bin umaiyah dan hadul qodaf (menuduh zina) kepada orangorang yang memfitnah aisyah kemudian menambah hokum selain hokum tersebut dan orang yang tidak mengambarkan dengan keumuman lafad maka ayat tadi telah keluar dari kekhususanya karena adanya dalil lain.

Asyuti berkata denagn diantara dalil-dalil yang menguatkan bahwa ibroh(pelajaran) ini diambil dari keumuman lafad, perbuatan para syhabat yang banyak berdalil denagn ayat-ayat yang umum yang turun karaena sebab khusus pada setiap peristiwa atau kejadian yang berlangsung di antara mereka. Dan masalah ini di nisbatkan pada ayat yang lafadnya berfai'dah umum. Adapun ayt yang diturukan secara khusus dan tidak umum pada lafadnya maka ayat tersebut menjadi pendek secara terpotong seperti ayat;

وسيجنبها الأثقى الذي يؤتي ماله يتزكا

Maka sesunguhanya ayat tersebut di turunkan mengenai abu bakar as-sidiq dan orang mengangap ayat ini umum untuk setiap orang yang mengamalkan amalan abu bakar dengan qo'idah tersebut maka salah, karena ayat ini ntidak mempunya bentuk umum, dank arena alif dan lam itu bias berfa'idah umum jika berupa isim mausul atau isim ma'rifat dalam bentuk jama' atau mufrod dengn syara'at pada lafad-lafad tersebut tidak terdapat a'ada. Sedangkan lam pada lafad al-atqo ini bukan lam mausulah(kata ganti penghubung) sebab lam mausulah selamya tidak pernah bersambung afalul tafdhin dan al-atqo juga bukan kata sama melain kata tungual(mufrod) dan lafad ahad sudah terkandung didalamnya dan af'al itu menolak adanya persekutuan maka dengan semua hal tadi batalah pendapat orang-ornag yang mengangapnya sebagai keumuman.

C. Sumber-sumber asbabun nuzul

Tidak di benarkan mengatakan sesuatu yang mengenai asbabun nuzul kitab kecuali dengan perbatasan riwayat atau mendengar langsung dari orang yang menyaksikan kejadianya dan mengetahui sebab di turunkanya. Muhammad bin sirin berkata; aku bertanya kepada abidah mengenai satu ayat al-qur'an dan dia menjawab bertakwalah kepada allah dan katakana yang benar, bahwasanya orang-orang yang mengetahui tentang di turunkanya al-qur'an itu telah pergi(meningal) apa makna ucapan sahabat ayat ini turun begini. Apakah ucapan tersebut termasuk hadist musnad dan termasuk asbabun nuzul? Ulam' berbeda pendapat dalam ucapan sahabat dalam ayat ini turun begini ayat tersebut termasuk sanad jika seandainya di sebutkan sebab-sebab turunya suatuu ayat? Atu ayat tersebut termasuk tafsir yang sanad? Maka bukhri memasukan pada sanad dan ulma' yang lainya tidak tapi lebih banyak cenderung pada musnad yang ada, pasti musnadya seperti musnadnya ahmad dan lainya berbeda dengan perkara yang mana menerangkan sebab turnya ayat dan yang demikian ini termasuk musnad.

Dan dari perkara yang kedua(apakah termasuk asbabun nuzul?) imam zarkasih mengatakan di dalam kitabnya al-burhan telah di ketahui dari kebiasan sahabat dan tabi'in, jika salahsatunya berkata jika ayat itu turunya di sini maka maksud perkata'an ina adalah kandungan hokum yang ada pada ayat tersebut bukan memaksutkan di bawah ini adalah sebab turunya, dan hal ini masuk dalah istidlal(pengambilan dalil)dari ayta atas sesuatu hukum bukan dari jenis mwngabarkan apa yang sedang terjadi.

D. Satu ayat dengan sebabsebab banyak

Para mufasir menyebutkan turunya ayat yang mempunyai beberpa sebab, maka jika di temukan dalam satu ayat tersebut, maka salah satu mufasir berkata ayat ini turun mengenai urusan ini sedangkan riwayat lain menyebutkan asbabun nuzul dengan tegas.dan riwayat yang tidak tegas,termasuk didalam hokum ayat"istri-istri mu ibarat kamu tempat bercocok tanam"sementara itu orang islam menyebutkan sebab nuzul yang bertentangan dengan riwayat melalui jabir,orang yahudi berkata"jika seorang laki-laki mendatangi istrinya dari belakang,maka anaknya bermata juling"jika suatu ayat disebutkan sebab dan sebab yang lain ittu shoheh maka yang di jadikan penganga adlah riwayat yang shoheh riwayat dari bokhori muslim dan hadist yang lainya dari humdan al bunawi nabi menderita sakit hingga dua hari dua malam'kemudian datang seorang perempuanb kepadanya kepadanya dan berkata : "hai Muhammad kurasa setanmu sudah tak mendekatimu ,selama dua ,tiga malam ini sidah tidak mendekatimi lagi."maka allah menurunkan ayat demi waktu dhuha dan demi malam apabila setelah sunyi tuhan mu tiada meninggalmu dan tidaklah membencimu.

Dan mengenai turunya ayat itu di karenakan dua sebab maka di hukumkan pada semua itu , jika tidak ada sesuatu yang mencegah dari sebab yang berlainan dan mungkin juga turunya ayat,sebab contoh ayat tersebut diturunkan dalam pemasukan orang-orang ansor.maka tidak akan kedatangan masalah. Pada suatu hari sebagai malam ini dan di turuinkan imam bukhori dan hambali,di makkah sebelum hijrah dengan suatu surat dan ayat tersebut adalah al makki madanni yang kedua di gunung uhud.

E. Banyaknya Nuzul dengan satu sebab

Terkadang banyak ayat yang turun tapi sebabnya hanya satu tapi dalam masalah initidak tidak ada masalah,karena itu banyak ayat yang turun di berbagai surah,berkenaan dengan dengan satu peristiwa.contohnya apa yang di riwayatkan sa'is bin mansur abdur Rozak,tirmidzi .ibnu jarir ,ibnu munzir,ibnu abi hakim,tabrani dan hakim yang mengatakan shohih dari ummuh salamah ia berkata :

يا رسول الله لا أسمع الله ذكر النساء فى الهجرة شيء فأنزا الله (فاستجاب لهم ربهم أتى لا أضيع عمل منكم من ذكر وأنثى بعضكم من بعض) (العمران: 195)

F. Beberarapa ayat yang turun menai satu orang

Terkadang seorang sahabat mengenai peristiwa lebih dari satu kali dan Al –quq'an turun mengenai satu peristiwa,maka dari itu kebanyakan al quran turun sesuai dengan peristiwa yang terjadi, misalnya seperti apa yang di riwayatkan oleh bukhori dalam kitab al-adahi mufiat tentang berbakti kepada orang tua, dari saad bin abi waqos ada empat ayat al-quran turun berkenaan dengan aku yang pertama ketika ibuku bersumpah dia tidak akan makan dan minum sebelum aku meninggalkan Muhammad lalu allah menurunkan ayat," dan jika memaksamu untuk mempersekutukan aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergilah keduanya di dunia dengan baik (luqman:15. kedua ketika aku mengambil sebuah pedang dan mengaguminya maka aku berkata kepada rosullullah, ''berikan aku pedang ini'' maka turunlah ayat. Mereka bertanya kepadamu tentang pembagian harta rampasan perang (al-anfal:01). Ketiga: ketika aku sedang sakit rosullullah mengunjungiku dan aku bertanya kepada beliau: ''rosullulloh aku ingin membagikan hartaku, bolaehkah aku mewasiatkan separuh nya?'' beliau menjawab: ''tidak'' aku bertanya: ''bagaimana jika sepertiganya?'' rosullullah diam. maka wasiat dengan sepertiga harta itu diperbolehkan keempat ketika aku sedang minum minuman keras (khomr) bersama kaum ansor ,seorang memukul hidungku dengan tulang rahang unta,lalu aku datang kepada rasullulloh , maka Allah swt melarang minum khomr. Dalam hal ini telah turun wahyu yang sesuai dengan banyak ayat.

G. Ayat yang turun secara berulang ulang

Ulama' mutaqoddimin dan mutaakkhirin menyabutkan bahwa di dalam al-quran terdapat ayat yang di turunkan secara berulang ulang dan itu mengandung beberapa hikmah, diantaranya sebagai peringatan dan nasehat dan juga berfaedah karena berbedanya huruf qiro'ah. Maka untuk pertama kali ayat tersebut diturunkan dengan satu huruf dan selanjutnya (diturunkan dengan huruf yang lain seperti surat fatihah, pada ayat''maaliki yaumiddin untuk kali pertama) dan sa'at diturunkan selanjutnya.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa:

turunya Al-quran itu ada 2 macam , yaitu:

1. Sebagai permula'an .

2. Karena suatu peristiwa atau suatu pertanyaan.

Beberapa faedah yang berhtbungan dengan Asbabun Nuzul antara lain:

- Sebab turunnya ayat itu memberi sebuah hokum.

- Sumber sumner Asbabun Nuzul

- Satu ayat dengan sebab banyak

- Banyak Nuzul dengan satu sebab

- Beberapa ayat yang turun mangenai satu orang

- Ayat yang turun secara berulang ulang

B. Saran

Apabila penyusunan makalah ini ada yang kurang berkenan dihati pembaca, kami selaku pemakalah meminta ma'af dan semoga ada kritik dan saran yang bermanfa'at dan membangun dari para sahabat.

DAFTAR PUSTAKA

Husein,muhammadibnu ulumul maliki,1986. zubadatul itqon. Jeddah: Darus syuruq

Kholil, manna Al-qotton. 1973. mabahis fi ulumil qur'an. Makkah: Darus syaruq.

Thursday, March 25, 2010

IBADAH ADALAH BAGIAN DARI KEMULYAAN

Ada beberapa hal yang dapat merintangi ibadah seseorang, sehingga keteguhan hati dan kuatnya iman sangatlah dibutuhkan untuk menyingkirkan rintangan-rintangan tersebut, sebab dengan keberhasilan kita dalam melewati rintangan tersebut maka ibadah-ibadah yang kita lakukan akan mendaopatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah yang nantinya akan mendatangkan kemulyaan bagi abid tersebut. Disini akan kami uraikan mengenai rintangan yang harus kita lalui untuk mendapatkan kemulyaan dari ibadah yang kita lakukan.

1. Rintangan terhadap : Dunia dan seisinya

Untuk menghilangkan rintangan tersebut, kita harus menghilangkan ketergantungan terhadapnya& memalingkan diri darinya, adapun yang mengharuskan berbuat demikian ada 2 hal :

1) Agar ibadah kita lurs dan bertambah banyak sebab kecintaan terhadap dunia akan merintangi ibadah, karena karena hati dan nafsu merupakan suatu hal yang satu, jika hati telah sibuk memikirkan sesuatu maka ia pasti akan melupakan kebalikanya.

Dunia an akhirat bagaikan dua wanita yang dimadu , jika kita membahagiakan yang satu maka yang satunya akan kecewa karena merasa terliupakan, keduanya bagaiokan timur dan barat, jika kita menghadap kesalah satu sisinya tentu saja sisi yang lain di belakang kita.

Keterangan yang menyebutkan bahwa kesibukan mencari dunia secara lahir dapat merintangi ibadah adalah apa yang diceritakan oleh abu Dar’da ra beliau berkata : ‘tiada hentinya aku menyatukan ibadah dan berdagang ternyata keduanya tidak dapat menyatu, kemudian aku memilih beribadah dan meninggalkan perdagangan.

Diceritakan pula bahwa sahabat Umar ra berkata : ‘jika keduanya (ibadah dan mencari dunia) dapat bersatu pada diri seseorang, tentu aku dapat menyatukan diriku dengan kekuatan dan kelembutan yang dianugerahkan Allah kepadaku.

Bila demikian adanya maka tinggalkan dunia yang pastti rusak an pilihlah (akhirat yang menjanjikan) keselamatan.

Adapun secara batin, hati akan sibuk memikirkanya karena hati adalah tempat berkeinginan, sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Nabi SAW beliau bersabda “Barang siapa mencintai dunia, niscaya ia akan merugi di akhirat, barang siapa mencintai akhirat dunianya akan terbengkalai, oleh karena itu pilihlah hal yang bersifat abadi seraya meninggalkan sesuatu yang dijamin pasti binasa”.

2) Sikap zuhud akan membuat semakin berharga, berkedudukan dan bertambah mulia Rosulullah bersabda, yang artinya “Dua rakaat yang dikerjakan oleh seorang alim dan berhati zuhud itu lebih baik dan lebih icina Allah dari pada amal yang ikerjakan oleh ahli ibadah sepanjang hidupnya secara terus-menerus”

Apabila ibadah yang bertambah mulia dan banyak karena zuhud, maka seharusnya orang yang inin beribadah bersikap zuhud dan berpaling dari dunia.

Jika anda bertanya :”apakah arti zuhud di dunia dan bagaimana cara yang benar untuk melakukanya?” Maka jawabnya adalah, menurut para ulama’ zuhud dibagi menjadi dua, zuhud yang berada di luar jangkauan manusia.

Zuhud yang berada dibawah kemampuan manusia terbagio menjjadi tiga :

I. Tidak mencari cari sesuatu yang tidak menjadi miliknya.

II. Membagikan apa yang telah berkumpul kepada orang lain.

III. Di dalam hati toidak menghendaki dunia dan berusaha mendapatkanya.

Zuhud yang berada di luar jangkauan manusia adalah sesuatu yang tidak bisa mempengaruhi hati agar berpaling dari ibadah.

Banyak org yg secara lahir meniggalkan dunia tapi di dalam batin tetap menginginkanya, jadi dia hanya tenggelam dalam pergaulan, dan penderitaan yang melelahkan dirinya seniri, dan segala persoalan zuhud sbnrxa bermuara pada ” sikap masa bodoh terhaap dunia ini” Allah SWT telah berfirman :

Artinya : ”Negeri akhirat itu, kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. dan kesudahan (yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S Al Qashaas : 83)

Allah menyadarkan hukum pada ”tidak adanya keinginan” bukan ”tidak mencari tahu” atau dk mewujudkan keinginan. Jg firman Allah SWT brkt in i (Q.S Asy syuraa : 20) :

Artinya : ”Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat.”

Allah juga berfirman :

Artinya : "Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, Maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik.(Q.S. Al Israa : 19)"

Semua petunjuk yang telah diuraikan diatas adalah menuju kemasalah irodah (keinginana), karenanya, dalam keadaan seperti itu irodah, karenanya dalam keadaan sepeti itu irodah sangatlah penting, akan tetapi jika hamba tersebut tekun rajin melakukan dua hal yang pertama, yaitu membagi (harta yang dimiliki) dan kelak mencari cari (harta yang bukan miliknya) maka ia masih bisa mengharap anugrah Allah agar dia memberikan taufik untuk menolak keinginan.

Adapun pilihan itu berasal dari hati, karena sesungguhnya Allah pe4mberi Anugrah dan maha mulia.Kemuian hal yang memootivasi anda agar tidak mencari-cari perkara yang tidak ada dan memberikan yang sudah menjadi milik kita serta dapat memudahkan hal tersebut adalah mengingat akibat buruk yang ditimbulkan serta kekurangan-kekuranganya.

Telah banyak ulama’ yg membicarakan ttg hal ini, diantaranya adlah ucapan seorang ulama brkut ini : ”kutinggalkan dunia karena manfaatnya hanya sedikit, sangat melelahkan, mudah rusak dan kehinaan orang yang menjadikanya sebagai teman.

Abu bakar Al-Warraq berkata ”pertanyaan seperti ini memang benar tetapi semerbak berbau cinta, sebab orrang yang mengeluhkan suatu perpisahan tentu merasa senang bila bertemu kembali dan barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena adanya orang lain yang ikut memilikinya tentu akan merasa senag jika ia memilikinya sendirian oleh karena itu, ungkapan yang paling tepat adalah apa yang di utarakan oleh Abu bakar Al warraq ”sesunguhnya di dunia ini adalah musuh Allah sedang anda orang mencintainya, dan barang siapa mencintai seseorrang tentu akan membenci musuh kekasihnya.”

Al-Ghozali berkata ”sesungguhnya dunia berasal dari kotoran bangkai, denan keadaan kotior, binasa, rusak dan habis, tapi karena bangkai tersebut diperciki wewangian dan di bungkus dengan perhiasan, maka orang orang yang lalai menjadi tertipu dengan melihat sisi luarnya, orang-orang yang sempurna akalnya akan pergi menghindar darinya.” mereka juga tidak merelakanku, aku berkata : ”jangan mencegahku menjalani keduanya” mereka malah mencegahku, aku berkata :”angan mengajakku melakukan sesuatu yang tidak di ridlhohi Allah dan jangan memusuhi aku bila aku tidak mengikuti kalian, mereka juga tidak melakukanya, maka akupun meninggalkan mereka dan sibuk mengurusi diri sendri secara khusus.

Kita harus mengetahi bahwa zaman tlh menjadi sangat rusak, dan manusia mengalami banyak bahaya karena mereka sibuk dan melupakan ibadah kepada Allah, sampai-sampai kita tidak bisa melakukan ibadah, lalu mereka telah merusak apa yang telah anda dapatkan sehingga hampir saja ibadah yang anda lakukan tidak selamat. Ada sebuah syair yang indah yang berbunyi :

”Waktu kosong menuntunku pada keselamatan-Mu kadang-kadang orang menganggur melakukan sesuatu yang tidak berguna.”

Bila kita telah menjalani ibadah sebagaimana mstinya, niscaya kita akan merasakan manisnya bermunajat, merasa tentram dg kitab Allah, melupakan masyarakat & tdk merasa nyaman berkawan serta berbicara dg mereka.

2. Rintangan yang kedua yaitu: Makhluk

Hendaknya kita menyendiri dari masyarakat hal itu dilakukan karena 2 hal :

1) Linkungan masyarakat akan membuat kita sibuk dan melupakan ibadah keada Allah sesuaia dengan apa yang diceritakan oleh eorang ulama’ bahwa beliau bekata ”aku berjalan dengan menemukan sekelompok orang memanah sementara itu ada seseorang yang duduk agak jauh dan mereka dan aku bermaksud mengajaknya berbicara akan tetapi ia berkata ”aku lebih tertaik mengingat (dzikir) Allah dari pada pembicaraanmu” aku berkata :”apakah anda sendirian?” adan dia menjawab ”aku bersama tuhan dan malaikat(pencatat amal) ku” aku bertanya :”siapa yang menang diantara mereka?” ia menjawab ”orang uang diampuni Allah” aku bertanya ”dimana jalan untuk mendapatkanya?” dia mennjuk dengan tangaya kearah langit dan meninggalkanku seraya bergumam ”kebanyakan makhluk telah melupakan-Mu”

Dengan demikian masyarakat akan membuat kita sibuk dan meninggalkan ibadah menghalangi kita atau bahkan menjerumuskan kedalam perbuatan yang buruk dan merusak seperti yang dikatakan oleh halim Al asham rahimahumllah : aku berusaha menapatkan lima hal dari masyarakat tapi tidak bisa menemukanya ku berusaha agar mereka berbuat taat dan berzuhud tapi mereka melakukanya, aku berkata : ”jika kalian tidak melakukanya, maka tolonglah agar aku bisa melakukanya, dan merekapun tiak melakukan hal itu.

3. Rintanga ketiga yaitu : Setan

Kemudian hendaklah kita memerangi setan & mengalahkanya Krna 2 hal :

1) Yaitu musuh yang menyesatkan dengan nyata, tidak ada sedikitpun harapan kebaikan darinya, dia tidak akan membiarkan kita dan bahkan sama sekali tidak merasa puas kecuali setelah melihat kerusakan pada diri kita, dengan begitu tiak ada alasan untuk merasa aman dari musuh yang sifatnya seperti ini dan juga tidak boleh lengah renungkanlah dua ayat dari kitab Allah yang salah satunya adalah sebagai berikut :

Artinya : ”Bukankah Aku Telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu",(Q.S. yasiin : 60)

Ayat yang kedua yaitu :

Artinya : ”Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, Mka anggaplah ia musuh(mu), Krna Sesungguhnya syaitan-syaitan itu Hanya mengajak golongannya spya mereka menjadi penghuni neraka yg menyala-nyala” (Q.S faathir : 6)

2) Dia diberi watak untuk selalu memusuhi kita, ia juga mempersiapkan diri ntuk memerangi qt selama-lmanya, siang malam ia melemparkan panah kpd anda bdi saat lengah, lalu apa yg terjd?

Disisi lain ada hal penting yang terjadi , yaitu kita menjalankan ibadah kepada Allah dan mengajk masyarakat menuju pintu-Nya dengan perbuatan serta ucapan kita sedangkan hal semacam ini bertentangan dengan pekerjaan, cita cita, keinginan dan perbuatan setan, sekali lagi kita memancing kemarahan setan, berusaha dan mengalahkan setan, pasti iapu akan bersiap menyingsingkan lengan bajunya, untuk memusuhi, memerangi dan berupaya dengan berbagai cara sampai berhasil merusak ibadah kita, atau bahkan menghancurkan kita secara total.

Ada beberapa cara untuk memerangi dan menolak syetan, diantaranya adlah :

a) Cara terbaik untukmenolak syetan tak lain ádala memohon perlindungan pada Allah, karena sesungguhnya syetan hádala anjing yang diberi kewenangan mencelakakan manusia, jira manusia sibuk memerangginya, tentu akan kesulitan, waktu anda terbuang dan iapun mendapat kemenangan.

b) Cara yang benar hádala berjuang, senantiasa menolak dan tidak mengikutinya.

4. Rintangan yang ke empat yaitu : Nafsu

Dalam beribadah henmdaknya kita berhati-hati dalam menjaga nafsu yg sllu memerintahkan kedalam hal hal yang buruk, ia adala musuh yang Sgt berbahaya, cobaan teramat berat, paling sulit diobati, penyakit yg ditimbulkan teramat berat &sulit serta untuk mengobatinya juga sulit, hal itu harus dilakukan karena 2 hal :

1) Nafsu hádala musuh yang datang dari dalam tubuh :Jira seorang pencuri berasal dari dalam rumah, maka jalan untuk menyiasatinya Sangay sulit & kerugian yang ditimbulkan juga besar.

Benar sekali apa yang dikatakan oleh seorang penyair :

“nafsuku senantiasa mengajakku pada hal hal yang membahayakan dan memperbanyak penyakitku, bagaimana menghindari dari musuh jira ia berada dalam tulang igaku.”

2) Ia ádala musuh yang disukai

Biasanya seseorang tidak melihat kekurangan yang ada pada kekasihnya, hampir ia sama sekali tidak melihat kekuranganya, seperti yang dikatakan oleh seorang penyair :

”dan kamu tidak melihat kekurangan pada kekasih dan sauara mu, bahkan sebagianya saja tidak kau lihat jika telah merasa senang, tatapan mata yang senang menutupi nya dari segala kekurangan tapi tatapan mata yang benci akan menampakkan berbagai keburukan.”

Kalau sudah begitu seseorang tentu menganggap baik segala keburukan dari orang yang disukainya, ia nyaris tidak melihat kekuranganya, sementara nafsu masi daam permusuhan dan penggodaanya, tidak berapa lama nafsu akan menjerumuskanya ke dalam cemoohan dan kerusakan, orang itu tidak akan merasa kecuali bila Allah memeliharanya dengan anugerah-Nya, dan memberikan pertolongan untuk mengalahkan nafsu dengan rahmat-Nya.

Hal-hal yang khusus yang diberikan kepada orang-orang yang bvertaqwa dalam kaitanya dengan ibadah ada tiga macam :

I. Taufik dan pertolongan yang pertama kali khusus diberikan orang-orang yang bertaqwa, firman Allah (Q.S At taubah : 36):


Artinya : ”dan Ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.”

II. Perbaikan amal dan penyempurnaan kekurangan, Allah berfirman.:


Artinya : "Sesungguhnya Allah Hanya menerima (korban) dari orang2 yg bertakwa".(Q.S Al maidah : 27)

III. Perbaikan amal dan penyempurnaan kekurangan, firman Allah :


Artinya : ”Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia Telah mendapat kemenangan yang besar.” (Q.S Al ahzab : 71)

Jadi poros perputaran ibadah itu ada tiga : yang pertama yaitu taufiq yang membuat anda bisa mengerjakan amal, yang kedua yaitu memperbaiki kekuangan sampai betul-betul sempurna.

Inilah tigahal yang digunakan sebgai sarana untuk merrendahkan diri kepada Allah oleh para hamba, mereka meminta sebagai berikut : ”ya tuhan kami ! berilah petnjuk agar kami taat kepada-Mu sempurnakanlah kekurangan kami dan terimalah ketaatan ini dari kami”

Tapi sebenarnya Allah menjanjikan semua itu bagi orang yang bertaqwa, ia meminta ataupun tidak pasti diberi, oleh karena itu hendaknya kita selalu bertaqwa biloa ingin bisa beribadah kepada Allah SWT atau bahkan untuk meraih keuntungan dunia dan akhirat sekalipun.