Thursday, May 12, 2016

Optimalisasi OCD di Bulan Ramadhan (Puasa Ibadah)

Hei, hei, OCDvers!. Bagi OCDvers bulan puasa (Ramadhan) akan menjadi ‘ancaman’ program diet OCD akan gagal. Soalnya kan ada yang 8-6-4 jam bahkan 24 jam. Waduh, gimana nih, begitu kata mereka. Jangan kuatir, aku punya tips bagaimana tetap menjaga pola makan OCD dalam bulan puasa Ramadhan.

Aku juga Muslim kok. Aku tidak ada niat untuk mengabaikan urgensi puasa wajib kita ini. Aku Cuma mencoba memberikan tips dimana OCD dan puasa Ramadhan tetap berjalan. Kalau kamu mencoba mengkontra aku dengan opini: “kan lebih baik puasa Ramadhan dapat pahala daripada OCD”. Kalau kataku sih, “get out of my way!”. Ini seperti bicara skripsi, ada Ruang Lingkupnya. Kalau kamu mau cari pahala, ya sudah kan, sejak awal kamu ga pakai OCD. Gitu kok repot. Maksudku, berhentilah jadi pribadi yang suka mendebat ya. Okay?

Menelusuri Makna OCD (Metode Makan Dengan Puasa Berkala)
1.              Skip Sarapan alias SKIP SAHUR!!
a.   Sahur Berbekal Minum Air Tanpa Kalori
Ini adalah ciri utama OCD dan metode fasting lainnya. Bedanya, kalau dalam ibadah puasa biasanya kita sahur. Kita siapkan makan (di malam hari sebelum tidur) untuk ‘membekalkan’ diri dengan makanan yang cukup, supaya kita punya energi saat kerja. Padahal sama seperti sarapan konvensional pada umumnya, kita selalu mengantuk kan? Ya selain kurang jam tidur (mungkin faktor semangat ibadah) tapi juga karena perut penuh. Perut penuh akan merangsang rasa malas dan kantuk.

Well, kita bisa mengakalinya. Ya skip sarapan alias SKIP SAHUR!! WHAT THE HELL?! Tunggu dulu. Sahur tidak harus makan berat lo. Berikut hadist yang shahih sebagai pertimbangan.

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Makan sahur adalah barakah. Maka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah satu di antara kalian hanya minum seteguk air. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala dan para malaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang sahur.” (HR. Ahmad, hadits hasan, lihat Shahihul Jami’ish Shaghir, 1/686 no. 3683)

Artinya, hanya dengan berbekal minum air saja (tanpa kalori dan ini OCD!!!) sudah mensahkan ibadah pausa Ramadhan kita. Pada dasarnya Nabi pun sama seperti kita (manusia biasa), dia memberi anjuran apa yang terbaik. Dalam hal ini konteks cara makan. Hadist tersebut mengatakan sahur itu tidak menjadi masalah dengan berbekal minum air saja. Secara ilmu, tubuh kita akan mampu bertahan dalam satu hari tanpa makanan selama ada asupan air yang mencukupi. Benar, kan? Lha, sahur (dengan makan berat) adalah energi tambahan untuk aktivitas...misal bagi mereka yang beraktivitas fisik ckup berat.

Jadi, bisa kan sahur cuma berbekal minum air saja?! Bisa! Minum yang cukup banyak supaya tubuh kita terhidrasi secara sempurna untuk satu hari penuh (sampai berbuka).


Pasti ada yang kontra aku nih. “Waa, gimana sih Made ini, ngajari gak bener. Katanya Muslim.” Okay, bisa aku jawab. Aku yakin, salah satu dari kalian pernah TETAP puasa Ramadhan meski lupa sahur (makan dan minum) dan cuma modal niat belaka, kan? Kenapa kalian berpikir begitu? Karena kalian pikir, ibadah puasa ‘yang penting niatnya gimana’, iya kan? Nah....kalau dengan niat saja kalian mampu menjalani puasa Ramadhan tanpa sahur (makan dan minum) BISA, MAKA sahur dengan berbekal air pun KALIAN PASTI BISA! Maksudku, kalian kira bagus apa puasa Ramadhan dengan modal niat doang? Gak cukup! Ibadah butuh ilmu dan bekal (dalam hal ini puasa). Kalau kalian bisa puasa Ramadhan tanpa sahur (makan dan minum) itu sudah ibarat kalian beribadah tapi menzalimi diri sendiri. Tubuh tetap butuh air (minum)!!! Titik.

b.   Sahur Berbekal Sayur dan Lauk (Protein)
Ini bagi mereka yang ingin tetap OCD tapi tetap sahur (makan). Bagi mereka yang agak ‘ngeri’ kalau sahur cuma berbekal minum belaka. Tapi sahurnya di-setting sedemikian rupa supaya sistem OCD tetap berlangsung. Caranya?

Mari kita lihat pola perlakuan tubuh terhadap makanan. Sayur dan lauk (protein) adalah sumber makanan yang kaya nutrisi tapi TIDAK menimbulkan efek peningkatkan gula darah tapi tetap membakar kalori tubuh. Sebutannya Food Thermal Effect (FTE) yakni energi untuk mencerna makanan. Tubuh kita tidak akan menggunakan lemak tubuh jika di dalam tubuh ada asupan karbohidrat. Artinya, jika tubuh tidak menerima asupan karbohidrat (saat sahur) dan diganti dengan sayur dan lauk (protein) maka tubuh akan tetap dalam kondisi membakar lemak. Kalorinya pun relatif rendah dari sayur, ada karbohidrat tapi rendah dan berserat, serta lauk yang kaya protein akan menimbulkan efek kenyang. Maksudku, JANGAN MAKAN nasi, jagung, oatmeal, kentang, roti, donat, atau apalah yang berbau sumber karbohidrat utama...!!

Inilah opsi bagi mereka yang ingin tetap menjalankan sahur tapi konsep OCDnya (membakar lemak optimal) tetap berjalan. Misalnya nih menu sahurnya, 1 – 2 mangkuk bayam plus 2 telur plus 2 potong ayam. Thats it! Beres sudah sahurmu.

c.    4 Jam Jendela Makan!
Istilah populernya dalam konsep OCD adanya Jendela Makan, kan ya? Nah, pada dasarnya dalam puasa kita (Muslim) termasuk Ramadhan, ya ada jendela makannya juga. Cuma, kita ga pernah mikir jendela makan. Kita juga ga peduli apa yang kita makan pada jendela makan yang ada. Biasanya nih, kita kalap kalau buka puasa tiba, bener gak?!! (Hayooooo).

Kalau menurutku, mari kita lihat pola hari Ramadhan kita. Kita buka jam 18.00 kan (asumsi) dan kita sudah harus tidur jam 22.00, supaya paling tidak bisa shalat Tahajud dan bangun sahur. Artinya apa? Ya batasi dan ambil Jendela Makan OCDmu sebanyak 4 jam saja di bulan puasa Ramadhan!! Cukup untukmu. Makan sesuai kalori kebutuhan dan tujuan fitnessmu di sini sebagaimana konsep OCD pada umumnya om Deddy ajarkan. Beres, kan?!

Khusus bulan ini, kita tidak bisa menerapkan puasa 24 jam. Sayang sekali. Tapi tidak masalah, tidak akan mengurangi banyak efesiensi OCD bagi kita kok.




d.   OCDvers Exercise di Bulan Ramadhan (Break The Fast)!!
Meski puasa, kita tidak boleh skip latihan. Latihan rutin wajib! Latihan intensitas tinggi wajib! Jaga latihan selama puasa. Puasa bukan halangan untuk tidak latihan.

Kenapa kok aku tidak menyarankan latihan di saat sebelum puasa? Bukan karena tenaganya, tapi lebih kepada asupan air dalam tubuh. Sepanjang puasa tubuh kita kekurangan air dari keringat, buang air, dan bernafas. Apabila kita sertai dengan latihan sebelum berbuka, bisa jadi terjadi dehidrasi. Ini sebab mengapa aku tidak sepakat. Lalu bagaimana?

Lakukanlah latihan setelah berbuka! Tapi kan perutnya kenyang? Hadoohhh, ya berbukalah dengan yang manis-manis. Siapa suruh berbuka dengan makan gorengan? Inti berbuka puasa adalah mengkonsumsi apa saja yang manis, tidak harus kurma. Misal, berbuka dengan buah semangka, apel, atau minum teh manis pun sudah hitungan berbuka yang layak. Dan......apa yang dikonsumsi itu (manis) bisa menjadi energi buat latihan, kan?! Artinya, siapkan bukamu dengan menu sederhana (buah semangka misalnya) dan 20 menit kemudian bersiaplah dengan sesi latihan seperti biasanya selama 60 menit. Setelah latihan, konsumsi makan besarmu. Beres, kan?!

Kalau aku pribadi, menu berbuka yang cocok dan sebagai energi untuk latihan (setelah shalat maghrib tentunya) adalah buah dengan kadar gula yang cepat serap, seperti: pisang, pepaya, semangka, apel, dkk. Tapi dari aku pribadi....bisa kan dengan 1 sachet susu Milo dan 1 scoop whey protein? Yups. Gampang, kok.

Hmmm....aku rasa itu cukup membantu. Semoga bisa memberi gambaran bagi OCDvers selama bulan puasa Ramadhan ke depan yak....




1 comment:

  1. Kendala saya cman satu mas , saya msh sekolah dan msh tinggal sama ortu
    klo saya melewatkan sahur / sahur cman minum air putih , saya dimarahin dan sampe diancam

    dan juga saya bru tau , di jam OCD klo lgi sahur , ternyata boleh ya makan ?
    maksud saya makan sayuran dan protein bgitu.

    ReplyDelete