Jumat, 31 Desember 2010

Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebelum Islam masuk ke Spanyol, sekitar abad ke-5 Masehi, bangsa Jerman mendatangi Semenanjung Iberia. Theodoric, Raja Ostogost, mendirikan istananya di Toledo sekitar tahun 513M. kemudian, pada tahun 569M, Leovigildo, seorang raja Vidigoth Spanyol. Sejal itulah, Toledo mengalami kejayaan yang pertama. Pada tahun 689M, Raja Recaredo menjadikan Khatolik sebagai agama resmi di Spanyol.

Pada awal abad ke-8 Masehi, para pendatang baru berdatangan ke Eropa(Spanyol). Pendatang tersebut adalah bangsa Arab yang membawa agam Islam. Sejak ekspansi Bani Umayah Spanyol pada tahun 711M, yang dipimpin oleh Thariq bin Ziyad, Spanyol menjadi bagian wilayag\h kekuasaan Islam (Ira M. lapidur, 1993: 3790). Umat Islam berkuasa di Spanyol hampir delapan abad, yaitu dari tahun 711-1492M.

Untuk mengetahui lebih lanjut, pemakala berusaha untuk memahami proses penguasaan Islam atas Spanyol, kemajuan peradaban Islam si Spanyol, kemundiran dan kehancuran,ya, dan faktor-faktor yang mendukung tewujudnya tiga poin tersebut.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana sejarah singkat penguasaan Islam atas Spanyol ?

2. Apa penyebab kemajuan Islam di Spanyol ?

3. Apa penyebab kemunduran dan kehancuran Islam di Spanyol ?

BAB II

PEMBAHASAN

A. Sejarah Singkat Penguasa Islam Atas Spanyol

Sebelum menaklukkan Spanyol, umat Islam terlebih dahulu menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu provinsi dari Dinasti Bani Umayah. Penguasaan sepenuhnya atas Afrika Utara terjadi pada zaman Khalifah Malik (685-705M). Afrika Utara dipimpin oleh seorang gubenur, yaitu Husna ibn Nu’man, kemudian di gantikan oleh Musa ibn Nusyair. Tampaknya, tujuan uamt Islam mengusai Afrika Utara adalah membuka jalan untuk mengadakan ekspedisi lebih besar ke Spanyol karena dari Afrika Utara itulah, ekspedisi ke Spanyol lebih mudah di lakukan.

Ekspansi umat Islam ke Spanyol terjadi pada masa Al-Walid menjadi Kholifah (705-715M). Al-Walid mengizinkan gubenurnya untuk mengirimkan pasukan militer ke Spanyol. Pada awalnya, Musa bin Nusyair mengutus Thoriq bin Malik untuk memimpin pasuka ekspedisi yang bertujuan menjajahi daerah-daerah sasaran. Musa ibn Nusyair menugaskan Thoriq bin Malik untuk memimpin pasukan tentara sebanyak 7.000 orang. Tentara tersebut sebagian besar terdiri atas orang Barbar. Pada tahun 711M, Thoriq berlayar melalui laut Tengah menuju daratan Spanyol dan berhasil mendarat di sebuah bukit yang kemudian di beri nama Gibraltar (Jabal Thoriq) (ibn Al-Atsir, IV, 1965: 56).

Ketika Roderick mengetahui bahwa Thoriq dengan pasukannya telah memasuki negeri Spanyol, ia mengumpulkan pasulkan penangkal sejumlah 25.000 tentara. Menyadari jumlah yang jauh berbeda, Thoriq meminta bantuan kepada Musa ibn Nusyair, akhirnya Thoriq mendapat tambahan pasukan sebanyak 12.000 tentara (Ibn Al-Atsir, IV, 1965: 56).

Pasa hari Minggu tanggal 18 juli 711M, kedua pasukan bertemu di Danau Janda dekat mulut sungai Barbate. Pertemuan berlangd\sung selama 8 hari dan kemenangan berada di pihak Thoriq. Tentara Thoriq dakam pertempuran itu mendapat bantuan dari pasukan Roderick yang membelot, Thoriq kemudian meneruskan penaklukan ke Toledo. Kemudian Archidona dan Granada dapat ditundukkan, dan satu detasemen yang dipimpin oleh Mughitr Ar-Rumi dapat menaklukan kota Cordova yang kemudian dijadikan ibukota pemerintahan Iskam (Hutti, 1970: 494).

Kdatangan Islam suda tentu membawa kultur baru yang memperkaya Spanyol pada umumnya. Oleh karena itu, akhirnya Spanyol (Andalusia) menjadi salah satu prsat peradaban dunia, mengimbangi kejayaan Dinasti Umayah di Damsyik (Damaskus) dan Dinasti Abbassiyah di Bagdad. Tak salah apabila dikatakan Andalusia turut berperan merintis jalan menuju zaman Renaisans di Eropa.

Setelah Spanyol dengan kota-kota pentingnya jatuh kr tangan umat Islam, sejak data itu secara politik Spanyol berada di bawah kekuasaan Kholifah Bani Umayah. Dan untuk memimpin wilayah baru tersebut, pemerintahan pusat yang berpusat di Dimaskus mengangkat seorang wali (gubenur).

Dalam melakukan .ekspansi di Spanyol, umat Islam dengan mudah dapat meraih berbagai kemenangan sehingga dalam waktu yang relative singkat, umat Islam dapat menguasai Spanyol. Ada beberapa factor yang mendukung proses penguasaan umat Islam atas Spanyol.

Pertama, sikap penguasa Ghotic-sebutan lazim kerajaanVisghotie-yang tidak toleran terhadap aliran agamanya kepada masyarakat.penganut agama Yahudi yang merupakan komunitas terbesar dari penduduk Spanyol dipaksa di baptis menurut agama Kristen, dan mereka yang tidak bersedia akan disiksa dan di bunuh (Syek Mahmudunnasir, 1981: 231). Dalam kondisi tertindas secara teologis, kaum tertindas menanti ledatangan juru pembebas. Dan juru pembebas tresebut mereka temukan dari orang Islam. Demi kepentingan mempertahankan keyakinan, mereka bersekutu dengan tentara Islam melaean penguasa.

Kedua, perselisihan antara Raja Roderick denganWitiza (Walikota Toledo) di satu pihak dann Ratu Julian di pihak lain. Oppas dan Achila, kakek dan anak Witeza, menghimpun kekuatan untuk menjatuhkan Roderick., bahkan berkoalisi dengan kaum muslimin di Afrika Utara. Demikian pula, Ratu Julian, ia bahkan memberikan pinjaman 4 buah kapal yang di pakai oleh Thorif, Thoriq, dan Musa (Ahmad Salabi III, 1965: 30).

Ketiga, factor lain yang tak kalah pentingnya adalah bahwa tentara Roderick tidak menpunyai semangat perang (Shmad Aalabi, jilid III, 1965: 30).

B. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan

Dalam rentang selama kurang lebih tujuh setengah abad, uamat islam di spanyol telah mencapai kemajuan yang sangat pesat., baik dibidang ilmu pengetahuan maupun kebudayaan. Hal ini ditandai dengan banyaknya bermunculan figure- figure ilmuan yang cemerlang dibidangnya masing- masing dan bahan pikiran mereka pun menjadi bahan rujukan para akademisi. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan tersebut diantaranya:

1) Filsafat

Sejak abad ke- 9, minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangan yakni selama pemerintahan bani umayah yang ke-5 muhammad ibn abd ar-rohman, lalu dilanjutkan oleh penguasa berikutnya yakni al-Hakam.

Tokoh –tokoh filsafat yang lahir pada masa itu antara lain: Ibnu Bajah, Abu BakarIbn Thufail yang menulis banyak karya yaitu masalah kedokteran , astronomi dan filsafat. Para filosof lainnya adalah Ibnu Maimun, Ibnu Arabi, Sulaimn bin Yahya dan Ibnu rusd yang dikenal juga dengan ahli fiqih.

2) Sains

Dalam bidang matematika, pakar yang sangat terkenal adalah Ibnu Sina. Selain ahli dalam bidang tersebut, ia juga dikenal sebagai teknorat dan ahli ekologi. Selain Ibnu Sina juga ada Ibnu Saffat dan Al-Kimmy yang mana keduanya juga terkenal dalam ahli teknik.

Dalam bidang fisika, pakar yang sangat terkenal adalah Ar-Razi yang meletakkan dasar ilmu kimia dan menolak kegunaan yang bersifat takhayul. Dia jugalah yang menemukan rumusan klasifikasi binatang dan numerial.

Dalam bidang kimia dan astronomi selain Abbas Ibnu Farmas, juga dikenal Ibrahim Ibn Yahya An- Naqaossh. Yang pertama dikenal sebagai penemu pembuatan kaca dari batu dan yang kedua sebagai orang yang dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari. Dalam berbagai disiplin ilmu yang lain, Spanyol Islam juga banyak melahirkan pakar, seperti Zahrawi (kedokteran), yang menemukan pengobatan lemah syahwat, pembedahan, dan lain-lain.

3) Bahasa sastra dan musik

Bahasa Arab dengan ketinggian sastra dan tata bahasanya telah mendorong lahirnya minat yang besar masyarakat Spanyol. Hal ini membuktikan dengan dijadikannya bahasa ini mejadi resmi, bahasa pengantar, bahasa ilmu pengetahuandan administrasi.

Berangkat dari kenyataan tersebut, lahirlah para tokoh atau pakar dalam bidang bahasa dan sastra, seperti Al-Qali dengan karyanya Al-Kitab Al- Bari fi Al-Luqoh, Az-Zubaidy ahli tata bahasa dan masih banyak lagi.

4) Sejarah dan geografi

Dalam bidang ini, Spanyol Islam khususnya wilayah Islam bagian barat telah banyah melahirkan penulis terkenal, seperti Ibn Zubair dari valancia yang telah menulis sejarah tentang negeri-negeri muslim Mederania serta Sisilia. Ibn khaldun dari Tunis adalah seorang perumus filsafat sejarah. Para sejarawan tersebut semula bertempat tinggal di Spanyol dan kemudian pindah ke Afrika.

5) Fiqih

Dalam buidang fiqih, Spanyol Islam dikenal sebagai penganut madzab maliki. Yang memperkenalkan mazhab ini di sana adalah ziyad ibn Abd Al – Rahman. Perkembangan selanjutnya di tentukan oleh Ibn Yahya yang menjadi qadhi pada masa Hisyam ibn Abd AL-Rahman. Ahli-ahli fiqih lainnya diantaranya adalah Abu Bakar ibn Al-Qurthiyah, Munzir ibn Sa’id Al-Baluthi, dan Ibn Hazm yang terkenal.

6) Kemajuan pembangunan fisik

Dalam pembangunan fisik umat Islam Spanyol telah membuat bangunan –bangunan fasilitas sepertiu perpustakaan, jembatan-jembatan air, irigasi, roda air dan lain-lain. Disamping itu terdapat juga, istana-istana, masjid yang besar-besar, tempat pemandian beserta taman-taman.

Selain bukti-buktipembangunan fisik diatas , masih banyak bukti kemegahan lain yang dibangun umat islam pada waktu itu, seperti istana Al-Hamra dan istan Raja Az-Zahra dengan gaya arsitektur yang tinggi yang di rancang oleh arsitek terkemuka sedunia.

Kemajuan pesat tersebut merupakan sebuah proses panjang yang didukung oleh faktor kerja sama yang baik antara para sarjana dan intelektual muslim denagn didukung oleh kebijakan pemerintah serta kemampuan ekonomi serta semangat keberagaman dan persaudaraan yang kuat.

C. Penyebab Kemunduran dan Kehancuran

Suatu kebudayaan tentu akan mengalami pasang surut sebagaiman berputarnya sebuah roda, kadang ada diatas kadang ada dibawah. Hal ini tentu telah menjadi hukum alam. Demikian juga dengan kekuasaan sebuah imperium, satu saat dia muncul, berkembang pesat, lalu jatuh dan hilang.

Kekuasaan Islam di Spanyol telah banyak memberikan sumbangan yang tak ternilai harganya bagi peradapan dunia saat ini. Tetapi imperium yang begini besar akhirnya mengalami nasib yang sangat memilukan. Ada beberapa faktor penyebab kemunduran yang akhirnya membawa kehancuran Islam di Spanyol.

1. Konflik Islam dengan Kristen

Para penguasa muslim tidak melakukan islamisasi secara sempurna. Mereka sudah merasa puas dengan hanya menagih upeti dari kerajaan-kerajaan kristen dan membiarkan mereka mempertahankan hukum dan adat mereka, termasuk posisi hirarki tradisional, asal tidak ada perlawanan bersenjata.[1] Namun demikian, kehadiran Arab telah memperkuat rasa kebangsaan orang-orang Spanyol Kristen. Hal ini menyebabkan kehidupan negara islam di spanyol tidak pernah berhenti dari pertentangan antara Islam dan Kristen. Pada abad ke-11 M umat kristen mewmperoleh kemajuan pesat, sementara umat Islam sedang mengalami kemunduran.

2. Munculnya Kholifah-Kholifah yang Lemah

Masa kejayaan Isalam di Spanyol dimulai dari periode Abd. Rahman III yang kemudian dilanjutkan oleh putranya, yaitu Hakam.pada masa ini, keadaan politik dan ekonomi mengalami puncak kejayaan dan kestabilan.

Keadaan negara yang stabil dan penuh kemajuan ini tidak dapat bertahan lagi setelah Hakam II wafat yang baru berusia 11 tahun. Dalam usia yang sangat muda ini, ia harus memikul tanggung jawab yang amat besar. Karena tidak mampu mengendalikan roda pemerintahan, jalannya pemerintahan dikendalikan oleh ibunya dengan dibantu oleh Muhammad Ibn Abi Umar – yang bergelar Hajib Al-Mansur- yang bambisius dan haus kekuasaan. Sejak saat itu, khalifah hanya dijadikan sebagai boneka oleh Al-Mansur dan para penggantinya.

3. Tidak Adanya Ideologi Pemersatu

Kalau ditempat-tempat lain, para mukallaf diperlakukan sebagaimana orang islam yang sederajat, di Spanyol, sebagaimana politik yang dijalankan Bani Umayyah di Damaskus, orang-orang Arab tidak pernah menerima orang-orang pribumi. Setidak-tidaknya sampai abad ke-10 M, mereka masih memberi istilah ‘ibad dan muwalladun kepada para mukallaf itu, suatu ungkapan yang dinilai merendahkan. Dari sini tidak adanya ideologi yang dapat memberi makna persatuan, di samping figur yang dapat menjadi personifikasi ideologi itu.

4. Kesulitan Ekonomi

Diparuh kedua masa Islam Spanyol, para penguasa mementingkan pembangunan fisik dengan mendirikan bangunan-bangunan megah dan monumental. Demikian juga, bidang IPTEK. Pemerintahan denagan giat mengembangkan bidang ini, sehingga bidang perekonomian kurang mendapat perhatiaan. Selain itu, banyak anggaran negara yang terserap untuk membiayai tentara bayaran demi keamanan negara.

5. Tidak Jelasnya Sistem Peralihan

Hal ini menyebabkan nperebutan kekuasaan diantara ahli waris. Bahkan , karena inilah kekuasaan Bani Umayyah runtuh dan Muluk Al- Thawaif muncul. Granada yang merupakan pusat kekuasaan Islam terakhir di Spanyol jatuh ketangan Ferdinand dan Isabella.

6. Keterpencilan

Spanyol islam bagaikan terpencil dari dunia Islam yang lain. Ia selalu berjuang sendirian, tanpa mendapat bantuan kecuali dari Afrika Utara. Dengan demikian, tidak ada kekuatan alternatif yang mampu membendung kebangkitan Kristen disana.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

@ Sebelum menaklukkan Spanyol, umat Islam terlebih dahulu menguasai Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu provinsi dari Dinasti Bani Umayah.

@ Ada beberapa factor yang mendukung proses penguasaan umat Islam atas Spanyol.

Pertama, sikap penguasa Ghotic

Kedua, perselisihan antara Raja Roderick denganWitiza (Walikota Toledo)

Ketiga, factor lain yang tak kalah pentingnya adalah bahwa tentara Roderick tidak menpunyai semangat perang (Shmad Aalabi, jilid III, 1965: 30).

@ Kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan di antaranya:

1. ilmu filsafat

2. ilmu sains

3. ilmu sasatra dan musik

4. ilmu sejarah dan geografi

5. ilmu fiqih

6. kemajuan pembangunan fisik

@ Penyebab kemunduran dan kehancuran diantaranya:

1. Konflik Islam dengan Kristen

2. Munculnya Kholifah-Kholifah yang Lemah

3. Tidak Adanya Ideologi Pemersatu

4. Kesulitan Ekonomi

5. Tidak Jelasnya Sistem Peralihan

6. Keterpencilan

B. Saran

Alhamdulillah makalah kami dapat tersusun dan terselesaikan dengan baik, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua amin.

Maka untuk lebih menyempurnakan makalah kami tidak menutupi saran dan kritik dari pembaca.

DAFTAR PUSTAKA

Yatim, Badri.1993. Sejarah Peradaban Islam Dirosah Islamiyah II. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Supriyadi, Dedi. 2008. Sejarah Peradaban Islam. Bandung: CV Pustaka Setia.



[1] Armand Abel, “Spanyol:Perpecahan dalam negeri”,dalam Gustav E.von Grunebaum (ED), Islam: Kesatuan dan Keseragaman, (Jakarta: Yayasan Perkhidmatan, 1983), hlm. 243.

FILSAFAT AR-RAZY

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Filsafat itu menyelidiki, membahas, serta memikirkan seluruh alam kenyataan dan menyelidiki bagaimana hubungan kenyataan satu dengan yang lain, jadi ia memandang satu kesatuan yang belum dipecah-pecah serta pembahasannya secara keseluruhan, sedangkan ilmu lain itu hanya menyelidiki sebagian saja dari alam maujud ini.

Ketika mempelajari filsaat islam kita juga akan mempelajari tokoh filosof muslim beserta pemikirannya.

Dan makalah ini kita akan membahas salah satu dari filosof muslim yakni Ar-Razi beserta karya-karyanya dan cara berfilsafatnya.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana riwayat hidup atau Biografi Ar-Razi?

2. Apa sajakah hasil karya-karya Ar-Razi?

3. Bagaimana cara pemikirannya atau berfilsafatnya Ar-Razi?

C. Tujuan Penulisan

Sejalan dengan rumusan masalah diatas, tujuannya adalah mengetahui riwayat hidup atau biografi, hasil karya-karyanya serta cara berfilsafatnya Ar-Razi.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Biografi Ar-Razi

Nama lain Ar-Razi adalah Abu Bakar Muhammad Ibn Zakaria Ibn Yahya Ar-Razi. Beliau lahir di Rayy pada tanggal 1 Sya’ban 251 H/805 M. pada masa mudanya beliau menjadi tukang intan dan suka pada musik(kecapai). Beliau cukup reflek terhadap ilmu kimia, dan beliau juga belajar ilmu kedokteran(obat-obatan) dengan sangat tekun kepada seoarang dokter dan filosof. Dengan latar belakang itulah Ar-Razi di kota kelahirannya dikenal sebagai seorang dokter, sehingga beliau dipercaya untuk memimpin rumah sakit di Rayy oleh Mansur bin Ishaq Ibn Ahmad Ibn Asad ketika Mansur menjadi Gubernur. Dan beliau juga menulis buku yang dipersembahkan untuk Gubernur tersebut.

Sebagai seorang yang terkenal, pada dasarnya beliau mempunyai banyak murid belajar kepadanya. Metode penyampaian materinya adalah sistem daya pengembangan intelektual. Diantara muridnya yang cerdaslah Abu Bakar Ibn Qorin Ar-Razi, yang kemudian menjadi seorang dokter. Beliau selalu menggunakan waktunya untuk menulis dan belajar. Kemungkinan hal itu sebagai salah satu indikasi kebutaan matanya.

Sebagai ilmuwan dan dokter beliau seorang yang bermurah hati, sayang terhadap pasien-pasiennya, dermawan, karena itu beliau memberikan obat secar gratis kepada mereka yang tidak mampu( materi). Beliau wafat pada tanggal 5 Sya’ban 313 H/ 7 Oktober 925 M. sampai meninggal beliau belum dapat disembuhkan kebutaan matanya.

B. Karya-karya Ar-Razi

Ar-Razi termasuk orang yang aktif berkarya. Buku-bukunya sangat banyak, bahkan beliau sendiri mempersiapkan sebuah katalog yang kemudian diprediksi oleh Ibn An-Nadhim.

Adapun buku-buku yang ditulisnya mencakup ilmu kedokteran, ilmu fisika, logika, matematika, dan astronomi. Komentar-komentar, ringkasan, ikhtisar, filsafat, dan ilmu pengetahuan hipotesis dan atheisme. Untubk jumlah karya-karyanya yang dikarang banyak perbedaan pendapat ada yang mengatakan 250 judul, 148 buah, dan ada yang mengatakan 309 judul, adapun buku-buku itu diantaranya adalah:

a. At-Thibb al-ruhani

b. Al-Shirath al-dawlah

c. Amarah al-Iqbal al-Dawlah

d. Kitab al-Ladzdzah

e. Kitab al-‘Ilm al-Ilahi

f. Maqalah fi ma ba’d al-Thabi’iyyah; dan

g. Al-Shukuk ‘ala Proclus

Demikian diantara karya-karyanya yang dapat kita jumpai sampai sekarang, meski diantara buku-buku tersebut hanya terhimbun dalam satu kitab yang dikarang oleh orang lain. Yang banyak berperan dalam masalah ini adalah:

· Lima keabadian yaitu Allah, roh semesta, materi pertama, ruang muthlak, dan waktu muthlak.

· Materi

· Waktu dan ruang

· Ruh dan dunia

C. Filsafatnya Ar-Razi

¯ Logika

Ar-Razi adalah seorang rasionalisme murni, dan beliau hanya mempercayai khekuatan akal. Bahkan didalam bidang kedokteran study klinis yang dilakukannya setelah menemukan metode yang kuat dengan berpijak kepada observasi dan eksperimen.

Bahkan pemujaan Ar-Razi terhadap akal tampak sangat jelas pada halaman pertama pada bukunya At-Thibb. Beliau mengatakan, Allah segala puji baginya, yang telah memberikan akal agar dengan-Nya kita dapat memperoleh sebnyak-banyaknya manfaat. Inilah karunia terbaik Allah kepada kita. Akal adalah suatu yang mulia dan penting karena dengan akal kita dapat memperoleh pengetahuan tewntang tuhan. Maka tidak boleh melecehkannya.

¯ Moral

Adapun pemikiran Ar-Razi tentang moral sebagaimana tertuang dalam buku At-Thibb al-ruhani dan Al-Sirah al-Falsafiyyah, bahwa tingkah laku itu berdasarkan dari akal. Hawa nafsu harus berada dibawah kendali akal dan agama. Beliau memperingatkan bahaya minuman khomr yang dapat merusakkan akal dan melanggar agama.

Berkaitan dengan jiwa, Ar-Razi menjadikan jiwa sebagai salah satu alasan pengobatan baginya. Menurutnya antara tubuh dan jiwa terhadap suatu hubungan yang sangat erat, misalnya: emosi jiwa tidak akan terjadi kecuali dengan melalui pengamatan indrawi.

Sedangkan kebahagiaan menurut Ar-Razi adalah kembalinya apa yang telah tersingkir karena sesuatu yang berbahaya, misalnya: orang yang meninggalkan tempat yang teduh menuju tempat yang disinari matahari. Ia akan senang ketika kembali ke tempat yang teduh tadi.

¯ Kenabian/ Theologi

Ar-Razi menyangkah bahwa anggapan bentuk kehidupan manusia memerlukan nabi sebagaimana yang dikatakannya dalam bukunya Naqd al-Adyan au fi al-Nubuwah. Beliau mengatakan bahwa beliau tidak percaya kepada wahyu dan adanya nabi. Menurutnya para nabi tidak berhak mengklaim dirinya sebagai orang yang memiliki keistimewaan khusus. Karena semua orang adalah sama dan keadilan tuhan secara hikmahnya mengharuskan tidak membedakan antara seoranng dengan yang lainnya.

Ar-Razi juga mengritik kitab suci baik injil maupun al-quran. Beliau menolak mukjizat al-quran baik segi isi maupun gaya bahasanya. Menurutnya orang mungkin saja dapat menulis kitab yang lebih baik dengan gaya, bahasa yang lebih indah. Kendatipun demikian, Ar-Razi tidak berati seorang atheis, karena beliau masih menyakini adanya Allah.

¯ Metafisika

Filsafat Ar-Razi dikenal dengan ajaran “Lima kekal” yaitu:

v Allah Ta’ala

v Ruh Universal

v Materi pertama

v Ruang absolute

v Masa absolute

Berikut ini uraian singkat mengenai “Lima kekal” yaitu:

1. Allah Ta’ala

Allah bersifat sempurna. Tidak ada kebijakan setelah tidak sengaja, karena itu ketidak sengajaan tidak bersifat kepada-Nya.

Kehidupan berasal dari-Nya sebagaimana sinar datang dari matahari Allah mempunyai kepandaian yang sempurna dan murni. Kehidupan ini adalah mengalir dari ruh. Allah menciptakan sesuatu dan tidak ada yang bisa yang menandingi dan tidak ada yang bisa menolak kepada-Nya. Allah Maha Mengetahui, segala sesuatu. Tetapi ruh-ruh hanya mengetahui apa yang berasal dari eksperimen. Tuhan mengetahui bahwa ruh cenderung pada materi dan membutuhkan kesenangan materi.

2. Ruh

Allah tidak menciptakan dunia lewat desakan apapun tetapi Allah memutuskan penciptaan-Nya setelah pada mulanya tidak berkehendak tidak menciptakannya, Allah menciptakan manusia guna menyadarkan ruh dan menunnjukkan kepadanya, bahwa dunia ini bukanlah dunia yang sebenarnya dalam arti haqiqi.

Manusia tidak akan mencapai dunia haqiqi ini, kecuali dengan filsafat, mereka mempelajari filsafat, mengetahui dunia haqiqi, memperoleh pengetahuan akan selamat dari keadaan buruknya. Ruh-ruh tetap berada dalam dunia ini sampai mereka disadarkan oleh filsafat akan rahasia dirinya.

Melalui filsafat manusia dapat memperoleh dunia yang sebenarnya, dunia sejati atau dunia haqiqi.

3. Materi

Menurut Ar-Razi kemutlakan, materi pertama terdiri dari atom-atom, setiap atom mempunyai volum yang dapat dibentuk. Dan apabila dunia ini dihancurkan, maka ia akan terpisah-pisah dalam bentuk atom-atom. Dengan demikian materi berasal dari kekekalan, karena tidak mungkin menyatakan suatu yang berasal dari ketiadaan sesuatu.

Untuk memperkuat pendapat ini Ar-Razi memberikan 2 bukti yaitu:

Ø Penciptaan adalah bukti dengan adanya sang pencipta.

Ø Berlandaskan ketidak mungkinan penciptaan dan ketiadaan.

4. Ruang

Menurut Ar-Razi ruang adalah tempat keadaan materi, beliau mengatakan bahwa materi adalah kekal dan karena materi itu mempunyai ruang yang kekal.

Bagi Ar-Razi ruang terbagi menjadi 2 yakni waktu universal (mutlak) dan waktu tertentu (relatif ), ruang universal adalah tidak terbatas dan tidak tergantung kepada dunia dan segala sesuatu yang ada didalamnya. Sedangkan ruang yang relatif adalah sebaliknya.

5. Waktu

Adalah subtasi yang mengalir, ia adalah kekal. Ar-Razi membagi waktu 2 macam yakni waktu mutlak dan waktu relatif (terbatas). Waktu mutlak adalah keberlangsungan, ia kekal dan bergerak. Sedang gerak relatif adalah gerak lingkungan-lingkungan, matahari dan bintang gemintang.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan:

1. Nama lain Ar-Razi adalah Abu Bakar Muhammad Ibn Zakaria Ibn Yahya Ar-Razi. Beliau lahir di Rayy pada tanggal 1 Sya’ban 251 H/805 M.

2. Diantara karya-karya Ar-Razi adalah:

¨ At-Thibb al- Ruhani

¨ Al-Shirath al-Dawlah

¨ Amarah al-Iqbal al-Dawlah

¨ Kitab al-Ladzdzah

¨ Kitab al-‘Ilm al-Ilahi

¨ Maqalah fi ma ba’d al-Thabi’iyyah, dan

¨ Al-Shukuk ‘ala Proclus

3. Filsafat Ar-Razi adalah:

* Logika

* Moral

* Kenabian/ Theologi

* Metafisika

B. Saran-saran

Fillsafat merupakan hasil kerja berfikir dalam mencari hakikat segala sesuatu secara sistematik, radikal dan universal, berfilsafat dapat menambah keimanan kita, oleh sebab itu saran penulis agar pembaca dapat memahami makalah ini dengan baik dan benar. Kami menyadari bahwa tiada sesuatu di dunia ini yang sempurna karenanya rangkain saran dan kritik dari pembaca merupakan wujud partisipasi atas keikut sertaan anda dalam mewujudkan hal ini.

DAFTAR PUSTAKA

Nasution, Hasyimsyah.2005. Filsafat Islam . Jakarta : Radar Jaya.

KEHIDUPAN BERAGAMA DALAM NEGARA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Dengan dicetusnya proklamasi Indonesia,maka terbentuklah Negara yang bernama Republik Indonesia.segera setelah disusun UUD 1945, di dalam pasal pembukaannya terdapat pancasila sebagai landasan Idiel Negara dan filsafat serta ideology bangsa.

Atas dasar pancasila inilah,dicipatakan adanya toleransi Agama dalam Negara yang baru dibentuk ini hal ini berarti bahwa pancasila memberikan ruang untuk adanya toleransi Agama,dan terbukti dengan dicantumkannya sila pertama daari pancasila yakni ketuhanan yang Maha Esa (the divine umnipotence) dengan berbuat demikian,maka agama-agama merupakan bagian terpenting dalam kehidupan bangsa Indonesia dan ini pula salah satu sebab mendorong terbentuknya sila ketuhanan yang maha esa sebagai sila pertama.ini terkait terutama sekali dengan sila pertama,namun perlu disadari bahwa sila pertama haruslah ditafsirkan dalam hubungan organic dengan sila-sila lain sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dilepas pisahkan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang mengatur aspek kehidupan beragama dalam Negara?

2. Pasal berapa yang mengatur kehidupan beragama dalam Negara?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Dapat mengetahui aspek yang mengatur kehidupan beragama dalam Negara.

2. Dapat mengetahui pasal yang mengatur kehidupan beragama dalam Negara.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Kehidupan Beragama Dalam Negara

Aspek kehidupan masyarakat diatur oleh sebuah peraturan yang diterapkan oleh petinggi dari masyarakat tersebut baik oleh negara tempat masyarakat tersebut berada maupun oleh petinggi adatnya. Aspek – aspek yang diatur oleh negara misalnya adalah aspek kehidupan ekonomi sosial dan kebudayaan,misalnya di Indonesia mengatur demikian. Adapun hal lain yang diatur oleh Negara kita yaitu mengenai kehidupan beragama. Dalam hal ini diatur di dalam konstitusi kita yaitu UUD 1945 pasal 29 yang berbunyi:

1. Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.

2. Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

Selain diatur di dalam konstitusi yang tertuang pada pasal 29 tersebut,pemerintah juga mengukuhkan pengaturan mengenai pengaturan tentang kehidupan beragama pada UU 1/PNPS/1965 penodaan agama Pada undang – undang tersebut hanya menjelaskan bahwa setiap keagamaan yang menyimpang akan ditindak dan digolongkan pada kasus pidana. Pada pasal 1, "Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan, atau mengusahakan dukungan umum untuk melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan agama itu. " melakukan penafsiran tersebut pada pasal diatas mengandung makna yang ganda dan rancu. Penafsiran suatu agama yang dianut oleh seseorang memang dapatberbeda – beda dan pasal 29 UUD 45 memberikan kebebasan kepada rakyat untuk menganut kepercayaan yang sesuai dengan keyakinannya. Bukankah ini saling bertentangan?

Dari pembukaan singkat diatas dapat disimpulkan bahwa keterlibatan Negara pada kehidupan beragama cukup besar. Negara menjamin kebebasan memeluk agama di dalam konstitusi tetapi membatasi kepercayaan masyarakat pada uu penodaan agama. Di dalam uu ini terdapat unsure yang memiliki muatan bahwa seseorang dilarang melakukan kegiatan peribadatan yang menyimpang dari agama yang bersangkutan.

Disini terlihat bahwa ada pembatasan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat karena masyarakat dibatasi harus melakukan peribadatan sesuai dengan agama yang ditentukan. Misalnya pada agama X mengharus melakukan proses ibadah berupa Y ,tetapi orang tersebut melakukan peribadatan berupa Z maka Negara turut ikut campur dan bahkan memvonis bersalah pada orang tersebut,bagaimana jika proses tersebut memang yang dipercayai oleh orang tersebut, bukankah ini bertentangan dengan konstitusi yang membebaskan masyarakat untuk menganut agama dan kepercayaannya masing – masing ?

Disinilah letak dualisme dan pertentangan pengaturan terhadap kehidupan beragama bagi masyarakat Indonesia, dimana salah satu peraturan membebaskan da satu yang lain melarang kepercayaan masyarakat. Apa kah hal ini bertentangan dengan HAM? Dimana hak untuk hidup dengan kepercayaan mereka dibatasi dan dilarang oleh Negara? Apakah Negara berhak mengatur kehidupan beragama sejauh ini atau Negara hanya berhak untuk menjamin ketersediaan fasilitas peragamaan yang layak ? Dampak apa yang dapat timbul dari pengakan kepercayaan yang dipahami oleh masyarakat Indonesia yang plural? Akan kah membawa dampak separatism di daerah – daerah karena pengekangan ini?

2.2. Toleransi kehidupan beragama dalam Negara

Toleransi kehidupan beragama dan hidup berdampingan secara damai di Indonesia dapat dijadikan model kehidupan beragama bagi kawasan lain.

Demikian kesimpulan yang mengemuka dalam pertemuan antara Kepala Divisi Intercultural Dialogue with the Islamic World, Kementerian Luar Negeri Jerman, Dr Gabriela Linda Guellil dan Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri RI, Andri Hadi, di Kementerian Luar Negeri Jerman, Jum`at, 17 April 2009.

Andri mengatakan, pemerintah Jerman menilai positif dan menaruh perhatian terhadap kehidupan beragama di Indonesia yang toleran dan hidup berdampingan secara damai. Pemerintah Jerman menilai positif bahwa toleransi kehidupan beragama di Indonesia dapat dijadikan model kehidupan beragama bagi kawasan lain, ujarnya.

Sementara itu, Duta Besar RI di Berlin, Eddy Pratomo, menyampaikan kesiapan pihak KBRI untuk memfasilitasi terlaksananya kerjasama yang lebih erat di masa yang akan datang. Pihak Jerman menyampaikan antusiasmenya untuk turut serta berpartisipasi dalam kerangka Global Interfaith Dialogue yang akan diselenggarakan oleh Indonesia, kata Eddy.

Dalam pertemuan itu, seperti dilansir Antara, disampaikan berbagai kegiatan intrafaith dan interfaith dialogue yang telah dilakukan Indonesia dengan berbagai negara sahabat seperti Australia, Austria Italia, Vatikan dan Rusia. Selain itu, juga dibahas berbagai kemungkinan bentuk kerjasama baru antara kedua negara.

Menurut Andri, rencana penyelenggaraan Global Interfaith Dialogue tahun 2010 akan dilaksanakan di Indonesia. Jerman diharapkan turut serta dalam rangka meningkatkan pemahaman keharmonisan beragama yang kompatibel dengan demokrasi di Indonesia.

Di tempat terpisah, penilaian ihwal praktek kehidupan beragama di Indonesia juga disampaikan Menteri Luar Negeri Italia Franco Frattini. Franco menyatakan negaranya sangat menghargai budaya koeksistensi damai di Indonesia dan menganggap perlunya masyarakat global belajar dari toleransi di Indonesia.

Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Indonesia juga berperan sebagai model yang mewakili tradisi Islam moderat yang dapat hidup berdampingan secara damai dengan penganut agama lain, kata Franco dalam pidato pembukaan konferensi bertema Unity in Diversity, the culture of coexistence in Indonesia, di Roma.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda – KIB I, dalam sambutannya menjelaskan bahwa konsep “Unity in Diversity” (Bhineka Tunggal Ika) semakin penting di dunia yang multi-kultur dewasa ini. Terlebih tidak ada satu pun negara yang benar-benar homogen dalam batas wilayahnya.

Itu menyebabkan toleransi yang berkembang dalam hubungan antar- penganut agama di Indonesia, yang berakar dari budaya musyawarah untuk mufakat, menjadi salah satu cara dalam membangun dan mempertahankan keharmonisan dunia modern, ujar Menlu Wirajuda.

Pandangan yang sama juga disampaikan Prof Andrea Riccardi, pendiri Santo Egidio. Ia mengatakan bahwa Indonesia merupakan laboratoriom kemajemukan (pluralisme), dan dunia memerlukan peradaban mengenai hidup berdampingan secara damai (civilization of coexistence). Dunia memerlukan peradaban hidup berdampingan secara damai (dan Indonesia adalah modelnya, kata Andrea.

Selain menjadi forum untuk saling belajar dan berbagi pengalaman, konferensi yang merupakan hasil kerja sama pemerintah kedua negara dengan perhimpunan Santo Egidio itu juga dimaksudkan untuk membangun dialog tingkat tinggi antara wakil-wakil organisasi Islam di Indonesia dan para pakar dari Italia.

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Dalam surat al-mumtahana ayat 8-9,allah swt berfirman,''allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dalam negerimu.sesungguhnya allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesunggunya allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang –orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu,dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu.dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan,maka mereka inilah orang-orang yang dzalim.

Di Indonesia, dua pemahaman di atas tumbuh subur dalam dialektika agama dan Negara.pemahaman yang menganggap dalam pergolakan real politik kekuasaan.apa lagi para politisi yang memiliki pemahaman tersebut selalu bersandar pada label mayoritas. Sejarah kita perna mencatat perdebatan konstitusional tentang di masukannya kata-kata ''syariat islam'' sebagai dasar Negara kita.dan saat ini pun atas nama penerapan otonomi daerah,masing-masing daerah berlomba untuk 'memutlakan' keyakinan agama sebagai kaidah pupblik melalui kebijakan kekuasan Negara.di beberapa daerah kita bias melihat pada tentang perlunya membaca al-qur'an untuk masuk ke jenjang sekolah lebih tinggi,dll.padahal justru hal inilah yang akan memudahkan munculnya diskriminasi terhadap agama dan keyakinan tertentu yang di aggap minoritas atau terhadap sebuah kepercayaan yang tidak diakui Negara .nilai-nilai atau keyakinan luar jadi dicurigai,dibatasi dan bahkan diberi label tertentu.seperti pengakuan Negara ini terhadap hanya lima Negara resmi dan dari label resmi inilah,lalu ada pembatasan,perlabelan dan kecurigaan.