Selasa, 28 Desember 2010

MODEL PENELITIAN PEMIKIRAN MODERN DALAM ISLAM

Oeh : Nadhifatul Uya & Nur Aisyah

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Bahwa dalam garis besarnya sejarah islam dapat di bagi ke dalam tiga periode besar,yaitu periode klasik (650-1250),periode pertengahan (1250-1800),dan periode modern (1800 M sampai dengan sekarang)

Di periode-periode inilah timbulnya ide-ide pembaruan dalam islam di sebabkan terlihatnya turun naik,pasang surut gelombang kemajuan dan kemunduran islam. kini umat islam tengah memikirkan kembali bagaimana cara memajukan dirinya.pembaruan terjadi di hampir seluruh Negara islam,terutama Negara-negara yang pernah di jajah oleh kekuatan barat,seperti turki,hindia,dan mesir.pembaruan tersebut hingga sekarang masih terus berlangsung untuk mencapai tujuan yang di inginkan.sementara itu,berbagai penelitian para ahli terhadap fenomena pembaruan islam tersebut terus berlanjut dan hasil-hasilnya telah banyak di publikasikan,baik dalam buku,artiukel,maupun dakwah dengan lisan dan sebagainya.dari keadaan demikian,muncullah suatu bidang study pembaruan dalam islam.dan menjadi salah satu mata kuliah yang diajarkan pada berbagai perguruan tinggi islam.

B. RUMUSAN MASALAH

1.Apa pengertian pembaruan islam ?

2.Apa saja model penelitian pemikiran modern dalam islam ?

C. TUJUAN

1. Agar dapat memahami tentang pengertian pembaruan islam

2. Agar dapat mengetahui model-model penelitian pemikiran modern dalam islam

BAB II

PEMBAHASAN

A. PENELITIAN PEMBARUAN ISLAM

Disebagian umat islam tradisional hingga saat ini tanpa ada pèrasaan masih belum mau menerima apa yang di maksud dengan pembaruan islam. Di sebabkan karena salah persepsi dalam memahami arti. Mereka memandang bahwa pembaharuan islam adalah membuang ajaran islam yang lama di ganti dengan ajaran islam baru, padahal ajaran islam yang lama itu berdasarkan pada hasil ijtihad para ulama’ besar yang dalam ilmunya taat beribadah dan unggul kepribadiannya. Sedangkan ula’ma yang ada sekarang di pandang kurang mendalam ilmu agamanya, kurangtaat dalam ibadahnya dan kurang baik budi pekertinya oleh karena itu mereka masih beranggapan bahwa pemikiran ulama’ di abad yang lampau sudah cukup baik dan tidak perlu di ganti dengan pemikiran ulama’ sekarang.

Pembaharuan islam sebenarnya bukan sebagaimana yang di persepsikan oleh sementara kaum tradisionalis di atas. Pembaharuan islam adalah upaya-upaya untuk menyesuaikan paham keagamaan islam dengan perkembangan baru yang di timbulkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Dengan demikian pembaharuan dalam islam bukan berarti mengubah, mengurangi atau menambah teks al qur’an maupun teks al Hadits, melainkan hanya mengubah atau menyasuiakan paham atas keduanya sesuia dengan perkembangan zaman. Hal ini di lakukan karena betapapun habatnya paham-paham yang di hasilkan para ulama’ atau pakar di zaman lampau itu tetap ada kekurangannya dan selalu di pengaruhi oleh kecenderungan, pengetahuan, situasi sosial, dan lain sebagainya.

Selain itu pembaharuan dalam islam dapat pula berarti mengubah keadaan umat agar mengikuti ajaran yang terdapat di dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Hal ini perlu di lakukan, karena terjadi kesenjangan antara yang di kehendaki Al Qur’an dengan kenyatan yang terjadi di masyarakat. Namun kenyataan umatnya menunjukkan keadaan yang berbeda. Sebagian besar umat islam hanya menguasai pengetahuan agama sedangkan ilmu pengetahuan modern tidak di kuasainya bahkan di musuhinya . Sikap dan pandangan hidup umat demikian jelas tidak sejalan dengan ajaran Al Qur’an dan As Sunnah, dan hal demikian harus di erbarui dengan jalan kembali kepada dua sumber ajaran islam yang utama itu. Dengan demikian, maka pembaruan islam mengandung maksud mengembalikan sikap dan pandangan hidup umat agar sejalan denga petunjuk Al Qur’an dan As Sunnah.

B. MODEL PENELITIAN PEMIKIRAN MODERN DALAM ISLAM

Telah banyak hasil penelitian yang di lakukan para ahli yang mengambil tema di sekitar pemikiran modern dalam islam. Di antaranya hasil penelitian yang di lakukan oleh Deliar Noer, dan H.A.R. Gibb.

1. Model penelitian Deliar Noer

Salah satu buku yang memuat hasil penelitian tentang pemikiran modern dalam islam yang di lakukan oleh Deliar Noer berjudul Gerakan Modern Islam Di Indonesia 1900-1942. Dari judulnya terlihat bahwa penelitian tersebur bersifat deskriptif analitis, penelitian tersebut antara lain memuat latar belakang pemikiran, permasalahan yang ingin di pecahkan, metode dan pendekatan serta analisis yang di gunakan .

Pemikiran yang melatar belakangi penelitian tersebut adalah adanya asumsi bahwa perkembangan yang terjadi pada akhir periode 1900-1942 merupakan tahun pergantian penguasa di Indonesia dari tangan Belanda ke tangan Jepang. Tetapi pemikiran, gerakan dan perkembangan yang umumnya yang bersangkutan dengan gerakan modern islam di negeri kita ini tidak berhenti dengan pergantian ini. Malah, lebih lagi dari pada di masa permulaan ia tumbuh, gerakan modern islam itu masih terus berlanjut, bukan saja pada masa Jepang, melainkan juga sesudah kita merdeka, hingga saat ini. Hal yang demikian perlu di lakukan mengingat pemikiran pembaruan ini mumgkin masih tetap relevan untuk di gunakan pada masa-masa setelah kemerdekaan,

Deliar Noer mengatakan betapa perkembangan masa merdeka banyak relevansinya dengan perkembangan pemikiran periode sebelumnya yaitu pertama, soal khilafiyah. Kedua, sifat fragmentasi kepartaian. Ketiga, kepemimpinan yang bersifat pribadi. Keempat, perbedaan dan pertentangan paham. Kelima, hubungan dengan pemerintah.

Untuk mendapatkan bahan-bahan yang di perlukan untuk penelitian tersebut Deliar Noer menggunakan bahan-bahan yang terdapat dalam berbagai litelatir baik yang di tulis dalam bahasa Indonesia maupun yang di tulis dalam bahasa asing sepertin inggris dan Belanda. Dengan pendekatan hitoris di hasilan pembahasan menurut urutan peristiwa secara kronologis dan dapat di buktikan keberadaanya dalam sejarahm dan dengan pendekatan sosiologis di hasilkan deskripsi yang menjelaskan bergagai peristiwa yang antara satu bagian dengan bagian lainnya saling berkaitan.

Melalui metode dan pendekatan tersebut di hasilkan informasi yang komprehensif mengenai asal-usul dan pertumbuhan gerakan modern islam dalam bidang pendidikan, social dan politik. Asal-usul dan petumbuhan gerakan modern islam dalam bidang politik meliputi sarekat islam, partai-partai islam,reaksi Belanda, reaksi kalangan teradisi dan kalangan kebangsaan, reasi kalangan tradisi dan reaksi kalangan nasionalis yang netral agama

Mengenai perkembangan dan sifat gerakan moderrn islam di Indonesia, Deliar Noer menyimpukan bahwa sifat dan kecenderungan gerakan ini di bentuk oleh Pemimpin Organisasi serta lingkungan tempat organisasi itu bergerak.

Selanjutnya,dalam kesimpualn itu Deliar Noer menyebukan adanya golongan tradisional dan golongan pembaharu. Sementara itu, golongan pembaharu lebih memberi perhatian pada sifat islam pada umumnya.

Kesimpulan berikunya Deliar Noer mengungkapkan tentang kepemimpinan dalam gerakan pembaruan. Sehingga terdapat dualisme dalam kepemimpinan gerakan ini.Menurutnya, hal ini menumbuhkan kesulitan dalam memilih kepemimpinan masyarakat islam di Indonesia; apalagi pada saat kesatuan dan persatuan masyrakat tersebut telah tercapai- umpamanya- pada masa Indonesia merdeka. Sehingga timbul masalah pilihan, kapada siapa kepemimpinan itu di serahkan.

Berdasarkan uraian di atas, terlihat jelas bahwa Deliar NOer telah memberikan model penelitian yang memenuhi persyaratan sebagai penelitian sejarah, yang dalam hal ini sejarah gerakan moderrn islam di Indonesia tahun 1900-1942, dengan kesimpulan yang secara akademis dapat di pertanggungjawabkan validitasnya. Penelitian tersebut walaupun tidak secara eksplisit mengemukakan latar belakang pemikiran, permasalahann tujuan, metode dan pendekatan setra kerangka analisis yang di gunakan dalam penelitian, namun secara keseluruhan berbagai aspek yang seharusnya ada dalam sebuah penelitian telah tertampung dalam penelitian yang di lakukan Deliar Noer.

2. Model penelitian H.A.R. Gibb

Penelitian Gibb tentang gerakan modern dalam islam kelihatannya bertolak dari tesisnya yang mengatakan bahwa islam adalah suatu agama yang hidup dan vital yang menyampaikan dakwah kepada hati,pikiran, dan perasaan dari berpuluh-puluh,malah berarus –ratus miliun manusia, memberikan kepadanya suatu pedoman supaya hidup jujur, sungguh-sungguh dan taqwa.

Untuk membuktikan tesisnya itu H.A.R Gibb melakukan penelaahan terhadap-doktrin doktrin ajaran isalam sebagai mana yang terdapat dalam Al-Qur’an dan Al-Sunnah, dan bukan dari sumber-sumber yang sudah tidak sejalan dengan doktrin tersebut. Dengan demikian, peneitian yang mencoba mendeskripsikan secara mendalam suatu objek dengan menggunakan data-data yang terdapat dalam kajian pustaka, sedangkan pendekatan yang digunakannya bersifat filosofis historis. Yaitu suatu penelitian yang tekanannya ditujukan untuk mengemukakan nilai-nilai universal dan mendasar dari suatu ajaran atau objek yang diteliti, serta didukung oleh data-data historis yang dipercaya.

Dari penelitian itu, Gibb mengemukakan tentang dasar-dasar alam pikiran isalam, ketenggangan dalam islam, dasar-dasar moderisme, agama kaum modern. Hukum dan masyarakat serta islam di dunia.

Terlihat bahwa model penelitian gerakan modern dalam islam yang di lakukan Gibb bersifat penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang sepenuhnya menggunakan bahan-bahan yang terdapat dalam sumber-sumber tertulis, khususnya buku buku nyang dihasilkan para penulis sebelumnya.

Pendektan yang digunakan dalam penelitiannya itu adalah pendekatan filosofis historis, yaiu penelitian yang menekankan pada upaya untuk menarik nilai-nilai universal yang di dasarkan pada informasi yang terdapat dalam kitab suci dan di dukung oleh kebenaran sejarah.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Pembaruan islam adalah upaya-upaya untuk menyesuaikan faham keagamaislaman dengan perkembangaan baru yang ditimbulkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

Diantara hasil penelitiannya ada 2 :

1. Deliar Noer, penelitiannya bersifat deskriptif analitis

2. H.A.R. Gibb, penelitiannya bersifat eksploratif deskriptif.

DAFTAR PUSTAKA

Nata Abudin, Metologi Stady Islam (Jakarta: Rajawali Press,1998)

Nasution Harun, Pembaharuan Dalam Islam Sejarah Pemikiran Dan gerakan (Jakarta: Bulan Bintan ,1975)

Minggu, 26 Desember 2010

AYAT-AYAT TENTANG SUMBER ILMU

Oleh : Irfan Afandi, Aris jamaluddin, Mudzakir

  1. Surat Al-Imron Ayat 159
  1. Ayat dan Terjemah

$yJÎ6sù 7pyJômu z`ÏiB «!$# |MZÏ9 öNßgs9 ( öqs9ur |MYä. $ˆàsù xáÎ=xî É=ù=s)ø9$# (#qÒxÿR]w ô`ÏB y7Ï9öqym ( ß#ôã$$sù öNåk÷]tã öÏÿøótGó$#ur öNçlm; öNèdöÍr$x©ur Îû ͐öDF{$# ( #sŒÎ*sù |MøBztã ö@©.uqtGsù n?tã «!$# 4 ¨bÎ) ©!$# =Ïtä tû,Î#Ïj.uqtGßJø9$# ÇÊÎÒÈ

Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau berlaku keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu karena itu maafkanlah mereka mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan. Kemudian apabila engkau telah membuatkan tekat, maka bertaqwalah kepada Allah sasungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepaadanya.”

  1. Asbabun Nuzul

Rasulullah mengadakan musyawarah untuk menyelesaikan suatu masalah dalam menangani tawanan perang dari kemenangan peperangan badar dalam musyawarah itu, Abu Bakar As-Sidiq dan Umar berbeda pendapat. Abu Bakar berpendapat: bahwasannya tahanan perang itu sebaiknya dikembalikan kepada keluarganya dengan membayar tebusan sebagai bukti kelunaan islam, sedangkan Umar berpendapat bahwa tawanan perang itu dibunuh saja tetapi yang membunuh adalah keluarganya supaya tidak berani lagi menghina dan mencaci islam, dari dua pendapat itu Rasulullah kesulitan untuk mengambil kesimpulan, lalu turunlah ayar Al-Imron 159 sebagai dukungan atas pendapat abu Bakar dan peringatan terhadap Umar jika pendapatnya tidak diterima hendaklah bertawakkal kepada Allah.

  1. Pokok Kandungan

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa ada tiga sikap yang secara berurutan disebut supaya Rasulullah dapat melaksanakannya sebelum musyawarah itu yakni:

  1. Berlaku lemah lembut, tidak kasar dan berrhati keras agar peserta musyawarah bisa terbuka dalam menyampaikan pendapat.
  2. Memberi maaf dan membuka lembaran baru untuk mengantisipsi terjadinya pertengkaran jika ada perbedaan pendapat atau ada pendapat yang menyinggung.
  3. Memohon magfiroh dan ampunan ilahi karena untuk mencapai hasil musyawarah terbaik hubungan dengan tuhan pun harus harmonis.
  4. Dalam mencari ilmu yang barokah dan manfaat maka harus menjalin hubungan yang baik dengan Allah dan manusia.

  1. Surat As-Syuro Ayat 38
  1. Ayat Dan Terjemah.

tûïÏ%©!$#ur (#qç/$yftGó$# öNÍkÍh5tÏ9 (#qãB$s%r&ur no4qn=¢Á9$# öNèdãøBr&ur 3uqä© öNæhuZ÷t/ $£JÏBur öNßg»uZø%yu tbqà)ÏÿZムÇÌÑÈ

Artinya : “Dan orang-orang yang memenuhi seruan tuhan merekadan mereka melaksanakan shalat dan urusan meraeka adalah musyawarah antara mereka dan dari sebagian rizqi yang kami anugrahkan kepada mereka, mereka naafkahkannya.

  1. Pokok Kandungan

Ayat ini menerangkan hal-hal yang perlu dimusyawarahkan yakni sesuatu yang berkaitan dengan urusan manusia saja ( dalam menafkahkan rizqi ). Dan hal-hal yang tidak boleh dimusyawarahkan yaitu masalah ibadah makhdoh atau murni yang merupakan wewenang Allah ( Ketentuan Allah ).

Bermusyawarah adalah anjuran Al-Quran dalam segala hal dan waktu dalam berbagai macam perasoalan yang berada dalam wewenag mahluk bukan wewenang Allah dan tidak ikut campur dalam urusan rahasia orang lain

  1. Surat Al-Maidah Ayat 31
  1. Ayat Dan Terjemah.

y]yèt7sù ª!$# $\/#{äî ß]ysö7tƒ Îû ÇÚöF{$# ¼çmtƒÎŽãÏ9 y#øx. ͺuqムnouäöqy ÏmÅzr& 4

“Maka dikirim oleh Allah seekor gagak yang mengorek-ngorek dibumi, untuk memperluhatkan kepadanya bagaimana menguburkan bangkai saudaranya.“

  1. Pokok Kandungan

Qobil mendapat pelajaran melalui burung gagak dalam mengubur mayat saudaranya Habil.

Segala sesuatu yang terjadi didunia ini dan segala yang ada didalamnya merupakan sumber ilmu karena itu kita harus peka terhadap sesuatu yang ada tersebut dan tidak meremehkan hal-hal yang kecil untuk diambil pelajarannya.

  1. Surat Ar-Rum Ayat 7
  1. Ayat Dan Terjemah.

tbqßJn=ôètƒ #\Îg»sß z`ÏiB Ío4quŠptø:$# $u÷R9$# öNèdur Ç`tã ÍotÅzFy$# ö/ãf tbqè=Ïÿ»xî ÇÐÈ

“Mereka hanya mengetahui yang lain saja dari kehidupan dunya sedang kehidupan mereka tentang kehidupan akhirat adalah lalai. “

  1. Asbabun Nuzul

Bersamaan dengan terjadinya perang badar, terjadi perang antara bangsa romawi yang beragama nasrani dengan bangsa persi yang beragama majuzi dan umat islam berpihak pada romawi karena mereka adalah ahliu kitab sedangkan kaum musyrik berpihak kepada persi. Ayat 1-5 terun sebagai ketegasan bagi kaum musyrik bahwa romawi akan maenang dan ayat 7 turun sebagai ketegasan bahwa Allah tyidak akan mengingkari janji, dan sementara mereka hanya memperhitungkan secara lahiriyah saja sedangkan yng mengetahui hakikatnya adalah Allah.

  1. Pokok Kandungan

Ayat ini menerangkan tentang orang-orang yang lalai, yang hanya memaknai kehidupan dunia secara dhohir saja tanpa menyertakan keikhlasan dan kehidupan ukhrowi. Padahal sesuatu itu berupa urusan dunia namun itu tidak lepas dari nilai-nilai ilahiyah.

  1. Surat An-Nisa’ Ayat 113
  1. Ayat Dan Terjemah.

Ÿwöqs9ur ã@ôÒsù «!$# y7øn=tã ¼çmçGuH÷quur M£Jolm; ×pxÿͬ!$©Û óOßg÷YÏiB cr& x8q=ÅÒム$tBur šcq=ÅÒムHwÎ) öNåk|¦àÿRr& ( $tBur štRrŽÛØo `ÏB &äóÓx« 4 tAtRr&ur ª!$# šøn=tã |=»tGÅ3ø9$# spyJõ3Ïtø:$#ur šyJ©=tãur $tB öNs9 `ä3s? ãNn=÷ès? 4 šc%x.ur ã@ôÒsù «!$# y7øn=tã $VJŠÏàtã ÇÊÊÌÈ

Artinya:“sekiranya: bukan karena karunia Allah dan rahmatnya kepadamu, tentulah segolongan dari mereka berkeinginan keras menyesatkanmu. Tetapi, mereka tidak menyesatkan melaikan diri mereka sendiri dan mereka tidak dapat membahayakanmu sedikit pun dan Allah telah menurunkan kepadamu kitab dan hikmah, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Dan karunia Allah sangat besar kepadamu.”

  1. Asbabun Nuzul

Sehubungan deangan perang Mulut antara pembesar yahudi dan nasrani dihadapan Rasulullah yang masing-masing dalam kebenaran dengan menyalahkan orang lain, kata orang nasrani:”Tidaklah kalian semua dalam kebenaran, sebab kamu menyatakan kekufuran kepadan Nabi Isa dan kitab injil”. Nasrani membantah:”kamupun tidak berada dalam kebenaran sebab kamu Nabi musa”.

  1. Pokok Kandungan

Ayat ini menjelaskan nikmat Allah yang dicurahkan kepada Nabi Muhammad yang berkaitan dengan asbabun nuzul bukan saja untuk mengingatkan betapa besar rahmat Allah, tapi juga untuik semua manusia terutama yang ragu bahwa Allah memelihara beliau dari kesalahan.

  1. Surat Ar-Rahman Ayat 1-2
  1. Ayat Dan Terjemah.

ß`»oH÷q§9$# ÇÊÈ zN¯=tæ tb#uäöà)ø9$# ÇËÈ

Artinya : “Ar-Rohman. Dialah yang mengajarkan Al-Quran.”

  1. Pokok Kandungan

Al-quran adalah fiman-firman Allah yang di sampaikan oleh malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad. Dengan lafal dan maknanya yang beribadah bagi siapa yang membacanya, dan menjadi bukti kebenaran mukjizat Nabi Muhammad.

Dalam mengajar guru harus menanamkan sifat kasih saying terhadap peserta didik dengan tetap bersikap optimisme yang tinggi dan selalu mengharapkan perbaikan dan perubahan yang baik karena dengan itu semua murid bisa terbuka dan bisa menerima ajaran dengan suka rela.

  1. Surat Al-Kahfi Ayat 65
  1. Ayat Dan Terjemah.

#yy`uqsù #Yö6tã ô`ÏiB !$tRÏŠ$t6Ïã çm»oY÷s?#uä ZpyJômu ô`ÏiB $tRÏZÏã çm»oY÷K¯=tæur `ÏB $¯Rà$©! $VJù=Ïã ÇÏÎÈ

Artinya : “Lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba diantara hamba-hamba kami, yang telah kami anugrahkan kepada mereka rahmat dari sisi kami, dan yang telah kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi kami.”

  1. Pokok Kandungan.

Bahwa seorang ulama’ adalah hamba Allah yang telah dianugrahi rahmat dan keistimewaan. Diutus untuk menyebarkan ilmunya dan memberikan pelajaran kepada umat-umatnya.

Dan orang yang peka adalah orang yang diberi Allah kemulyaan karena tekun dalam pengolahan jiwa dengan diri dengan akhlak luhur serta bersungguh-sungguh dalam menggali potensi yang di istilahkan dengan potensi hissiyah, kholiyyah dan wahmiyah. Maka akan meraih potensi aqliyah sehingga jiwa manusia sangat kuat kemampuannya untuk menerima rahmat atau tuntunan Allah sehingga dia mendapatkan ilmu.

  1. Surat Al-Baqoroh ayat 282
  1. Ayat Dan Terjemah.

3 (#qà)¨?$#ur ©!$# ( ãNà6ßJÏk=yèãƒur ª!$# 3 ª!$#ur Èe@à6Î/ >äóÓx« ÒOŠÎ=tæ ÇËÑËÈ

Artinya : “Dan bertaqwallah kepada Allah, Allah mengajarimu dan Allah mengetahui segala sesuatu “.

  1. Pokok Kandungan

Bahwa Allah adalah pokok dari seegala sumber ilmu, maka dengan bertakarrub dengan Allah dan berusaha dengan sungguh -sungguh dalam mencari ilmu niscaya Allah akan memberikan ilmunya kepada hambanya walaupun dengan jumlah yang sedikit.

  1. Pokok Dalam Kandungan Sumber Ilmu Dalam Ayat.

Dari beberapa ayat diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa sumber ilmu adalah suatu Rahmat, Nikmat dan Karunia yang diberikan oleh Allah kepada kita dengan perantara Malaikat, Rasul, Ulama’, Syariatnya, Kitabnya serta lingkungan yang mana kesemuanya menyimpan pesan atau ilmu untuk meningkatkan kompetensi kita dalam mencapai kemulyaan yang hakiki disisi Allah.

DAFTAR PUSTAKA

Shihab, M quraish. Tafsir al-misbah, Jakarta: lentera hati 2002

Ahmad Musthofa Al-Maroghi, tafsir maroghi.