Rabu, 03 November 2010

Hubungan Ilmu Dakwah dengan Ilmu Lainnya

Oleh: Indah Yanti Fita M

A. Dakwah dan Proses Keilmuanya

Jalaludin rahmat mengatakan bahwa adalah fenomena sosial yang dirangsang oleh nash-nash agama islam. Fakta-fakta sosial tersebut dapay dikaji secara empiris terutama pada aspek penyampaian daakwah serta internalisasi nilai agama bagi penerima dakwah.

Dakwah yang demikian itu baik yang dilakukan secara perorangan atau kelompok ataupun lembaga yang di lakukan dengan berbagai media atau pendek kata dakwah dengan segala problematikanya adalah merupakan kenyataan sosial yang dapat di amati sehingga merupakan pengetahuan.

Pengetahuan yang dalan bahasa inggrisnya knowledge adalah gambaran atau kesan yang terdapat dalam fikiran manusia tentang suatu hal baik mengenai sesuyatu yang konkret maupun abstrak sebagai hasil dari penangkapan beberapa indranya.

S. I Poeradisastro mengartikan pengetahuan itu sebagai: kumpulan fakta yang saling berhubungan satu sama lain mengenai suatu hal tertentu[1]

Terlepas apakah pengetahuan itu merupakan pengetahuan yang khusus maupun pengetahuan yang umum, suatu pengetahuan itu memiliki dua tingkatan yaitu pengetahuan biasa dan pengetahuan ilmiah.

Pengetahuan biasa adalah pengetahuan yang digunakan orang terutama untuk kehidupanya sehari-hari tanpa disertai penyelidikan lebih lanjut dengan lebih intensif tentang seluk beluk sebab dan akibatnya. Sedangkan pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang tidak sekedar ilmu semata-mata, tetapi pengetahuan yang disertai dengan penyelidikan yang mendalam sehingga dapat diyakini kebenaranya serta diketahui apa sebabnya demikian, dan mengapa harus demikian[2]

Pengetaahuan mengenai dakwah seperti diterangkan diatas adalah merupakan pengetahuan biasa karena pengetahuan ini hanya sekedar tahu tentang dakwah tanpa adanya penyelidikan dan analisis lebih lanjut. tentu saja untuk menjadikan ilmu dakeah menjadi sebuah ilmu pengetahuan memerlukan persyaratan.

B. Eksistensi dan Objek Studi Ilmu dakwah.

Setiap ilmu pengetahuan mempunyai objek studi adapun syarat-syaratnya yakni:

1) Objectif

Telah memiliki object study dan diterangkan secara objektif

2) Universal

Merupakan pengetahuan dakwah yang telah diketahui kebenarannya secara umum leh masyarakat dan dapat terbuka dan teruji oleh setiap orang.

3) Metodik

Telah Menggunakan metode yang tepat dalam memhami object studynya

4) Sistematik

Pengetahuan dakwah itu telah tersusun secara menyeluruh yang bagian-bagiannya memiliki kolerasi antara satu dengan yang lainnya

Agar lebih dapat memahami tingkat keilmuan ilmu dakwah sajuh ini perlu dianalisis denagn tiga landasan, yaitu:

1) Landasan Ontologis

Objek telaah ilmu dakwah adalah system panggilan islam terhadap manusia agar melaksanakan ajaran Allah dan Rasul-Nya

2) Landasan Epistemologis

Melihat sejauh mana suatu pengetahuan telah diperoleh melalui pendekatan ilmiah

3) Landasan Axiologis

Pengetahuan adalah kekuasaan kata “Fracis Bacon” di abad silam

KAITAN ILMU DAKWAH DENGAN ILMU-IMU YANG LAINNYA

No

Komponen Dakwah

Objek Kajian

Ilmu Yang Berkaitan

1

Pelaku dakwah

Prilaku social, latar belakang, sosio cultural,religiositas, posisi hukum

Psikologi social, Antropologi, sosiologi, Ethnografi, sosiogama, psikologi agama, Ilmu hokum

2

Pesan dakwah

Struktur, isi, appeals

Sosiolnguistik, psikolinguistik, psikologi, komunikasi, retorika (logika & argumentasi)

3

Sasaran dakwah

Prilaku social, latar belakang sosiokultural religiocity, proses / sosialisasi, nilai masalah sosial

Psikologi social, sosiologi (social planning, social change, com. Et-nografi, psikologi/sosiologi agma, ilu politik)

4

Media dakwah

Accesability, Efectievenes, Ownership, ekonomi

Ilmu komunikasi / media analisis ilmu ekonomi

5

Efek dakwah

Prilaku individual, perubahan sosial

Psikologi, sosiologi, antropologi, ilmu politik

6

Metode dakwah

Persuasi, edukasi, koreksi

Komunikasi, ilmu pendidikan, social cleaning

C. Ilmu-ilmu Bantu ilmu dakwah

Ilmu dakwah selalu membutuhkan bantuan ilmu-ilmu lainnya didalam memahami objek study materi dan objek studi formannya. Bentuk kerjasama atau keterkaitan antara ilmu dakwah dengan ilmu lainnya antara lain dapat dijelaskan sebagai berikut:

* Ilmu dakwah dan ilmu-ilmu agama islam

Ilmu dakwah yang menerangkan seluk beluk dakwah islamiyah atau penyampaian ajaran islam kepada orang lain yang memiliki kaitan sangat erat dengan ilmu agama islam seperti fiqih, tafsir, dll.

* Ilmu-ilmu dakwah dan ilmu-ilmu social politik

Yang dimaksud ilmu social politik adalah ilmu-ilmu social yang dibicarakan sesuatu menurut apa adanya dan bukan membicarakan bagaimana suatu itu seharusnya, seperti ilmu-ilmu normative; sosiologi, antropologi, psikologi, dsb.

* Ilmu dakwah dan ilmu-ilmu normative

Yang dimaksud ilmu normative adalah ilmu-ilmu tang membicarakan bagaimana sesuatu itu. Yang termasuk ilmu-ilmu normative, yaitu:

a) Ilmu penelitian / ilmu riset

b) Ilmu logika

c) Ilmu bimbingan dan penyuluhan

d) Ilmu retorika

e) Ilmu publistik dan komunikasis



[1] Poeradisastro, Sumbangan Islam kepada Ilmu dan Kebudayaan Modern, (Jakarta, Giri Mukti Pusaka, 1981), h. 1.

[2] Poedjowijadna, Ibid., h. 23-24.

0 komentar:

Poskan Komentar