Sabtu, 30 Oktober 2010

Sosiologi Pendidikan Tentang Pendekatan Indvidu (The Individu Approach)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sosiologi pendidikan adalah cabang dari ilmu pengetahuan yang membahas prosess interaksi sosial anak mulai dari keluarga, masa sekolah sampai dewasa serta dengan kondisi-kondisi sosiol culturil yang teradapat dalam lingkungannya atau masyarakat dimana ia tinggal atau dibesarkan.

Dalam ilmu biologi individu itu diangap satu sel satu atom, dan kumpulan dari sel-sel itu merupakan strukur, merupakan suatu organisasi, ialah orgasme. Maka dengan membahas tata kehidupan sel satu persatu akhirnya dapat dimengerti tata kehidupan organisme pada umunya.

Individu sebagai titik tolak di tentukan atau di pengaruhi oleh dua macam factor yakni factor intern dan ekstern.

Untuk menciptakan hubungan yang baik dengan individu maupun terhadap masyarakat maka perlu menggunakan beberapa pendekatan, dengan pendekatan maka akan berinterksi dengan individu dan masyarakat berjalan dengan lancar dan mudah, oleh karena pentingnya pendekatan dalam Sosioli pendidikan maka makalah ini mengambil judul "Pendekatan Individu", di dalam makalah ini banyak kekurangan oleh sebab itu kami mengharapkan kritik, saran, maupun tambahan guna kesempurnaan makalah ini.

1.2. Rumusan Masalah

    1. Apakah pendektan individu itu?
    2. Apa saja factor biologis pada tingkah laku manusia ?
    3. Apa saja factor psikologis pada tingkah laku manusia ?

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pendekatan Indvidu (The Individu Approach)

Yaitu pendekatan yang memperhatikan faktor individu secara utuh meliputi watak, intelegensi, psikologi, dan kemampun psikomotorik.

Untuk dapat mengerti tata kehidupan masyarakat (kelompok) perlu dibahas tata kehidupan individu yang menjadi pembentuk mayarakat itu, jikalau kita dapat memahami tingkah aku individu satu persatu bagaiman cara berfikirnya, perasaannya, kemampuannya, perbuatnnya,sikapnya dan sebagainnya atau tegasnya watak individu, bagaimana mefasilitasi individu, begitulah seterusnya. Maka akhirnya dapat dimengerti bagaimana kelompok (masyarakat), maka dapatlah dimengerti tingkah laku masyarakat seluruhnya sampai pada tingkah laku Negara ( misalnya kepribadian Negara)

Individu sebagai titik tolak ditentukan atau di pengaruhi oleh dua macam faktor intern dan extern.

Faktor intern meliputi faktor-faktor biologis dan psikologis, sedangkan faktor extern mencakup faktor-faktor lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Maka didalam approach individu menitik beratkan kepada faktor-faktor biologis dan psikologis yang mendeterminir tingkah laku seseorang. Kedua faktor itulah yang primer sedangkan faktor lingkungan sekitar fisik dan miliu sosial merupaka faktor sekunder.

2.2. Faktorbiologis Pada Tingkah Laku Manusia

Faktor biologis terlibat dalam seluruh kegiatan manusia, bahkan berpadu dengan faktor-faktor sosiopsikologis. Menurut Wilson, perilaku sosial dibimbing oleh aturan-aturan yang sudah diprogram secara genetis dalam jiwa manusia. Pentingnya kita memperhatikan pengaruh biologis terhadap perilaku manusia sepertitampakdalamduahalberikut.

1. Telah diakui secara meluas adanya perilaku tertentu yang merupakan bawaan manusia, dan bukan perngaruh lingkungan atau situasi.

2. Diakui pula adanya faktor-faktor biologis yang mendorong perilaku manusia, yang lazim disebut sebagai motif biologis. Yang paling penting dari motif biologis adalah kebutuhan makan-minum dan istirahat, kebutuhan seksual, dan kebutuhan untuk melindungi diri dari bahaya.

Faktor-faktor biologi yang lain, yang tidak dapt disangkal pengaruhnya terhadap tingkah laku manusia ialah bekerjanya secara normal dari pada hormon-hormon berbagai endrokinon atau kelenjar-kelenjar buntu di dalam tubuh manusia. Misalnya pada anak-anak putri yang hormone-hormon genelitahnya sudah mulai bekerja menimbulkan perubahan-perubahan jasmaniah, misalnya tumbuh dan berkembangnya buah dada (glandula mamae), maka sifat-sifat dan tingkah lakunya akan menjadi sifat-safatorang dewasa. Demikian jga pada anak laki-laki. Kurang atau lebih bekerjanya dari pada hormone-hormon endrokinan pada tubuh manusia akan menyebabkan kelainan-kelainan atau abnormalitas tingkah lakunya, selain dari pada pertumbyhan fisik yang abnormal pula.

2.3. Faktor Psikologi Pada Tingkah Laku Manusia

Kita dapat mengkalsifikasikannya ke dalam tiga komponen.

1. Komponen Afektif merupakan aspek emosional dari faktor sosiopsikologis, didahulukan karena erat kaitannya dengan pembicaraan sebelumnya.

2. Komponen Kognitif Aspek intelektual yang berkaitan dengan apa yang diketahui manusia.

3. Komponen Konatif Aspek volisional, yang berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak.

Pengaruh psikologi pada biologis semula bersifat semiphilosophis dan abstark, misalnya pada sciense of mind (pengetahuan tentang proses berfikir). Tetapi sebaliknya ketika terbit buku Darwin, Origin of Species pada tahun 1859 biologi berpengaruh besar pada psikologi. Misalnya dengan pesatnya studi tingkah laku hewan, maka terjadilah pengetrapannya pada studi tentang manusia, yaitu tingkah laku manusia dijabarkan dengan tingkah laku hewan. Suatu contoh misalnya pada tingkah laku insekta semut, burung, terdapatlah suatu tingklah laku yang sebagian besar dideterminir oleh instincet sesuatu yang tidak di pelajari, relative bersifat sterotypis, dan response otomatis pada situasi tertentu. Misalnya pada jenis hitam kecil, bila diketuk akan terkejut semut-semut tadi kelihatan duduk. Pada jenis-jenis burung mempunyai kecakapan membuat sarang yang berbeda-beda, dan kecakapan-kecakapan tadi selamanya tidak berubah burung tempua misalnya sarangnya mesti begitu, burung perkutut sarangnya mesti kelompok-kelompok dan tiap-tiap kelompok itu terdiri atas semut-semut atau rayap-rayap yang sama bentuknya. Keadaan yang demikian itulah dideterminir oleh syaraf hereditaer. Mereka itu mempunyai dorongan atau drifes untuk berbuat karena menghadapi sesuatu situasi timbullah perbuatan instinctifnya.



BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

1. Pendekatan individu adalah Yaitu pendekatan yang memperhatikan faktor individu secara utuh meliputi watak, intelegensi, psikologi, dan kemampun psikomotorik.

2. Faktor-faktor biologis pada manusia :

a) Telah diakui secara meluas adanya perilaku tertentu yang merupakan bawaan manusia, dan bukan perngaruh lingkungan atau situasi.

b) Diakui pula adanya faktor-faktor biologis yang mendorong perilaku manusia, yang lazim disebut sebagai motif biologis. Yang paling penting dari motif biologis adalah kebutuhan makan-minum dan istirahat, kebutuhan seksual, dan kebutuhan untuk melindungi diri dari bahaya.

3. Faktor-faktor psikologi pada manusia :

Kita dapat mengkalsifikasikannya ke dalam tiga komponen.

a) Komponen Afektif merupakan aspek emosional dari faktor sosiopsikologis, didahulukan karena erat kaitannya dengan pembicaraan sebelumnya.

b) Komponen Kognitif Aspek intelektual yang berkaitan dengan apa yang diketahui manusia.

c) Komponen Konatif Aspek volisional, yang berhubungan dengan kebiasaan dan kemauan bertindak.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmadi Drs. H. Abu, Sosiologi Pendidikan, Rineka cipta, Jakarta, 2007

http://indonesia-admin.blogspot.com/2010/02/ragam-pendekatan-dalam-sosiologi.html

0 komentar:

Poskan Komentar