Jumat, 01 Juni 2012

SkripsiQ Efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik



BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Setiap muslim mempunyai kewajiban untuk menyampaikan kebenaran ajaran-ajaran Islam kepada sesama umat Islam lainnya, dengan misinya sebagai Rahmatan lil alamin.[1] Dengan begitu dakwah bukan hanya tugas kelompok khusus dimana orang lain terbatas kepada tanggung jawab seperti halnya tiap-tiap Muslim dibebankan shalat, zakat, bersikap baik, bersikap benar dan jujur maka dari itu setiap Muslim juga dibebani wajib mengisi keimaman hati yang rapuh, artinya menuntun orang yang beriman untuk tetap menjaga keimanannya. Sebagaimana firman Allah yang berbunyi :
äí÷Š$# 4n<Î) È@Î6y y7În/u ÏpyJõ3Ïtø:$$Î/ ÏpsàÏãöqyJø9$#ur ÏpuZ|¡ptø:$# ( Oßgø9Ï»y_ur ÓÉL©9$$Î/ }Ïd ß`|¡ômr& 4 ¨bÎ) y7­/u uqèd ÞOn=ôãr& `yJÎ/ ¨@|Ê `tã ¾Ï&Î#Î6y ( uqèdur ÞOn=ôãr& tûïÏtGôgßJø9$$Î/ ÇÊËÎÈ  

Artinya :  Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.


1
 
Islam adalah agama yang menugaskan umatnya untuk menyebarkan dan menyiarkan Islam kepada seluruh umat manusia, sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta. Islam menjamin kebahagiaan dan kesejahteraan umat manusia, apabila ajaran Islam mencakup segala aspek kehidupan itu diamalkan dan sebagai pedoman dengan mengusahakan Islam sebagai agama dakwah.[2]
Secara Kualitatif Dakwah Islam bertujuan untuk mempengaruhi dan mentransformasikan sikap batin dan prilaku  warga masyarakat menuju tatanan suatu kesalehan Individu dan kesalihan sosial. Dakwah dengan pesan- pesan keagamaan dan pesan sosialnya merupakan kesadaran untuk senantiasa memiliki komitmen (istiqomah) di jalan yang lurus. Dakwah adalah ajakan yang dilakukan untuk membebaskan individu dan masyarakat dari pengaruh eksternal nilai-nilai Syaithaniyah dan kejahatan menuju internalisasi nilai-nilai ketuhanan.[3]
Dalam perkembangannya sekarang ini radio yang merupakan media auditif atau media yang hanya bisa di dengar, murah merakyat dan bisa dibawa atau didengarkan dimana saja. Radio memiliki kekuatan terbesar sebagai media imajinasi sebab sebagai media yang buta memvisualisasikan suara penyiar ataupun informasi factual melalui telinga pendengarnya.
Di luar perkiraan banyak orang dengan kemunculan televisi-televisi swasta lebih dari satu dekade terakhir ini, radio tidak tergeser peranannya, bahkan dalam banyak hal semakin vital. Ini mungkin karena dari segi praktisnya radio bisa dengan mudah dibawa dan dengan di dengarkan baik sambil membaca, sambil makan, sambil menyapu, sambil kerja ataupun yang lainnya. Berbeda dengan media elektronik visual interaksi dengan radio bisa lebih dalam dan imajinatif.[4]
Radio dapat mencapai pendengarnya dalam jumlah yang sangat besar dengan lebih cepat lebih mudah dari pada sarana komunikasi lain. Di negara-negara besar radio digunakan untuk istilah propaganda sehingga radio siaran merupakan salah satu faktor penting yang membuat istilah propaganda mempunyai konotasi yang buruk karena siarannya yang secara tidak serempak yang dapat mencapai rakyat diseluruh penjuru dengan seketika. Radio telah menimbulkan dampak yang besar terhadap politik, sosial, ekonomi, kebudayaan, pendidikan dan militer.
Dengan pemahaman modern pendengar radio bukan lagi obyek yang menggunakan nalar pikiran dan sekaligus empati sehingga membentuk sikap kritis. Jika program yang ditayangkan langsung oleh radio tidak sesuai maka sikap pendengar tidak sekedar memindahkan chanel atau gelombang ke stasiun lain, tetapi akan bersikap antipati terhadap yang ia nilai mengecewakan.[5]
Dalam kenyataan ini dakwah melalui radio sangat efektif dan efisien, di samping itu digunakannya radio dapat dipancarkan ke segala penjuru yang jauh jaraknya sekalipun, radio juga dimiliki oleh hampir setiap keluarga. Praktislah jika dakwah dilakukan melalui siaran radio berarti dakwah akan mampu menjangkau jarak komunikasi yang jauh dan tersebar yang juga dapat ditangkap oleh komunikasi yang tersebar pula. Efektifitas dan efisien ini juga akan lebih terdukung jika da'i mampu memodifikasi dakwah dalam teknik dakwah yang cocok dengan situasi dan kondisi siaran, apakah melalui ceramah, bimbingan dan penyuluhan, nasehat-panutan, sandiwara, diskusi atau juga melalui forum tanya jawab yang lebih dikenal dengan teknik dakwah dialogis.


M. Quraish Shihab mengingatkan bahwa teknik dakwah yang baik tidak menjamin hasil yang baik, secara otomatis keberhasilan dakwah ditunjang oleh seperangkat syarat, baik dari pribadi da'i, materi yang dikemukakan dan sebagainya.[6]
Dalam penyampaian pesan-pesan dakwah melalui radio, kita tidak perlu lagi harus berkumpul di suatu majlis ta'lim guna memperoleh pesan-pesan keagamaan meskipun kita berada di rumah, di tempat kerja ataupun di mana saja kita berada. Oleh sebab itu masyarakat yang semakin modern dan yang memiliki aktifitas yang kompleks pula ini mereka dapat menggali lebih dalam pesan-pesan keagamaan melalui teknik dakwah dialogis lewat media radio.
Dengan terbatasnya wilayah radio komunitas, maka seiring dengan perkembangan zaman beberapa radio komunitas mulai berkembang selangkah lebih maju yakni dengan membuat radio jaringan atau biasa kita sebut sebagai radio streaming. Dengan radio streaming jangkauan atau wilayah radio komunitas tidak terbatas di mana pun mad’u berada. Maka sangatlah efektif jika radio streaming digunakan sebagai media dakwah. Berhubungan dengan ini, Radio Madu Yaman Mambaussholihin Fm (MY MBS FM) juga mengikuti perkembangan zaman dengan memanjakan para mad’u lewat radio streaming yang dikemas lewat beberapa website dan blog yang berada di internet.
Dari beberapa latar belakang yang ada, radio streaming juga turut andil dalam menyiarkan kajian  atau materi-materi yang diterapkan dalam siaran Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm (MY MBS FM) maka dalam penulisan skripsi ini penulis mengambil judul “Efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik”

1.2.Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas timbul suatu permasalahan, sehingga penulis merumuskan masalah tersebut sebagi berikut:
  1. Apa saja bentuk-bentuk atau materi dakwah yang disiarkan di Radio Streaming Madu Yaman Mamba’us Sholihin FM (MY MBS FM) Suci Manyar Gresik?
  2. Bagaimana metode dakwah di Radio Streaming efektif dilaksanakan di Madu Yaman Mamba’us Sholihin FM (MY MBS FM) Suci Manyar Gresik?

1.3. Tujuan Penelitian
Merupakan kemutlakan, bahwa melaksanakan segala macam tindakan atau usaha harus mempunyai tujuan yang pasti, sebab tanpa adanya tujuan, maka sia-sialah usaha tersebut. Demikian dalam penelitian ini sudah barang tentu peneliti mempunyai tujuan-tujuan yang hendak dicapai. Adapun tujuan-tujuan itu ialah:
1.      Untuk mengetahui bentuk-bentuk atau materi dakwah yang disiarkan di Radio Streaming Madu Yaman Mamba’us Sholihin FM (MY MBS FM) Suci Manyar Gresik.
2.      Untuk mengetahui Bagaimana metode dakwah Radio Streaming efektif dilaksanakan di Madu Yaman Mamba’us Sholihin FM (MY MBS FM) Suci Manyar Gresik.

1.4.Manfaat Penelitian
Bertitik tolak pada masalah diatas, maka peneliti bertujuan sebagai berikut :
1.      Bersifat Umum
a.       Untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah di Institut Keislaman Abdullah Faqih (INKAFA) Suci-Manyar-Gresik.
b.      Untuk melaksanakan salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi Khususnya Di bidang Penelitian.
2.      Bersifat Khusus
a.       Untuk mengetetahui bentuk-bentuk atau materi dakwah yang disiarkan di Radio Streaming Madu Yaman Mamba’us Sholihin FM (MY MBS FM) Suci Manyar Gresik
b.      Untuk mengetahui Bagaimana metode dakwah dengan Radio Streaming efektif dilaksanakan di Madu Yaman Mamba’us Sholihin FM (MY MBS FM) Suci Manyar Gresik.




1.5. Definisi Konseptual
Untuk mengetahui makna sebenarnya dari judul di atas maka ada baiknya jika kita mencoba untuk mengetahui definisi konsepnya terlebih dahulu. Adapun konsep yang perlu dijelaskan dalam penelitian ini adalah;
1.      Dakwah
Ajakan yang dilakukan untuk membebaskan individu dan masyarakat dari pengaruh eksternal nilai-nilai Syaithaniyah dan kejahatan menuju internalisasi nilai-nilai ketuhanan.
2.      Radio jaringan atau radio streaming
Radio yang menggunakan media internet dalam me-relay atau menyiarkan program—program yang ada di radio tersebut dengan jangkauan yang tak terbatas.
3.      Pengertian Radio
Radio mulai dikembangkan oleh Marconi yang mendemonstrasikan pada The New Time pada tahun 1901. Radio sendiri digunakan dengan baik disekitar tahun 1920 dan sekarang telah menjadi instrument sosial yang  unik. Terpakainya radio seperti di Negara kita dewasa ini dalam fungsinya sebagai medium nampaknya penting dari surat kabar. Kalau medium pers sebagai alat komunikasi yang berbentuk lembaran-lembaran tercetak dan terbit teratur, atau masuk pada jenis media yang berbentuk tulisan (the printed writing), maka radio sebagai alat komunikasi massa mempunyai bentuk tersendiri.
Radio sebagai media elektronik, dimasukkan kepada komunikasi massa, karena ada berita yang disiarkan secara luas dan dapat di dengar oleh orang banyak, sekarang radio masih tetap memainkan perannya sebagai media massa, meskipun televisi dan surat kabar atau majalah mengalami kemajuan pesat, baik kualitas maupun kuantitasnya. Bahkan radio mempunyai kelebihan tersendiri, sebab seorang dapat mengikuti sambil tetap melakukan pekerjaaanya. Berbeda dengan surat kabar atau televisi yang memerlukan penglihatan.[7]
4.      Pengertian efektifitas
Secara umum menunjukan sampai seberapa jauh tercapainya suatu tujuan yang terlebih dahulu ditentukan. Hal tersebut sesuai dengan pengertian efektifitas menurut Hidayat (1986) yang menjelaskan bahwa :
Efektifitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas,kualitas dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi efektifitasnya”.
5.      Metode Dakwah
Adalah cara-cara yang dilakukan oleh seorang da'i untuk mencapai tujuan tertentu atas dasar hikmah dan kasih sayang yang bertumpu pada pandangan human oriented, karena Islam adalah agama salam yang menebarkan rasa damai menempatkan manusia dalam prioritas yang utama, artinya penghargaan manusia itu tidaklah dibeda-bedakan menurut itu dan ininya. Menurut rasa maupun agamanya.[8] Sebagaimana firman Allah dalam al-Qur'an yang berbunyi:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي ءَادَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَا هُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا (الإسراء:70)
Artinya; "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan". (QS. Al-Isra': 70).[9]



















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.    Landasan Teoritis
2.1.1. Pengertian Dakwah
Dalam ilmu tata bahasa Arab, kata dakwah berbentuk dari "isim mashdar" kata ini berasal dari fi'il (kata kerja) "da'a-yad'u", yang artinya mengajak atau menyeru. Arti kata dakwah seperti ini sering di jumpai dalam ayat-ayat al-Qur'an seperti:
أُولَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ (البقرة:221)
 Artinya:"…mereka itu menyeru kedalam neraka, dan Allah menyeru ke dalam syurga"

Orang yang memanggil, mengajak atau menyeru atau melaksanakan dakwah dinamakan "da'i" jika yang menyeru atau da'inya terdiri dari beberapa orang disebut "du'ah".[10]

10
 
Dakwah mengandung pengertian sebagai suatu kegiatan ajakan baik dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku dan sebagainya yang dilakukan secara sadar dan berencana dalam usaha mempengaruhi orang lain baik secara individual maupun secara kelompok agar supaya timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran, sikap penghayatan serta dengan tanpa adanya unsur-unsur paksan. Dengan demikian maka esensi dakwah adalah terletak pada ajakan, dorongan (motivasi), rangsangan serta bimbingan terhadap orang lain untuk menerima ajaran agama dengan penuh kesadaran demi untuk keuntungan pribadinya sendiri, bukan untuk kepentingan juru dakwah atau juru penerang.[11] 
Dalam al-Qur'an surat an-Nahl ayat 125 disebutkan bahwa dakwah adalah mengajak umat manusia ke jalan Allah dengan cara yang bijaksana, nasehat yang baik serta berdebat  dengan cara yang baik pula :
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ (النحل: 125)
Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah[845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk[12].

Walaupun beberapa takrif dakwah diatas berbeda-beda redaksinya akan tetapi setiap ta’rif dakwah memiliki tiga unsur pengertian pokok yaitu: 
a.       Dakwah adalah proses penyampaian ajaran Islam dari seseorang kepada orang lain.
b.      Penyampaian ajaran Islam tersebut dapat berupa amar ma'ruf (ajakan kepada kebaikan) dan nahi munkar (mencegah kemaksiatan/ kemunkaran).
c.       Usaha tersebut dilaksanakan secara sadar dengan tujuan terbentuknya suatu individu atau masyarakat yang taat dan mengamalkan sepenuhnya seluruh ajaran Islam.
Dengan demikian dakwah adalah segala bentuk aktivitas penyampaian ajaran agama Islam kepada orang lain dengan berbagai cara yang bijaksana untuk terciptanya individu dan masyarakat yang menghayati dan mengamalkan ajaran Islam dalam semua lapangan kehidupan.

2.1.2. Unsur-Unsur Dakwah
Untuk dakwah adalah komponen-komponen yang selalu ada dalam setiap kegiatan dakwah, unsur-unsur itu adalah da'i (pelaku dakwah), mad'u (mitra dakwah) maddah (materi dakwah), wasilah (media dakwah), thariqah (metode) dan atsar (efek dakwah).[13]
a.  Da'i (pelaku dakwah)
Yang dimaksud da'i adalah orang yang melaksanakan dakwah baik secara lisan, tulisan ataupun perbuatan dan baik sebagai individu, kelompok atau berbentuk organisasi atau lembaga. Setiap orang dalam suatu masyarakat mempunyai kewajiban untuk berdakwah, seorang mubaligh tidak harus lulusan sarjana dakwah atau lulusan pendidikan kader dakwah, karena lulusan tersebut hanya merupakan modal dasar dalam melaksanakan dakwah. Pribadi atau sosok seorang da'i adalah sosok manusia yang mempunyai nilai keteladanan yang baik (uswatun khasanah) dalam segala hal. Maka seorang mubaligh mempunyai tanggung jawab moral serta mempertahankan diri sebagai sebaik-baik umat (khairu ummah). Setiap orang adalah pemimpin, karena itu ia akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinanya kelak ketika menghadap Allah. Nabi Muhammad SAW bersabda:
كلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته
Artinya: "Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap kamu akan ditanya tentang kepemimpinanya" (al-Hadits).[14]
  
b.      Mad'u (Mitra dakwah)
Unsur dakwah yang kedua adalah mad'u yaitu manusia yang menjadi sasaran dakwah atau manusia penerima dakwah, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok, baik manusia yang beragama Islam atau tidak, atau dengan kata lain manusia secara keseluruhan.
Firman Allah
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا كَافَّةً لِلنَّاسِ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
Artinya; “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia   seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (Saba' : 28)

Mad'u (mitra dakwah) terdiri dari berbagai macam golongan manusia oleh karena itu menggolongkan mad'u sama dengan menggolongkan manusia itu sendiri, mad'u bisa dibagi-bagi berdasarkan agama, status sosial, profesi, ekonomi dan seterusnya. Penggolongan mad'u tersebut antara lain sebagai berikut:
1.      Dari segi sosiologis, ada masyarakat terasing, pedesaan, Kota besar, dan Kota kecil, serta masyarakat di daerah marginal dari Kota besar.
2.      Dari segi struktur kelembagaan, ada masyarakat pemerintah dan keluarga.
3.      Dari segi sosial kultural, ada golongan priyayi, abangan dan santri, terutama pada masyarakat Jawa.
4.      Dari segi tingkatan usia, ada golongan anak-anak remaja, dan golongan orang tua.
5.      Dari segi profesi, ada golongan petani, pedagang, seniman, buruh, pegawai negeri.
6.      Dari segi tingkatan hidup sosial ekonomis, ada golongan kaya, menengah dan miskin
7.      Dari segi jenis kelamin, ada golongan pria dan wanita
8.      Dari segi khusus, ada masyarakat tuna susila, tuna wisma, tuna karya, narapidana dan sebagainya.[15] 
Seorang da'i harus mengetahi keberagaman audiens, dari sudut ideology, mereka ada yang atheis, musyrik, nasrani dan munafik. Ada juga yang Muslim tapi masih membutuhkan bimbingan atau umat Islam yang masih melakukan maksiat. Mereka juga berbeda dari segi intelektualitas, status sosial, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. Ada atasan, ada bawahan, ada yang berpendidikan, ada yang butuh huruf, ada yang kaya, ada yang miskin, ada yang sehat, ada yang sakit: ada yang Arab dan ada yang non Arab.[16]
c.        Maddah (materi dakwah)
Tema sentral dakwah adalah dinul Islam. Firman Allah:
الْإِسْلامُ اللهِ عِنْدَ الدِّينَ إِنَّ
Artinya : "Sesungguhya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam" (Ali Imran: 19)

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Artinya; "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi". (Ali Imran: 85)

Tidak diragukan lagi bahwa Islam mempunyai beberapa keistimewaan antara lain:
1.      Islam adalah din yang benar.
2.      Islam adalah din yang mengatur segala aspek kehidupan manusia.
3.      Islam adalah din yang berlaku (umum) bagi segenap manusia pada setiap tempat dan zaman.
4.      (Melalui Islam) Allah akan memberikan pahala bagi orang yang taat dan siksa bagi orang yang ingkar.
5.      Islam sangat berkepentingan mengantarkan umat manusia ketingkat kesempurnaan.
6.      Islam adalah pertengahan dalam aqidah, ibadah, akhlak dan aturan.
Selain memahami Islam, seorang da'i juga dituntut untuk memahami tujuan islam yang terkandung dalam syariat Islam, yaitu mewujudkan kemaslahatan hamba dan menghalau segala bentuk kerusakan untuk masa kini dan mendatang. Jadi seorang da'i yang bijak ialah yang mampu menyampaikan Islam. Dasar-dasar iman, dan ihsan yang baik. Ia menjelaskan secara rinci dan gamblang kepada banyak orang segala hal yang disebutkan dalam al-Qur'an dan as-sunnah, seperti ibadah dan akhlak.[17]
d.      Wasilah (media dakwah)
Unsur dakwah yang keempat adalah wasilah (media) dakwah yaitu alat yang dipergunakan untuk menyampaikan maddah dakah (ajaran Islam) kepada mad'u. Untuk menyampaikan ajaran Islam kepada umat, dakwah dapat menggunakan berbagai wasilah. Wasilah dakwah dapat dibagi tiga golongan yaitu:
1.    The spoken words (yang berbentuk ucapan)
Yang termasuk kategori ini adalah alat yang mengeluarkan bunyi, karenanya hanya dapat ditangkap oleh telinga, disebut juga dengan "The audial media" yang bisa berupa ucapan langsung yang biasa dipergunakan sehari-hari, telepon, radio, dan sejenisnya termasuk juga dalam bentuk inti.
2.    The printed writing (yang berbentuk tulisan)
Yang termasuk di dalamnya adalah barang-barang tercetak, gambar-gambar tercetak, gambar-gambar, lukisan-lukisan, buku, majalah, surat kabar, brosur, pamphlet, dan sebagainya.[18]

3.    The audiovisual (yang berbentuk gambar hidup)
Yaitu merupakan penggabungan dari kedua golongan diatas, yaitu yang dapat didengar dan dilihat, yang termasuk golongan ini dalam film, video, dan sebagainya.
4.    Multi Media
Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu dan koneksi sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan. Selain dari dunia hiburan, Multimedia juga diadopsi oleh dunia Game.

2.1.3. Metode Dakwah
Adalah cara-cara yang dilakukan oleh seorang da'i untuk mencapai tujuan tertentu atas dasar hikmah dan kasih sayang yang bertumpu pada pandangan human oriented, karena Islam adalah agama salam yang menebarkan rasa damai menempatkan manusia dalam prioritas yang utama, artinya penghargaan manusia itu tidaklah dibeda-bedakan menurut itu dan ininya. Menurut rasa maupun agamanya.[19] Sebagaimana firman Allah dalam al-Qur'an yang berbunyi:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي ءَادَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا (الإسراء:70)
Artinya; "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan". (QS. Al-Isra': 70).[20]

Pedoman pokok metode dakwah terdapat pada firman Allah surat An-Nahl ayat 125
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Artinya; "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk". (QS. An-Nahl: 125)

Dari ayat diatas secara garis besar ada 3 pokok metode (thariqah) dakwah yaitu: 
a)      Bil Hikmah
Berdakwah dengan memperhatikan situasi dan kondisi sasaran dakwah dengan menitik beratkan pada kemampuan mereka. Sehingga di dalam menjalankan ajaran-ajaran Islam selanjutnya, mereka tidak lagi terpaksa/keberatan.
Firman Allah surat al-Baqarah ayat 269
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا
Artinya : "Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak.

b)      Mauidhah Hasanah
Berdakwah dengan memberikan nasehat-nasehat dengan menyampaikan ajaran-ajaran Islam dengan rasa kasih sayang, sehingga nasehat ajaran Islam yang disampaikan itu dapat menyentuh hati mereka.
Firman Allah surat Ali Imran ayat 138
هَذَا بَيَانٌ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةٌ لِلْمُتَّقِينَ
Artinya; "(Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa".

c)       Mujadalah
Yaitu berdakwah dengan cara bertukar pikiran atau membantah dengan cara yang sebaik-baiknya dengan tidak memberikan tekanan-tekanan dan tidak pula dengan menjelekkan yang menjadi dasaran dakwahnya.

2.1.4. Atsar (Efek) Dakwah
Setiap aksi dakwah akan menimbulkan reaksi. Demikian juga dakwah. Jika dakwah telah dilakukan oleh seorang da'i dengan maddah, wasilah dan thariqah maka akan timbul response dan efek (atsar) pada mad'u.
Atsar (efek) dakwah atau sering disebut dengan feed back (umpan balik) dari proses dakwah ini seringkali dilupakan atau tidak banyak menjadi perhatian da'i. kebanyakan mereka menganggap bahwa setelah dakwah disampaikan maka selesailah dakwah. Padahal, atsar dakwah sangat besar artinya dalam penentukan langkah-langkah dakwah berikutnya.
Sebagaimana diketahui bahwa dalam upaya mencapai tujuan dakwah maka kegiatan dakwah selalu diarahkan untuk mempengaruhi tiga aspek perubahan. Pada diri obyeknya, yakni perubahan pada aspek pengetahuannya (knowledge), aspek sikapnya (attitude) dan aspek perilakunya (behavioral).
Dengan demikian penelitian atau evaluasi terhadap penerima dakwah ditekankan untuk dapat menjawab sejauh mana ketiga aspek perubahan tersebut, yaitu aspek kognitif, aspek afektif dan aspek behavioral pada diri penerima dakwah.[21]
a.       Aspek kognitif
Setelah menerima pesan/maddah dakwah, mitra dakwah akan menyerap isi pesan tersebut melalui proses berfikir, dan efek kognitif ini bisa terjadi apabila ada perubahan pada apa yang diketahui, difahami dan dimengerti oleh mad'u tentang isi pesan yang diterimanya.
b.   Aspek afektif
Efek ini adalah merupakan pengaruh dakwah berupa perubahan sikap komunikan (mitra dakwah) setelah menerima pesan. Sikap adalah sama dengan proses belajar dengan tiga variabel sebagai penunjangnya, yaitu perhatian, pengertian dan penerimaan.
Pada tahap atau aspek ini pula penerima dakwah dengan pengertian dan pemikirannya terhadap pesan dakwah yang telah diterimanya akan membuat keputusan untuk menerima atau menolak pesan dakwah.
c.  Aspek behavioral
Efek ini merupakan suatu bentuk efek dakwah yang berkenaan dengan pola tingkah laku mitra dakwah dalam kehidupan sehari-hari. Efek ini muncul setelah melalui proses kognitif dan afektif sebagaimana diungkapkan oleh Rahmat Natawijaya bahwa:
Tingkah laku itu dipengaruhi oleh kognitif (yaitu faktor-faktor yang difahami oleh individu melalui pengamatan dan tanggapan), afektif (yaitu yang dirasakan oleh individu melalui pengamatan dan tanggapan) dan dari perasaan itu timbullah keinginan-keinginan dalam individu yang bersangkutan.[22] 

 Jika dakwah telah dapat menyentuh aspek behavioral yaitu telah mendatangkan manusia melakukan secara nyata ajaran-ajaran Islam yang telah dipesankan dalam dakwah maka dakwah telah dapat dikatakan berhasil dengan baik. Dan inilah tujuan final dari dakwah Islam.

2.1.5. Pesan-Pesan Dakwah
Pesan-pesan (message) daripada komunikasi ini secara khas adalah bersumber dari al-Qur'an yang berbunyi:
الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيبًا (الأحزاب:39)
Artinya: "(yaitu) orang-orang yang menyampaikan risalah-risalah Allah, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang (pun) selain kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pembuat Perhitungan". (QS. Al-Ahzab:39) 

Mengenai risalah-risalah Allah ini, Moh. Natsir membaginya dalam tiga bagian pokok, yaitu:
1.       Menyempurnakan hubungan manusia dengan khaliqnya, hablum minallah atau mu'amalah ma'al khaliq.
2.       Menyempurnakan hubungan manusia dengan sesama manusia hamblumminan-nas atau mu'amalah ma'al khalqi.
3.       Mengadakan keseimbangan (tawazun) antara kedua itu dan mengaktifkan keduanya sejalan dan berjalin.[23]
Apa yang disampaikan oleh M. Natsir itu sebenarnya adalah termasuk dalam tujuan daripada komunikasi dakwah dimana pesan-pesan dakwah hendaknya dapat mencapai sasaran utama dari kesempurnaan hubungan antara manusia (khalqi) dengan penciptanya (khaliq) dan mengatur keseimbangan diantara dua hubungaan tersebut (tawazun). Sedangkan yang dimaksud dengan pesan-pesan dakwah itu sendiri sebagaimana yang digariskan oleh al-Qur'an adalah berbentuk pernyataan maupun pesan (risalah) al-Qur'an dan sunnah. Karena al-Qur'an dan sunnah itu sudah diyakini sebagai all encompassing the way of life bagi setiap tindakan kehidupan Muslim, maka pesan-pesan dakwah juga meliputi hampir semua bidang kehidupan itu sendiri.
Dengan demikian yang dimaksud atas pesan-pesan dakwah itu ialah semua pernyataan yang bersumberkan al-Qur'an dan sunnah baik tertulis maupun lisan dengan pesan-pesan (risalah) tersebut.[24] 

2.2.   Radio Streaming Sebagai Media Dakwah
2.2.1. Pengertian Radio Streaming
Radio streaming mulai dikembangkan atau  didemonstrasikan pada tahun 2006 lalu dan sekarang telah menjadi instrument sosial yang  unik.[25] Terpakainya radio streaming seperti di Negara kita dewasa ini dalam fungsinya sebagai medium nampaknya penting dari surat kabar karena radio streaming bisa kita dengarkan disaat jam kantor ataupun disaat kita sibuk dalam mengerjakan tugas. Kalau medium pers sebagai alat komunikasi yang berbentuk lembaran-lembaran tercetak dan terbit teratur, atau masuk pada jenis media yang berbentuk tulisan (the printed writing), maka radio streaming sebagai alat komunikasi massa mempunyai bentuk tersendiri.
Radio streaming memperoleh lambang-lambang komunikasi yang berbunyi dan hanya dapat ditangkap oleh telinga (bersifat audial). Jadi radio streaming masuk pada jenis media berbentuk ucapan atau bunyi (the spoken words). Lambang-lambang komunikasi yang berbunyi yang diterima oleh PC  penerima radio streaming dipancarkan atau disiarkan program radio streaming (berita, musik, reportase dan lain-lain), yang serentak dapat diterima oleh ratusan orang pada tempat yang relative tak terbatas melalui PC,  radio streaming ini dilakukan atas bantuan server yang didasarkan pada media internet. Demikianlah medium ini, sehingga kelihatan bahwa radio streaming lebih dinamis dari surat kabar dan kini telah merupakan medium komunikasi massa yang penting.[26]
Radio streaming sebagai media elektronik, dimasukkan kepada komunikasi massa, karena ada berita yang disiarkan secara luas dan dapat di dengar oleh orang banyak, sekarang radio streaming masih tetap memainkan perannya sebagai media massa, meskipun televisi dan surat kabar atau majalah mengalami kemajuan pesat, baik kualitas maupun kuantitasnya. Bahkan radio Streaming mempunyai kelebihan tersendiri, sebab seorang dapat mengikuti sambil tetap melakukan pekerjaaanya. Berbeda dengan surat kabar atau televisi yang memerlukan penglihatan.[27]
Radio streaming juga memiliki kekuatan terbesar sebagai media imajinasi, sebab sebagai media buta, radio streaming menstimulasi begitu banyak suara dan berupa memvisualisasikan suara penyiar ataupun informasi faktual melalui telinga pendengarnya.[28] Radio streaming merupakan media audio elektronik yang dapat menyiarkan tanpa batas, hingga informasi komunikasi dapat terjangkau oleh masyarakat dan mempunyai nilai praktis edukatif, secara formal ataupun non formal.[29]
Radio siaran mendapat julukan "kekuasaan kelima" atau the fifth estate, setelah pers dianggap sebagai "kekuasaan keempat" (the fourth esatate) dan tiga lembaga lainnya eksekutif, legislatif, yudikatif, masing-masing sebagai kekuasaan pertama, kedua dan ketiga.
Dibandingkan dengan siaran televisi, siaran televisi sebenarnya lebih lengkap daripada radio sebab radio bersifat auditif hanya untuk didengarkan. Televisi bersifat audio visual selain untuk didengarkan, juga untuk dilihat. Meskipun demikian, sampai sekarang televisi belum pernah diberi julukan "kekuasaan keenam" (the sixth estate).
Para ahli komunikasi memberi julukan kekuasaan kelima kepada radio karena dibuktikan oleh sejarah yakni ketika menjelang, semasa dan sesudah perang dunia II, tatkala Jerman, Italia dan Jepang  di satu pihak, terlibat dalam perang radio dengan Inggris, Amerika dan Rusia dan Negara-negara lainnya di lain pihak.
Sampai sekarang pun, jika terjadi perebutan kekuasaan di sebuah Negara diantara sekian banyak media massa, yang pertama-tama diincar adalah stasiun radio siaran. Mengapa radio dijuluki kekuasaan kelima? Ada tiga faktor yang mendukung yaitu:
a.       Siaran radio bersifat langsung
Bahwa suatu pesan yang akan disiarkan dapat dilakukan tanpa proses yang rumit. Penyampaian pesan propaganda lebih efektif dan efisien melalui radio karena langsung tertuju ke rumah-rumah, dan langsung pula dapat disampaikan melalui mikrofon.
b.      Siaran radio tidak mengenal jarak dan rintangan
Bagi radio tidak ada jarak waktu, begitu suatu pesan diucapkan oleh seorang penyiar atau orator, pada saat itu juga dapat diterima oleh khalayak. Bagi radio tiada pula jarak ruang; bagaimanapun jauhnya sasaran yang dituju, radio dapat mencapainya, gunung, lembah, padang pasir, ataupun samudra tidak menjadi rintangan. Suatu pesan yang disiarkan dari suatu tempat di suatu Negara, dapat sampai seketika di tempat lain, Negara lain dan benua lain.
c.       Siaran radio memiliki daya tarik
Sebelum pesawat televisi muncul sebagai pelengkap rumah tangga sekitar tahun lima puluh, pada waktu hanya terdapat dua jenis media massa, surat kabar atau majalah dan radio, radio memiliki daya tarik, disebabkan oleh tiga unsur yang melekat padanya, begitu juga dengan radio streaming,  yakni:
1.      Kata-kata lisan (spoken word)
2.      Musik (music)
3.      Efek suara (sound effect)
Dengan dihiasi musik dan di dukung efek suara, seperti suara binatang, hujan atau badai, mobil atau pesawat terbang, dan lain-lain, suatu acara yang disajikan radio menjadi hidup.[30] 

2.2.2. Kelebihan dan Kekurangan Radio
Salah satu kelebihan media radio streaming dibanding dengan media lainnya, ialah cepat dan juga tidak mengenal batas waktu dan tempat. Radio bisa dinikmati sambil mengerjakan pekerjaan lain seperti memasak, menulis, menjahit dan semacamnya. Suatu hal yang tidak mungkin terjadi pada media lain seperti TV, film dan surat kabar.[31]  
Kelebihan-kelebihan media radio streaming sebagai media dakwah menurut Basuki Suhardiman adalah:[32]
1.      Bersifat langsung
Untuk menyampaikan dakwah melalui radio streaming, tidak harus melalui proses yang kompleks sebagaimana penyampaian dakwah lewat pers atau majalah umpamanya, begitu juga dengan radio streaming. Dengan mempersiapkan materi, da'i dapat secara langsung menyampaikan dakwah di depan mikrofon secara live.
2.      Radio siaran tidak mengenal jarak dan rintangan
Faktor lain yang menyebabkan radio dianggap memiliki kekuasaan ialah bahwa radio streaming tidak mengenal jarak dan rintangan selain waktu, ruang pun bagi radio streaming tidak masalah, bagaimanapun jauhnya sasaran yang dituju. Dengan radio streaming dapat dicapainya wilayah yang ada dan  tidak menjadi rintangan.

3.      Radio siaran mempunyai daya tarik yang kuat
Faktor ketiga yang menyebabkan radio siaran mempunyai kekuasaan ialah daya tarik yang kuat yang dimilikinya. Daya tarik ini ialah disebabkan sifatnya yang serba hidup berkat tiga unsur yang ada padanya, yakni musik, kata-kata dan efek suara.
4.      Tidak terhambat oleh tingkat ketidak mampuan baca tulis
Disamping keuntungan-keuntungan tersebut diatas, radio streaming juga memiliki keuntungan-keuntungan yang lain, yaitu siaran radio tidak terhambat oleh tingkat ketidakmampuan baca tulis khalayak. Di beberapa Negara Asia, tingkat ketidakmampuan baca tulis populasinya lebih dari 70 persen. Jutaan orang ini tidak disentuh oleh media massa lain, kecuali siaran radio dalam bahasa mereka.
Menurut Ahmad Rohani radio juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan dari radio streaming adalah:
1.      Siaran dapat menjangkau pendengar dalam waktu singkat.
2.      Pendengar yang aktif dapat disiapkan (partisipasi aktif)
3.      Menambah ilmu pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan sebagainya.
4.      Langsung dan up to date
5.      Realistis, maksudnya peristiwa atau kegiatan yang disiarkan lebih riil dibandingkan peristiwa atau kejadian yang sama.
6.      Mempengaruhi emosi
7.      Dapat merangsang partisipasi aktif pendengar
8.      Dapat direkam sebagai bahan laporan atau refrensi pengetahuan
9.      Radio dapat menjanjikan laporan in the spot
10.  Siaran-siaran yang actual dapat memberikan suasana kesegaran pada bagian besar topic.
Dari beberapa kelebihan tersebut, tentunya terdapat kekurangan-kekurangan antara lain:
1.      Tidak mampu menciptakan interaksi secara spontan
2.      Biaya yang relatif mahal
3.      Pendengar tidak dapat dikontrol keaktifannya
4.      Siaran mudah terganggu oleh jaringan
5.      Rendahnya kemampuan memindahkan pesan-pesan yang sifatnya rumit, sebab daya tangkap pendengaran manusia lebih rendah dibanding daya penglihatannya.
6.      Sifat komunikasinya one way communication.
7.      Feed back dari pendengar tidak ada (tertunda).[33]
Adapun kekuarangan radio menurut Edward Dapari Colin Mac Andrews adalah :
1.      Radio tidak dapat memberikan informasi secara terperinci, sebab para pendengarnya segera lupa.
2.      Radio merupakan komunikasi satu arah, karena penyiar tidak tahu bagaimana reaksi pendengarnya. [34]


2.3.   Hasil Penelitian Terdahulu
Dalam kaitannya dengan penelitian terdahulu maka dalam hal ini  penulis belum menemukan penelitian yang serupa dengan judul yang di maksud dengan  judul “Efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik”.
.




















BAB III
KERANGKA  KONSEPTUAL

3.1. Kerangka Konseptual

D’ai
 

Server
 

Ma’du
 









Dalam hal ini penulis akan mempertegas kembali judul  yang di angkat yaitu “Efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik”
a.      Pengertian efektifitas:
secara umum menunjukan sampai seberapa jauh tercapainya suatu tujuan yang terlebih dahulu ditentukan. Hal tersebut sesuai dengan pengertian efektifitas menurut Hidayat (1986) yang menjelaskan bahwa :
Efektifitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas,kualitas dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi efektifitasnya”.


31
 


b.      Pengertian radio Streaming
Banyak media yang ada di indonesia, terutama media yang fenomenal dalam keberadaanya yakni media radio. Dalam perkembangannya radio mulai berkembang dan mulai faham  dengan teknologi yang ada, dengan demikian media radio mengikuti perkembangan dengan adanya media radio streaming, yakni media radio yang menggunakan jaringan dalam menyampaikan suatu materi atau sesuatu yang ingin disampaikan kepada pendengar yang ada.

c.       Madu Yaman Mamba’ussholihin Fm (MY MBS FM)
Adalah radio komunitas dakwah berbasis pesantren yang di dukung pula oleh teknologi radio streaming atau radio internet, bergelombang di chanel 107,7 MHz yang berjargon wahana syi’ar kajian dan nada islami.
Melihat kerangka konseptual yang ada, maka dapat sedikit digambarkan bahwa dalam penelitian nanti yang akan dibahas oleh peneliti adalah bagaimana efektifitas radio streaming MY MBS FM dalam berdakwah.
Kedua metode ini bisa efektif atau tidak efektif. Program atau materi yang di siarkan lewat radio streaming di MY MBS FM dikatakan efektif apabila dapat mengantarkan pemahaman pendengar dalam mencapai tujuan pemahaman keagamaan. Sebaliknya, metode ini dikatakan tidak efektif kalau memang tidak memicu perkembangan kemampuan pemahaman keagamaan.
Efektif tidaknya metode tergantung pada kreatifitas Da’i dalam menggunakannya, dan kesesuaiannya dengan materi, tujuan dan keadaan kelas. Seorang Da’i yang kreatif akan mengkombinasikan banyak metode dengan metode-metode yang lain dan mengelola sedemikian rupa, sehingga para pendengar semakin tertarik dengan isi dan materi dakwah yang disampaikan.

3.2 Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara atas pertanyaan penelitian yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat “Efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik”.
















BAB  IV
METODE PENELITIAN

4.1.    Jenis Dan Rancangan/Desain Penelitian
Jenis dan rancangan dalam metode penelitian penulis menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif yang mana penulis ini merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan pengaruh atau data deskriptif berupa hasil angket dan Untuk mengetahui Bagaimana metode dakwah Radio Streaiming efektif dilaksanakan di Madu Yaman Mamba’us Sholihin FM (MY MBS FM) Suci Manyar Gresik.

4.2.    Variabel dan Definisi Operasional
a.       Klasifikasi Variabel
Sesuai dengan judul dalam penelitian Efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik maka menurut penulis judul tersebut ada 1 variabel.
-          Efektifitas Radio Streaming MY MBS FM
b.      Definisi Operasianol
Untuk mengetahui makna sebenarnya dari judul di atas maka ada baiknya jika kita mencoba untuk mengetahui definisi konsepnya terlebih dahulu. Adapun konsep yang perlu dijelaskan dalam penelitian ini adalah;

Oval: 33



6.      Dakwah
Ajakan yang dilakukan untuk membebaskan individu dan masyarakat dari pengaruh eksternal nilai-nilai Syaithaniyah dan kejahatan menuju internalisasi nilai-nilai ketuhanan.
7.      Radio jaringan atau radio streaming
Radio yang menggunakan media internet dalam me-relay atau menyiarkan program—program yang ada di radio tersebut dengan jangkauan yang tak terbatas melalui media internet.
8.      Pengertian Radio
Radio mulai dikembangkan oleh Marconi yang mendemonstrasikan pada The New Time pada tahun 1901. Radio sendiri digunakan dengan baik disekitar tahun 1920 dan sekarang telah menjadi instrument sosial yang  unik. Terpakainya radio seperti di Negara kita dewasa ini dalam fungsinya sebagai medium nampaknya lebih penting dari pada surat kabar. Kalau medium pers sebagai alat komunikasi yang berbentuk lembaran-lembaran tercetak dan terbit teratur, atau masuk pada jenis media yang berbentuk tulisan (the printed writing), maka radio sebagai alat komunikasi massa mempunyai bentuk tersendiri.
Radio sebagai media elektronik, dimasukkan kepada komunikasi massa, karena ada berita yang disiarkan secara luas dan dapat di dengar oleh orang banyak, sekarang radio masih tetap memainkan perannya sebagai media massa, meskipun televisi dan surat kabar atau majalah mengalami kemajuan pesat, baik kualitas maupun kuantitasnya. Bahkan radio mempunyai kelebihan tersendiri, sebab seorang dapat mengikuti sambil tetap melakukan pekerjaaanya. Berbeda dengan surat kabar atau televisi yang memerlukan penglihatan.[35]
9.      Pengertian efektifitas
Secara umum menunjukan sampai seberapa jauh tercapainya suatu tujuan yang terlebih dahulu ditentukan. Hal tersebut sesuai dengan pengertian efektifitas menurut Hidayat (1986) yang menjelaskan bahwa :
“Efektifitas adalah suatu ukuran yang menyatakan seberapa jauh target (kuantitas,kualitas dan waktu) telah tercapai. Dimana makin besar presentase target yang dicapai, makin tinggi efektifitasnya”.
10.  Metode Dakwah
Adalah cara-cara yang dilakukan oleh seorang da'i untuk mencapai tujuan tertentu atas dasar hikmah dan kasih sayang yang bertumpu pada pandangan human oriented, karena Islam adalah agama salam yang menebarkan rasa damai menempatkan manusia dalam prioritas yang utama, artinya penghargaan manusia itu tidaklah dibeda-bedakan menurut itu dan ininya. Menurut rasa maupun agamanya.[36] Sebagaimana firman Allah dalam al-Qur'an yang berbunyi:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي ءَادَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَا هُمْ عَلَى كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا (الإسراء:70)
Artinya; "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan". (QS. Al-Isra': 70)[37].


4.3.     Populasi, Sampel Dan Teknik Sampling
4.3.1.          Populasi
Adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus (perhitungan)[38]. Adapun populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pendengar radio streaming radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.
4.3.2.          Sampel
Sampel adalah sebagian individu atau wakil populasi yang diteliti. Dinamakan penlitian sampel apabila kita bermaksud untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel. Yang dimaksud menggeneralisasikan adalah mengangkat kesimpulan penelitian sebagai suatu yang berlaku bagi populasi.[39]
4.3.3.           Teknik Sampling
Teknik sampling adalah teknik atau cara yang digunakan untuk mengambil sampel.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampel, yaitu: suatu sampel yang dilakukan dengan cara mengambil subyek bukan didasarkan atas strata, random atau daerah tetapi didasarkan atas adanya tujuan tertentu.[40]
Maksud penulis sampel dalam penelitian ini adalah Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin FM Suci Manyar Gresik.

4.4.     Jenis Dan Sumber Data
a.      Jenis data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1)      Data kualitatif
Data kualitatif adalah data yang menunjukkan kualitas, mutu dari sesuatu yang ada berupa keadaan, proses kejadian, peristiwa dan lain-lain yang dinyatakan dalam bentuk perkataan.  
Data kualitatif dalam penelitian ini meliputi:
a)      Keadaan Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin FM Suci Manyar Gresik Dan Semua Crew yang bertugas.
b)      Tanggapan dari semua pendengar.
2)      Data kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka. Data dalam penelitian ini meliputi tentang jumlah Pendengar,  karyawan, sarana dan prasarana.
b.      Sumber data
Sumber data adalah subjek darai mana data dapat diperoleh.[41]
Adapun sumber data dalam penelitian ini meliputi:
1)      Sumber data primer
Yaitu sumber pokok yang berkaitan dengan tema, sumber-sumber tersebut adalah:
a)      Hasil observasi langsung
b)      Hasil interview langsung dengan informan
c)      Hasil angket yang dikirim pada responden
2)      Sumber data sekunder 
Sumber data sekunder yang dapat mendukung pembahasan tema, diantaranya adalah hasil dokumentasi yang berupa buku-buku, majalah, artikel di internet dan lain sebagainya.

4.5.    Metode Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data yang diperlukan penulis menggunakan beberapa metode pengumpulan data sebagai berikut:
1)      Metode interview
Metode interview adalah mengumpulkan informasi dengan cara mengajukan sejumlah pertanyan secara lisan untuk dijawab secara lisan pula. Ciri utama interview adalah kontak langsung dengan tatap muka, antara pencari informasi dengan sumber informasi. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang efektifitas radio streaming madu Yaman Mambaus Sholihin Fm.
2)      Metode observasi
Metode obsevasi adalah metode pengamatan yang digunakan untuk mengetahui sesuatu yang bersangkutan dengan variabel.
3)      Angket
Angket adalah daftar pertanyaan (isian) guna penyelidikan.[42] Untuk mencari ada tidaknya Efektifitas Dakwah Radio Streaming di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.
4)      Dokumentasi
Dokumentasi adalah pengumpulan data dengan cara penyelidikan benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah.[43] Seperti hal-hal catatan, transkip (salinan), buku, surat kabar, majalah, notulen rapat, agenda dan sebagainya. Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh data tentang stuktur tata kerja Pengurus Lembaga Penyiaran Dan Pemberdayaan Masyarakat, sejarah berdirinya, letak geografis dan sarana prasarana di Studio Madu Yaman Mambaus Sholihin F,m Suci Manyar Gresik.

4.6.    Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat pada waktu penelitian menggunakan suatu metode. Untuk dapat mengetahui instrumen apa yang digunakan dalam penelitian. Terlebih dahulu harus melakukan metode penelitian yang digunakan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode sekaligus instrumen sebagai berikut:
1)      Metode Observasi
Observasi adalah pengalaman dan pencatatan secara sistematis fenomena-fenomena yang diselidiki. Metode ini digunakan dengan maksud untuk mencari data secara seksama mengenai keadaan atau peristiwa yang sebenarnya sesuai dengan data yang diperlukan. Instrument yang digunakan adalah sign sistem yaitu memberi tanda pada tempat peristiwa muncul yang sudah didaftar pada pedoman observasi.
2)      Metode Interview
Interview adalah suatu proses tanya jawab lisan yang dilakukan oleh pewawancara untuk mendapatkan informasi dari yang diwawancara. Metode ini digunakan untuk memperoleh data dari nara sumber secara lisan yaitu dengan cara chatting online, instrumen yang digunakan adalah instrument guide.
3)      Metode Angket Atau Kuesioner
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden. Metode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang tanggapan Pendengar terhadap Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm.
4)      Metode Dokumentasi
Dokumentasi adalah mencari data melalui catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen dan lain-lainnya. Metode ini digunakan untuk memperoleh data tentang gambaran umum obyek penelitian. Instrumen yang digunakan adalah check-list yaitu daftar variabel yang akan dikumpulkan datanya.

4.7.    Tempat Dan Waktu Penelitian
4.7.1.      Tempat penelitian
Tempat penelitian adalah di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.
4.7.2.      Waktu penelitian
Waktu penelitian adalah penulis mengagendakn 20 Mei – 30 Juni 2011. 

4.8.    Analisis Data
Analisis data adalah mengolah data yang diperoleh dalam penelitian untuk menentukan jawaban atas permasalahan penelitian. Adapun data yang diperoleh dalam penelitian ini yang berupa data kualitatif yang berbentuk kata-kata akan disisihkan untuk sementara, karena akan sangat berguna untuk menyertai dan melengkapi gambaran yang diperoleh dari analisis data kuantitatif.
Sedangkan data kuantitatif yang diperoleh akan diolah dengan menggunakan rumus statistik, selanjutnya data tersebut diinterpretasi dan diambil kesimpulan.
Adapun rumus statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a.       Prosentase
Rumus ini digunakan untuk mencari kesimpulan dari data yang telah diperoleh, yaitu data tentang Efektifitas Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm.
Rumus: P =
Keterangan:
P : Prosentase
F : Frekuensi
N : Jumlah responden
Setelah prosentase diperoleh, kemudian ditafsirkan dengan kalimat yang kualitatif dengan standar yang dikategorikan sebagai berikut:
76% - 100%              = Baik
56% - 75%                = Cukup Baik
40% - 55%                = Kurang Baik
Kurang dari 40%       = Tidak Baik[44]






















BAB V
HASIL PENELITIAN

5.1. Gambaran Umum Obyek Penelitian
5.1.1.        Sejarah Singkat Berdirinya Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm
Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm ini mengalami dua kali peresmian, pertama di resmikan oleh KH. Masbuhin Faqih pada selasa 18 desember 2007, Dan diresmikan kedua kalinya oleh Al-Habib Abdullah Baharun dari universitas Al-Ahqaf Yaman pada tanggal 26 Januari 2010.
Komunitas ini lahir pada mulanya dimotori oleh dekan fakultas dakwah H. Ainul Heri Abbas, MA dan keluarga besar Pondok Pesantren Mambaus Sholihin pada tahun 2007 dan selanjutnya seiring dengan semakin banyaknya anggota dan sambutan positif masyarakat di wilayah kecamatan Manyar  yang meliputi siswa, mahasiswa, alumni, wali santri dan masyarakat umum yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama secara legal membentuk suatu intitusi yang diberi nama Lembaga Penyiaran dan Pemberdayaan Masyarakat Madu FM Yaman Mambaus Sholihin, akte notaris Badrus Saleh, SH., No 10 tanggal 15 Desember 2009. [45]

44
 
Awal mula berdasarkan hasil musyawarah, radio komunitas ini bernamakan Radio Suara Mambaus Sholihin yang kemudian dengan panggilan siar udara dengan memakai nama S MBS FM, radio ini berchannel 103.0 MHz.
Selang beberapa tahun berjalan dengan siaran-siaran dakwah yang relatif padat  kemudian S MBS FM ini atas inisiatif dari pemangku pondok pesantren mambaus sholihin KH, Masbuhin Faqih merubah namanya menjadi MY MBS FM dengan nama panjang Radio Madu Yaman Mambaussholihin Fm, karena sifat radio ini juga menjalin kerja sama dengan radio Madu Yaman yang berpusat di universitas Al Ahqaf  yaman melalui teknologi radio internet atau streaming.
MY MBS FM sendiri mempunyai radio streaming yang beralamatkan di http://119.110.82.187:1077.listen. Dengan demikian MY MBS Fm tidak lagi mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi dakwah yang ada.
5.1.2.      Letak Geografis Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm
Radio Madu Yaman Mambaussholihin Fm terletak di Kecamatan Manyar Kabupaten. Tepatnya di desa Suci kurang lebih 15 KM sebelah barat dari pusat kota Gresik.
Secara matematik letak Radio Madu Yaman Mambaussholihin Fm Suci Manyar Gresik sangat strategis (tepat disebelah jalan utama) dan mudah dijangkau dari berba­­gai penjuru, menjadikan Radio Madu Yaman Mambaussholihin Fm adalah sebuah radio yang tergolong cepat perkemba­ngannya.

5.1.3.      Visi Dan Misi
1)   Visi Radio MY MBS FM
v  Menjadi wahana syiar kajian dan nada islami dan sarana komunitas yang dimanis, agamis  dan produktif.
v  menjadi sumber Informasi bagi Civitas akademik INKAFA dan khalayak dengan basis ilmiah dan kepesantrenan.
2)   Misi Radio MY MBS FM
v  Menyebarluaskan informasi, edukasi dan hiburan melalui pendekatan audio.
v  Melakukan pelestarian budaya-budaya Gresik melalui pendekatan audio.
v  Menjalin komunikasi usaha dengan produk atau jasa yang berkualitas.
v  Menjadi lembaga yang membantu menyediakan informasi.
v  Mengumpulkan, mengelolah dan menyajikan Sumber  daya yang ada di INKAFA dalam program siar dan kegiatan ilmiah yang dapat dinikmati dan bermanfaat bagi komunitas civitas akademik INKAFA, pesantren dan masyarakat luas.
v  Transformasi informasi positif dan edukatif serta wawasan khazanah keilmuan kepada khalayak.
5.1.4. Aspek Program
a.      Segmentasi Target Pendengar
Radio komunitas pesantren MY MBS FM yang terletak di komplek pondok pesantren Mambaus Sholihin Suci Manyar Gresik yang masyarakatnya beragama Islam dan berwiraswasta di bidang perdagangan dan pekerja industri pabrik maka untuk bisa bermanfaat khususnya komunitasnya maka acara siar yang disajikan harus sesuai dengan lingkup komunitas sehingga selain ada kajian-kajian keagamaan, dialog–dialog interaktif juga dibutuhkan hiburan-hiburan musik-musik islami.
b.      Penggolongan dan Presentasi Mata Acara Siaran
Penata program harus jeli memperhatikan apa yang disenangi pendengar, selain kapan pendengar biasa mendengarkan di waktu yg tepat. Pola acara adalah susunan mata acara yang memuat penggolongan, jenis, hari, waktu, dan lamanya serta frekuensi siaran setiap mata acara dalam suatu periode tertentu sebagai panduan dalam penyelenggaraan siaran.
Table 5.1
Format Siar
No
Komposisi siaran
Presentase
1
Informasi Agama
30 %
2
Musik
20 %
3
Iklan layanan masyarakat
5 %
4
Kajian Pendidikan
45 %

Jumlah
100%
         Sumber; data statistic radio tahun 2010

Dalam menentukan program, Programmer akan mengumpulkan terlebih dahulu referensi-referensi yang diperlukan, kebijakan siaran dari pemimpin stasiun radio, persoalan sosial budaya yang berkembang di tengah masyarakat, jangkauan siaran, hasil jajak pendapat pendengar, dan tentu analisis bahan siaran yang mengacu pada kebijaksanaan umum siaran radio.
Berikut ini adalah beberapa table jadwal dan menu siaran yang terlaksana di radio MY MBS FM.
Table 5.2
Karakter Musik :
No
Menu music
Presentase
1
Sholawat
25%
2
Nasyid
10%
3
Gambus
15%
4
Pop Islami
20%
5
Nasyidah ria
10%
6
Timur tengah
20%

Jumlah
100%
         Sumber; data statistic radio tahun 2010

Dilihat dari karakter music yang disajikan radio MY MBS FM maka kita bisa mengetahui pola siarannya yang bernuansakan islami, karena disetiap acara hampir semuanya mengajak ke dalam kebaikan. Meskipun kadang banyak orang yang kurang sadar bahwa secara tidak langsung ia telah di dakwahi.

Table 5.3
Jadwal Radio MY MBS FM Program Siaran Harian
NO
WAKTU
ACARA
MENU
KET
PENANGGUNG JAWAB DAN PENGGANTI
1
03;00 05:30
OPENING PROGRAM
ADZAN - AL-FATIHAH - SURAT YASIN + TILAWAH
OFF AIR
MUHAMMAD &
MAHBUB
2
05 : 30
06 : 00
NGAJI PAGI (Live)
AL-QISHO SALAFUS SHOLIH
TANYA JAWAB AGAMA
LIVE
3
06 : 30
 07 : 00
KISAH HIKMAH PAGI
SHOLAWAT
ON AIR
MAHBUB & FERY
4
07 : 00
08 : 00
MORNING MUSIC
OBROLAN MOTIVASI   INFORMASI,& POP RELIGI
ON AIR
HUSEN R
5
08 : 00
09 : 00
TIMUR TENGAH
LAGU PADANG PASIR
ON AIR
MAHBUB/ PENYIAR GOOD MORNING
6
09 : 00
10 : 30
LENTERA QOLBU (Live)
NGAJI IHYA' ULUMUDDIN (ROMO KYAI)
LIVE
FERRY & SHOHIB

7

10 : 30
11 :30
NASYID
WAHANA KEISLAMAN
ON AIR
FAHRI


PANGGILAN SUCI
ADZAN DHUHUR & WIRID

PENYIAR NASYID
9
11 : 30
13 ; 30
SIAGA
GAMBUS N ZAFIN
ON AIR
DHIYA’UL FUAD
10
13 ; 30
15 ;00
TEMBANG SANTRI
NASYIDAH RIA
ON AIR
VERY FADLI,FAUZI
11
15 : 00
16 : 00
PANGGILAN SUCI
ADZAN ASHAR
OFF AIR
PENYIAR TEMBANG SANTRI
LANTUNAN   SYAIR
SYIRIA
12
16 : 00
17 : 00
ASYIK BIN NABI
SHOLAWAT + UNTAIAN CINTA/PENGETAHUAN AGAMA
ON AIR
HUSEN & FAHRI
13
17 : 30
18 : 00
PENGAJIAN
MINHAJUL ‘ABIDIN
OFFAIR

PENYIAR ASYIK BINNABY



PANGGILAN SUCI
ADZAN MAGHRIB
OFF AIR
PENYIAR ASYIK BINNABY
14
18 : 00
21: 00
MADU YAMAN
PANGAJIAN, RIYADLUSSHOLIHIN
LIVE
MAHBUB


PANGGILAN SUCI
ADZAN MAGHRIB
OFF AIR
PENYIAR ASYIK BINNABY
15
19 : 00
20 : 30
MADU YAMAN
PANGAJIAN, Tanya JAWAB AGAMA dll
ON AIR
MAHBUB
16
20 : 30
21 : 00
LENTERA QOLBU
HABIB SYAIKH
OFF AIR
MAHBUB
17
21 : 30
23 : 30
LIGHTNESS   IN THE NIGHT
Pop RELIGI/MOTIFASI
ON AIR
 JACK, JUN,DIYACK
18
24 : 00
CLOSING PROGRAM
AL-FATIHAH + IILAHILAS
OFFAIR
Sumber; data statistic radio tahun 2010
Table 5.4
JADWAL KAJIAN RADIO MADU FM YAMAN
Disiarkan langsung dari Universitas Al Ahgaf Hadhramaut Yaman
HARI
JAM YAMAN/INDO
MATERI
NAMA USTAD
Sabtu
14.00-15.00/18.00-19.00
15.00-16.00/19.00-20.00
16.00-17.00/20.00-21.00
Riyadussalihin
Fiqih (Fathul Qarib)
Hayatus Sahabah
Ust. Faiz Nur Kholis
Ust. Moh. Najib
Ust. Andre Vratama
Ahad
14.00-15.00/18.00-19.00
15.00-16.00/19.00-20.00

16.00-17.00/20.00-21.00
Riyadussalihin
Fathulqaribul Mujib Fittarhib Wattarghib
As Syamail Muhammadiya
Ust. Faiz Nur Kholis
Ust. Asfiyaur Rahman

Ust. Ali Imran Mashadi
Senin
14.00-15.00/18.00-19.00
15.00-16.00/19.00-20.00
16.00-17.30/20.00-21.30
Biografi Ulama
Al Matjarur Rabih
Obrolan Santri
Ust. Moh. Ikrom Rijal
Ust. DzulQadri
HIMMAH FM
Selasa
12.00-13.00/16.00-17.00
14.00-15.30/18.00-19.30

15.00-16.00/19.00-20.00
16.00-17.00/20.00-21.00
Nashoihul Ibad
Siaran Ulang Obrolan Santri
-
Nahwu
Ust. Ja'far Tayyar
HIMMAH FM


Ust. Omeng Ratna W.
Rabu
14.00-15.00/18.00-19.00
15.00-15.30/19.00-19.30
16.00-17.00/20.00-21.00
Riyadussalihin
Tarjamah Quran
Risalah Muawanah
Ust. Faiz Nur Kholis
Ust. Asep Jailani
Ust. A.M. Sadul Kholqi
Kamis
14.00-15.00/18.00-19.00
15.00-16.00/19.00-20.00
16.00-17.00/20.00-21.00
Riyadussalihin
Fiqih (Fathul Qarib)
Sirah Nabawiyah
Ust. Faiz Nur Kholis
Ust. Mohammad Najib
Ust. Abdul Aziz Muslim
Jumat
13.30-14.00/17.30-18.00
14.00-15.30/18.00-19.30

15.30-16.00/19.30-20.00
16.00-17.00/20.00-21.00
Tarjamah Al Quran
Obrolan santai Ustadah

-
Dialog Sunnah Bidah
Ust. Asep Jailani
Ustdh HIMMAH FM Yaman
Ust. Asep Jailani
Ust. Jafar, Ust. Asfiya, Ust. Asep
Sumber; data statistic radio tahun 2010

Table 5.5
Program Acara Mingguan
NO
WAKTU
HARI
ACARA
MENU
KET
PENANGGUNG JAWAB DAN PENGGANTI
1
05 : 30  06 : 30
Selasa
Kamis   Jum’at,
HIKMAH PAGI
DIALOG AGAMA
On Air
Mahbub & fahri
2
05 : 30  06 : 00
Jum’at
PENGAJIAN
SUNNAH dan BID’AH
Live

Dhiya’
3
09 : 00
11 : 30
Kamis
PENGAJIAN
Kajian Dalailul Khoirot
Live
Joko
4
09 : 30  11 : 30
Selasa
PENGAJIAN
Pengajian Ust Faqih
On Air
Mahbub 
Sumber; data statistic radio tahun 2010
Table 5.6
Program Acara 1 Bulanan
NO
WAKTU
HARI
ACARA
MENU
KET
PENANGGUNG JAWAB DAN PENDAMPING
1
09 : 30  11 : 30
Selasa
DIALOG KELUARGA SAKINAH
DIALOG AGAMA
LIVE
Mahbub & fahri
2
15 : 30
16 : 30
Selasa
DIALOG TASAWWUF
DIALOG
AGAMA
LIVE
Mahbub & fahri
3
19 : 00
20 : 30
Selasa
DIALOG
MENATA
HATI
DIALOG
AGAMA
LIVE
Mahbub & fahri
Sumber; data statistic radio tahun 2010
Dari data-data table di atas maka penulis bisa menyimpulkan bahwa sebagian besar program Radio Dakwah Mamba’us Sholihin Fm adalah program yang murni untuk berdakwah, selain berdakwah Radio Dakwah Mamba’us Sholihin Fm juga menghadirkan acara-acaara menarik yang menyangkut acara yang ada di pondok seperti siaran langsung kunjungan para habaib yang juga memberikan tausyiah kepada santri-santri, oleh MY MBS FM juga di siarkan langsung di radio agar khalayak bisa mengkonsumsi pesan-pesan yang disampaikan melalui radio.
Gambar 5.1
Tata Kerja Pengurus Lembaga Penyiaran Dan Pemberdayaan Masyarakat
”Madu Fm Yaman Mamba’us Sholihin”
Suci Manyar Gresik
 




















Sumber; data statistic radio tahun 2010

Untuk mengisi program kegiatan radio Radio Madu FM Yaman Mambaus Sholihin, LPPM juga bekerja sama dengan Institut keislaman Abdullah Faqih (INKAFA) Gresik baik dengan para dosen maupun mahasiswa khususnya mahasiswa fakultas dakwah. Kerjasama juga dibangun  dengan alumni yang sedang studi di luar negeri terutama Yaman yang sudah mengudara melalui sambungan langsung internet dengan streaming. Sedangkan tenaga ahli teknis direkrut dari anggota komunitas yang mempunyai keahlian di bidang teknis siaran dan keahlian ini juga diusahakan dengan memberikan pelatihan dan pendidikan berupa kursus sesuai dengan yang dibutuhkan.
Table 5.7
Data Kepegawaian
PENDIDIKAN
JUMLAH  PEGAWAI
Siaran/
Program
Bag.Pemberitaan
Teknik
Studio
Teknik
Transmisi
Tata Usaha
/Umum
Total
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
1
2
a.      Pasca Sarjana
2
4
-
-
-
-
-
-
-
-
2
4
b. Sarjana
2
-
1
1
1
1
1
1
1
-
6
3
c. Diploma
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-


d. SLTA
1
-
1
1
1
-
1
1
1
-
5
1
e. SLTP
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-


f.   SD
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-


TOTAL
5
4
2
2
2
3
2
2
2
0
13
9
Keterangan: 1) = Pegawai Tetap; 2) = Pegawai Tidak Tetap.
Sumber; data statistic radio tahun 2010
5.2. Hasil Penelitian
5.2.1.      Data yang diperoleh dari hasil interview dan observasi
Pendengar radio streaming Mambaus Sholihin Fm merasa nyaman ketika mendengarkan materi dakwah yang ada di radio streaming Mambaus Sholihin Fm, sedangkan perilaku pendengar setelah menedengarkan materi dakwah yang ada di radio streaming Mambaus Sholihin Fm berubah dengan signifikan, ini terbukti setelah peneliti mengadakan interview kepada salah satu pendengar yang bernama Ali Mahfud berkata:
 “Saya sering mendengarkan materi dakwah yang ada di radio streaming Mambaus Sholihin Fm, karena materi dakwah yang disampaikan dikemas dengan bahasa anak muda dan mudah difahami”

Dengan demikian banyak pendengar merasa bangga dan senang, karena di zaman modern ini masih ada radio Streaiming yang masih mengedepankan dakwah dalam menyampaikan materi-materi yang ada di dalamnya.

5.2.2.      Data Yang Diperoleh Dari Hasil Angket
Data yang disajikan disini adalah data-data hasil angket yang dikirim  kepada pendengar aktif radio streaming madu yaman mambaus sholihin Fm yang menjadi responden yaitu sebanyak 29 pendengar. Angket tersebut terdiri dari sepuluh pertanyaan tentang tanggapan pendengar untuk mengetahui lebih jelasnya tentang Efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresiksetiap pertanyaan mempunyai tiga alternatif jawaban dengan skor yang berbeda-beda. Skor masing-masing jawaban tersebut adalah sebagai berikut:
1. Alternatif jawaban A adalah sering, dengan skor 3
2. Alternatif jawaban B adalah kadang-kadang, dengan skor 2
3. Alternatif jawaban C adalah tidak pernah, dengan skor 1
Skor tersebut kemudian dijumlahkan dan menghasilkan nilai masing-masing responden, setelah semua data terkumpul kemudian ditabulasikan sebagai berikut :
Tabel 5.8
Hasil skor Efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik
No Responden
Nilai Tiap Nomor Urut Pertanyaan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
Jumlah
1
3
2
2
2
3
3
3
2
2
3
3
3
3
3
2
39
2
3
2
3
3
1
3
3
3
2
3
2
3
3
3
2
39
3
3
2
3
3
3
3
3
2
2
3
2
3
3
2
2
39
4
3
2
2
2
3
3
3
3
3
3
2
3
2
3
2
39
5
3
2
2
1
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
40
6
3
2
3
2
3
3
3
2
3
2
2
3
3
3
3
40
7
3
3
2
2
2
3
3
3
2
3
3
2
3
2
3
39
8
3
2
3
2
3
3
3
3
3
2
3
2
3
3
2
41
9
3
2
3
2
3
2
3
3
3
3
3
3
2
3
2
39
10
3
2
2
3
2
3
3
2
3
3
3
3
3
2
3
40
11
3
2
2
3
3
3
3
3
2
3
2
2
3
3
3
39
12
3
3
3
3
3
2
3
2
3
3
3
3
2
2
3
41
13
3
2
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
42
14
3
2
2
2
2
3
3
2
3
3
3
3
2
2
2
37
15
3
2
3
3
3
3
3
3
2
3
3
3
3
3
3
43
16
3
2
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
2
37
17
3
2
3
2
2
3
3
3
3
3
3
3
3
2
2
41
18
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
2
41
19
3
2
3
3
3
2
3
3
3
2
3
3
3
3
2
42
20
3
2
2
2
3
3
3
2
3
3
3
3
2
2
2
37
21
3
2
3
3
3
2
2
2
2
3
3
3
3
2
3
39
22
3
2
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
43
23
3
2
3
3
3
3
3
2
3
3
2
3
3
3
2
41
24
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
2
2
2
41
25
3
2
3
3
3
3
3
3
2
3
3
2
3
2
3
41
26
3
2
3
2
3
3
3
3
2
2
3
3
3
2
2
39
27
3
2
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
2
41
28
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
2
42
29
3
2
3
3
3
3
3
3
3
3
2
3
3
2
2
41
JUMLAH
1163

5.2.3.    Deskripsi Tentang Efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik
Untuk efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik, melalui data yang peneliti peroleh dari penyebaran angket, akan penulis sajikan dalam bentuk table kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus prosentase.

Keterangan :
F                      : Frekuensi yang sedang dicari prosentasinya
N                     : Banyaknya individu
P                      : Angka prosentasi
Setelah prosentasi diperoleh, kemudian ditafsirkan dengan kalimat yang kualitatif dengan standar yang dikategorikan sebagai berikut:
76% - 100%                = Baik
56% - 75%                  = Cukup Baik
40% - 55%                  = Kurang Baik
Kurang dari 40%         = Tidak Baik
Diantara data efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik yang penulis dapat dari penyebaran angket, diantaranya adalah:
Tabel 5.9
Pendengar Mengatahui Radio Streaming Mambaus Sholihin Fm
No
Alternatif Jawaban
N
F
%
1
a.       Ya, Mengetahui
b.      Kadang-Kadang Mengatahui
c.       Tidak Mengetahui
29

29
0
0
100
0
0

Jumlah
29
29
100 %
Tabel di atas menunjukkan bahwa dari 29 responden yang menjawab mengetahui radio streaming di madu yaman mambaus sholihin Fm (100%)

Tabel 5.10
Pendengar Mengikuti Program Dakwah Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.
No
Alternatif Jawaban
N
F
%
2
a.       Ya, Mengikuti
b.      Kadang-Kadang Mengikuti
c.       Tidak Mengikuti
29

4
25
0
13.8
86.2
0

Jumlah
29
29
100 %

Berdasarkan tebel diatas dapat diketahui 4 dari 29 responden menyatakan senang dengan prosentase 13,8%, dan 25 responden dengan prosentase 86,2% menyatakan kadang-kadang mengikuti, sedangkan jawaban dari responden tidak ada yang menyatakan tidak mengikuti program yang ada di Radio Streaming Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik. 

Tabel 5.11
Pendengar Senang Ketika Mengikuti Program Yang Ada Di Radio Streaming Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.
No
Alternatif Jawaban
N
F
%
3
a.       Ya, Senang
b.      Kadang-Kadang Senang
c.       Tidak Senang
29

21
8
0
72,4
27,6
0

Jumlah
29
29
100 %

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa 21 dari 29 responden menyatakan dengan prosentase 72,4% dan 8 responden menyatakan kadang-kadang senang dengan presentase 27,6%, sedangkan jawaban dari responden tidak ada yang menyatakan Tidak senang ketika mengikuti Program Yang Ada Di Radio Streaming Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.
Tabel 5.12
Penyiar di Radio Streaming Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik Menyampaikan Pesan-Pesan dakwah.
No
Alternatif Jawaban
N
F
%
4
a.       Ya, Menyampaikan
b.      Kadang-Kadang Menyampaikan
c.       Tidak  Menyampaikan
29

14
14
1
48,3
48,3
3,4

Jumlah
29
29
100 %

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa 14 dari 29 responden menyatakan dengan prosentase 48,3% dan 14 responden menyatakan kadang-kadang menyampaikan dengan presentase 48,3%, sedangkan  1 responden dengan prosentase 3,4% yang menyatakan Penyiar di Radio Streaming Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik  Tidak Menyampaikan Pesan-Pesan dakwah.
Tabel 5.13
Pemahaman Pendengar Terhadap Pesan Dakwah Yang Ada Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.
No
Alternatif Jawaban
N
F
%
5
a.       Ya, Faham
b.      Kadang-Kadang Faham
c.       Tidak Faham
29

24
4
1
82,8
13,8
3,4

Jumlah
29
29
100 %

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa 24 dari 29 responden menyatakan dengan prosentase 82,8% dan 4 responden menyatakan kadang-kadang faham dengan presentase 13,8%, sedangkan  1 responden dengan prosentase 3,4% yang menyatakan Pendengar tidak Faham Terhadap Pesan Dakwah Yang Ada Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.
  
Tabel 5.14
Kecenderungan Pendengar Dalam Mencari Penjelasan
Ketika Mendengarkan Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.
No
Alternatif Jawaban
N
F
%
6
a.       Ya, Mencari
b.      Kadang-Kadang Mencari
c.       Tidak Mencari
29

23
6
0
79,3
20,7
0

Jumlah
29
29
100 %

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa 23 dari 29 responden menyatakan dengan prosentase 79,3% dan 6 responden menyatakan kadang-kadang Meningkat dengan presentase 20,7%, sedangkan  jawaban dari responden tidak ada yang menyatakan tidak Mencari Penjelasan Ketika Mendengarkan Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.  

Tabel 5.15
Peningkatan Ibadah Pendengar Ketika Mendengarkan Radio Streaming Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm.
No
Alternatif Jawaban
N
F
%
7
a.       Ya, Meningkat
b.      Kadang-Kadang Meningkat
c.       Tidak Meningkat
29

28
1
0
96,6
3,4
0

Jumlah
29
29
100 %

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa 28 dari 29 responden menyatakan dengan prosentase 96,6% dan 1 responden menyatakan kadang-kadang Meningkat dengan presentase 3,4%, sedangkan  jawaban dari responden tidak ada yang menyatakan tidak Meningkat ibadahnya Ketika Mendengarkan Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.
Tabel 5.16
Pendegar Semakin Giat dalam Beribadah Di Rumah.
No
Alternatif Jawaban
N
F
%
8
a.       Ya, Giat
b.      Kadang-Kadang Giat
c.       Tidak Giat
29

20
9
0
68
32
0

Jumlah
29
29
100 %

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa 20 dari 29 responden menyatakan dengan prosentase 68% dan 9 responden menyatakan kadang-kadang Giat dengan presentase 32%, sedangkan  jawaban dari responden tidak ada yang menyatakan tidak giat6 dalam beribadahnya Ketika Mendengarkan Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.

Tabel 5.17
Pendegar Merasa Nyaman Ketika Mendengarkan Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm.
No
Alternatif Jawaban
N
F
%
9
a.       Ya, Nyaman
b.      Kadang-Kadang Nyaman
c.       Tidak Nyaman
29

20
9
0
68
32
0

Jumlah
29
29
100 %

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa 20 dari 29 responden menyatakan dengan prosentase 68% dan 9 responden menyatakan kadang-kadang Nyaman dengan presentase 32%, sedangkan  jawaban dari responden tidak ada yang menyatakan tidak Nyaman Ketika Mendengarkan Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.
  
 Tabel 5.18
Pendengar Mempraktekkan Pesan Dakwah Yang Ada Di Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm.
No
Alternatif Jawaban
N
F
%
10
a.       Ya, Mempraktekkan
b.      Kadang-Kadang Mempraktekkan
c.       Tidak Mempraktekkan
29

25
4
0
86,2
13,8
0

Jumlah
29
29
100 %

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa 25 dari 29 responden menyatakan dengan prosentase 86,2% dan 4 responden menyatakan kadang-kadang Mempraktekkan dengan presentase 13,8%, sedangkan  jawaban dari responden tidak ada yang menyatakan tidak Mempraktekkan Pesan Dakwah yang Ada di Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.



Tabel 5.19
Pendengar Mendapatkan Pesan Dakwah Ketika Mendengarkan Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm.
No
Alternatif Jawaban
N
F
%
11
a.       Ya, Mendapatkan
b.      Kadang-Kadang Mendapatkan
c.       Tidak Mendapatkan
29

22
7
0
75,9
24,1
0

Jumlah
29
29
100 %

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa 22 dari 29 responden menyatakan dengan prosentase 79,9% dan 7 responden menyatakan kadang-kadang Mempraktekkan dengan presentase 24,1%, sedangkan  jawaban dari responden tidak ada yang menyatakan tidak Mendapatkan Pesan Dakwah ketika mendengarkan Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.

Tabel 5.20
Pendengar Suka Cara Atau Metode Penyiar Dalam Menyampaikan Pesan Dakwah.
No
Alternatif Jawaban
N
F
%
12
a.       Ya, Suka
b.      Kadang-Kadang Suka
c.       Tidak Suka
29

24
5
0
82,8
17,2
0

Jumlah
29
29
100 %
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa 24 dari 29 responden menyatakan dengan prosentase 82,8% dan 5 responden menyatakan kadang-kadang suka dengan presentase 17,2%, sedangkan  jawaban dari responden tidak ada yang menyatakan tidak Suka Cara Atau Metode Penyiar Dalam Menyampaikan Pesan Dakwah.

Tabel 5.21
Pendengar Suka Program Yang Ada di Radio Streaming Mambaus Sholihin Fm.
No
Alternatif Jawaban
N
F
%
13
a.       Ya, Suka
b.      Kadang-Kadang Suka
c.       Tidak Suka
29

22
7
0
75,9
24,1
0

Jumlah
29
29
100 %

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa 22 dari 29 responden menyatakan dengan prosentase 75,9% dan 7 responden menyatakan kadang-kadang suka dengan presentase 17,2%, sedangkan  jawaban dari responden tidak ada yang menyatakan tidak Suka Program Yang Ada di Radio Streaming Mambaus Sholihin Fm.
Tabel 5.22
Pendengar Pernah Merasa Bosan Dengan Program Yang Ada di Radio Streaming Mambaus Sholihin Fm.
No
Alternatif Jawaban
N
F
%
14
a.       Tidak  Pernah
b.      Kadang-Kadang Pernah
c.       Ya, Pernah
29

14
15
0
48,3
51,7
0

Jumlah
29
29
100 %

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa 14 dari 29 responden menyatakan dengan prosentase 48,3% dan 15 responden menyatakan kadang-kadang Pernah dengan presentase 51,7%, sedangkan  jawaban dari responden tidak ada yang menyatakan tidak Pernah Merasa Bosan Dengan Program Yang Ada di Radio Streaming Mambaus Sholihin Fm.

Tabel 5.23
Radio Streaming Mambaus Sholihin Fm di Mata Pendengar.
No
Alternatif Jawaban
N
F
%
15
a.       Ya, Baik
b.      Kadang-Kadang Baik
c.       Tidak Baik
29

28
1
0
96.5
3.5
0

Jumlah
29
29
100 %

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa 28 dari 29 responden menyatakan dengan prosentase 96.5% dan 1 responden menyatakan kadang-kadang Baik dengan presentase 3.5%, sedangkan  jawaban dari responden tidak ada yang menyatakan Radio Streaming Mambaus Sholihin Fm tidak baik bagi pendengar.
Keterangan :
Dari semua data-data tentang efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik yang telah penulis daptkan dari penyebaran angket, telah penulis sajikan dalam bentuk tabel yang disertai dengan penjelasan, maka penulis akan mengambil rata-rata dari tiap item jawaban yang diberikan oleh responden.
a.    Alternatif jawaban “a” adalah kategori baik dengan skor 3 adalah sebanyak 68,69% jumlah 29 responden.
b.    Alternatif jawaban “b” adalah kategori baik dengan skor 2 adalah sebanyak 30,86% jumlah 29 responden.
c.    Alternatif jawaban “c” adalah kategori baik dengan skor 1 adalah sebanyak 0,68% jumlah 29 responden.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik adalah kategori baik, dari hasil jawaban “a” adalah rata-rata sebanyak 68,69% dari jumlah seluruh responden (29 Pendengar).
Dan jika dikonsultaikan dengan standar dalam perhitungan yang diungkapkan oleh Suharsimi Arikunto, sebagai berikut :
76% - 100%                = Baik
56% - 75%                  = Cukup Baik
40% - 55%                  = Kurang Baik
Kurang dari 40%         = Tidak Baik
Maka Efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik dikategorikan cukup baik, hal ini terbukti dengan rata-rata prosentase 68,69% yang terletak pada 56% - 75%.
Hasil ini juga didukung hasil data yang diperoleh dari teknik pengumpulan data yang lain diantaranya berdasarkan hasil wawancara tentang metode atau materi dakwah yang disampaikan di Radio Streaming Di Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.
   BAB VI
PEMBAHASAN

6.1.     Bentuk-Bentuk Atau Materi Dakwah Yang Disiarkan di Radio Streaming Madu Yaman Mamba’us Sholihin FM (MY MBS FM) Suci Manyar Gresik
Untuk mengetahui bentuk-bentuk atau materi dakwah yang disiarkan di Radio Streaming Madu Yaman Mamba’us Sholihin FM (MY MBS FM) Suci Manyar Gresik, maka peneliti menunjukkan data-data yang diperoleh dari lapangan yang dihasilkan dari penelitian kualitatif. Artinya, peneliti memperoleh gambaran tentang bentuk-bentuk atau materi dakwah yang disiarkan di radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm yang beraneka macam jenisnya. Mulai dari dakwah yang ringan berupa spot iklan sampai metode dakwah yang sesunguhnya yang sering mewarnai dakwah radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm dalam menegakkan syi’ar dakwah di radio.
Karena media radio streaming adalah multimedia adapun metode dakwah radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm yang saat ini digunakan dalam program acara  adalah;
Radio MY MBS FM menggunakan metode Bilhikmah dan Mauidhah Hasanah, dalam beberapa acara pengajian kitab kuning yang masuk dalam program ceramah antara lain; 

71
 
1. Kisah hikmah oleh KH. Zainul ‘Arifin
2. Pengajian dhuha oleh KH, Masbuhin Faqih.
3. Pengajian tasawwuf  oleh KH, Ahmad Badjuri dari Tulungagung.
4. Kajian Riyadlussholihin live dari Yaman.
Adapun dari acara harian radio Madu Yaman Mamba’us Sholihin Fm yang berisikan ajakan untuk mengajak kebaikan disertai iringan musik by request adalah:
1. Kisah Hikmah Pagi dengan iringan menu music sholawat.
2. Nasyid Nasihat yaitu dengan menu nasyid dan pembahasan wahana islami.
3. Tembang santri dengan iringan musik Nasyidah Ria.
4. Program‘Asyik Binnabi adalah acara yang mengajak kepada semua pendengar dan membuka wawasan untuk lebih dekat dan cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW dengan menu musik sholawat by request.

Mujadalah Yaitu berdakwah dengan membuka kesempatan kepada pendengar untuk bertanya atau bertukar pikiran dengan media yang ada yakni melalui Short Message Service (SMS), Face Book (FB), maupun dengan Yahoo Massenger (YM). Dalam hal ini MY MBS FM mempunyai program unggulan yang bersifat dialog live antara lain;
1.      Pengajian risalah ahlussunnah waljama’ah oleh ust. Abdul Muqsith MH,I.
2.      Fiqih (Fathul Qarib) oleh Ust. Moh. Najib (Live Yaman)
3.      Kajian Fathulqaribul Mujib Fittarhib Wattarghib oleh Ust. Asfiyaur Rahman (Live Yaman)
4.      Obrolan Santri oleh Ustazdah MADU FM Yaman (Live Yaman)
5.      Risalah Muawanah oleh Ust. A.M. Sadul Kholqi (Live Yaman)
6.      Dialog Sunnah Bidah oleh Ustadhah MADU FM Yaman (Live Yaman)
Program mingguan yang di aktif di radio Madu Yaman Mamba’us Sholihin Fm dengan metode ceramah adalah;
1. Siaran ulang obrolan santri setiap hari jum’at.
2. Pengajian Al Matjarur Rabih oleh Ust Ikrom Rijal setiap hari senin.
3. Pengajian Nashoihul Ibad oleh Ust. Ja'far Tayyar setiap hari selasa.
4. Belajar Nahwu oleh Ust. Omeng Ratna W.
5. Tarjamah Quran oleh Ust. Asep Jailani
6. Pengajian Risalah Muawanah oleh Ust. A.M. Sadul Kholqi
7. Sirah Nabawiyah oleh Ust. Abdul Aziz Muslim

Adapun program dialog bulanan radio MY MBS FM bersama Ust, Yahya Zainul Ma’arif yang akrab dengan sapaan Buya Yahya dari Cirebon jawa barat yang hadir di setiap awal bulan di hari selasa yaitu;
1. Dialog Keluarga Sakinah bersama Buya Yahya.
2. Dialog tasawwuf dan Seputar Permasalahan Agama Sehari-Hari.
3. Dialog Menata Hati ala Rasulullah.

Dengan adanya program dakwah yang padat di siaran MY MBS FM ini maka diharapkan bisa menjadikan masyarakat semakin faham dengan ilmu agama dengan menitik beratkan kepada kajian-kajian sehari-hari untuk menjadikan umat muslim mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan menyebarluaskan kepada masyarakat yang mula-mula apatis terhadap Islam menjadi orang yang suka rela menerimanya sebagai petunjuk aktivitas duniawi dan ukhrawi.

6.2.     Efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik
Efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik adalah suatu upaya yang mengetahui berhasil tidaknya pelaksanaan dakwah baik dari segi proses maupun hasil yang meliputi pendengar yang aktif mengikuti program dakwah yang ada di Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.
Dalam penelitian ini penulis ingin mengetahui bagaimana efektifitas dakwah yang ada di radio streaming mambaus sholihin Fm, dari keinginan tersebut maka penulis mengangkat “Efektifitas Dakwah Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik”. Dengan demikian pada penulisan skripsi ini pembahasannya akan lebih luas.
Obyek pada penelitian ini adalah Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik, yang mana didalamnya dakwah Islam berasaskan Ahlusunnah Wal Jama'ah pecinta kedamaian pilihan bagi pencari kebenaran yang mau mempertahankan tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik. Itulah motifasi yang disampaikan salah satu penyiar dalam acara tembang sholawat di MY MBS FM. Hadir sebagai radio yang mengemas secara khusus keselarasan antara program dakwah, informasi dan hiburan yang disajikan penuh dengan kedamaian, ketentraman dan kesejukan sesuai dengan tema program MY MBS FM yaitu “Wahana Syiar Kajian dan Nada Islami” dengan berbagai program dakwah yang dikemas secara unik dan menarik, MY MBS FM  mampu memberikan Hiburan yang Islami, serta kontribusi pengetahuan tentang nilai-nilai keislaman yang dikemas interaktif dan menghibur.
Pengembangan dakwah islamiah merupakan proses interaksi dari serangkaian kegiatan terencana yang mengarah pada peningkatan kualitas keberagamaan umat Islam. Kualitas itu meliputi pemahaman ajaran Islam secara utuh dan tuntas, wawasan keberagamaan, penghayatan, dan pengamalannya. Sebagai suatu proses maka tuntutan dasarnya adalah perubahan sikap dan perilaku yang diorientasikan pada sumber nilai yang islami.
Dalam pengumpulan data ada beberapa metode yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya : metode angket, metode ini digunakan untuk mengetahui keefektifitasan dakwah yang ada di Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik. Dan untuk mengetahui tentang program yang paling disukai pendengar, peneliti berinteraksi melalui metode interview. Selain menggunakan metode ini penulis juga menggunakan metode observasi dan dokumentasi untuk mendapatkan data-data yang lebih valid.
Hasil yang diperoleh peneliti melalui angket yang disebarkan kepada pendengar Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik dengan menggunakan rumus prosentase untuk mengetahui tingkat keefektifitasan dakwah yang ada di Radio Streaming Di Radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik terbukti dengan kategori cukup baik dengan prosentase 68,69% yang berada pada kisaran nilai standart prosentase antara 56%-75% yang berarti cukup.
Pada penelitian ini, penulis merasa tidak mengalami kesulitan akan tetapi agar penelitian yang didapat bisa benar-benar valid, maka penulsi sarankan untuk penelitian selanjutnya tidak dilakukan dengan waktu yang relative singkat.













BAB VII
PENUTUP

7.1. Simpulan
Pada akhir pembahasan ini penulis mencoba menyajikan kesimpuan yang diperoleh berdasarkan hasil study lapangan dan pembahasan pada bab-bab sebelumnya. Juga akan penulis sajikan saran-saran yang bersifat konstruktif dan representatif berdasarkan realita yang ada. Dengan harapan dapat dijadikan pijakan ataupun sumbangan pemikiran yang perlu dikembangkan demi terealisasinya pemanfaatan media pembelajaran visual untuk memotivasi semangat belajar siswa, sehingga kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan optimal. Dari keseluruhan pembahasan dalam skripsi ini, maka dapat penulis simpulkan, sebagai berikut:
1.    

77
 
Untuk mengetahui bentuk-bentuk atau materi dakwah yang disiarkan di Radio Streaming Madu Yaman Mamba’us Sholihin FM (MY MBS FM) Suci Manyar Gresik, maka peneliti menunjukkan data-data yang diperoleh dari lapangan yang dihasilkan dari penelitian kualitatif. Artinya, peneliti memperoleh gambaran tentang bentuk-bentuk atau materi dakwah yang disiarkan di radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm yang beraneka macam jenisnya. Mulai dari dakwah yang ringan berupa spot iklan sampai metode dakwah yang sesunguhnya yang sering mewarnai dakwah radio Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm dalam menegakkan syi’ar dakwah di radio.
2.    Tingkat kefektifitasan dakwah yang ada di radio streaming Madu Yaman Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik adalah cukup baik. Hal ini bisa terbukti dari hasil prosentase kategori baik jawaban angket yaitu 68,69% yang berada pada kisaran nilai standart prosentase antara 56%-75% yang menunjukkan kategori cukup.

7.2. Saran
Beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan, dengan harapan agar dijadikan sebagai pertimbangan dan perbaikan dalam rangkat meningkatkan keberhasilan proses dakwah yang ada di Radio streaming Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik, diantaranya sebagai berikut:
1.      Bagi direktur utama Radio streaming Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik, hendaknya lebih bersosialisasi dengan semua crew yang ada di Radio Streaming Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik supaya tidak terjadi batasan antara crew yang ada. Dengan demikian, program yang ada di Radio Streaming Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik bisa berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi semua khalayak umum.
2.      Bagi crew Radio Streaming Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik, terkhusus untuk para penyiar, hendaknya lebih meningkatkan kompetensinya dan meningkatkan kreatifitasnya dalam mengemas dan menyampaikan materi dakwah yang di sajikan di Radio Streaming Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik, demi terealisasinya Visi dan Misi Radio Streaming Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik.
3.      Untuk peneliti berikutnya agar menjadi pijakan awal untuk meneliti labih lanjut tentang efektifitas dakwah Radio Streaming Mambaus Sholihin Fm Suci Manyar Gresik dan agar dapat kiranya lebih disempurnakan validitas hasil akhir penelitian ini.



















DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Rohani. 1997. Media Instruksional Edukatif . Jakarta: Rineka Cipta.

Amin, Syamsul Munir. 2008. Rekontruksi Pemikiran Dakwah Islam. Jakarta:     Amzah
Anwar Arifin. 1982. Strategi Komunikasi. Bandung: Armico.

Arifin, Moh. 2004. Psikologi Dakwah. Jakarta: Bumi Aksara

Arikunto Suharsini. 2006. Prosedur PenelitianSuatu Pendekatan Praktik  Cetakan XIII, Edisi Revisi. Jakarta: renke cipta.
Asmuni Syukir, Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam. Surabaya: Usaha Offset Printing.
Aziz, M. Ali. 1999. Ilmu Dakwah. Surabaya.

Bahtiar, Wahidin. 1997. Metodologi Dakwah. Jakarta: Logos.

Basuki Suhardiman. 2009. Merangkai Suara Rakyat. Jakarta: VHR Book & Spasi.

Bugin, Burhan. 2007. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana.

Bugin, M. Burhan.  2006. Sosiologo Kommunikasi. Jakarta: Kencana.

DEKDIBUD, 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Bandung: Bina Cipata.

Departemen Agama RI. 1993. Al-Qur'an dan Terjemahnya, Surabaya: Surya Cipta Aksara.  
Departemen Agama RI. 1993. Al-Qur'an dan Terjemahnya. Surabaya: Surya Cipta Aksara.
Departemen Agama RI. Al- Qur’an Dan Terjemahanya. 2006. Karya Agung.

Edwar Depari Colin Mac Andrews. 1995. Peranan Komunikasi Massa Dalam Pembangunan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
H. Mafri Amir. 1999. Etika Komunikasi Massa Dalam Pandangan Islam (Jakarta: Logos.
H. Toto Tasmara. 1997. Komunikasi Dakwah. Jakarta: Gaya Media Pratama.

Hafied Cangara1998. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Hanis Syam, Yunus. 2007. Menejemen Dakwah. Yogyakarta: Panji Pustaka.

Jailani, M. Bisri. 2007. Ensklopedi Islam. Yogyakarta Panji Pustaka.

Koentojoningrat. 1998. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: PT Bina Cipta.
M. Natsir. 1977. Fiqhud Dakwah. Jakarta: Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia.

Mafri Amir. 1999. Etika Komunikasi Massa Dalam Pandangan Islam. Jakarta: Logos.
Mahsun, Muhammad. 2006. Pengukuran Kinerja Sektor Publik, Cetakan Pertama. Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Masduki. 2001. Jurnalistik Radio. Yogyakarta: LkiS.

Moh. Ali Aziz. 1993. Ilmu Dakwah. Surabaya: IAIN Sunan Ampel.

Moh. Ali Aziz. 2004. Ilmu Dakwah.Jakarta : Kencana.

Muhammad Nashiruddin al-Albani. 2009. Ringkasan Shahih Bukhari. Jakarta : Pustaka Azzam
Mulyana, Dedy. 2006. Komunikasi Antar Budaya. Bandung: Rosa Dakarya.

Onong Uchiana Effendi. 1993. Dinamika Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
M. Arifin. 2000. Psikologi Dakwah Suatu Pengantar Studi. Jakarta: Bumi Aksara.

Proposal Permohonan Izin Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Dan Pemberdayaan Masyarakat Jasa Radio “Madu Fm Yaman Mamba’us Sholihin” 2010. Gresik.
Rahmat Natawijaya. 1978. Memahami Tingkah Laku Sosial. Bandung: Firma Hasmar.
Said bin Ali Al Qathani, Dakwah Islam Dakwah Bijak. Gema Insani Pres.

Sugiono. 2008. Metodologi Penelitian. Bandung: dirosada.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta
Syibi, M. Ridho. 2008. Metodologi Ilmu Dakawah. Yogyakarta: Pustaka pelajar.

Toto Tasmara. 1997. Komunikasi Dakwah, Jakarta: Gaya Media Pratama.

Yusuf, Yunan. 2006. Manejemen Dakawah. Jakarta: Kencana























[1] Mansur Amin, 1997, p. 2
[2] M. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, 1993, p. 2
[3]  M. Yunan Yusuf, Managemen Dakwah, Jakarta, Kencana, 2006, p. 2
[4] Masduqi, Jurnalistik Radio, (Yogyakarta: LKiS, 2001), p. 9
[5] Masduqi, Jurnalistik Radio, p. 3
[6] M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur'an (Bandung: Mizan, 1995), p.194
[7] H. Mafri Amir, M.Ag, Etika Komunikasi Massa Dalam Pandangan Islam (Jakarta: Logos, 1999), p. 28
[8] Toto Tasmara, Komunikasi Dakwah, Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997, p. 43   
[9]  Departemen Agama RI, Al-Qur'an dan Terjemahnya, Surabaya: Surya Cipta Aksara, 1993, p.435  
[10] Asmuni Syukir, Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam (Surabaya: Usaha Offset Printing), p. 17-18 
[11] Prof. H.M. Arifin, M.Ed, Psikologi Dakwah Suatu Pengantar Studi, (Jakarta: Bumi Aksara, 2000), p.6
[12] Asmuni Syukir, Dasar-Dasar Strategi Dakwah Islam,p.19
[13] Moh. Ali Aziz, Ilmu Dakwah (Surabaya: IAIN Sunan Ampel, 1993), p.3
[14]  Muhammad Nashiruddin al-Albani. 2009. Ringkasan Shahih Bukhari. Jakarta : Pustaka Azzam, p.71
[15] Moh. Ali Aziz, Ilmu Dakwah, (Jakarta : Kencana. 2004). P.19
[16] Said bin Ali Al Qathani, Dakwah Islam Dakwah Bijak, (Gema Insani Press), p.100
[17] Said bin Ali Al Qathani, Dakwah Islam Dakwah Bijak, p. 94-96
[18]  Ibid, p. 70
[19] Toto Tasmara, Komunikasi Dakwah, Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997, p. 43   
[20]  Departemen Agama RI, Al-Qur'an dan Terjemahnya, Surabaya: Surya Cipta Aksara, 1993, p.435  
[21] Moh. Ali Aziz, Opcit. p. 77
[22] Rahmat Natawijaya, Memahami Tingkah Laku Sosial, (Bandung: Firma Hasmar, 1978), p.9
[23] M. Natsir, Fiqhud Dakwah (Jakarta: Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, 1977), p.66
[24] H. Toto Tasmara, Komunikasi Dakwah (Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997), p.42-43
[25] Basuki Suhardiman, Merangkai Suara Rakyat (Jakarta: VHR Book & Spasi, 2009), p.54
[26] Anwar Arifin, Strategi Komunikasi (Bandung: Armico, 1982), p.27
[27] H. Mafri Amir, M.Ag, Etika Komunikasi Massa Dalam Pandangan Islam (Jakarta: Logos, 1999), p.28 
[28] Masduki, Jurnalistik Radio (Yogyakarta: LKiS, 2001), p.4
[29] Ahmad Rohani HM, M.Pd, Media Instruksional Edukatif (Jakarta: Rineka Cipta, 1997), p.87
[30] Prof. Drs. Onong Uchiana Effendi, MA, Dinamika Komunikasi (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1993), p.107-108
[31] Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1998), p.137
[32] Ibid, p. 60
[33] Ahmad Rohani, Media Instrusional Educatif  (Jakarta: Rineka Cipta, 1997), p.94-95
[34] Edwar Depari Colin Mac Andrews, Peranan Komunikasi Massa Dalam Pembangunan (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1995), p.119-120
[35] H. Mafri Amir, M.Ag, Etika Komunikasi Massa Dalam Pandangan Islam (Jakarta: Logos, 1999), p. 28
[36] Toto Tasmara, Komunikasi Dakwah, Jakarta: Gaya Media Pratama, 1997, p. 43   
[37] Departemen Agama RI, Al-Qur'an dan Terjemahnya, Surabaya: Surya Cipta Aksara, 1993, p.435
       [38] Suharsimi Arikunto. Op Cit, 130.
       [39] Suharsimi Arikunto. Op Cit, 131-132.
       [40] Suharsimi Arikunto. Op Cit, 139-140.
       [41] Suharsimi Arikunto. Op Cit, 129.
       [42] Dahlan Al-Barry. Op Cit, 32.
       [43] Dahlan Al-Barry. Op Cit, 121.
[44] Suharsimi Arikunto. Op Cit,  244
[45] Proposal Permohonan Izin Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Dan Pemberdayaan Masyarakat Jasa Radio “Madu Fm Yaman Mamba’us Sholihin” p.01