Rabu, 01 Juni 2011

PENTINGNYA PEMBELAJARAN KERJA KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN MOTIFASI DAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN PAI

Oleh : Agus, Imam, Bayu, Sholeh, Kharis

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Metode pembelajaran kerja kelompok merupakan cara atau teknik penyajian bahan pelajaran secara kelompok yang digunakan oleh guru pada saat menyajikan bahan pelajaran.

Proses belajar mengajar dan kegiatan belajar mengajar ditinjau dari segi penerapannya, proses pembelajaran kerja kelompok ada yang tepat digunakan untuk siswa dalam jumlah besar, dan ada juga yang tepat untuk siswa dalam jumlah kecil, ada yang tepat digunakan dalam kelas atau diluar kelas.

Belajar kelompok merupakan salah satu cara memotifasi belajar bagi para peserta didik dalam meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran PAI.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian pembelajaran kerja kelompok

2. Bagaimanakah cara penerapan pembelajaran kerja kelompok

3. Apa sajakah kelebihan dan kekurangan pembelajaran kerja kelompok

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pembelajaran Kerja Kelompok

Pembalajaran kerja kelompok merupakan salah satu metode belajar dengan cara berkelompok-kelompok untuk menyelesaikan suatu tugas yang dirasa perlu dikerjakan secara bersama-sama.

Pembelajaran kerja kelompok sangat berpengaruh dalam memotifasi belajar bagi para peserta didik dalam meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran PAI. Dikatakan sedemikian, karena disebabkan Para siswa akan lebih terpacu untuk mencari hal-hal yang belum mereka ketahui dengan cara berdiskusi dengan para satuan kelompok mereka.

Pembelajaran kerja kelompok mengandung pengertian bahwa para siswa dilatih membentuk suatu kepribadian kesatuan serta kebersamaan, karena dengan cara seperti ini siswa yang kemampuannya kurang pandai dapat bekerja sama saling tukar pengetahuan dengan siswa yang lebih pandai.

2.2 Penerapan Pembelajaran Kerja Kelompok

Pengkelompokan dapat dilakukan oleh anak didik sendiri, namun biasanya dalam pemilihan kelompok seperti ini didasarkan atas pemilihan teman yang lebih dekat atau lebih initm.

Pengkelompokan dapat pula dilakukan oleh guru atas pertimbangan-pertimbangan, diantaranya untuk membedakan anak didik yang cerdas , normal, dan lemah. Akan tetapi untuk pengkelompokan seperti ini tugas seorang guru sebagai pembimbing akan tersa lebih berat, karena harus secara cermat memperhatikan anak didik yang lemah agar jangan sampai terlalu dirugikan. Sedangkan bagi yang cerdas jangan ada annggapan bahwa dengan adanya kelompok tidak memberi manfaat baginya. Maka dalam hal ini guru harus memberikan tugas kepada yang lebih cerdas untuk membantu rekan-rekannya yang dibawahnya (lemah).

Guru dalam menentukan katagori anak yang cerdas dan yang lemah tidak hanya melihat dari nilai yang ada dalam rapor atau hasil tugas sehari-hari, tetapi harus dilihat juga dari kepribadian anak didik yang bersangkutan.

Menurut teori crow and crow ciri-ciri anak yang superior (hebat) adalah :

- Observasinya tajam, cepat dan jelas dalam mengatasi pelajaran.

- Cepat memberikan jawaban apabila menerima pertanyaan.

- Pemahamannya baik dan teratur.

- Pemikirannya terang dan logis.

Ciri-ciri anak yang lamban adalah :

- Perhatiannya kurang dan jangkauan pikirannya pendek.

- Interesnya sempit.

- Mempunyai kesukaran-kesukaran dalam memusatkan perhatian.

- Sukar berpartisipasi dalam kegiatan akademis dan sosial.

- Mudah menjadi bingung dalam menghadapi masalah.

2.3 Kelebihan Dan Kekurangan Pembelajaran Kerja Kelompok

Terdapat beberapa kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan pembelajaran kerja kelompok, hal ini disebabkan tiap-tiap individu peserta didik berbeda-beda dalam pengetahuannya maupun kepribadiannya, Berikut beberapa kelebihan serta kekurangannya :

KELEBIHAN :

- Memacu motivasi siswa untuk aktif belajar.

- Menciptakan rasa kebersamaan serta bekerja sama.

- Menanamkan solidaritas antar teman dalam kelompok.

- Memudahkan meleksanakan tugas dari guru.

- Menanamkan pentingnya musyawarah dalam memecahkan suatu masalah.

KEKURANGAN :

- Siswa yang mempunyai pengetahuan lemah akan diremehakan oleh yang lebih pandai.

- Membosankan bagi siswa pandai yang merasa rekan sekelompok tidak memberi kemanfaatan baginya.

- Rasa malas kerena jauh dari pantauan guru.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pembalajaran kerja kelompok merupakan salah satu metode belajar dengan cara berkelompok-kelompok untuk menyelesaikan suatu tugas yang dirasa perlu dikerjakan secara bersama-sama, Pembelajaran kerja kelompok sangat berpengaruh dalam memotifasi belajar bagi para peserta didik dalam meningkatkan prestasi belajar mata pelajaran PAI.

Cara penerapannya yaitu dengan pengkelompokan yang dapat dilakukan oleh anak didik sendiri, namun biasanya dalam pemilihan kelompok seperti ini didasarkan atas pemilihan teman yang lebih dekat atau lebih initm.

Pengkelompokan dapat pula dilakukan oleh guru atas pertimbangan-pertimbangan, diantaranya untuk membedakan anak didik yang cerdas , normal, dan lemah. Akan tetapi untuk pengkelompokan seperti ini tugas seorang guru sebagai pembimbing akan tersa lebih berat, karena harus secara cermat memperhatikan anak didik yang lemah agar jangan sampai terlalu dirugikan. Sedangkan bagi yang cerdas jangan ada annggapan bahwa dengan adanya kelompok tidak memberi manfaat baginya. Maka dalam hal ini guru harus memberikan tugas kepada yang lebih cerdas untuk membantu rekan-rekannya yang dibawahnya (lemah).

Kelebihan dan kekurangannya yaitu disebabkan tiap-tiap individu peserta didik berbeda-beda dalam pengetahuannya maupun kepribadiannya.

3.2 Manfaat

Apabila guru dalam menghadapi anak didik dikelas merasa perlu membagi-bagi anak didik dalam kelompok untuk memecahkan suatu masalah atau untuk menyerahkan suatu tugas pekerjaaan yang perlu untuk dikerjakan bersama-sama maka mengajar dengan cara kerja kelompok sangatlah tepat untuk dilaksanakan.

DAFTAR PUSTAKA

Dr. Daradjat Zakiah , metodik khususpengajaran agama islam,jakarta : bumi aksara.2008

Ahmad Sabri, M.Pd. quantum teaching, tb.el-faqih press.20010

0 komentar:

Poskan Komentar