Sabtu, 04 Juni 2011

PEMBIAYAAN BERMASALAH DAN RUANG LINGKUPNYA

Oleh Agus Budiono

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Di berbagai bank banyak sekali jasa-jasa yang di tawarkan, baik bank syari’ah maupun bank konvensional. Diantara produk-produk yang di tawarkan seperti pembiayaan di bank syari’ah dan kredit di bank konvensional.

Pembiayaan atau kredit yang di tawarkan oleh bank itu bisa di dapat apabila telah memenuhi persyaratan yang telah di tentukan oleh setiap bank. Setelah para nasabah memenuhi semua persyaratan dan para pihak bank juga telah memberikan keputusan bahwa layak untuk di biayai maka proses pencairan pun dilaksanakan.

Saat pembiayaan dicairkan kepada anggota, saat itu juga resiko akan muncul karena tidak semua anggota tepat dalam membayar angsuran.

Dari sini kami selaku pemakalah akan menjelaskan sedikit mengenai pembiayaan bermasalah dan apa saja yang bersangkutan dengan pembiayaan bermasalah.

1.2. RUMUSAN MASALAH

a. Pengertian pembiayaan bermasalah?

b. Gejala-gejala

c. Faktor internal dan eksternal

d. Cara pencegahannya

1.3. TUJUAN

a. Mengetahui Pengertian pembiayaan bermasalah.

b. Mengetahui Gejala-gejala

c. Mengetahui Faktor internal dan eksternal

d. Mengetahui Cara pencegahannya

BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PEMBIAYAAN BERMASALAH

Ada beberapa arti dalam pembiayaan bermasalah di antaranya:

1. Pembiayaan yang tidak lancar

2. Pembiayaan dimana debiturnya tidak memenuhi persyaratan yang dijanjikan.

3. Pembiayaan yang tidak menepati jadwal angsuran

4. Pembiayaan yang memiliki potensi merugikan BMT

5. Pembiayaan yang memiliki potensi menunggak dalam satu waktu tertentu

Yang dimaksud lancar adalah Tidak terdapat tunggakan angsuran pokok, kalau pun ada tunggakan angsuran pokok tetapi tidak melampaui satu bulan. Ada lagi Kurang Lancar maksudnya Terdapat tunggakan angsuran pokok yang melampaui satu bulan tetapi belum melampaui dua bulan. Ada juga Macet maksudnya belum ada pelunasan dan penyelesaiannya diserahkan kepada pihak lain.

B. Gejala-gejala pembiayaan bermasalah

1. Pembayaran angsuran tersendat-sendat

2. Sering meminta penundaan pembayaran

3. Terjadi penyimpangan penggunaan pembiayaan

4. Mengajukan penambahan pembiayaan

5. Mengajukan perpanjangan pembiayaan

6. Sering menghindar saat penagihan

7. Adanya hutang ke pihak lain

C. Faktor internal dan eksternal

1. Faktor Internal BMT

* Lemah dalam analisa pembiayaan.

a. Data kurang akurat

b. Pembiayaan terlalu sedikit

c. Pembiayaan terlalu banyak

d. Jangka waktu terlalu lama

e. Jangka waktu terlalu pendek

* Kelemahan dalam dokumen; data mengenai pembiayaan anggota tidak terdokumentasikan dengan baik, pengawasan atas fisik dokumen kurang.

* Kelemahan dalam Supervisi Pembiayaan.

a. Pengawasan kurang rutin

b. Tindakan pencegahan kurang dini

c. Anggota terlalu banyak

d. Anggota terpencar domisilinya

* Kecerobohan Petugas Lapangan

a. Terlalu bernafsu memperoleh laba

b. Terlalu kompromistis

c. Tidak memiliki kebijakan yg matang

d. Terlalu percaya dan menggampangkan masalah

e. Tidak mampu menyaring resiko bisnis

f. Kurang proaktif dan terlalu reaktif

* Kelemahan Kebijakan Pembiayaan

a. Prosedur terlalu berbelit, hingga putusan pembiayaan tidak tepat waktu

b. Prosedur terlalu longgar

c. Tidak ada prosedur baku/standar

d. Tak ada funish dan Reward bagi petugas

* Kelemahan dalam Jaminan

* Kelemahan SDM

a. Tak adanya petugas khusus

b. Pendidikan, Pengalaman terbatas

c. Kurangnya tenaga ahli hokum

* Kelemahan Teknologi

* Kecurangan Petugas

a. Kepentingan pribadi

· untuk usaha pribadi

· mendapat bagian dari anggota

· berhutang budi pada anggota

* Disiplin terhadap penerapan kebijakan sangat lemah

2. Faktor Internal Anggota

* Kelemahan Karakter

* Kelemahan Kemampuan

* Musibah

* Penyimpangan penggunaan dana

* Sengketa keluarga

* Terlibat banyak hutang

3. Faktor Eksternal

* Situasi Ekonomi nasional & Global

* Situasi Politik

* Situasa alam

D. Cara pencegahan

1. Sempurnakan sistem dan prosedur

2. Hindari Subjektivitas

3. Miliki prinsip (Kode Etik)

4. Miliki harga diri & kehormatan

5. Lengkapi Dokumen sebelum realisasi

6. Awasi pencairan pembiayaan

7. Lakukan Pengawasan

8. Kuatkan Iman

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

1. Pengertian Pembiayaan Bermasalah Pembiayaan yang tidak lancer atau debiturnya tidak memenuhi persyaratan yang dijanjikan.

2. Gejala-gejala yang disebabkan oleh pembiayaan bermasalah

a. Pembayaran angsuran tersendat-sendat

b. Sering meminta penundaan pembayaran

c. Terjadi penyimpangan penggunaan pembiayaan

d. Dan lain-lain

3. Faktor internal dan eksternal

a. Faktor Internal BMT

b. Faktor Internal Anggota

c. Faktor Eksternal

§ Situasi Ekonomi nasional & Global

§ Situasi Politik

§ Situasa alam

4. Cara pencegahan

a. Sempurnakan sistem dan prosedur

b. Hindari Subjektivitas

c. Miliki prinsip (Kode Etik)

d. Dan lain-lain.

B. KRITIK DAN SARAN

Tiada manusia yang sempurna dan tak luput dari kesalahan dan kekhilafan, kami menyadari dalam makalah terdapat banyak kesalahan dan kekurangan oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dalam pembuatan makalah selanjutnya kami bisa memperbaiki.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/

0 komentar:

Poskan Komentar