Kamis, 23 Juni 2011

Metode Team Teaching

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dewasa ini, seiring dengan semakin modernnya sistem pendidikan dan tuntutan yang semakin berkembang, tak jarang sekolah-sekolah yang masih menggunakan strategi pembelajaran konvensional cukup tertinggal jauh dalam melaksanakan proses pembelajarannya. Dalam proses pembelajaran dengan strategi konvensional ini, proses pembelajaran dilakukan secara soliter, artinya proses pembelajaran yang dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, sampai kepada evaluasi pembelajaran siswa dilakukan oleh satu orang guru. Gambaran pembelajaran seperti ini dapat dianalogikan bagaikan seorang penjual sate, di mana semua urusan suatu pekerjaan dari awal sampai akhir hanya di kerjakan oleh satu orang.

Padahal sebenarnya, sekarang ini kurikulum pendidikan di Indonesia sudah makin berkembang. Sudah terlalu banyak tuntutan-tuntutan masyarakat yang ditujukan kepada para guru atau penyelenggara pendidikan. Saat ini, guru dituntut untuk lebih inovatif dan kreatif dalam menentukan/memilih metode pembelajaran yang digunakan, yang tentunya harus disesuaikan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Selain itu, guru di era sekarang juga dituntut untuk lebih mengenal setiap individu dari diri siswa. Dan melihat ratio antara jumlah guru dan siswa yang tidak seimbang, tentu seorang guru tidak mungkin bisa menangani jumlah siswa yang banyak itu. Satu hal yang juga penting, bahwa yang namanya guru bukan berarti orang yang tahu akan segala hal. Dalam hal ini, setiap manusia tentulah memiliki kekurangan dan kelebihan tentang pengetahuan, karena ilmu pengetahua sangat relatif yang dimiliki setiap orang. Ini menunjukkan bahwa guru pun membutuhkan sosok lain yang bisa diajak kerja sama dalam menghadapi segala kesulitan yang ada pada saat melaksanakan proses pembelajaran baik di kelas ataupun di alam terbuka (diluar kelas).

Jika melihat beberapa masalah yang terjadi dalam dunia pendidikan, maka dalam hal ini pihak sekolah dan guru-guru dituntut daya kreativitasnya dalam memilih strategi yang tepat agar segala tuntutan yang ditujukan terhadap guru khususnya itu dapat terpenuhi dengan optimal. Dan tampaknya strategi Pembelajaran Metode Team Teaching merupakan cara yang tepat untuk memudahkan terbangunnya kreativitas dan inovatif itu dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

B. Rumusan Masalah

1) Bagaimana konsep Pembelajaran Metode Team Teaching ?

2) Bagaimana bentuk-bentuk atau jenis-jenis dari strategi Pembelajaran Metode Team Teaching?

3) Bagaimana tahapan sistem pembelajaran dengan strategi Pembelajaran Metode Team Teaching?

C. Tujuan

Adanya makalah ini bertujuan agar kita semakin mengetahui tentang metode Team teaching. Dalam Metode Team Teaching ini mencakup antara lain konsep pembelajaran metode team teaching, bentuk atau jenis dan tahapan sistem pembelajarannya. Semua itu akan dibahas dimakalah ini

BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep Pembelajaran Metode Team Teaching

Pembelajaran Metode Team Teaching merupakan strategi pembelajaran yang kegiatan proses pembelajarannya dilakukan oleh lebih dari satu orang guru dengan pembagian peran yang jelas dan tanggung jawab nyata masing-masing angota tim.

Tim pengajar atau guru yang menyajikan bahan pelajaran dengan metode team teaching ini menyajikan bahan pengajaran yang sama dalam waktu dan tujuan yang sama pula. Para guru tersebut bersama-sama mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil belajar siswa. Pelaksanaan belajarnya dapat dilakukan secara bergilir dengan metode ceramah atau bersama-sama dengan metode diskusi panel.

Idealnya Teaching Team adalah beberapa orang guru yang sewaktu-waktu dapat membantu guru lain yang berhalangan untuk memberikan materi sebagai bahan pembelajaran kepada siswa-siswi. Guru tersebut harus bisa menguasai atau mengetahui bidang ilmu selain yang biasa diajarkannya, misalnya seorang guru matematika bisa mengajarkan mata pelajaran fisika demikian juga sebaliknya.

B. Bentuk atau Jenis-Jenis strategi Pembelajaran Metode Team Teaching.

Jenis dari strategi Pembelajaran Metode Team Teaching yaitu :

1) Semi Team Teaching

Bentuk atau jenis semi Team Teaching ini terdiri atas tiga tipe yakni:

a) Sejumlah guru mengajar mata pelajaran yang sama di kelas yang berbeda. Perencanaan materi dan metode disepakati bersama. Tipe awal pembelajaran team teaching.

b) Satu mata pelajaran disajikan oleh sejumlah guru secara bergantian dengan pembagian tugas, materi dan evaluasi oleh guru masing-masing.

c) Satu mata pelajaran disajikan oleh sejumlah guru dengan mendesain siswa secara berkelompok.

2) Team Teaching Penuh

Team Teaching Penuh yaitu metode pembelajaran dimana satu tim terdiri dari dua orang guru atau lebih, waktu kelas sama, pembelajaran mata pelajaran (materi tertentu). Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dilaksanakan secara bersama-sama dan sepakat dengan baik. Kata kunci Pembelajaran Metode Team Teaching penuh adalah keikhlasan berkerja sama dengan berpegang pada Visi dasn Misi yang sama.

Adapun variasi Pembelajaran Metode Team Teaching Penuh, yaitu :

a) Pelaksanaan bersama, seorang guru sebagai penyaji atau menyampaikan informasi, seorang guru membimbing diskusi kelompok atau membimbing latihan individual.

b) Anggota tim secara bergantian menyajikan topik atau materi. Diskusi atau tanya jawab dibimbing secara bersama dan saling melengkapi jawaban dari anggota tim.

c) Seorang guru (senior) menyajikan langkah latihan, observasi, praktek dan informasi seperlunya. Kelas dibagi dalam kelompok, setiap kelompok dipandu seorang guru (tutor, fasilitator, mediator). Akhir pembelajaran masing-masing kelompok menyajikan laporan baik dalam bentuk lisan ataupun dalam bentuk tertulis dan ditanggapi bersama serta disimpulkan bersama.

C. Tahapan Strategi Pembelajaran Metode Team Teaching

1) Tahap Awal

a) Perencanaan Pembelajaran Disusun secara Bersama

b) Metode Pembelajaran Disusun Bersama

c) Partner Team Teaching Memahami Materi dan isi Pembelajaran Yang Akan Diajarkan

d) Pembagian Peran dan Tanggung Jawab Secara Jelas serta Adil

2) Tahap Inti

Sistem Pembelajaran Metode Tiem Teaching di dalam tahap inti ini dapat dijalankan dalam bentuk sebagai berikut:

a) Satu guru sebagai pemateri dalam dua jam mata pelajaran penuh, dan satu orang sebagai pengawas dan pembantu team.

b) Dua orang guru bergantian sebagai pemateri dalam dua jam pelajaran.

c) Bisa juga divareasi secara bergantian sesuai dengan kesepakatan dari perencanaan pembelajaran.

3) Tahap Evaluasi

a) Evaluasi Guru

Evaluasi guru selama proses pembelajaran dilakukan oleh partner team setelah jam pelajaran berakhir. Evaluasi dilakukan oleh masing-masing partner dengan cara memberi kritikan-kritikan dan saran yang membangun untuk perbaikan proses pembelajaran selanjutnya. .

b) Evaluasi Siswa

Evaluasi siswa dalam hal ini mencakup pembuatan soal evaluasi dan merencanakan metode evaluasi, yang semuanya dilakukan secara bersama-sama oleh guru Team Teaching. Guru Team Teaching harus secara bersama-sama menentukan bentuk soal evaluasi, baik lisan ataupun tulisan, baik pilihan ganda, uraian, atau kombinasi antara keduanya. Guru juga diharuskan merencanakan metode evaluasi yang di dalamnya mencakup pembagian peran dan tanggung jawab setiap guru Team Teaching dalam pelaksanaan evaluasi, serta pembagian pos-pos pengawasan.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1) Pembelajaran Metode Team Teaching merupakan strategi pembelajaran yang kegiatan proses pembelajarannya dilakukan oleh lebih dari satu orang guru dengan pembagian peran yang jelas dan tanggung jawab nyata masing-masing angota tim.

2) Secara umum ada dua Bentuk atau Jenis-Jenis strategi Pembelajaran Metode Team Teaching yaitu Semi Team Teaching dan Team Teaching Penuh.

3) Ada tiga tahapan Strategi Pembelajaran Metode Team Teaching yaitu Tahap Awal, Tahap Inti, dan Tahap Evaluasi.

B. Saran

Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang ikut andil wawasanya dalam penulisan makalah ini. Tak lupa kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, untuk itu saran dan kritik yang membangun selalu kami tunggu dan kami perhatikan.

Sebagai penutup, semoga Allah SWT membalas semua jerih payah semua pihak lebih-lebih bapak dosen pengampuh yang telah memberi semangat pada kami dalam menyelesaikan makalah ini dan bermanfaat bagi kita semua. Amin.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, A.dan Presetya. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : CV Pustaka Setia.

Ahmad Sabri. 2005 Strategi Belajar Mengajar dan Mikro Teaching, Quantum Teaching. Jakarta

http://www.psb-psma.org/content/artikel/3665-pembelajaran-dengan-metode-team-teaching-dapat-menggairahkan-siswa-belajar-fisi

Pembelajaran dengan Metode Team Teaching dapat Menggairahkan Siswa Belajar Fisika

0 komentar:

Poskan Komentar