Minggu, 10 April 2011

validitas evaluasi

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ketentuan penting dalam evaluasi adalah bahwa hasilnya harus sesuai dengan keadaan yang dievaluasi. Mengevaluasi dapat diumpamakan sebagai pekerjaan memotret. Gambar potret/ fhoto dikatakan baik apabila sesuai dengan hasilnya(bukan lebih baik dari aslinya). Sedangkan gambar pemotretan hasil evaluasi tersebut dalam kegiatan evaluasi dikenal dengan data evaluasi. Data evaluasi yang baik sesuai dengan kenyataan disebut data valid. Agar dapat diperoleh data yang valid ,maka alat dan instrumennya juga harus valid. Dan jika pernyataan tersebut dibalik , instrument evaluasi dituntut untuk valid karna diinginkan dapat diperoleh data yang valid, dengan kata lain instrumen evaluasi dipersyaratkan valid agar hasil yang diperoleh dari kegiatan evaluasi valid.

B. Rumusan Masalah

1. apa pengertian validitas evaluasi?

2. apa saja macam-macam validitas evaluasi?

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian validitas

Valid menurut gronlund (1985) dapat diartiakn sebagai ketepatan interpretasi yang dihasilkan dari scor tes atau instrument evaluasi. Suatu instrumen evaluasi dikatakan valid, seperti yang dietrangkan oleh Gay (1983) dn johnson and johnson 2002 apabila instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang hendak diukur. Jadi jika tes tersebut adalah tes pencapaian hasil belajar maka hasil tes tersebut apabila di interpestasi secara intesif, hasil yang dicapai mememng benar menunjukkan ranah evaluasi pencapaian hasil evaluasi belajar.

B. Macam-macam validitas evaluasi

Secara garis besar ada 2 macam validitas

1. Validitas logis

validitas logis mengandung kata “logis” berasal dari kata “logika” yang berarti penalaran. Dengan demikian validitas logis adalah suatu instrumen evaluasi yang menunjuk pada kondisi bagi dsebuah instrumen yang memenuhi persyaratan valid berdasarkan hasil penalaran. Kondisi valid tersebut dipandang terpenuhi karena instrumen yang bersangkutan sudah dirancang dengan baik, mengikuti teori dan ketentuan yang ada. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa validitas logis tidak perlu diuji kondisinya tetapi langsung diperoleh sesudah instrumen tersebut selesai disusun. Sedangkan, untuk macam-macam validitas logis itu ada dua yang dapat dicapai oleh instrumen yaitu:

1. Validiatas isi

Yang dimaksud validitas isi adalah derajat dimana sebuah tes evaluasi mengukur cakupan subtansi yang ingin diukur.valididitas isi ini mencakuphal- hal yang berkaitan dengan apakah item – item evaluasi menggambarkan pengukuran dalam cakupan yang ingin diukur.

2. Validitas konstruk

Validitas konstruk merupakan derajat yang menunjukkan suatu tes mengukur sebuah konstruk sementara. Secara devinitif, konstruk merupakan suatu sifat yang tidak dapat diobservsi tetapi kita dapat merasakan pengaruhnya mellui salah satu atau dua indra kita.

2. Validitas empiris

Istilah validitas empiris memuat kata “Empiris” yang artinya “Pengalaman”. Sebuah instrumen dapat dikatakan memiliki validitas empiris apabila sudah diuji dari pengalaman. sebagai contoh sehari-hari seseorang dapat diakui jujur oleh masyarakat apabila dalam pengalaman dapat dibuktikan bahwa orang tersebut jujur. Dari contoh diatas dapat diketahui bahwa validitas empiris tidak dapat diperoleh hanya dengan menyusun instrumen berdasarkan ketentuan seperti halnya validitas logis, akan tetapi harus dibuktikan melalui pengalaman. Ada dua macam validitas empiris, yakni ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menguji bahwa sebuah instrumen memng valid yaitu validitas da sekarang dan validitas ramalan atau predeksi.

Cara mengetahui validitas Alat Ukur

Sebuah tes dikatakan memiliki validitas jika hasilnya sesuai dengan kriterium, dalam arti memiliki kesejajaran antara hasil tes tersebut dengan kriterium. Tehnik yang digunakan untuk mengetahui kesejajaran adalah tehnik kolerasi prodak moment yang dikemukakan oleh Pearson.

Rumus kolerasi prodak moment ada 2 nmacam:

a. Kolerasi prodak moment dengan simpangan

Rumus:

Keterangan:

= Koefisien korelasi antara variable x dan variable y, dua variable yang dikorelasikan (x = x-x dan y = y-y)

= Jumlah perkalian x dan y

= Kuadrat dari x

= Kuadrat dari y

b. Kolerasi prodak moment dengan angka kasar

Keterangan

= Koefisien korelasi antara variable x dan variable y, dua variable yang di korelasikan.

1. Validitas Butir Soal atau Validitas Item

Pengertian umum validitas item adalah sebuah item yang dikatakan valid apabila mempunyai dukungan yang besar terhadap skor total. Dengan kata lain dapat dikemukakan bahwa sebuah item memiliki validitas yang tinggi jika skor pada item mempunyai kesejajaran dengan skor total. Sedangkan kesejajaran disini dapat diartikan dengan kolerasi sehingga untuk mengetahui validitas item digunakan rumus kolerasi.

2. Validitas Vaktor

Validitas faktor adalah butir- butir soal dalam faktor yang dikatakan valid apabila mempunyai dukungan yang besar terhadap soal- soal secara keseluruhan sebagai tanda bahwa butir- butir faktor tersebut mempunyai dukungn yang besar terhadap seluruh soal. Yakni apabila jumlah skor untuk butir- butir faktortersebut menunjukkan kesejajaran dengan skor total.

C. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Validitas

1) Faktor yang berasal dari dalam tes

a. Arahan tes yang disusun dengan makna tidak jelas sehingga dapat mempengaruhi tes

b. Kata- kata yang digunakan dalam struktur instrumen evaluasi terlalu sulit

c. Item- item dikonstruktif dengan jelek.

d. Tingat kkesulitan item tes tidak tepat dengan materi pembelajaran yang diterima siswa/

e. Waktu yang dialokasikan tidak tepat.

f. Jumlah tes terlalu sedikit sehingga tidak mewakili sampel materi pembelajaran.

2) Faktor yang berasal dri administrasi dan skor

a. Waktu pengerjaan tidak cukup

b. Adanya kecurangan dalam tes

c. Pemberian petunjuk dari pengawas tidak dapat dilakukan pada semua siswa

d. Tekhnik pemberin skor yang tidak konsisten

e. Siswa tidak dapat mengikuti arahan yang diberikan

f. Adanya orang lain yang masuk dan menjawab item tesyang diberikan.ss

3) Faktor yang berasal dari jawaban siswa

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

@ Valid menurut gronlund (1985) dapat diartiakn sebagai ketepatan interpretasi yang dihasilkan dari scor tes atau instrument evaluasi.

@ Macam- macam validitas evaluasi

· Validitas logis

· Validitas empiris

· Validitas butir soal

· Validitas faktor

B. Saran

Tak ada yang sempurna di dunia ini. Maka tak terkecuali pemaparan yang ada dalam makalah ini dan selalu saya tunggu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sekalian.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Olive, Ita, Qoy, Izzatun, Jannatin

Sukardi. 2009. Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Iskandar. 2009. Psikologi Pendidikan. Ciputat : Gaung Persada.

0 komentar:

Poskan Komentar