Minggu, 27 Maret 2011

HAKIKAT DAN FUNGSI SOSIOLOGI GAMA

Oleh : Usman, Mima, Syafi’

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Fenomena kehidupan beragama yang terjadi dalam masyarakat sering kali memunculkan berbagai pertanyaan, diantaranya, mengapa manusia mememluk suatu agama? Mengapa agama begitu lestari dan selalu dubutuhkan manusia? Bagaimana bisa menjadi acuan moral bagi segala tindakan manusia? Mengapa manusia mengadakan uapacara ritual bersama? Mengapa agama mampu menjadi factor integrasi masyarakat? Dan apa sebabnya agama mampu melahirkan solidaritas yang kuat diantara sesama penganut agama?

Beberapa pertanyaan tersebut diatas melahirkan berbagai usaha manusia untuk mengeahui jawabannya. Jawabannya pun bermacam-macam sesuai dengan sudut pandang yang mereka gunakan. Bagi seorang sosiolog, pertanyaan tadi akan dijawabnya berdasarkan hasil penelitian lapangan tentang masyarakat beragama. Yang tidak hanya didasarkan pada logika rasional, tetapi juga pada logika empiris.

Maka untuk menjawab pertanyaan tersebut diatas sesuai dengan mata kuliah yang sedang dipelajari, diperlukan pemahaman mengenai hakikat dan fungsi daripada sosiologi agama yang akan didiskusikan lebih lanjut dalam pembahasan makalah ini.

B. Rumusan Masalah

1. Apakah hakikat dan fungsi sosiologi agama?

C. Tujuan

Dengan memahami hakikat dan fungsi sosiologi agama mahasiswa mampu memahami fenomena kehidupan beragama yang terjadi dalam masyarakat dan membantu memecahkan problem yang terjadi diantara umat beragama.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Hakikat Dan Fungsi Sosiologi Agama

Sebagai suatu fakta sosial agama dipelajari oleh seseorang dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Disiplin ilmu yang dipergunakan oleh sosiolog dalam mempelajari masyarakat beragama itu disebut sosiologi agama. Sosiologi agama adalah suatu cabang ilmu yang otonom, muncul setelah akhir abad ke-19. Pada dasarnya, ilmu ini sama dengan sosiologi umum yang membedakannya adalah objek materinya. Seorangn ahli psikologi agam diindonesia, Hendropuspito mengatakan “Sosiolgi agama adalah suatu cabang dari sosiologi umum yang mempelajari masyarakat agama secara sosiologi, guna mencapai keterangan-keterangan ilmiah yang pasti demi kepentingan masyarakat agama itu sendiri dan masyarakat pada umumnya.

Sosiologi agama memusatkan perhatiannya terutama untuk memahami makna yang diberikan oleh suatu masyarakat kepada system agamanya sendiri dan berbagai hubungan antara agama dengan struktur sosial lainnya, juga dengan berbagai aspek budaya yang bukan agama seperti magic, Ilmu pengetahuan, teknologi. Ketika mengkaji suatu agama, para peneliti biasanya terhalang oleh keberpihakan mereka kepada keyakinan agama yang mereka yakini. Oleh karena itu, para sosiolog agama akan berusaha menetralkan emosi mereka ketika mengkaji agama yang berbeda dengan agama mereka sendiri.

Pada ahli sosiologi agama memandang agama sebagai suatu pengertian yang luas dan universal, dari sudut pandang sosial dan bukan dari sudut pandang individual. Pengkajiaannya bukan diarahkan kepada bagaimana cara seorang beragama, melainkan diarahkan kepada kehidupan agama secara kolektif terutama dipusatkan kepada fungsi agama dalam mengembangkan atau menghambat kelangsungan hidup dan pemeliharaan kelompok-kelompok masyarakat. Perhatiannya juga ditujukan pada agama sebagai salah satu aspek dari tingkah laku kelompok dan kepada peranan yang dimainkannya selama berabad-abad hingga sekarang.

Para ahli sosiologi agama sepakat bahwa intensitas pengaruh agama dalam kehidupan sosial masyarakat semakin lama semakin berkurang sejalan dengan menaiknya perkembangan kebudayaan masyarakat tersebut. Tetapi, berkurangnya pengaruh tersebut buka pada dataran keberagaman individual melainkan pada dataran kehidupan beragama ser komunal.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa hakikat dari sosiologi agama adalah suatu kajian yang mempelajari masyarakat beragama dengan pendekatan ilmu sosial yang mamusatkan perhatiannya untuk memahami makna yang diberikan oleh suatu masyarakat kepada system agamanya sendiri, dan berbagai hubungan antara agama dengan struktur sosial lainnya, juga dengan berbagai aspek budaya yang bukan agamanya.

B. Saran

Dalam penulisan makalah ini tentu banyak kekurangan disana sini, hal itu tidak lain dikarenakan keterbatasan pemakalah. Oleh karena itu, kritik dan saran dari bapak dosen pengampuh dan teman-teman sangat diharapkan pemakalah untuk menghindari kesalahan dalam memahami suatu keilmuan.

DAFTAR PUSTAKA

Kahmad, Dadang. 2000. Sosiologi Agama. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

0 komentar:

Poskan Komentar