Jumat, 11 Maret 2011

AGAMA YAHUDI

A. Pendahuluan

Selama ini kita mengetahui bahwa agama samawi itu ada tiga, yaitu Yahudi, Kristen dan Islam. Ketiga agama ini mempunyai beberapa persamaan seperti percaya Adam adalah manusia pertama dan nenek moyang seluruh manusia, Ibrahim adalah seorang nabi, dan kitab suci Taurat sebagai wahyu Allah. Meski demikian ada juga perbedaan yang beberapa diantaranya sangat mendasar.

Tapi disini lebih menitik beratkan pada Yahudi, yang mana dari sekian banyak buku menyebutkan bahwa Yahudi sebenarnya bukanlah nama suatu agama, tetapi nama suatu bangsa, yaitu bangsa Yahudi; yang biasa juga disebut dengan bangsa Israil atau Ibrani. Atau sebenarnya merupakan kelanjutan ajaran kewahyuan yang pernah diturunkan oleh Tuhan kepada nabi Ibrahim.

Dari banyaknya keterangan yang ada, tidak sedikit dari kita bingung dan kurang paham dengan masalah ini. Oleh sebab itu sebelum membahas lebih jauh tentang agama Yahudi, alangkah baiknya jika kita lebih dulu mengetahui asal-usul agama tersebut serta segala sesuatu yang berhubungan dengan agama itu.

B. Sejarah Yahudi

Sejarah Yahudi berasal dari nabi Ibrahim yang dilahirkan dan tumbuh di negeri Babilonia, suatu negeri yang pada saat itu penduduknya melakukan berbagai bentuk kemusyrikan, seperti menyembah batu, berhala dan bintang. Dengan adanya keadaan yang demikian maka Allah mengutus Ibrahi ditengah-tengah mereka dengan memberikan sebuah perjanjian, yang sering disebut dengan “Perjanjian Ibrahim dengan Tuhan.” Dalam perjanjian tersebut dijelaskan prinsip-prinsip tentang kehidupan yang benar, dan bilamana janji-janji itu dipenuhi, Tuhan akan memberikan pahala, baik di dunia maupun di akhirat. Misalnya Tuhan akan memberikan tanah kana’an yang subur untuk anak cucu Ibrahim.

Setelah keberhasilan Ibrahim dalam memenuhi perjanjian pada Tuhan, menurut para ahli dari sinilah silsilah keturunan Yahudi itu berkembang serta agama yang dibawanya merupakan dari keturunan Ishaq, salah satu putra dari nabi Ibrahim. Kemudian diteruskan oleh Ya’kub. Dari kedua belas putra Ya’kub, yang paling banyak keturunannya adalah Yahuda. Selain banyak turunannya, Yahuda pun terkemuka pula dalam berbagai hal dari saudara-saudaranya yang lain. Oleh karena keturunannya yang banyak itu, maka diantara turunan dari saudara-saudaranyan yang lain yang sedikit jumlahnya, seperti keturunan Benyamin, terus meleburkan diri ke dalam golongan Yahuda. Dengan banyaknya jumlahnya dan besar golongannya, maka bangsa Israil yang lainpun telah dibangsakan pula kepada Yahuda dengan sebutan Yahudi.[1]

C. Ajaran-Ajaran Agama Yahudi

Telah disebutkan bahwa kitab suci pedoman Yahudi adalah Taurat, adapun di dalamnya berisi Amar Sepuluh (wasiat sepuluh)[2],yaitu:

  1. Janganlah kamu menyembah selain kepada Allah
  2. Janganlah kamu menyembah berhala
  3. Janganlah menyebut nama Allah dengan bermain-main (bersenda gurau)
  4. Hendaklah memuliakan hari sabtu yaitu hari Tuhan
  5. Hendaklah memuliakan ayah dan ibu
  6. Janganlah membunuh sesama manusia
  7. Janganlah berzina
  8. Janganlah mencuri
  9. Janganlah bersaksi palsu
  10. Jangan mengingini istri dan hak orang lain

D. Ritual-Ritual Keagamaan

Dalam agama Yahudi terdapat berbagai ritual dan upacara agama, diantaranya:

  1. Sembahyang dan doa

Mereka melakukan sembahyang sehari tiga kali secara berjamaah dengan menghadap kiblat mereka, baitul muqaddas. Mereka juga mendirikan sinagog-sinagog sebagai pusat mengajarkan agama.

  1. Puasa

Mereka diwajibkan puasa pada hari kesepuluh pada setiap bulan ketujuh serta melakukan puasa-puasa khusus, setipa ada musibah atau bencana yang menimpa bani israil.

  1. Qurban

Penyembelihan binatang pada mazbah (tempat penyembelihan yang tirdiri dari dua belas tiang). Adapun macam-macam kurban adalah:

a. Korban pengampunan dari dosa dan kesalahan

b. Korban kebaktian sebagai tanda rasa syukur

c. Korban penyucian setelah terkena najis

d. Korban hasil ternak

  1. Memberikan hasil pertanian

Dengan memberikan sepersepuluh dari hasil pertanian

  1. Berkhitan

Mengkhitankan anak laki-laki pada hari kedelapan setelah kelahiran dan bagi orang yang hendak masuk agama israil.

  1. Upacara paskah

Hari peringatan ke luar dari negeri mesir.

  1. Pantekosta (upacara hari ke lima puluh)

Perayaan hari kelima puluh setelah hari paskah atau dapat dibilang sebagai hari sesudahtujuh kali jum’at atau tujuh minggu.

  1. Pencucian

Dalam agama israil waktu ketujuh, yaitu:

a. Hari sabtu, semua pekerjaan diliburkan dan diadakan perhimpunan suci

b. Bulan ketujuh, diadakan hari pengampunan besar

c. Tahun ketujuh, piutang tidak boleh ditagih dan tanah tidak boleh digarap

Namun setelah peristiwa penjarahan dan penjajahan berbagai bangsa yang silih berganti atas bangsa Yahudi, mulai dari Babilonia sampai Romawi, sering membawa perubahan keadaan atas bangsa Israil serta bangun dan runtuhnya Bailtulmuqaddas rumah suci bangsa Israil.

Keruntuhan dan pembangunan baitul muqaddas yang berulang kali itu, telah menyebabkan timbulnya upacara-upacara baru dalam agama Yahudi, yang belum pernah ada di zaman sebelumnya, antara lain:

1. Pesta purim, yang diadakan tanggal 14 dan 15 bulan Adar (Maret), sebagai tanda bersyukur pulang kembali dari pembuangan Babilon

2. Pemulihan Baitilmuqaddas, pada tanggal 25 kislef (Desember)

3. Pemulihan dan pembersihan Bait oleh Yudas orang Mokkabi pada tahun 165 SM, setelah dirusak dan dikotori oleh orang-orang Assiria

4. Pengangkatan Herudus menjadi raja muda bangsa Yahudi di Palestina serta memperbesar dan memperluas bangunan baitulmuqaddas

Dari sinilah bangsa Yahudi terpecah menjadi beberapa golongan, diantaranya:

  1. Rabbani; suatu golongan yang terdiri dari guru-guru, juru khutbah para pendidik. Mereka percaya pada kitab taurat dan talmut.
  2. Qurra’; golongan yang hanya mempercayai pada kitab talmut.
  3. Farisi; golongan yang sering menafsirkan taurat menurut filsafat akal dan semaunya sendiri.
  4. Samurah; golongan ini mempunyai kitab taurat sendiri yang tidak sama dengan taurat yang ada dan tidak percaya pada talmut.
  5. Saduki; golongan yang terdiri dari iamam-imam yang merasa terhormat dan tidak mau bergabung dengan kalangan umum.
  6. Syalha; golongan kecil yang mengutamakan jiwa ibadah dalam menafsirkan taurat.

E. Nabi-Nabi Orang Yahudi

Setiap bangsa yang beragama pasti mempunyai nabi yang mereka unggulkan, tak terkecuali orang Yahudi. Adapun nabi-nabi mereka adalah:

1. Nabi Habakuk; nabi dalam Alkitab dan Tanakh yang diyakini sebagai pengawal di Bait suci Salomo

2. Nabi Hagai; seorang nabi yang hidup pada masa sejarah Yahudi yang pelayananya dimulai setelah kepulangan dari pembuangan di Babel

3. Nabi Hosea; nabi yang menubuatkan kehancuran tetapi dibalik pesan kehancurannya terdapat janji pemulihan.

4. Nabi Maleakhi; nabi dalam Alkitab dan Tanakh yang merupakan nabi terakhir

5. Nabi Mikha; nabi yang terdapat dalam kitab suci Ibrani (perjanjian lama)

6. Nabi Obaja; nabi yang menulis kitab paling ringkas dalam perjanjian lama

7. Nabi Yoel, Zakharia, Yehezkiel, Zaefanya; merupakan nabi-nabi yang berasal dari keturunan Imam

F. Penyimpangan-Penyimpangan Agama Yahudi

Penganut agama Yahudi hari ini mempercayai empat rukun yang telah dipindah serta disesatkan, diantaranya:

1. Orang Yahudi menganggap mereka adlah bangsa yang dipilih oleh Allah SWT manakala bangsa-bangsa lain adalah binatang-binatang yang dijadikan rupa manusia yang membolehkan mereka melakukan apa saja termasuk membunuh bangsa lain.

2. Orang Yahudi berhasrat untuk mendirikan Haikal Sulaiman, yaitu kuil yang mereka dakwa pernah didirikan oleh nabi Sulaiman dan tapak kuil itu adalah Masjidil Aqsho

3. Orang Yahudi mau mendirikan Negara besar dunia yang berpusat di Israil dimana seluruh dunia akan tunduk kepadanya

4. Orang Yahudi sedang menunggu Al Masih, yaitu pemimpin Yahudi penakhluk dunia

G. Simpulan

Dari sejarah yang telah dilukiskan, telah diketahui bahwa Yahudi merupakan garis keturunan Ibrahim. Yang mana mereka melakukan ritual-ritual agama serta ajaran yang berpegang teguh pada Taurat. Tapi saat ini, sedikit demi sedikit ajaran Taurat itu luntur disebabkan oleh kesombongan bangsa Yahudi itu sendiri sebagaimana yang telah di Nash dalam al-Qur’an surat Al-Maidan: 41 dan An-Nisa’: 46 serta banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh mereka.

H. Kepustakaan

Hakim, Agus. 2006. Perbandingan Agama. Bandung: Diponegoro.

Ridwan, Zaynur. 2010. The Greatest Design. Jakarta: Salsabila Kautsar Utama.

Budi Utami Fahnun, Sejarah Yahudi. www.nustaffsite.gunadarma.ac.id/ 7-2-2009 diakses pada tanggal 10-3-2011.

Wikipedia Indonesia, Yahudi.www.id.wikipedia.org/ 4-2-2009 diakses pada tanggal 10-3-2011.



[1] Agus Hakim, Perbandingan Agama (Bandung: Diponegoro, 2006), 40.

[2] Ibid, 53-54.

2 komentar:

Peter Jordan mengatakan...

sookkk tahu,,, belajar lagi sana

Meli Duha mengatakan...

Yang mesti di pikirkan dan di pecahkan oleh kita semua adalah bagaimana caranya peperangan yang di lakukan oleh bangsa yang ada sekarang ini di dunia supaya bisa berhenti dan saling damai. Semua pada ata bahwa bangsa yahudi adalah orang yang tegar tengkuk, bangsa pemberontak, dimana ada tertulis juga sebagai bangsa pilihan. ( Wallahu alam kenapa dia di jadikan sebagai bangsa pilihan oleh Allah, yang mestinya sebagai panutan) . Dengan semua memahami karakter mereka seperti itu, langkah apa yang mesti di ambil agar terjadi perdamain dan peperangan terhentikan, tanpa ada penumpahan darah lagi dari saudara saudara kita di palestina?

Poskan Komentar