Jumat, 09 April 2010

"Sejarah Dinasti Muawiyah"

Oleh : Kholifah & Hidayatul Muflikhah

A. Asal Usul Dan Pertumbuhan Dinasti Muawiyah

Bani umayyah atau kekholifahan umayyah adalah kekholifahan islam pertama setelah masa khulafaur rosyiddin yang memerintah dari 661 sampai 750 di jazirah arab dan sekitarnya, serta dari 756 sampai 1031 di Lordova spanyol. Nama dinasti ini diambil dari tokoh umayyah bin Abd Asy-Syams, kakek buyut dari kholifah pertama bani umayyah yaitu muawiyah I. Kholifah-kholifah besar dinasti bani umayyah ini adalah muawiyyah bin Abi Sufyan (661-680 M), Abd Al-Malik ibn Marwan (685-705 M), Al-Walid ibn Abdul Malik (705-715 M), Umar ibn Abd Al-Aziz (717-720 M), dan Hasyim ibn Abd Al-Malik (724-743 M).

Kekusaan bani umayyah berumur kurang lebih 90 tahun. Ibu kota negara dipindahkan muawiyah dari madinah ke damaskus tempat ia berkuasa sebagai gurbernur sebelumnya. Ekspansi yang terhenti pada masa kholifah usman dan ali dilanjutkan kembali oleh dinasti ini, ekspansi ketimur dilakukan oleh muawiyah kemudian dilanjutkan oleh kholifah Abd Al-Malik. Sedangkan ekspansi ke barat dilanjutkan dizaman Al-Walid ibnu Abdul Malik.

Dengan keberhasilan ekspansi kebeberapa daerah, baik ditimur maupun barat. Wilayah kekuasaan islam masa bani umayyah ini betul-betul sangat luas. Daerah-daerah itu meliputi spanyol, afrika utara, syiriah, palestina, jazirah arab, irak, sebagian asia kecil, persia, afganistan, daerah yang sekarang disebut pakistan, purkmenia, uzbek dan kirgis diasia tengah.

Disamping ekspansi kekuasaan islam bani umayah juga berjasa dalam pembangunan diberbagai bidang diantaranya, mendirikan dinas pos dan tempat-tempat tertentu dengan menyediakan kuda yang lengkap serta peraltannya sepanjang jalan, menertibkan angkatan bersenjata dan mencetak uang, membangun panti-panti untuk orang-orang yang cacat, membangun jalan-jalan raya yang menghubungkan antara satu daerah dengan daerah yang lainnya, pabrik-pabrik, gedung-gedung pemerintahan dan juga masjid-masjid yang megah.

B. Sistem Kepemimpinan Dinasti Muawiyah

Memasuki masa kekuasaan muawiyah yang menjadi awal kekuasaan bani umayyah. Pemerintahan yang bersifat demokratis berubah menjadi monarchiheridetis (kerajaan turun menurun). Kekholifahan muawiyyah diperoleh melalui kekerasan, diplomasi dan tipu daya tidak dengan pemulihan atau suara terbanyak.

Ciri-ciri khusus pemerintah dinasti muawiyyah diantaranya adalah :

1) Unsur pengikat bangsa lebih ditekankan pada peresatuan politik.

2) Khalifah adalah jabatan sekuler.

3) Kholifah berkedudukan sebagai kepala pemerintahan eksekutif.

4) Arab sentries.

5) Model yang di contoh dalam pengolahan pemerintahan adalah model bizantium.

C. Peradaban Muslim Pada Dinasti Muawiyah

Peradaban muslim pada dinasti muawiyah mengalami beberapa kemajuan diantaranya :

1. Kemajuan Dalam bidang Politik

a) Sistem Pemerintahan

Setelah muawiyah berkuasa ia melakukan beberapa perombakan besar-besaran dalam sistem pemerintahan dan ketatanegaraan, yakni dengan mendirikan lembaga-lembaga politik yang bertujuan untuk mempermudah pelaksanaan program pemerintahan.

Diantaranya lembaga negara yang dibentuk adalah :

1) Al-Nizhm Al-Siyasi yang bertugas untuk mengkaji masalah jabatn khalifah.

2) Lembaga kementrian (Wizarah)yang bertugas untuk menangani masalah-masalah yang ada di departemen-departemen.

3) Lembaga kesekretariatan negara (kitabah).

4) Lembaga keamanan pribadi khalifah (hijabah) yang bertugas untuk menjaga keamanan diri dan keluarga khalifah dari berbagai kemungkinan negatif yang datang dari pihak luar.

b) Pembentukan lembaga wazir atau perdana menteri

Seseorang wazir berfungsi sebagai pendamping khalifah memiliki kewenangan untuk menggantikan beban dan tanggung jawab khalifah dalam menjalankn pemerintahan sehari-hari, apabila khalifah tengah berhalangan atau tidak dapat menjalankan pamrintahan karena sesuatu.

c) Pembentukan kelembagaan negara

Bentuk kelembagaan negara yang dibentuk adalah :

1) Kholifah adalah kepala negara dan penguasa tertinggi.

2) Ahlul halli wal aqdi adalah para anggota dewan seperti parlemen sekarang.

3) Qadli al-qudiat (kelembagaan kehakiman) yang memiliki tugas, fungsi, wewenang untuk membantu kholifah dalam membuat keputusan hukum dalam pemerintahan.

d) Pembentukan tata usaha negara (Al-Hizham al-idary) yang bertugas untuk mengatur sistem pemerintahan negara, diantara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah wilayah.

2. Kemajuan dalm bidang militer

Kemajuan dalam bidang militer ini dapat dibuktikan dengan dibangunnya pabrik-pabrik senjata diwilayah afrika utara dan dibangunnya kapal perang diteluk raudlah di laut tengah oleh para khalifah bani umayah.

3. Bidang administrasi

Untuk kelancaran pekerjaan pemerintahan dibentuklah lembaga administrasi negara seperti diwanul kitabah yang membawahi bidang-bidang seperti :

a) Katib al-rasail yaitu sekretaris bidang keuangan.

b) Katibul jund yaitu sekretaris militer.

c) Katib al-syuhtah yaitu sekretaris bidang kepolisian.

d) Katib al-qadhi yaitu sekretaris bidang kehakiman.

4. Kemajuan dalam bidang sosial budaya

Beberapa kemajuan dalam bidang sosial budaya antara lain yaitu :

a) Kemajuan dibidangbahasa dan sastra.

b) Kemajuan di bidang seni rupa.

c) Seni bangunan dan arsitektur.

5. Kemajuan didalam bidang ilmu pengetahuan

a) Ilmu-ilmu agama

Diantaranya ilmu-ilmu agama yang mengalami perkembangan adalah ilmu Al-qur’an, ilmu hadits, ilmu fiqih.

b) Ilmu sejarah dan geografi.

c) Ilmu kedokteran.

D. Lemunduran Dinasti Muawiyah

Faktor-faktor yang menyababkan dinasti umayyah lemah dan mengalami kehancuran adalah :

1) Tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan yang akhirnya menyebabkan timbulnya perebutan kekuasaan antara ahli waris.

2) Konflik dengan pengikut syiah dan khawarij.

3) Adanya pertentangan etnis yang semakin meruncing antara bani qays dan bani kalb.

4) Adanya sikap hidup mewah dilingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan.

5) Munculnya kekuatan baru yang dipelopori keturunan al-abbas ibn abd al-mutholib yang mendapat dukungan dari bani hasyim dan kaum mawali yang merasa dikelas duakan oleh pemerintahan bani umayyah.

DAFTAR PUSTAKA

Yatim badri. 1993. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta : Rajawali Pers.

Murodi. 2009. Sejarah Kebudayaan Islam. Semarang : PT. Karya Toha Putra.

2 komentar:

Poskan Komentar