Senin, 12 April 2010

“MANAGEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS)”

Oleh : Sisco, d-@, Echa, Midha, Mohek

A.Pengertian Manajemen berbasis Sekolah

Manajemen berbais sekolah merupakan wujud dari reformasi pendidikan, yang mana menawarkan pada sekolah untuk menyediakan pendidikan yang lebih baik dan memadai bagi para peserta didik.

Manajemen berbasis sekolah berasal dari tiga kata yaitu manajemen, berbasis dan sekolah. Manajemen adalah pengkoordinasian dan penyerasian sumberdaya melalui sejumlah input manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan atau untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Sedangkan berbasis berarti “berdasarkan pada” atau “berfokuskan pada”. Sedangkan pengertian dari sekolah suatu organisasi terbawah dalam jajaran departemen pendidikan nasional (Depdiknas ) yang bertugas memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik atas dasar ketentuan-ketentuan yang bersifat legalistic dan profesionalistik.

Dari pengertian diatas dapat dirangkum bahwa manajemen berbasis sekolah adalah pengkoordianasian dan penyerasian sumberdaya yang dilakukan secara otonomis ( mandiri ) oleh sekolah melalui sejumlah input manajemen untuk mencapai tujuan sekolah dalam kerangka pendidikan nasional, dengan melibatkan semua kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan.

Tanggung jawab pengambilan keputusan tertentu mengenai anggaran, kepegawaian, dan kurikulum ditempatkan di tingkat sekolah dan bukan ditingkat daerah apalagi pusat.

Manajemen berbasis sekolah memiliki banyak bayangan makna, ia telah diimplementasikan dengan cara yang berbeda dan untuk tujuan berbeda. Bahkan konsep yang lebih mendasar dari sekolah dan manajemen adalah berbeda, seperti berbedanya budaya dan nilai yang melandasi upaya-upaya pembuat kebijakan.

B. Tujuan Manajemen Berbasis Sekolah

Manajemen berbasis sekolah bertujuan meningkatkan kinerja sekolah melalui pemberian kewenangan dan tanggung jawab yang lebih besar kepada sekolah yang dilaksanakan berdasarka prinsip-prinsip tata pengelolaan sekolah yang baik.

Dengan MBS sekolah dapat meningkatkan kemampuannya dalam merencana, mengelola, membiayai, dan menyelenggarakan pendidikan disekolahnya. Dengan MBS sekolah juga dapat memanfaatkan dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia dan dapat meningkatkan kepedulian warga sekolah dan warga masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan sesuai kemampuan yang dimiliki.

Tujuan Umum MBS:

Memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui pemberikan otonomi kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif.

Tujuan Khusus MBS:

1) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang ada.

2) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama.

3) Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada masyarakat.

4) Meningkatkan persaingan yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang ingin dicapai.

Konsep dasar manajemen berbasis sekolah adalah manajemen yang bernuansa otonomi, kemandirian, dan demokratis.

C. Karakteristik MBS

Manajemen berbasis sekolah memiliki karakteristik yang perlu dipahami oleh sekolah yang akan menerapkannya. Dengan kata lain jika sekolah ingin sukses dalam menerapkan MBS, sejumlah karakteristik perlu dimiliki. Karakteristik manajemen berabasis sekolah tentunya tidak terlepas dari pendekatan input, proses, dan output pendidikan.

1) Input pendidikan

a. Memiliki kebijakan, tujuan dan sasaran mutu yang jelas

b. Tersedianya sumberdaya

c. Staf yang kompeten dan berdedikasi tinggi

d. Memiliki harapan prestasi yang tinggi

e. Fokus pada pelanggan (khususnya siswa )

2) Proses pendidikan

a. Proses belajar mengajar dengan efektifitas yang tinggi

b. Kepemimpinan sekolah yang kuat

c. Lingkungan yang aman dan tertib

d. Pengelolaan tenaga kependidikan yang efektif

e. Sekolah memiliki budaya mutu

f. Sekolah memiliki teamwork yang kompak, cerdas, dan dinamis

g. Kemandirian, partisipatif, dan keterbukaan.

h. Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan

i. Responsif, antisipatif, komunikatif, dan akuntabilitas

3) Output yang diharapkan

Output sekolah adalah prestasi sekolah yang dihasilkan melalui proses pembelajaran dan manajemen sekolah. Pada umumnya, output dapat diklasifikasikan menjadi dua. Yaitu output berupa prestasi akademik dan output prestasi non akademik.

0 komentar:

Poskan Komentar