Jumat, 09 April 2010

“HIPOTESIS”

Oleh : Dewi Umsiati

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menusia mengamati dunia sekitarnya dan melihat terjadinya pristiwa-pristiwa seperti matahari terbit dan terbena, manusia lahir, hidup dan mjeninggal dunia, benda jatuh, hujan turun, orang tua mengasuh anak, ada orang yang kaya dan miskin, penyakit mmenyerang manusia dan sebagainya. Ia dapat menjadikan peristiwaatau gejala itu sebagai masalah, da ia bertanya “Apa sebab matahari terbit? Apa sebab manusia lahir? Apa sebab ada yang kaya dan yang miskin? Apa sebab manusia sakit? Dan sebagainya” ia mencoba untuk membentuk teori yang dpat menjalaskan peristiwa ataugejala-gejala itu.

Bagaimanakah diketahuinya kebenaran teori itu? Dari teori itu dapat diturunkannya hipotesis. Dengan membuktikan kebenaran atau ketidak benaran hipotesis itu secara empiris dapat pula diterima atau ditolaknya teori itu.

B. Rumusan Masalah

1) Apa yang dimaksusd dengan hipotesis?

2) Sebutkan jenis-jenis hipotesis?

3) Bagaimana cara menguji hipotesis?

C. Tujuan

Hipotesis bertujuan untuk membantu mahasiswa agar proses penelitiannya terarah dan menjadi karya yang dapat diterima oleh masyarakat umurnya dan bagi diri sendriri khususnya.

Kita dapat memahami tentang :

1) Definisi hipotesis dari berbagai pendapat.

2) Berbagai jenis hipotesis.

3) Cara menguji hipotesis.

Sehingga dengan pemahaman diatas kita dapat mendapat hasil yang memuaskan.

D. Manfaat

Manfaat makalah ini diantaranya :

1) Sebagai memenuhi tugas semester empat.

2) Pemakalah dapat memahami cara membuat hipotesis.

3) Pembaca dapat memehami definisi hipotesis, jenis-jenis hipotesis, dan cara menguji hipotesis.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Hipotesis

Hipotesis menurut bahasa berasal dari dua kata yaitu “Hypo” yang artinya “dibawah” dan “Thesa” yang artinya “kebenaran”. Jadi hipotesis yang kemudian cara menulisnya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia menjadi hipotesa dan berkembang menjadi hipotesis, maka hipotesis dapat diartikan sebagai slah satu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.

Menurut pendapat yang lain, hipotesis adalah suatu dugaan yang palin memungkinkan walaupun masih harus dibuktikan dengan penelitian dengan jawaban sementara ini pada prinsipnya bermanfaat membantu mahasiswa agar proses penelitiannya lebih terarah.

Hipotesis juga dapat diartikan bahwa tiap pernyataan tentang suatu hal yang bersifat sementara yang belom dibuktikan kebenarannya secara empiris.

Menurut ahli yang bernama Burg, hipotesis adalah suatu dugaan jawaban yang harus memenuhi beberapa persyaratan yakni :

1) Hipotesis harus dirumuskan dengan singkat dan jelas.

2) Hipotesis dengan nyata menunjukkan hubungan antara dua atau lebih variable.

3) Hipotesis harus didukung oleh teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atu hasil penelitian yang relevan.

B. Jenis-Jenis Hipotesis

Hipotesis dapat dibedakan menurut bentuknya menjadi tiga, yaitu :

1) Hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan-kesamaan dalam dunia empiris.

Banyak diantaranya pernyataan yang bersifat umum itu telah diketahui dan diakui kebenarannya oleh “Orang banyak”, Misalnya : Orang minagkabau banyak yang merantau, sedangkan orang jawa sangat terikat kepda kampong halamannya”.

2) Hipotesis yang berkenaan dengan model ideal

Dunia kenyataan ini sangat kompleks dan untuk mempelajarinya metode atau tipe ide-ide merupakan alat yang sangat membantu, Misalnya : Pendidikan dengan anak.

3) Hipotesis yang mencari hubungan antara sejumlah variable

Hipotesis ini lebih abstrak daripada kedua jenis hipotesis sebelumnya, dan menurut bentuknya hipotesis ini dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :

a) Hipotesis kerja

Biasanya seorang peneliti memilih hipotesis yang benar, sedangkan kebenaran hipotesis itu harus diguktikan. Sementara itu ia harus bekerja dengan hipotesis itu dan karena itu disebut hipotesis kerja atau hipotesis peneletian. Ada kemungkinan hipotesis itu mengalami perubahan sepanjang jalannya penelitian itu.

b) Hipotesis nol

Disebut hipotesis nol sebab menganggap hipotesis itu tidak benar sama sekali, jadi berisi kosong. Jadi kalau hipotesis itu berbunyi “Orang minangkabau perantau” maka dengan hipotesis nol dikatakan bahwa “Orang minangkabau bukan perantau” . bila tidak terbukti bahwa “Orang minangkabau bukan perantau” maka hipotesis “Orang minagkabau perantau” itu benar.

c) Hipotesis statistic

Hipotesis statistic menyatakan hasil observasi tentang populasi (manusia atau benda) dalam bentuk kuantitatif.

Misalnya kita duga bahwa pendapatan buruh pria (kelompo A) disebuah perusahaan lebih banyak daripada buruh wanita (kelompok B). pendapatan buruh pria dapat dinyatakan sebagai XP dan rata-rata pendapatan burh wanita XW. Maka perbedaan p-endapatan rata-rata dinyatakan sebcara simbolis sebagai XP-XW.

Kita dapat mengajukan hipotesis (H) bahwa pendapatan rata-rata antara buruh pria dan wanita berbeda sebagai H : XP = XW. Bila kita menggunakan hipotesis nol (Ho) maka dinyatakan sebagai berikut Ho : XP-XW.

Bila kita mengajukan hipotesis (H) bahwa pendapatan buruh pria lebih banyak daripada pendapatan buruh wanita kita dapat melambangkan sebagai berikut H:XP>XW dan hipotesis nolnya sebagai Ho:XP≤XW.

C. Menguji Hipotesis

Suatu hipotesis harus diuji berdasarkan data empiris, yakni berdasarkan apa yang dapat diamati dan apa yang dpat di ukur, untuk ini peneliti harus mencari situasi atau lapangan empiris yang memberi data yang diperlukan. Tidak selalu mudah memperoleh sampel yang didapat dan memberi data. Seperti halnya untuk meneliti kesejahteraan guru, perusahaan harus diperoleh dahulu dari pemilik atau pemimpinnya. Ada lagi kesulitan-kesulitan yang diatas untuk memperoleh lapangfan empiris guna mengetes hipotesis kita. Tentu saja seorang penyelidik harus jujur, jangan memanipulasi data dan harus menjunjung tinggi penelitian sebagai wahana untuk mencari kebenaran sampel.

Misalnya kita ingin mencari tinggi rata-rata badan mahasiswa Indonesia . sebenarnya kita hrus mengukur tinggi badan semua mahasiswa, jadi seluruh populasi. Akan tetapi oleh sebab usaha itu terlampau banyak memakan usaha, waktu, biaya, dan tenaga selain dari itu tidak perlu melakukan demikian, kita hanya mengambil sebagian saja sebagai sampel.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Hipotesis dapat diartika sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.

Hipotesis memiliki beberapa jenis :

1) Hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan-kesamaan dalam dunia empiris.

2) Hipotesis yang berkenaan dengan model ideal

3) Hipotesis yang mencari hubungan antara sejumlah variable yang terbagi menjadi tiga diantaranya :

a) Hipotesis kerja

b) Hipotesis nol

c) Hipotesis statistic

Cara menguji hipotesis disini ada benar tidaknya hipotesis, tidak ada hubungannya dengan terbukti dan tidaknya hipotesis tersebut. Maka perlu adanya pembuktian secara langsung baik secar pengambilan sampel interviu atau yang lainnya.

B. Saran-Saran

Penulsi mengharapkan agar apa yang sudah dijelaskan diatas dapat difahami oleh pembaca. Selanjutnya kritik dan sran dari pembaca sebagai pembangun sangat diharapkan guna perbaikan dalam pembuatan makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta : P.T Rineka Cipta.

Tritan, Hariwijaya. 2008. Pedoman Penulisan Proposal dan Skripsi. Yogyakarta : Tugu Publisher.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : CV. Afabeta.

Karisam, Muhammad. 2008. Metodologi Penelitian. Malang : UIN Malang Press.

Yahya, Islachuddin. 2007. Tehnik Penulisan Kerangka Ilmiah. Surabaya : PN. Surya Jaya Raya.

Nasution. 2007. Metode Research. Jakarta : P.T Bumi Aksara.

0 komentar:

Poskan Komentar