Kamis, 01 April 2010

” ASBABUN NUZUL”

Oleh : Betty Ummu Khoiriyah, Eva Zahrotul Faudah, Siti Nur Khafidiyah,

Nia Agustin, Sufiyani, Ria Andiana &n Lailatul Mukarromah

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang Masalah

Al Qur'an diturunkan untuk memberi petunjuk kepada manusia kearah tujuan yang terang dan jalan yang lurus dengan menegakkan asas kehidupan yang didasarkan pada keimanan kepada Allah dan Rasulullah.

Sebagian besar Qur'an pada mulanya diturunkan untuk tujuan umum ini,tetapi kehidupan para sahabat bersama Rasulullah telah menyaksikan banyak peristiwa sejarah,bahkan kadang terjadi diantara mereka peristiwa khusus yang memerlukan penjelasan hukum Allah atau masih kabur bagi mereka.kemudian mereka bertanya kepada Rasulullah untuk mengetahui hukum islam mengenai hal itu,maka Qur'an turun untuk peristiwa khusus tadi atau untuk pertanyaan yang muncul itu.Hal seperti itulah yang dinamakan ASBABUN NUZUL.

B. Rumusan Masalah

1. Apa definisi Asbabun Nuzul?

2. Apakah sebab turunnya Al-Qur'an itu membatasi suatu hukum?

3. Darimana sumber-sumber Asbabun Nuzul?

4. Apa yang dimaksud dengan satu ayat dengan sebab-sebab banyak?

5. Apa maksud dari banyaknya nuzul dengan satu sebab?

6. Apa maksud dari ayat yang turun mengenai satu orang?

7. Mengapa ada ayat Al-Qur'an yang diturunkan secara berulang-berulang?

C. Tujuan Makalah

1. Untuk mengetahui Asbabun Nuzul

2. Agar mengetahui bahwa sebab turunnya Al-Qur'an itu membatasi suatu hukum

3. Untuk mengetahui sumber-sumber Asbabun Nuzul

4. Untuk menjelaskan turunnya satu ayat dengan sebab-sebab banyak

5. Untuk mendiskripsikan banyaknya nuzul dengan satu sebab

6. Untuk mendiskripsikan ayat yang turun mengenai satu orang

7. Untuk mengetahui alasan ayat Al-Qur'an diturunkan secara berulang-berulang

D. Manfaat Makalah

Untuk mengetahui seluk beluk Asbabun Nuzul dan mengetahui sebab-sebab ayat-ayat Al Qur'an itu diturunkan

BAB II

PEMBAHASAN

A. Defense Sebab Nuzul

Ketahuilah bawl Alquran diturunkan dalam dua kategori, yakni:

a). Turun sebagai permulaan

b). Turun karena suatu pristiwa atau suatu petanyaan.

Terkadang para ulama mengikuti kategori kedua yakni turun karena suatu peristiwa atau adanya suatu pertanyaan, kemudian mereka membukukannya menjadi kitab-kitab khusus dan menerangkan ayat-ayat yang turun karena suatu beban serta mereka menerangkan sebab tersebut dan ijtihad yang terkandung didalamnya.

Adapun karangan termashur dalam judul ini adalah “الباب النقول قى اسباب النزول” karangan imam al hafidz assyuti. Dan pekerjaan ini mempunyai faedah yang agung diantaranya:

a. Mengetahui hikmah diturunkannya suatu hukum

b. Dan diantaranya lagi bahwasanya amal ini adalah cara yang kuat dari dalam mengetahui makna Alquran karena mengetahui sebab akan menghasilkan pengetahuan tentang musabab dan diceritakan bagimu dua cerita ini untuk ,mengetahuinya bahwasanya jika karena tidak mengetahui sababul nuzul maka akan hilang langkah-langkah dalam memahami makna dan menemukan sebuah maksud, dua cerita tersebut yaitu:

1. Marwan bin Hakam telah membaca firman Alllah

لاتحسبن الدين يفرحون بم ات

Dan Marwan berkata: Sekiranya setiap orang diantara kita bergembira dengan yang apa dikerjakan dan senang untuk dipuji dengan perbuatan yang belum dikerjakannya itu akan disiksa, tentulah kita semua akan disiksa dan ini adalah kepahaman Marwan tetapi, Ibnu Abbas menjelaskan bahwasanya ayat ini diturunkan berkenaan dengan ahlul kitab ketika rosul bertanya kepada mereka tentang sesuatu dan mereka mengambil persoalan lain dan mereka menganggap bahwasanya mereka telah memberitahukan kepadanya (nabi) tentang apa yang ditanyakan rosul kepada mereka dipuji dalam hal ini

2. Dan diceritakan dari Utsman bin Madlun dan Amru bin Ma’di Karbin bahwasanya mereka berdua pernah berkata khomer itu mubah dan merka menggambil hujjah dari firman Alloh:ليس علىالدين امنو الصالحات جناح فيما طعموا

Maka jika mereka mengetahui sebab turunnya ayat diatas mereka tidak aakan mengatakan khomer itu mubah, karena ayat ini diturunkan sebagai jawaban atas pertanyaan sahabat yakni keharaman khomer diturunkan “Bagaimana dengan orang yang berperang dijalan Alloh kemudian meninggal dan mereka minum khomer dan dahwasanya khomer itu kotor, maka turunlah ayat ini dan jika tidak katena mengetahui sebab turunnya firman Alloh :فاين تولوفتم وجه الله

Maka orang mengatakan dhohirnya akan bermakna (berfaedah) bahwasanya musholli tidak wajib menghadap kiblat, baik ketika berpergian atau mukim dan hal ini adalah perbedaan pendapat tapi dengan mengetahui sebab nuzulnya dapat diketahui bahwasanya ayat ini turun mengenai sholat sunnah dalam perjalanan atau untuk orang yang sholat dengan ijtihad, maka telah jelas perbedaan riwyat dalam hal ini .

B. Sebab turunya ayat itu membatasi sebuah hukum

Yang berubungan dengan pembahasan ini adalah, masalah penting yang terjadi perpeda'an di antara ulama' usul, ya'ni ketika kita mengetahui asbabunnujul sebuah ayat untuk suatu hokum syara' , apakah hokum tersebut khusus berlaku untuk sebab di turunkanya ayat tersebut atau berlaku untukmu selain sebab tersebut? Dan ulama' usul barkata ibrah itu bisa diambil keumuman suatu lafad atau dari kekhususan sebab? Dan jawabnya bahwa menurut pendapat yang mafhum dan shahih, sesunguhnya ibroh itu di ambil dengan keungulan lafad maka hokum itu berlaku selain sebab yang turun di sebabkan kejadian tersebut. Dan telah di turunkan beberpa ayat dengan sebab-sebab yang beraneka ragam tapi ulama' usul bersepakat bahwa ayat hukum dari ayat-ayat tersebut selain dari sebab turunya tersebut sepertyi di turukany ayat dhihar pada salamah bin thahir dan ayat li'an dalam masalhnya bilal bin umaiyah dan hadul qodaf (menuduh zina) kepada orangorang yang memfitnah aisyah kemudian menambah hokum selain hokum tersebut dan orang yang tidak mengambarkan dengan keumuman lafad maka ayat tadi telah keluar dari kekhususanya karena adanya dalil lain.

Asyuti berkata denagn diantara dalil-dalil yang menguatkan bahwa ibroh(pelajaran) ini diambil dari keumuman lafad, perbuatan para syhabat yang banyak berdalil denagn ayat-ayat yang umum yang turun karaena sebab khusus pada setiap peristiwa atau kejadian yang berlangsung di antara mereka. Dan masalah ini di nisbatkan pada ayat yang lafadnya berfai'dah umum. Adapun ayt yang diturukan secara khusus dan tidak umum pada lafadnya maka ayat tersebut menjadi pendek secara terpotong seperti ayat;

وسيجنبها الأثقى الذي يؤتي ماله يتزكا

Maka sesunguhanya ayat tersebut di turunkan mengenai abu bakar as-sidiq dan orang mengangap ayat ini umum untuk setiap orang yang mengamalkan amalan abu bakar dengan qo'idah tersebut maka salah, karena ayat ini ntidak mempunya bentuk umum, dank arena alif dan lam itu bias berfa'idah umum jika berupa isim mausul atau isim ma'rifat dalam bentuk jama' atau mufrod dengn syara'at pada lafad-lafad tersebut tidak terdapat a'ada. Sedangkan lam pada lafad al-atqo ini bukan lam mausulah(kata ganti penghubung) sebab lam mausulah selamya tidak pernah bersambung afalul tafdhin dan al-atqo juga bukan kata sama melain kata tungual(mufrod) dan lafad ahad sudah terkandung didalamnya dan af'al itu menolak adanya persekutuan maka dengan semua hal tadi batalah pendapat orang-ornag yang mengangapnya sebagai keumuman.

C. Sumber-sumber asbabun nuzul

Tidak di benarkan mengatakan sesuatu yang mengenai asbabun nuzul kitab kecuali dengan perbatasan riwayat atau mendengar langsung dari orang yang menyaksikan kejadianya dan mengetahui sebab di turunkanya. Muhammad bin sirin berkata; aku bertanya kepada abidah mengenai satu ayat al-qur'an dan dia menjawab bertakwalah kepada allah dan katakana yang benar, bahwasanya orang-orang yang mengetahui tentang di turunkanya al-qur'an itu telah pergi(meningal) apa makna ucapan sahabat ayat ini turun begini. Apakah ucapan tersebut termasuk hadist musnad dan termasuk asbabun nuzul? Ulam' berbeda pendapat dalam ucapan sahabat dalam ayat ini turun begini ayat tersebut termasuk sanad jika seandainya di sebutkan sebab-sebab turunya suatuu ayat? Atu ayat tersebut termasuk tafsir yang sanad? Maka bukhri memasukan pada sanad dan ulma' yang lainya tidak tapi lebih banyak cenderung pada musnad yang ada, pasti musnadya seperti musnadnya ahmad dan lainya berbeda dengan perkara yang mana menerangkan sebab turnya ayat dan yang demikian ini termasuk musnad.

Dan dari perkara yang kedua(apakah termasuk asbabun nuzul?) imam zarkasih mengatakan di dalam kitabnya al-burhan telah di ketahui dari kebiasan sahabat dan tabi'in, jika salahsatunya berkata jika ayat itu turunya di sini maka maksud perkata'an ina adalah kandungan hokum yang ada pada ayat tersebut bukan memaksutkan di bawah ini adalah sebab turunya, dan hal ini masuk dalah istidlal(pengambilan dalil)dari ayta atas sesuatu hukum bukan dari jenis mwngabarkan apa yang sedang terjadi.

D. Satu ayat dengan sebabsebab banyak

Para mufasir menyebutkan turunya ayat yang mempunyai beberpa sebab, maka jika di temukan dalam satu ayat tersebut, maka salah satu mufasir berkata ayat ini turun mengenai urusan ini sedangkan riwayat lain menyebutkan asbabun nuzul dengan tegas.dan riwayat yang tidak tegas,termasuk didalam hokum ayat"istri-istri mu ibarat kamu tempat bercocok tanam"sementara itu orang islam menyebutkan sebab nuzul yang bertentangan dengan riwayat melalui jabir,orang yahudi berkata"jika seorang laki-laki mendatangi istrinya dari belakang,maka anaknya bermata juling"jika suatu ayat disebutkan sebab dan sebab yang lain ittu shoheh maka yang di jadikan penganga adlah riwayat yang shoheh riwayat dari bokhori muslim dan hadist yang lainya dari humdan al bunawi nabi menderita sakit hingga dua hari dua malam'kemudian datang seorang perempuanb kepadanya kepadanya dan berkata : "hai Muhammad kurasa setanmu sudah tak mendekatimu ,selama dua ,tiga malam ini sidah tidak mendekatimi lagi."maka allah menurunkan ayat demi waktu dhuha dan demi malam apabila setelah sunyi tuhan mu tiada meninggalmu dan tidaklah membencimu.

Dan mengenai turunya ayat itu di karenakan dua sebab maka di hukumkan pada semua itu , jika tidak ada sesuatu yang mencegah dari sebab yang berlainan dan mungkin juga turunya ayat,sebab contoh ayat tersebut diturunkan dalam pemasukan orang-orang ansor.maka tidak akan kedatangan masalah. Pada suatu hari sebagai malam ini dan di turuinkan imam bukhori dan hambali,di makkah sebelum hijrah dengan suatu surat dan ayat tersebut adalah al makki madanni yang kedua di gunung uhud.

E. Banyaknya Nuzul dengan satu sebab

Terkadang banyak ayat yang turun tapi sebabnya hanya satu tapi dalam masalah initidak tidak ada masalah,karena itu banyak ayat yang turun di berbagai surah,berkenaan dengan dengan satu peristiwa.contohnya apa yang di riwayatkan sa'is bin mansur abdur Rozak,tirmidzi .ibnu jarir ,ibnu munzir,ibnu abi hakim,tabrani dan hakim yang mengatakan shohih dari ummuh salamah ia berkata :

يا رسول الله لا أسمع الله ذكر النساء فى الهجرة شيء فأنزا الله (فاستجاب لهم ربهم أتى لا أضيع عمل منكم من ذكر وأنثى بعضكم من بعض) (العمران: 195)

F. Beberarapa ayat yang turun menai satu orang

Terkadang seorang sahabat mengenai peristiwa lebih dari satu kali dan Al –quq'an turun mengenai satu peristiwa,maka dari itu kebanyakan al quran turun sesuai dengan peristiwa yang terjadi, misalnya seperti apa yang di riwayatkan oleh bukhori dalam kitab al-adahi mufiat tentang berbakti kepada orang tua, dari saad bin abi waqos ada empat ayat al-quran turun berkenaan dengan aku yang pertama ketika ibuku bersumpah dia tidak akan makan dan minum sebelum aku meninggalkan Muhammad lalu allah menurunkan ayat," dan jika memaksamu untuk mempersekutukan aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergilah keduanya di dunia dengan baik (luqman:15. kedua ketika aku mengambil sebuah pedang dan mengaguminya maka aku berkata kepada rosullullah, ''berikan aku pedang ini'' maka turunlah ayat. Mereka bertanya kepadamu tentang pembagian harta rampasan perang (al-anfal:01). Ketiga: ketika aku sedang sakit rosullullah mengunjungiku dan aku bertanya kepada beliau: ''rosullulloh aku ingin membagikan hartaku, bolaehkah aku mewasiatkan separuh nya?'' beliau menjawab: ''tidak'' aku bertanya: ''bagaimana jika sepertiganya?'' rosullullah diam. maka wasiat dengan sepertiga harta itu diperbolehkan keempat ketika aku sedang minum minuman keras (khomr) bersama kaum ansor ,seorang memukul hidungku dengan tulang rahang unta,lalu aku datang kepada rasullulloh , maka Allah swt melarang minum khomr. Dalam hal ini telah turun wahyu yang sesuai dengan banyak ayat.

G. Ayat yang turun secara berulang ulang

Ulama' mutaqoddimin dan mutaakkhirin menyabutkan bahwa di dalam al-quran terdapat ayat yang di turunkan secara berulang ulang dan itu mengandung beberapa hikmah, diantaranya sebagai peringatan dan nasehat dan juga berfaedah karena berbedanya huruf qiro'ah. Maka untuk pertama kali ayat tersebut diturunkan dengan satu huruf dan selanjutnya (diturunkan dengan huruf yang lain seperti surat fatihah, pada ayat''maaliki yaumiddin untuk kali pertama) dan sa'at diturunkan selanjutnya.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari paparan diatas dapat disimpulkan bahwa:

turunya Al-quran itu ada 2 macam , yaitu:

1. Sebagai permula'an .

2. Karena suatu peristiwa atau suatu pertanyaan.

Beberapa faedah yang berhtbungan dengan Asbabun Nuzul antara lain:

- Sebab turunnya ayat itu memberi sebuah hokum.

- Sumber sumner Asbabun Nuzul

- Satu ayat dengan sebab banyak

- Banyak Nuzul dengan satu sebab

- Beberapa ayat yang turun mangenai satu orang

- Ayat yang turun secara berulang ulang

B. Saran

Apabila penyusunan makalah ini ada yang kurang berkenan dihati pembaca, kami selaku pemakalah meminta ma'af dan semoga ada kritik dan saran yang bermanfa'at dan membangun dari para sahabat.

DAFTAR PUSTAKA

Husein,muhammadibnu ulumul maliki,1986. zubadatul itqon. Jeddah: Darus syuruq

Kholil, manna Al-qotton. 1973. mabahis fi ulumil qur'an. Makkah: Darus syaruq.

1 komentar:

ekonsul berkah mengatakan...

Bagus penjelasannya, terimakasih sudah share ilmu. Saya jadi terinspirasi untuk nulis blog tentang asbabunnuzul. Ini sebagian materi yg sudah di publish kompilasi asbabunnuzul quran

Poskan Komentar