Jumat, 08 Januari 2010

sejarah pendidikan islam

DAFTAR ISI

Hard Cover i
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
BAB I PENDAHULUAN 1
I.1 Latar Belakang 1
I.2 Rumusan Masalah 2
BAB II PEMBAHASAN 3
II.1 Perjalanan Daulah Bani Umayyah 3
II.2 Kemajuan Peradaban 4
II.3 Kehancuran Daulah Bani Umayyah 7
BAB III PENUTUP 8
III.1 Simpulan 8
III.2 Saran 8
DAFTAR PUSTAKA 9














BAB I
PENDAHULUAN

I.1 LATAR BELAKANG
  Untuk saat ini memang kajian tentang sejarah Bani Umayyah telah banyak ditulis oleh orang sehingga munkin saja pembaca merasa tak tertarik lagi dengan tulisan – tulisan yang berhubungan dengan sejarah Bani Umayyah. Apalagi hal itu merupakan masa lalu yang mungkin dianggap tidak relevan lagi dengan kehidupan sekarang ini.
  Anggapan seperti itu menurut penulis, terlalu apriori dan kurang apresiasif terhadap nilai- nilai sejarah yang sesungguhnya dapat dijadikan cermin bagi kehidupan kita di zaman modern ini.1 Kalau kita cermati, sesungguhnya ada hal – hal menarik untuk dikaji kembali tentang sejarah Peradaban pada masa pemerintahan Bani Umayyah.
  Biasanya seorang ketika mengkaji tentang sejarah daulah Bani Umayyah cenderung menilai minor terutama kepada Muawiyyah, selaku perintis Daulah Bani Umayyah yang telah mengakhiri tradisi pengisian jabatan khalifah tanpa melalui prosedur musyawarah.
  Sebagimana tercatat dalam sejarah bahwa setelah wafatnya Ali Ibn Abu Thalib, maka berakhirlah satu era pemerintahan al-khurafa’ ar- Rasyidin dan berakhir pula tradisi pengisian jabatan kepala Negara melalui musyawarah. Hal ini terbukti Muawiyyah sendiri naik menjadi khalifah tidak melalui musyawarah, tetapi lewat tipu muslihat.2 Namun demikian ternyata dalam proses perjalanan selanjutnya, pemerintahan Daulah Bani Umayyah telah mampu memainkan peranan penting melanjutkan usaha-usaha besar yang sudah dirintissejak Nabi Muhammad SAW dan Khurafa’ ar- Rasyidin.
  Perkembangan dan kemajuan yang telah dicapainya, hampir disegala bidang seperti perluasan daerah kekuasaan Islam, penertiban administrasi, gerakan-gerakan penerjemahan, pergantian mata uang Arab dari yang tadinya Dinar Romawi dan Persi dan sebagainya.3 barangkali tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa ummat Islam saat itu telah menemukan kepribadiannya sendiri dan dunia pun mulai mengenal peradaban dan kebudayaan Arab. Dalam tiga abad pertama (655-1000 M) bagian-bagian dunia yang dikuasai Islam adalah bagian-bagian yang maju dan memiliki perdaban yang tinggi. Kecermelangan Islam Timur merupakan hal yang kontras dengan dunia Nasrani Barat. 4 

I.2 RUMUSAN MASALAH
1.Bagaimana perjalanan singkat Daulah Bani Umayyah?
2.Kemajuan dibidang apa saja yang disumbangkan Daulah Bani Umayyah untuk Islam?
3.Faktor-faktor apa sajakah yang menyebabkan hancurnya pemerintahan pada masa Daulah Bani Umayyah?
  





















BAB II
PEMBAHASAN

II.1 PERJALANAN DAULAH BANI UMAYYAH
Bani Umayyah (bahasa Arab: بنو أمية, Banu Umayyah) atau Kekhalifahan Umayyah, adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin yang memerintah dari 661 sampai 750 di Jazirah Arab dan sekitarnya; serta dari 756 sampai 1031 di Kordova, Spanyol. Nama dinasti ini diambil dari nama tokoh Umayyah bin 'Abd asy-Syams, kakek buyut dari khalifah pertama Bani Umayyah, yaitu Muawiyah I.
Daulah Bani Umayyah dikatagorikan menjadi dua, yaitu:
1.Bani Umayyah I Timur (661-750M) yang dirintis oleh Muawiyyah bin Abi Sofyan yang beribu kota di Damaskus Konstantinopel. Periode ini berakhir dengan terbunuhnya Marwan II yaitu Marwan bin Muhammad Abasiah oleh Abas as-Saffah pada tahun 750 
2.Bani Umayyah II Barat (756-1031 M) yang dirintis oleh Abdarrahman ad-Dakhil di Spanyol beribukota di Cordova. Periode ini berakhir pada masa Hisyam III setelah digulingkan oleh orang Barbar pada 1035.5
Ciri – ciri khusus pemerintahan dinasti Umayyahantara lain:
1.Unsur pengikat bangsa lebih ditekankan pada kesatuan politik
2.Khalifah adalah jabatansekuler
3.Khalifah berkedudukan sebagai kepala pemerintahan eksekutif
4.Memperluas wilyah kekuasaan Negara
5.Arab sentries
6.Model yang dicontoh dalam pengolahan pemerintahan negar adalah model Bizantium.6



II.2 KEMAJUAN PERADABAN
1. Kemajuan Intelektual
a.Filsafat
Islam terutama di Spanyol telah mencatat satu lembaran budaya yang sangat brilian dalam bentangan sejarah Islam. Ia berperan sebagai jembatan penyeberangan yang dilalui ilmu pengetahuan Yunani-Arab ke Eropa pada abad ke-12. Minat terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 M selama pemerintahan penguasa Bani Umayyah yang ke-5, Muhammad ibn Abdurrahman (832-886 M).
Atas inisiatif al-Hakam (961-976 M), karya-karya ilmiah dan filosofis diimpor dari Timur dalam jumlah besar, sehingga Cordova dengan perpustakaan dan universitas-universitasnya mampu menyaingi Baghdad sebagai pusat utama ilmu pengetahuan di dunia Islam. Apa yang dilakukan oleh para pemimpin dinasti Bani Umayyah di Spanyol ini merupakan persiapan untuk melahirkan filosof-filosof besar pada masa sesudahnya.
Tokoh utama pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah Abu Bakr Muhammad ibn al-Sayigh yang lebih dikenal dengan Ibn Bajjah. Tokoh utama kedua adalah Abu Bakr ibn Thufail, penduduk asli Wadi Asy, sebuah dusun kecil di sebelah timur Granada dan wafat pada usia lanjut tahun 1185 M. Ia banyak menulis masalah kedokteran, astronomi dan filsafat. Karya filsafatnya yang sangat terkenal adalah Hay ibn Yaqzhan.
Bagian akhir abad ke-12 M menjadi saksi munculnya seorang pengikut Aristoteles yang terbesar di gelanggang filsafat dalam Islam, yaitu Ibn Rusyd dari Cordova. Ia lahir tahun 1126 M dan meninggal tahun 1198 M. Ciri khasnya adalah kecermatan dalam menafsirkan naskah-naskah Aristoteles dan kehati-hatian dalam menggeluti masalah-masalah menahun tentang keserasian filsafat dan agama. Dia juga ahli fiqh dengan karyanya Bidayatul- Mujtahid.

b.Sains
Abbas ibn Famas termasyhur dalam ilmu kimia dan astronomi. Ialah orang pertama yang menemukan pembuatan kaca dari batu. Ibrahim ibn Yahya al-Naqqash terkenal dalam ilmu astronomi. Ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menentukan berapa lamanya. Ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang-bintang. Ahmad ibn Ibas dari Cordova adalah ahli dalam bidang obat-obatan. Ummul Hasan binti Abi Ja'far dan saudara perempuan al-Hafidz adalah dua orang ahli kedokteran dari kalangan wanita.
Dalam bidang sejarah dan geografi, wilayah Islam bagian barat melahirkan banyak pemikir terkenal, Ibn Jubair dari Valencia (1145-1228 M) menulis tentang negeri-negeri muslim Mediterania dan Sicilia dan Ibn Batuthah dari Tangier (1304-1377 M) mencapai Samudera Pasai dan Cina. Ibnul Khatib (1317-1374 M) menyusun riwayat Granada, sedangkan Ibn Khaldun dari Tunisia adalah perumus filsafat sejarah. Semua sejarawan di atas bertempat tinggal di Spanyol, yang kemudian pindah ke Afrika. 
c.Fiqh
Dalam bidang fiqh, Spanyol Islam dikenal sebagai penganut madzhab Maliki. Yang memperkenalkan madzhab ini di sana adalah Ziyad ibn Abdurrahman. Perkembangan selanjutnya ditentukan oleh Ibn Yahya yang menjadi Qadhi pada masa Hisyam Ibn Abdurrahman. 
d.Ushul Fiqh
Tokoh yang produktif dalam bidang ini adalah Ibn Hazm dan Al-Syatibi dan diantara karyanya adalah Al-Ihkam fi Ushul Al-Ahkam karya Ibn Hazm, dan Al Muwafaqat karya Al-Syatibi.
e.Musik dan Kesenian
Dalam bidang musik dan suara, Spanyol Islam mencapai kecemerlangan dengan tokohnya al-Hasan Ibn Nafi' yang dijuluki Zaryab. Setiap kali diselenggarkan pertemuan dan jamuan, Zaryab selalu tampil mempertunjukkan kebolehannya. Ia juga terkenal sebagai penggubah lagu. 
f.Bahasa dan Sastra
Tokoh-tokoh yang ahli dibidang ini antara lain: Ibn Sayyidih, Ibn Malik pengarang Aljiyah, Ibn Khuruf, Ibnul-Hajj, Abu Ali al-Isybili, Abu al-Hasan Ibn Usfur, dan Abu Hayyan al-Ghamathi. Seiring dengan kemajuan bahasa itu, karya-karya sastra bermunculan, seperti Al-'Iqd al-Farid karya Ibn Abd Rabbih, al-Dzakhirahji Mahasin Ahl al-Jazirah oleh Ibn Bassam, Kitab al-Qalaid buah karya al-Fath ibn Khaqan, dan banyak lagi yang lain.
2. Kemegahan Pembangunan Fisik
a.Masjid Cordova ( di Ibu kota Spanyol)
b.Granada(tempat pertahanan terakhir ummat Islam di Spanyol dan di tempat inipula Istana indah Al- Hamra berada)
c.Kota Az-zahra
d.Istana Ja'fariyah di Saragosa
e.Tembok Toledo
f.Istana al-Makmun
g.masjid Seville 
3.Bidang Hukum 
Kemajuan dibidang ini berlangsung pada masa pemerintahan Hiyam I. Madzhab hukum yang dibawa, dikembangkan dan mendapat perlindungan dari Hisyam I di Andalusia adalah madzhab Maliki 7








II.3 KEHANCURAN DAULAH BANI UMAYYAH
Faktor– faktor yang menyebabkan hancurnya Daulah Bani Umayyah antaralain:
1.Konflik dengan pengikut Syi’ah dan Khawarij 
2.Konflik Islam dengan Kristen
3.Tidak Adanya Ideologi Pemersatu
4.Kesulitan Ekonomi
5.Tidak jelasnya sitem peralihan kekuasaan yang akhirnya menyebabkan timbulnya perebutan kekuasaan diantar ahli waris
6.Keterpencilan (Ummat Islam selalu berjuang sendiri tanpa bantuan negara lain kecuali afrika)
7.Adanya pertentangan etnis yang semakin meruncing antar Bani Qays dan Bani Kalb
8.Munculnya kekuatan baru yang dipelopori keturunan al-Abbas ibn Abd al-Muthalibyang mendapat dukungan dariBani Hasyim dan dan kaum mawali yang merasa dikelas duakan oleh pemerintahan Bani Umayyah. 















BAB III
PENUTUP

III.1 SIMPULAN
1.Kekhalifahan Umayyah, adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin yang memerintah dari 661 sampai 750 di Jazirah Arab dan sekitarnya; serta dari 756 sampai 1031 di Kordova, Spanyol. Daulah Bani Umayyah dikatagorikan menjadi dua, yaitu:
Bani Umayyah I Timur (661-750M) yang dirintis oleh Muawiyyah bin Abi Sofyan dan Bani Umayyah II Barat (756-1031 M) yang dirintis oleh Abdarrahman ad-Dakhil 
2.Kemajuan Peradaban pada masa itu diantaranya: 1) Kemajuan Intelektual; Filsafat, Sains, Fiqh Ushul Fiqh,Musik dan Kesenian, Bahasa dan Sastra; 2) Kemegahan Pembangunan Fisika. Masjid Cordova, Granada, Kota Az-zahrad, Istana Ja'fariyah di Saragosa, Tembok Toledo, Istana al-Makmun, Masjid Seville 3) Bidang Hukum
3.Faktor– faktor yang menyebabkan hancurnya Daulah Bani Umayyah: Konflik dengan pengikut Syi’ah dan Khawarij; Konflik Islam dengan Kristen; Tidak Adanya Ideologi Pemersatu; Kesulitan Ekonomi; Tidak jelasnya sitem peralihan kekuasaan; Keterpencilan; Adanya pertentangan etnis; Munculnya kekuatan baru.

III.2 SARAN
Saran penulis untuk para pembaca agar lebih mendalam lagi mengkaji tentang sejarah daulah Bani Umayyah yangmana di dalamnya terdapat nilai- nilai sejarah yang sesungguhnya dapat dijadikan cermin bagi kehidupan kita di zaman modern ini.





DAFTAR PUSTAKA

Yatim Badri. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Rajawali Pers. 1993.979-421-337-3 
Zainuddin Muhadi dan Abd.Mustaqim. Study Kepemimpinan Islam; TelaahNormatif dan Historis. Jakarta: Putra Mediatama Pers. .2008  
DR Murodi, Ma , Sejarah Kebuyaan Islam. Semarang: PT Karya Toha Putra, 2006
Hodgson, Marshall g.s.; The Venture of Islam, Iman Dan Sejarah Dalam Peradaban Dunia; Jilid Pertama: Masa Klasik Islam; Buku Pertama: Lahirnya Sebuah Tatanan Baru. Jakarta: Paramadina, 1999. Isbn 979-8321-32-4
http://m.cybermq.com

0 komentar:

Poskan Komentar